Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu
Mak Baut 37: Putri Angin Merah


__ADS_3

*Makar Bajak Laut (Mak Baut)*


 


“Wahai Nisanak Bercadar, siapa kau sebenarnya? Aku tidak punya alasan untuk mempercayai kata-katamu. Aku tidak tahu kau siapa. Siapa namamu, kawan atau lawan, atau dedemit hutan, aku tidak tahu,” seru Pangeran Sugang Laksama kepada wanita berpakaian merah dan bercadar merah.


“Kurang sopan!” rutuk wanita bercadar itu tapi lirih, hanya dia yang mendengar makiannya.


Ia lalu berkelebat terbang seperti burung merpati mendarat mau kawin, menunjukkan keanggunannya laksana dewi kahyangan turun dari pohon jengkol.


“Aku Putri Angin Merah. Sebagai seorang wanita yang cantik, tentunya aku lebih cenderung kepada lelaki yang tampan. Eh, maksudku kepada kedamaian. Apa yang aku saksikan di depan sana, sungguh mengerikan, melihat ratusan orang dibunuh dalam waktu singkat,” ujar si wanita bercadar.


Pangeran Sugang Laksama yang tampan itu lalu turun dari kudanya. Ia melangkah maju ke hadapan Putri Angin Merah dengan pandangan mata yang terus memandang sepasang mata si wanita.


Tatapan tajam yang seolah menyelidik itu membuat Putri Angin Merah agak salah tingkah, terlihat dari gerakan gestur tubuhnya yang tidak tenang di tempat. Ditambah sepasang matanya yang berkedip beberapa kali seolah sengaja melempar pandangan ke arah lain.


Mendekatnya Sugang Laksama membuat jantung di dalam dada Putri Angin Merah berdebar-debar tidak jelas, antara was-was atau gembira.


“Kenapa kau memandangku seperti itu, Pangeran?!” hardik Putri Angin Merah dengan gestur yang menunjukkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak nyawan karena merasa malu dan berdebar, seperti mau perang ranjang.


Tersentak Sugang Laksama karena wanita itu ternyata tahu bahwa dia adalah seorang pangeran. Ia jadi berhenti lebih dekat kepada wanita bercadar itu.


“Siapa sebenarnya kau, Putri Angin? Bagaimana kau tahu banyak tentangku, sedangkan aku sedikit pun tidak tahu tentangmu?” tanya Sugang Laksama curiga.


“Aku hanya orang dunia persilatan. Sama seperti para pendekar lain yang mengenal nama masyhur Pendekar Pedang Dedemit,” kilah Putri Angin Merah.


“Aku semakin curiga kepadamu. Aku pasti mengenalmu, Nisanak,” kata Sugang Laksama sambil melangkah maju lagi kian mendekati Putri Angin Merah, sambil memajukan wajahnya yang tampan seolah ingin mengendus bau tubuh wanita itu.


“Berhenti!” seru Putri Angin Merah sambil buru-buru mundur beberapa tindak dan menunjuk wajah Sugang Laksama. “Apa yang ingin kau lakukan? Dasar muka kakus!”


Sugang Laksama yang ditunjuk jadi berhenti. Alisnya mengerut saat melihat kulit punggung tangan Putri Angin Merah yang berwarna hitam, kotras dengan warna kulit wajahnya yang putih terang.

__ADS_1


Tahu bahwa tangannya sedang diperhatikan oleh Sugang Laksama, Putri Angin Merah cepat menarik kembali tangannya, lalu disusupkan ke lubang lengan baju satunya.


Sugang Laksama tersenyum manis, membuat Putri Angin Merah merasa kehilangan pijakan karena sedang dilanda rasa bahagia yang melayang-layang. Ia seperti baru saja melihat sesuatu yang sangat indah, yang selama empat tahun terakhir ia telah kehilangan sesuatu itu. Sesuatu itu adalah senyum manis Pangeran Sugang Laksama yang semanis madu hitam. Apalagi sekarang, pemuda tampan itu wajahnya semakin bersih dan berwibawa, tipe pemuda idaman wanita untuk segala umur.


“Aku memang ternama sebagai Pendekar Pedang Dedemit. Namun, hanya orang-orang tertentu yang tahu aku adalah seorang pangeran, apalagi aku selama empat tahun ini tidak berkeliaran di rimba dunia persilatan. Aku mencurigai seorang wanita yang sangat aku kenal, tetapi aku tidak begitu yakin,” ujar Sugang Laksama.


“Kita tidak pernah kenal sebelumnya!” tandas Putri Angin Merah. Lalu tiba-tiba dia mengalihkan topik pembicaraan, “Ratusan prajuritmu sudah mati di sana, tetapi kau justru bertindak genit menggodaku. Pemimpin macam apa kau ini? Bagaimana mungkin kau bisa menjadi suami …. Eh maksudku, bagaimana bisa kau menjadi pemimpin panutan bagi pasukanmu?”


