Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu
Pete Emas 16: Pertarungan di Dalam Telaga


__ADS_3

*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*


 


Seperti hendak melepas seorang pahlawan besar. Alma Fatara diantar oleh semua warga Desa Rangitan, kecuali warga yang sedang terdesak pergi ke kakus. Anak-anak hingga tua, wanita hingga lelaki, semua turun ke pantai.


Alma Fatara sudah berdiri di atas sebuah perahu. Siluman Ikan Wuwul mendorong perahu menjauhi pantai. Rakyat Desa Rangitan dan keempat sahabat Alma semua melambai tangan perpisahan, seolah Alma akan lama baru kembali.


Setelah mendorong perahu dengan berjalan, Siluman Ikan Wuwul kemudian mendorong perahu dengan berenang di belakang. Wuwul akan membawa perahu hingga sampai tepat di atas Istana Siluman Ikan.


Perahu harus agak memutar menghindari bidang es yang masih tebal mengambang di air telaga. Setelah agak menengah, Alma menyuruh Wuwul naik ke perahu.


“Hahahak …!” Alma hanya tertawa melihat nasib Wuwul yang seperti pekerja rodi.


Sementara itu, jauh di pantai, Ki Jolos dan warga masih berdiri memantau Alma yang terus menuju tengah telaga.


“Kang Wuwul, apakah masih jauh?” tanya Alma.


“Di sana, tepat di tengah!” jawab Wuwul sambil menunjuk ke tengah telaga.


“Kang Wuwul, bersiaplah!” seru Alma kepada Wuwul yang duduk di sebelah depan perahu.


“Bersiap apa?” tanya Wuwul tidak mengerti.


Wuss!


Alma menghentakkan kedua lengannya ke belakang perahu. Dari kedua tangan itu keluar hempasan angin yang kencang sekali. Air telaga di belakang perahu sampai bergolak hebat. Perahu tiba-tiba melesat kencang seperti lesatan jet tempur. Bagian depan perahu sampai terangkat ingin terbang.


Bledug!


Wuwul yang tidak berpegangan harus terjungkal dan berguling dua kali di lantai perahu.


“Hahaha!” tawa Alma melihat tingkah tak terniat Wuwul.


Ki Jolos dan warganya terkejut melihat perahu Alma tiba-tiba berjingkrak di air dan melesat cepat.


“Apa yang terjadi?!” teriak Jalu Segoro.


“Kenapa perahunya jadi secepat itu?” tanya Ki Jolos pula.

__ADS_1


“Itu pasti ulah para Siluman Ikan!” terka Iwak Ngasin emosi sambil berlari maju bermaksud menyusul. Namun ia jadi terhenti setelah sadar bahwa ia tidak bisa ke mana-mana.


Perahu Alma semakin mendekati tengah telaga.


Bdrakr!


Tiba-tiba satu hantaman keras mengguncang perahu Alma. Alma dan Wuwul terkejut. Wuwul sampai terlempar dari atas perahu.


Jburr!


Wuwul jatuh ke dalam air telaga. Sementara itu, bagian dasar perahu mengalami bocor besar. Dalam waktu singkat air memasuki perahu dan berniat memenuhinya.


Tiba-tiba muncul dua bayangan ikan besar di dalam air telaga yang berenang cepat ke arah Wuwul yang baru saja jatuh dan masih bingung arah.


Jbur!


“Alma melompat ke air!” teriak Sinjor yang melihat dari pantai.


“Alma pasti sedang menuju ke istana Siluman Ikan!” duga Iwak Ngasin.


Alma Fatara cepat melompat masuk ke dalam air, lalu meluncur cepat di dalam air seperti seekor ikan pada umumnya. Tubuh Alma meliuk-liuk samar di dalam air. Ia datang dari samping memotong pergerakan dua ikan besar yang adalah prajurit Siluman Ikan.


Bag!


Ketika kedua Siluman Ikan hampir sampai kepada Wuwul, dari samping tiba pula Alma. Ia menghantamkan pukulan bertenaga dalam tinggi ke tubuh Siluman Ikan.


Ketika prajurit Siluman Ikan sadar dengan kemunculan Alma, mereka hanya bisa menengok dan terkejut. Tahu-tahu pukulan telapak tangan Alma sudah menghantamnya. Namun anehnya, justru yang terpental jauh adalah Siluman Ikan yang ada di sisi sebelah. Siluman Ikan kedua terdorong dengan tubuh melengkung dan mulut mengeluarkan cairan merah yang cukup banyak.


