Mengejar Cinta Sang Habib

Mengejar Cinta Sang Habib
Bab 5.7


__ADS_3

"Waalaikumussalam." Aish tidak mau menjawab dan bahkan Gisel pun bungkam, jadi mau tidak mau hari ini Dira kembali menjadi juru bicara kelompoknya.


"Habib Thalib memberitahu ku kemarin mengenai hukuman kalian jadi dia memintaku untuk mengawasi kalian saat menjalankan hukuman." Kata Nasha memberikan pembukaan.


Aish mendengus cemburu, hatinya tertekan tapi masih tahu diri bila dia bukan siapa-siapa habib Khalid.


"Lho, kok orangnya berubah? Bukannya yang diminta kemarin kak Nasha, yah?" Dira ingat betul jika orang yang diminta jelas-jelas Nasha dan bukan Khalisa.


Khalisa tersenyum malu. Tugas ini sebenarnya dijalankan oleh Nasha dan bukan dia, tapi karena Nasha punya urusan di rumah Umi, maka tugas ini diberikan kepadanya. Itupun setelah dia memohon karena ingin memperbaiki kesalahpahaman kemarin.


"Kak Nasha lagi sibuk jadi tugasnya dialihkan ke kami." Kata salah satu gadis tidak dikenal dengan penampilan lembut ikut berbicara.


Dia adalah seorang gadis berkacamata yang termasuk dalam kelompok empat orang ini. Sebelum ke sini Nasha sudah menginstruksikan nya untuk mengawasi ketiga anak kota ini saat bekerja nanti.


Mendengar kata kunci yang gadis itu sampaikan, Aish langsung berbicara.


"Oh ya, terus kenapa dia ngaku-ngaku habib Thalib yang memintanya mengawasi kamu?" Tanya Aish to the point tanpa memikirkan betapa malunya Khalisa saat ini.


Khalisa melihat orang-orang di sekitarnya dengan malu.


"Ini... sebelum kak Nasha mengalihkannya kepada kami, aku sudah berbicara dengan habib Thalib semalam." Katanya berdalih dengan ekspresi wajah malu-malu.

__ADS_1


Entah benar atau tidaknya apa yang dia katakan tadi tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali ditanyakan secara langsung kepada habib Khalid. Ditambah lagi mereka juga sempat melihat habib Khalid berbicara dengan Khalisa saat makan malam tadi malam sehingga orang-orang juga tidak meragukan alasannya.


Aish mendengus. Tentu saja dia juga melihat interaksi mereka berdua semalam dan karena itulah dia merasa masam.


"Humph!"


Gisel menarik tangan Aish dan Dira agar jangan berbicara lagi.


"Baiklah, kami pergi sekarang." Katanya seraya menarik mereka berdua ke arah kamar mandi.


Dia tahu Aish sedang dalam suasana hati yang buruk sehingga dia tidak berbicara lagi setelah itu. Sejujurnya dia ingin bertanya apa hubungannya dengan habib Khalid karena sejak awal bertemu, sikap habib Khalid kepada Aish agak akrab seolah mereka pernah memiliki hubungan yang baik. Tapi dia tidak bisa bertanya sejauh itu karena dia memiliki batasannya sendiri. Di mata Aish, mungkin dia tidak lagi sebaik dulu setelah pengkhianatan yang pernah dia lakukan dulu.


Tangannya tadi sudah gemes ingin meremas muka Khalisa yang sok bangga tapi karena takut dihajar masal anak pondok, pikiran ini dengan sendirinya di samping kan.


"Dari cara bicaranya kita bisa lihat kalau dia sebenarnya suka sama habib Thalib." Kata Gisel sambil melirik Aish dari sudut matanya.


Aish mendengarnya dan langsung mendengus,"Huh, mata habib Thalib pasti buta kalau sampai suka sama cewek bermuka dua kayak dia." Kata Aish mencela.


"Bener banget, selain buta, kepala habib Thalib pasti mengalami masalah jika beneran suka sama tuh cewek sok polos." Ujar Dira juga ikut mencela.


Mereka berdua bisa melihat isi pikiran Khalisa saat melihat habib Khalid ataupun saat sedang membicarakannya. Jelas saja bila Khalisa memiliki makna tertentu kepada habib Khalid dan bodohnya habib Khalid malah melayani sikap centil Khalisa, membuat mereka berdua geram.

__ADS_1


"Enggak usah gosip. Nanti kalau habib Thalib dengar gimana?" Aish memutar bola matanya geli melihat sikap teman-temannya.


Gisel dan Dira tidak menganggap serius peringatan Aish.


"Dia enggak mungkin dengarlah soalnya ini kan kawasan asrama putri." Kata Dira meremehkan.


Laki-laki tidak akan bisa masuk ke sini jadi mereka tidak usah khawatir soal topik pembicaraan ini. Selain itu mereka enggak mungkin ketemu sama habib Khalid kan setiap saat? Kalau iya, Dira dan Gisel akan langsung meragukan hukum keberuntungan!


"Obrolan kalian seru juga. Tapi ngomong-ngomong aku dengar, lho." Suara berat habib Khalid langsung menginterupsi langkah mereka bertiga.


BOM!


"Innalilahi!" Ini adalah teriakan dramatis Gisel.


Dira tidak kalah kagetnya,"Anjir beneran nongol?!"


"ASTAGFIRULLAH...KAK KHALID!" Panggil Aish spontan.


Bersambung...


Mulai sekarang update setiap pukul 5 pagi💚

__ADS_1


__ADS_2