
*Setan Mata Putih (SMP)*
Ratu Siluman Dewi Dua Gigi Alma Fatara dan rombongan resmi meninggalkan Perguruan Bulan Emas. Begitu pun dengan Rereng Busa dan murid-muridnya. Juga Balito Duo Lido.
Kedua rombongan besar itu sudah membawa bendera dan panji-panji sendiri. Bendera Kerajaan Siluman berwarna hitam, dengan gambar tarantula ungu seperti di dalam kegelapan yang hanya mendapat cahaya secukupnya.
Sementara panji-panji pasukan yang berbeda warna memiliki gambar dasar yang sama, yaitu tarantula ungu. Namun, selain gambar laba-laba besar ungu, ada pula gambar penambah sebagai identitas pasukan. Seperti Pasukan Genggam Jagad Sayap Panah Pelangi, selain gambar tarantula, ditambah pula gambar busur berwarna merah.
Mereka dilepas dengan berat oleh Suraya Kencani dan seluruh murid Perguruan Bulan Emas, yang menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki cikal bakal satu rasa persaudaraan.
Jika Rereng Busa dan murid-muridnya menunggang kuda untuk kembali ke Perguruan Jari Hitam, maka berbeda dengan Alma Fatara dan Pasukan Genggam Jagad-nya. Pastinya Alma Fatara tidak menunggang sepeda motor atau naik pesawat, tetapi berjalan kaki.
Alma Fatara memilih meninggalkan kuda-kudanya untuk kemudian dijual. Hasil penjualannya untuk memperkuat keuangan Perguruan Bulan Emas. Karena itulah, Geranda meninggalkan perguruan dengan hanya membawa beberapa kantung kepeng saja, agar badannya tidak terlalu keberatan. Sebagian besar uangnya disumbangkan ke perguruan yang harus memberi makan ratusan orang.
Murid-murid Perguruan Jari Hitam harus pulang dengan jumlah yang kurang, karena mereka memang kehilangan beberapa rekan yang harus meregang nyawa, termasuk tanpa Giling Saga, Nining Pelangi dan Kulung.
Giling Saga harus ikut istrinya tercinta mengabdi di Perguruan Bulan Emas, sebab Guling Nikmat tidak bisa meninggalkan dapur perguruan. Namun, Guling Nikmat kini bertekad untuk mendidik beberapa murid dengan target semuanya bisa sehebat dia dalam bidang memasak. Ia juga ingin pada suatu saat nanti pergi berpetualang bersama sang suami.
Adapun Nining Pelangi tidak mau jauh-jauh dari Arung Seto. Dia harus menjaga kekasihnya yang telah menjadi bagian dari Pasukan Genggam Jagad. Sebab, di dalam pasukan itu kini ada seorang wanita pemangsa lelaki, yaitu Murai Ranum.
Sementara itu, tentang Kulung yang hilang, Rereng Busa hanya memberi arahan kepada para muridnya.
“Jika hilangnya Kulung karena dia telah mati, maka tidak usah dicari. Jika dia hilang karena tersesat di hutan sekitar Bukit Tujuh Kepala, ada murid-murid Perguruan Bulan Emas yang menguasai wilayah ini, pasti akan bertemu suatu saat. Jika dia hilang karena pergi meninggalkan daerah ini, maka itu adalah kehendaknya,” kata Rereng Busa kepada murid-muridnya.
Brata Ala dan rekan-rekan pun patuh. Dari Perguruan Bulan Emas, mereka akan langsung berkuda menuju Kademangan Dulangwesi, ke perguruan mereka.
Rombongan Alma Fatara semakin ramai dan didominasi oleh wanita cantik. Namun, itu justru menggembirakan para batangan yang kini jadi minoritas, mereka semakin busung dada dan besar kepala. Jika Arung Seto dan Aliang Bowo memiliki bahan dasar yang memang ganteng, maka lelaki lainnya hanya berlagak ganteng yang membuat para wanita jadi melirik jengah.
Kini Pasukan Genggam Jagad dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu Mbah Hitam yang kini mendapat jabatan khusus sebagai Tangan Kanan Ratu, Lima Dewi Purnama yang dipimpin oleh Gagap Ayu, Pasukan Genggam Jagad Sayap Panah Pelangi yang diketuai oleh Tampang Garang dengan panji berwarna jingga, Pasukan Genggam Jagad Sayap Laba-Laba yang diketuai oleh Arung Seto dengan panji berwarna biru terang, dan Pasukan Genggam Jagad Sayap Pelangi yang diketuai oleh Nining Pelangi dengan panji berwarna merah.
Mantan murid-murid Jerat Gluduk dan dua anggota Kelompok Tombak Petir yang awalnya adalah tahanan, memilih mengabdi kepada Alma Fatara karena mereka memang tidak mau menjadi tahanan di penjara. Mereka harus memilih mengikhlaskan kematian guru dan pimpinan mereka demi masa depan yang lebih berpeluang.
Bergabungnya mereka semua tentu karena sudah lulus sensor mata Penombak Manis. Terbukti, dari tiga belas murid Jerat Gluduk yang masih hidup, ada tiga orang yang tidak lulus sensor mata Penombak Manis. Ternyata benar, ketiga orang yang tidak lulus sensor itu memendam dendam atas kematian guru mereka. Ketiganya pun harus bertahan di penjara.
Dalam rombongan itu, ada empat orang yang harus dibawa dengan tandu dan dua orang yang harus menggunakan tongkat dalam berjalan karena luka. Mereka yang ditandu adalah Aliang Bowo, Desah Rindang, Gendis, dan Lilis Kelimis.