Ingin tertawa Sugang Laksama mendengar kata-kata Putri Angin Merah yang agak belepotan, entah keceplosan atau tidak terkontrol. Namun, benar juga peringatan sang putri. Sebagai putra mahkota dan pemimpin pasukan, ia harus lebih fokus kepada peperangan itu.


“Putri Angin Segar,” sebut Sugang Laksama.


“Kurang sopan! Pakai ubah nama orang seenaknya. Putri Angin Merah namaku!”


“Hahaha!” tawa Sugang Laksama sambil di dalam hati ia teringat oleh seorang wanita bajak laut yang bernama Cucum Mili. Wanita laut itu sangat khas dengan makian “kurang sopan”-nya, seperti yang baru diucapkan oleh Putri Angin Merah.


“Jadi kau benar-benar melihat pasukan di depanku dibunuh semua oleh bajak laut?” tanya Sugang Laksama untuk lebih meyakinkan dirinya.


“Pantas jika Gusti Prabu memerintahkan untuk membunuh semua bajak laut! Semua bajak laut memang kejam!” gusar Sugang Laksama dengan ekspresi seolah menaruh dendam yang kental.


“Eh, tidak semua bajak laut itu kejam!” bantah Putri Angin Merah cepat.


“Apakah kau termasuk anggota bajak laut, Putri?” tanya Sugang Laksama cepat pula dengan sorot mata yang tajam.


“Eh, bukan bukan bukan!” bantah Putri Angin Merah cepat seperti orang berencana panik. “Aku hanya akrab beberapa orang bajak laut, dan mereka sangat baik, tidak jahat. Bahkan bajak laut sahabatku sangat cantik, pasti kau pun akan terpikat jika melihat kecantikannya.”


“Hahaha! Setahuku semua bajak laut itu bau amis, apalagi perempuannya!” kata Sugang Laksama berniat sengaja memancing.


“Buktinya aku tidak amis!” bantah Putri Angin Merah yang membuat Sugang Laksama mendelik kepadanya. “Maksudku, maksudku itu, sahabatku itu tidak amis, wangi seperti aku. Coba cium aroma harumku.”


Putri Angin Merah lalu mengibas-ngibaskan kain pakaiannya sambil bergoyang sepert ondel-ondel menari. Harum bunga mawar campur melati samar-samar terendus oleh penciuman Sugang Laksama.

__ADS_1


“Hahahak …!” tawa Sugang Laksama berkepanjangan.


Tanpa sengaja, justru cadar merah Putri Angin Merah terlepas, sehingga wajah wanitanya tersingkap dan dilihat oleh semua orang. Wajah cantik putih itulah yang membuat Sugang Laksama tertawa kencang.


Terkejutlah Putri Angin Merah yang wajahnya adalah milik Cucum Mili yang berjuluk Ratu Kepiting, Ketua Bajak Laut Kepiting Batu. Merengutlah ia dan memerah muda parasnya karena malu.


“Kurang sopan!” maki Cucum Mili seraya merengut tingkat dewi.


“Hahaha! Kekasihku, Cucum Mili!” tawa Sugang Laksama sambil maju hendak merangkul wanita berparas putih mulus tapi bertangan hitam itu.


“Kurang sopan! Dasar pangeran muka roda!” maki Cucum Mili sambil buru-buru mundur menjauhi jangkauan Sugang Laksama.


Sugang Laksama pun berhenti sambil menahan tawanya.


“Aku bukan wanita semurah dulu, aku sekarang wanita terhormat yang mahal, yang sangat menjaga kesucianku demi calon suamiku yang kabur hanya untuk menikah dengan wanita lain,” ujar Cucum Mili.


“Aku sangat rindu kepadamu, Ratu Kepiting,” ujar Sugang Laksama.


“Dasar pendusta! Baru saja kau mengatakan akan membunuh semua bajak laut, tiba-tiba kau mengatakan rindu setelah melihat kecantikanku. Kecantikanku pasti lebih indah daripada istrimu. Jika benar kau rindu kepadaku, lalu kenapa kau tidak pergi ke laut mencariku? AKu tidak yakin bahwa kau selama empat tahun tidak berdaya oleh pingitan ayahmu,” kata Cucum Mili berapi-api. “Sekarang pilih, yang mana lebih kau dahulukan, aku atau mengurus Bajak Laut Ombak Setan di bukit sana?”


Cucum Mili yang kali ini memang terlihat begitu cantik dan anggun, meski kulit tangannya hitam sewarna kopi susu sachet-an, menunjuk ke arah Ibu Kota Balongan.


Sugang Laksama tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum manis sambil memandang lembut paras Cucum Mili, seolah berusaha mengalirkan gelombang cinta yang sudah lama terpendam.


“Kau begitu cantik, Cucum,” puji Sugang Laksama dengan suara nan syahdu.


Tersenyum malulah Cucum Mili mendengar pujian indah itu. Arwahnya seolah-olah terbang melayang-layang, tapi masih pakai benang agar tidak melayang sungguhan. (RH)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sambil menunggu up dari Om Rudi, ayo baca, like dan komen juga di chat story yang berjudul "Hantu Pelakor"!

__ADS_1



__ADS_2