Alma menggunakan ilmu Tapak Rambat Daya, sehingga Siluman Ikan yang dipukulnya tidak mengalami cedera apa pun, justru teralihkan ke Siluman Ikan kedua yang posisinya sangat dekat di samping.


Sess! Zing! Broac!


Karena tidak apa-apa, Siluman Ikan yang dipukul oleh Alma cepat beralih menyerang Alma dengan dua mata yang bersinar merah. Namun, Alma cepat memasang ilmu perisainya yang bernama Tameng Balas Nyawa.


Dua sinar merah itu mengenai lapisan sinar ungu yang melindungi tubuh Alma, membuat dua sinar itu memantul balik menyerang pemiliknya. Prajurit Siluman Ikan itu tidak siap sehingga ia telah menghindari serangannya sendiri. Maka hancurlah tubuh Siluman Ikan itu.


Sementara Siluman Ikan yang tadi terkena tenaga Tapak Rambat Daya, telah mengambang ke permukaan tanpa gerakan.


Alma dan Wuwul segera naik ke permukaan. Alma memunculkan kepalanya ke udara. Demikian pula dengan Wuwul. Alma mencari perahunya. Ia masih sempat melihat salah satu ujung perahunya yang secara perlahan tenggelam.

__ADS_1


“Kakang Wuwul, ayo berenang duluan, aku mengikuti!” perintah Alma.


“Siap!” sahut Wuwul patuh, sudah seperti seorang anak buah.


Wuwul lalu kembali berenang seperti seekor ikan. Alma lalu mengikuti dengan berenang di dalam air.


Ternyata perjalanan cukup jauh, membuat Alma harus melompat keluar dari air seperti seekor ikan lumba-lumba untuk mengambil napas. Sementara Wuwul tidak perlu mengambil napas ke luar air.


Hingga akhirnya, Wuwul berhenti. Dengan bahasa isyarat ia memberi tahu kepada Alma. Ia menunjuk ke arah bawah. Alma mengangguk.


Alma lalu berenang keluar dari air. Ia melompat ke udara. Saat di udara itu, Alma melakukan gerakan singkat dan kemudian menarik napas secara maksimal.


Jbur!


Alma kembali masuk ke dalam air telaga. Kali ini Alma menyelam menuju dasar dengan kecepatan yang tinggi. Ia mengikuti Wuwul.


Kondisi alam yang masih terang, membantu Alma dan Wuwul dengan mudah melihat keberadaan Istana Siluman Ikan. Istana itu lebih seperti gua karang berwarna hitam kehijauan.


Hingga ketika mereka sudah menyelam dari separuh kedalaman, tiba-tiba Wuwul terkejut. Buru-buru dia berhenti dan berbalik arah naik ke atas melewati Alma.


Sementara Alma terus menyelam. Dari arah bawah ada sebanyak enam Siluman Ikan yang berenang ke arah Alma pula.


Blop! Blop! Krek krek!


Alma Fatara melesatkan dua bola sinar biru dari Bola Hitam yang digenggamnya. Dua bola sinar biru itu melesat menyongsong keenam Siluman Ikan. Ketika tiba di antara keenam prajurit Siluman Ikan, dua sinar itu meledak dan langsung membekukan air menjadi bongkahan kristal es raksasa.


Keenam prajurit Siluman Ikan turut terperangkap dalam kristal es. Alma datang dan dengan mudahnya menendang bongkahan besar es yang di dalamnya ada enam prajurit Siluman Ikan. Bongkahan es itu melesat naik ke permukaan lalu mengambang.


Ternyata masih ada sejumlah pasukan Siluman Ikan yang jumlahnya lebih banyak. Ada sekitar lima belas prajurit Siluman Ikan yang datang berenang ke arah Alma.


Blop blop blop! Krek krek krek!


Alma Fatara kembali melepaskan tiga bola sinar biru dari Bola Hitam. Kembali ledakan terjadi di antara para prajurit Siluman Ikan. Dalam proses yang sangat cepat, tercipta tiga bongkahan es raksasa yang menjerat para prajurit Siluman Ikan. Lagi-lagi mereka semua terjebak dalam kebekuan. (RH)


 


***********


Alihkan dukungan kalian ke Chat Story Author yang berjudul "Alur Cinta Si Om Genit" dengan vote, like, komen dan gift-mu, karena chat story Om sedang ikut lomba hingga Januari 2022. Biar Om Rudi senang dan tambah semangat untuk berkarya.

__ADS_1


__ADS_2