Lalu siapa saja mereka yang ada dalam rombongan besar itu? Seharusnya Alma Fatara memiliki buku absensi.
Mereka antara lain:
Alma Fatara (P), Ratu Siluman Dewi Dua Gigi.
2. Mbah Hitam (L), Tangan Kanan Ratu.
3. Gagap Ayu (P), Ketua Lima Dewi Purnama.
4. Semai Cinta (P), Anggota Lima Dewi Purnama.
__ADS_1
5. Tabir Gemas (P), Anggota Lima Dewi Purnama.
6. Jing Menari (P), Anggota Lima Dewi Purnama.
7. Sukma Senja (P), Anggota Lima Dewi Purnama.
8. Anjengan (P), Panglima Besar Pasukan Genggam Jagad.
9. Cucum Mili (P), Panglima Laut Pasukan Genggam Jagad.
10. Tampang Garang (L), Panglima Sayap Panah Pelangi.
11. Senyumi Awan (P), Wakil Panglima Sayap Panah Pelangi.
12. Embun Bunga (P), Pembawa Panji Sayap Panah Pelangi.
13. Aren Jingga (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
14. Sekar Mekar (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
15. Jentik Melati (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
16. Bayu Semilir (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
17. Yuyu Serindu (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
18. Serintik (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
20. Bening Hati (P), Anggota Sayap Panah Pelangi.
21. Nining Pelangi (P), Panglima Sayap Pelangi.
22. Alis Gaib (P), Pembawa Panji Sayap Pelangi.
23. Kembang Bulan (P), Anggota Sayap Pelangi.
24. Gendis (P), Anggota Sayap Pelangi.
25. Lilis Kelimis (P), Anggota Sayap Pelangi.
26. Murai Ranum (P), Anggota Sayap Pelangi.
27. Roro Wiro (P), Anggota Sayap Pelangi.
28. Desah Rindang (P), Anggota Sayap Pelangi.
29. Kecup Mahligai (P), Anggota Sayap Pelangi.
30. Mayang Wangi (P), Anggota Sayap Pelangi.
31. Arung Seto (L), Panglima Sayap Laba-Laba.
__ADS_1
32. Kalang Kabut (L), Pembawa Panji Sayap Laba-Laba.
33. Juling Jitu (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
34. Aliang Bowo (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
35. Gempar Gendut (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
36. Kolong Wowo (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
37. Segara (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
38. Setoro Beksi (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
39. Kudapaksa (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
40. Kura Pana (L), Anggota Sayap Laba-Laba.
41. Geranda (L), Bendahara Kerajaan Siluman.
42. Penombak Manis (P), Panglima Mata Dewa.
43. Gede Angin (L), Pembawa Bendera Kerajaan Siluman.
44. Belik Ludah (L), Tabib Kerajaan Siluman.
Itulah nama-nama orang yang ada di dalam rombongan itu. Jika tidak ada yang terlewatkan, semuanya sebanyak 44 orang.
Ketika Alma Fatara membentuk pasukannya dengan memberi jabatan baru kepada beberapa pendekar, dia menyampaikan satu penekanan yang sangat penting kepada pasukannya.
“Di antara kalian, ada yang memiliki kesaktian lebih tinggi dari para panglima. Namun, di dalam Pasukan Genggam Jagad, kesaktian bukanlah perkara yang menentukan, tapi kepatuhan kepada pemimpin yang sangat dikedepankan. Jangan sampai karena anggota pasukan merasa lebih sakti dari panglima, lalu kalian berani menentang perintah pemimpin dan bersikap pongah. Jika ada anggota Pasukan Genggam Jagad yang seperti itu, maka tinggalkan Kerajaan Siluman. Apakah kalian mengerti?"
"Mengerti, Gusti Ratu!" jawab semua anggota Pasukan Genggam Jagad.
Orang yang paling bahagia saat ini di dalam rombongan adalah Tampang Garang, karena memiliki sepuluh anggota pasukan cantik-cantik dan harum-harum. Namun, tentunya dia juga harus tahu diri sebagai lelaki yang berwajah garang, bukan tampan. Dia juga harus jaga diri, jangan sampai dia terpergok oleh Alma Fatara karena memaksa diri berulah genit. Ia harus jaga wibawa, meski dari lahir dia adalah kaum bawahan.
Setelah menempuh perjalanan yang meninggalkan Perguruan Bulan Emas dan kawasan hutan, Alma Fatara dan rombongan akhirnya tiba di Desa Julangangin. Kehadiran mereka yang ramai, ramai karena jumlahnya hampir lima puluh orang, ramai karena membawa bendera dan panji-panji pasukan, mengundang perhatian semua orang yang ada di kawasan kuliner pinggiran desa.
Mbah Lawut yang sudah pulang dari Perguruan Bulan Emas sejak beberapa hari yang lalu, segera datang menyambut kedatangan Ratu Siluman.
Ternyata, Rereng Busa dan Balito Duo Lido sudah ada di desa itu lebih dulu. Mereka berdua memisahkan diri dari rombongan murid-murid Jari Hitam yang tidak pakai acara singgah.
Alma Fatara membawa pasukannya singgah di desa itu karena untuk menghadiri undangan makan bubur kambing pedas Ki Jentang. Rereng Busa pernah berikrar akan mentraktir Alma Fatara makan bubur kambing pedas. Ternyata Rereng Busa tiba lebih dulu ke desa itu untuk memesan di awalan, agar Ki Jentang bisa menyediakan sebanyak 46 porsi bubur. (RH)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mau lebih kenal dengan Om Rudi, yuk kunjungi segaris perjalanan Om di Noveltoon di cerpen yang berjudul "Perjalanan Novel Buku Tulis". Cari di profil, ya.
__ADS_1