Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu
Pete Emas 12: Siluman Ikan VS Manusia Ikan


__ADS_3

*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*


 


Kelima murid Wiwi Kunai dan Garudi Malaya yang dipimpin oleh Alma Fatara, kini berhadapan dengan pasukan Siluman Ikan yang seragam wujudnya.


Pasukan siluman itu terdiri dari dua puluh sosok dengan pimpinan berdiri di depan pasukannya yang berbaris dua saf. Sosok pemimpinnya agak berbeda, dia memiliki sepasang dada yang lebih membukit, meski sama-sama dilapisi sisik perak yang tebal.


Sementara itu, Ki Jolos dan semua warga sudah mundur menjauh. Mereka hanya berani menonton dari jauh. Mereka berhitung-hitung. Jika satu lawan satu, maka masih sekitar lima belas siluman prajurit yang belum mendapat lawan. Bisa-bisa yang tidak ada lawan pergi memburu mereka di desa.


“Hai Siluman Ikan!” seru Alma tanpa gentar. “Apa maksud kalian datang bawa sedikit pasukan seperti ini?”


Plak!


Tiba-tiba Anjengan menepak lengan Alma, membuat adik jelitanya menengok terkejut kepadanya.


“Seperti itu banyaknya kau bilang masih sedikit? Yang benar saja!” protes Anjengan.


“Itu memang sedikit. Aku biasa menghadapi ratusan prajurit,” jawab Alma.


“Ka-ka-kalau bicara, ja-ja-jangan ketinggian, nanti bi-bi-bisa te-te-terbang,” kata Gagap Ayu pula.


“Bebaskan tiga prajurit Siluman Ikan sekarang juga!” perintah pemimpin pasukan Siluman Ikan yang membuat Alma dkk terkejut, karena suaranya suara perempuan.


“Aaah! Sama-sama perempuan rupanya! Hahaha!” kata Alma sumringah sambil menunjuk santai pemimpin Siluman Ikan itu. Lalu sambil tertawa-tawa penuh keakraban ia berjalan mendekati pemimpin Siluman Ikan.


Iwak Ngasin, Juling Jitu, Anjengan, dan Gagap Ayu hanya bisa terbengong melihat tindakan Alma. Demikian pula Ki Jolos dan para warga hanya bisa terheran-heran melihat tindakan Alma yang ganjil.


Sementara pemimpin Siluman Ikan hanya diam memandangi Alma dan membiarkan gadis cantik itu mendekatinya.


“Hahahak!” tawa Alma yang membuat gigi ompongnya terlihat jelas.


“Hahaha!” tawa para prajurit Siluman Ikan saat melihat gigi ompong Alma.


“Kita ini sama-sama perempuan, lebih baik damai saja,” kata Alma sambil menepuk lengan keras pemimpin pasukan Siluman Ikan.


“Siapa kau?” tanya pemimpin Siluman Ikan.


“Namaku Alma Fatara, pelindung Dessa Rangitan,” jawab Alma santai sambil senyum-senyum, seolah-olah ia sedang menyambut kunjungan tamu. “Kakak Ikan siapa adanya? Apakah Ratu Siluman Ikan?”


“Aku Panglima Siluman Ikan, namaku Nau Tartari,” kata pemimpin Siluman Ikan itu pula.


“Wah hebat, perempuan menjadi panglima,” puji Alma.

__ADS_1


“Alma sangat mencurigakan, Ki,” kata Jalu Segoro melihat keakraban Alma dan Nau Tartari dari jauh.


“Iya ya, kenapa Alma bisa akrab dengan pemimpin Siluman Ikan itu? Atau jangan-jangan kita ditipu lagi. Jangan-jangan Alma dan teman-temannya adalah Siluman Ikan juga,” kata Ki Jolos bimbang.


“Waaah. Ayah, sepertinya kita ditipu lagi. Habislah kita,” kata Sinjor pula.


Kembali kepada percakapan antara Alma dan Nau Tartari.


“Serahkan tiga prajuritku!” pinta Nau Tartari dengan nada yang dingin.


“Tidak ada itu,” kata Alma. “Kami tidak menangkap prajurit ikan. Sebaliknya, seharusnya Siluman Ikan yang membebaskan orang-orang desa yang kalian ambil.


“Semua orang desa yang dibawa ke dalam telaga sudah mati,” jawab Nau Tartari.


“Lalu kapan kalian akan berhenti meminta gadis desa?” tanya Alma tanpa nada permusuhan, seperti sedang bertanya kepada sahabatnya.


“Sampai Raja Siluman Ikan berhenti meminta,” jawab Nau Tartari.


“Kakak Nau tahu kapan Raja Siluman Ikan akan berhenti meminta?”


“Tidak tahu.”


“Bukankah Kakak Nau cantik, kenapa Raja Siluman Ikan tidak menggunakan Kakak sebagai tumbal?” tanya Alma.


