
*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*
“Hahahak!” tawa Alma Fatara yang kini duduk jumawa di kursi tahta yang telah terbelah. Ia tidak sungkan memperlihatkan gusi ompongnya.
Sementera di sebelah bawah di depan tangga tahta, berkumpul para rakyat bangsa Siluman Ikan. Alma telah memerintahkan punggawa prajurit Siluman Ikan untuk mengumpulkan semua prajurit dan rakyat Siluman Ikan tanpa terkecuali.
Punggawa prajurit Siluman Ikan itu bernama Totol Au. Dialah siluman yang kini memiliki kedudukan paling tinggi setelah Raja Siluman Ikan tewas dengan cepat di tangan Alma yang terlalu sakti.
Bahkan Wuwul ikut berdiri di antara Siluman Ikan yang jumlahnya lebih dari seratus orang. Wuwul tidak mendapat kedudukan istimewa, meski ia sudah lebih kenal dengan Alma. Mungkin nasibnya seperti kelomang lupa cangkangnya. Para Siluman Ikan yang mati sudah disingkirkan. Entah dibuang ke mana.
“Duduk semua!” perintah Alma Fatara, seolah dialah kini yang menjadi raja perempuan dari istana dasar telaga itu.
Maka Totol dan seluruh Siluman Ikan, baik yang prajurit ataupun yang sekedar rakyat biasa, segera duduk bersila di lantai.
“Totol, apakah tidak ada yang ketinggalan?” tanya Alma lagi.
“Semuanya sudah hadir, Gusti Ratu!” jawab Totol penuh hormat.
“Jadi siapa penguasa Telaga Emas sekarang?” tanya Alma.
“Ratu Alma Fatara! Ratu Dewi Dua Gigi!” jawab mereka semua serentak.
“Baguuus … baguuus!” puji Alma sambil manggut-manggut. “Siapa yang tidak mau menganggapku sebagai ratu kalian? Ayo berdiri!”
Tidak ada yang terlihat bangun berdiri atau terlihat berniat untuk bangkit.
“Apakah kalian yakin ingin setia mengabdi kepadaku sebagai rakyatku? Ingat, aku adalah wanita yang kejam!” seru Alma menakut-nakuti. “Jika kalian tidak mau mengabdi kepadaku, aku akan membiarkannya pergi dari Telaga Emas dan jangan pernah kembali lagi!”
Namun, tetap saja tidak ada yang bergerak untuk berdiri. Tidak ada satu pun yang berniat menjadi oposisi.
“Baik!” teriak Alma lantang. “Jika demikian, bersumpahlah kalian dan berjanji setia kepadaku!”
“Kami, bangsa Siluman Ikan!” teriak Totol memimpin yang lainnya.
“Kami, bangsa Siluman Ikan!” teriak semua Siluman Ikan.
“Bersumpah akan mengabdi dengan setia kepada Ratu Dewi Dua Gigi!” teriak Totol lagi.
“Bersumpah akan mengabdi dengan setia kepada Ratu Dewi Dua Gigi!” teriak semua Siluman Ikan lainnya.
“Diperintah mati pun kami akan lakukan!” teriak Totol lagi.
“Bodoh!” bentak Alma sebelum kalimat terakhir Totol diikuti oleh yang lainnya.
Terkejut Totol mendapat bentakan seperti itu. Ia buru-buru bersujud.
“Ampuni hamba, Gusti Ratu! Ampuni hamba!” ucap Totol tanpa berani mengangkat kepalanya dari lantai.
“Bangunlah, Totol!” perintah Alma.
__ADS_1
“Terima kasih, Gusti Ratu!” ucap Totol, lalu ia mengangkat kepalanya dan duduk bersila seperti semula.
“Pemimpin tolol brojol yang menyuruh prajurit atau rakyatnya mati. Tugas pemimpin adalah melindungi, bukan mencelakai. Paham?” seru Alma.
“Paham, Gusti Ratu!” jawab mereka serentak.
“Bagus! Sekarang dengarkan aku dan kalian harus mentaati perintahku!”
“Baik, Gusti Ratu!” sahut bangsa Siluman Ikan.
“Aku perintahkan kalian tidak menjadi bangsa siluman yang suka membunuh manusia, jika kalian tidak terancam oleh manusia itu. Aku perintahkan kalian hidup damai, kawin dan beranak cucu di Telaga Emas, tanpa mencampuri dan mengganggu kehidupan bangsa manusia! Apakah kalian mau patuh?”
“Kami akan patuh, Gusti Ratu!” jawab mereka.
“Jika sampai ada salah satu dari kalian yang membunuh manusia tanpa alasan yang kuat, maka aku akan membunuhmu Totol!” ancam Alma.
“Baik, Gusti Ratu!” sahut Totol seorang diri.
“Aku adalah Ratu Siluman Ikan. Namun, aku tidak akan tinggal di sini, aku akan tetap pergi sampai jauh. Istana Siluman Ikan ini akan aku serahkan kepemimpinannya kepada Totol!”