“Hahaha!” tawa Alma terbahak, kembali memperlihatkan gusi bolongnya. “Jika aku yang dibawa ke Istana Raja Siluman Ikan, aku khawatir kalian semua akan mati, termasuk Kakak Nau.”


“Sesumbarmu sangat tinggi,” kata Nau Tartari sambil meletakkan tangannya pada bahum kiri Alma.


Dengan lembut, Alma menepis tangan itu dari bahunya.


Tap!


Namun, tangan kiri Nau Tartari ganti menangkap bahu kanan Alma dengan agak mencengkeram. Alma cepat menangkap tangan itu dan membuangnya.


Berawal dari itulah, Nau Tartari melancarkan serangan tangan yang sifatnya hendak mencengkeram bagian tubuh Alma, tapi bukan bagian tubuh yang depan. Meski mereka sama-sama perempuan, tetapi Nau Tartari bukan penganut **** menyimpang.


Dengan gesit Alma meladeni serangan tangan kosong Nau Tartari. Ia menangkis dan menghindar tanpa harus pindah tempat berdiri.


“Rupanya aku mendapat lawan yang tangguh,” kata Nau Tartari.


“Hahaha! Seperti yang aku katakan tadi, aku bisa membunuh kalian semua. Jalan satu-satunya adalah kalian kembali dan tinggallah dengan damai di dasar telaga. Jangan mengganggu warga desa ini lagi,” kata Alma agak panjag sambil terus meladeni serangan berbahaya Nau Tartari yang bertenaga dalam tinggi dan kukunya bisa mencakar hebat tubuh Alma.


“Ki Jolos! Mereka bertarung!” teriak Jalu Segoro.

__ADS_1


“Wah, ternyata mereka bukan teman,” kata Ki Jolos menyimpulkan.


“Tapi aku jadi khawatir,” kata Sinjor. “Keempat teman Alma saja tidak berani maju.”


“Ini baru lawan prajurit Siluman Ikan. Bagaimana jika Raja Siluman Ikan yang datang? Habislah kita,” kata Gendoro yang ikut nimbrung.


“Sepertinya aku semakin jatuh cinta kepada Anjengan. Eh, kok Anjengan, maksudku dengan Alma,” kata Sinjor.


“Aku tidak peduli kau mau jatuh cinta dengan siapa. Yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar desa ini kembali damai sentosa,” kata Ki Jolos.


“Meskipun kau jatuh cinta kepada Alma, tapi Anjengan sudah mengincarmu. Hahaha!” kata Jalu Segoro lalu tertawa.


Boom!


Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara dentuman dari peraduan dua tenaga. Pertarungan tangan kosong antara Alma dan Nau Tartari akhirnya berujung dengan adu dua kesaktian tinggi.


Alma melesatkan tinju kanannya yang bersinar ungu berpijar dari ilmu Tinju Roh Bumi. Beradu dengan tinju Nau Tartari yang bersinar merah menyilaukan.


Hasilnya, Alma terdorong tiga langkah. Namun, Nau Tartari terlempar mundur dan jatuh terjengkang di depan kaki-kaki prajuritnya.


“Akan aku hancurkan istana dasar telaga kalian!” teriak Alma tiba-tiba lalu ia berkelebat cepat melampaui atas kepala-kepala para prajurit Siluman Ikan.


Jbur!


Alma Fatara masuk ke dalam air telaga.


“Kejaaar!” teriak Nau Tartari marah, karena ia telah kalah adu sakti dengan Alma.


Serentak para prajurit Siluman Ikan itu berbalik lalu semuanya berlari di atas permukaan air. Setelah agak jauh, barulah mereka melompat seperti melompat ke delam kolam renang. Mereka semua masuk terjun ke dalam air telaga.


Terkejutlah Ki Jolos dan warganya. Mereka tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Alma memilih terjun ke dalam telaga?


“Apakah Alma memang Siluman Ikan sampai dia memilih terjun ke dalam air?” batin Ki Jolos semakin bimbang.


Jika Alma sudah melompat masuk ke dalam air, Iwak Ngasin dan ketiga sahabat lainnya sudah tidak perlu khawatir lagi. Alma memang bukan Siluman Ikan, tetapi Alma biasa mereka sebut dengan nama Manusia Ikan.


Sebutan Manusia Ikan tersemat kepada Alma karena gadis istimewa itu memiliki kemampuan berenang seperti seekor ikan, bahkan Alma bisa lebih hebat dari ikan. (RH)


**********



ASSALAMU 'ALAIKUM. Ini karya baru Om Rudi versi chat story. CS "Alur Cinta Si Om Genit" sedang ikut lomba.

__ADS_1


Semoga readers sudi menikmati dan terus bantu dukung. Wassalam.


__ADS_2