“Ampuni hamba, Gusti Ratu! Hamba tidak layak memimpin Istana!” seru Totol cepat sambil bersujud kembali.
“Berani kau mambantah!” bentak Alma mendelik.
“Hamba lebih tidak berani membantah, Gusti Ratu! Baik, hamba akan menerima anugerah Gusti Ratu!” ucap Totol masih dalam kondisi bersujud.
“Hahahak! Bagus, Totol!” puji Alma yang didahului dengan tawanya. “Namun, jika sampai kau melanggar perintahku, kau yang pertama akan aku cincang menjadi Siluman Ikan bakar!”
“Bangkitlah!” perintah Alma.
Totol lalu kembali bangun dan duduk dengan normal.
“Jika suatu hari nanti aku datang kembali ke Telaga Emas dan jumlah keturunan kalian tidak bertambah, maka akan aku usir kalian semua dari Telaga Emas ini. Mengerti?!” seru Alma kepada semua Siluman Ikan.
“Mengerti, Gusti Ratu!” jawab mereka semua.
“Totol, sekarang juga, kau tunjuk orang-orangmu untuk menjadi panglima dan lainnya!” perintah Alma.
“Baik, Gusti Ratu!”
Namun, sebelum Totol mulai melakukan penunjukan terhadap para Siluman Ikan yang kompeten, Alma bertanya kepadanya.
“Totol, apakah kau sudah punya pasangan untuk membuat keturunan?”
“Belum, Gusti Ratu,” jawab Totol dengan nada suara agak pelan.
“Siapa wanita Siluman Ikan yang mau menjadi pasangan Totol untuk membuat keturunan?” tanya Alma kepada khalayak.
“Aku, Gusti Ratu!” jawab seorang Siluman Ikan dengan suara jenis perempuan.
Terkejut Totol mendengar ada Siluman Ikan wanita yang mau menjadi pasangannya. Ia cepat melihat kepada pemilik suara.
__ADS_1
“Jen Sorea!” sebut Totol.
“Majulah!” perintah Alma kepada wanita yang bernama Jen Sorea.
Jen Sorea bangun berdiri dan melangkah maju.
“Siapa namamu?” tanya Alma kepada wanita berwajah ikan itu.
“Jen Sorea, Gusti Ratu.”
“Totol, maju dan berdiri di sisi Jen Sorea!” perintah Alma.
“Baik, Gusti Ratu.”
Totol lalu berdiri dan melangkah ke sisi kanan Jen Sorea. Kini Totol dan Jen Sorea berdiri berdampingan.
“Hahahak!” tawa Alma melihat pasangan itu. Lalu perintahnya, “Berbalik!”
Maka keduanya berbalik menghadap kepada semua Siluman Ikan.
“Kalian semua! Bersujudlah kepada raja dan ratu baru kalian!” perintah Alma dengan nada lebih keras.
Alangkah terkejutnya Totol dan Jen Sorea mendengar perintah Alma.
“Hormat sembah kami kepada Gusti Raja dan Ratu!” ucap seluruh Siluman Ikan sambil bersujud kepada Totol dan Jen Sorea.
Namun, Totol dan Jen Sorea justru jadi bingung. Mereka berbalik memandang kepada Alma yang ada di sisi atas.
“Hahahak! Sekarang kalianlah raja dan ratu istana ini. Ini perintahku. Jika kalian menolak, terpaksa aku akan membunuh kalian dan kedudukan raja aku serahkan kepada yang lain! Kalian adalah Raja Totol Au dan Ratu Jen Sorea!”
“Panjang umur Gusti Raja Totol dan Gusti Ratu Jen!” ucap seorang prajurit Siluman Ikan mengambil alih komando.
“Panjang umur Gusti Raja Totol dan Gusti Ratu Jen!” ucap mereka semua dengan posisi tetap bersujud.
“Apakah kalian akan membiarkan rakyat kalian terus bersujud seperti itu?” tanya Alma.
Terkejutlah Totol Au. Buru-buru dia memberi perintah.
“Bangkitlah, wahai rakyatku!” perintah Totol Au.
Maka semua Siluman Ikan kembali bangun duduk bersila.
“Hahaha! Sekarang dengarkan perintah dari Ratu Dewi Dua Gigi! Siapkan perkawinan Raja Totol dan Ratu Jen. Besok aku harus menyaksikan perkawinan mereka!” perintah Alma.
“Baik, Gusti Ratu!” ucap mereka serentak.
“Wuwul! Dandani raja dan ratu sebagai raja dan ratu. Setelah itu kita akan naik ke Desa Rangitan!” perintah Alma.
“Baik, Gusti Ratu!” sahut Wuwul dengan nada penuh semangat. (RH)
***********
__ADS_1
Alihkan dukungan kalian ke Chat Story Author yang berjudul "Alur Cinta Si Om Genit" dengan vote, like, komen dan gift-mu, karena chat story Om sedang ikut lomba hingga Januari 2022. Biar Om Rudi senang dan tambah semangat untuk berkarya.