Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu
Dewa Gi 25: Silang Kanga Menyerang


__ADS_3

*Dendam Wanita Gila (Dewa Gi)*


Ketua Perguruan Amuk Bumi Perkasa Rengkah akhirnya tiba di pos penjagaan pertama di luar Perguruan Bulan Emas. Ia datang bersama lima orang muridnya, dua lelaki dan tiga wanita. Kombinasi itu menunjukkan bahwa jumlah murid wanita di Perguruan Amuk Bumi kebanyakan wanita.


Setelah Perkasa Rengkah memperkenalkan dirinya, maka palang portal pos satu diangkat naik. Perkasa Rengkah dan rombongannya bisa melanjutkan perjalanannya dengan berkuda.


Namun, tidak lama setelah kepergian rombongan dari Bukit Satu itu, muncul lagi rombongan pejalan kaki berjumlah tujuh orang, tiga lelaki dan empat wanita. Mereka mengenakan pakaian kuning seperti seragam murid-murid Perguruan Bulan Emas.


Setelah kian mendekat ke pos penjagaan, enam murid Bulan Emas yang berjaga bisa mengenali siapa mereka adanya. Rombongan itu tidak lain adalah mantan Wakil Ketua Perguruan Bulan Emas, yakni Silang Kanga. Ia datang bersama keenam muridnya yang diusir oleh Alma Fatara sepekan lalu. Salah satu muridnya adalah Buto Renggut.


“Hormat kami kepada Guru!” ucap keenam penjaga pos itu.


“Hmm!” gumam Silang Kanga dingin menanggapi penghormatan itu. Lalu perintahnya, “Buka palangnya!”


“Mohon maaf, Guru. Hanya tamu yang diundang yang diperkenankan masuk,” ucap pemimpin pos itu sambil menunduk hormat.


“Buto Renggut!” sebut Silang Kanga dengan ekspresi dingin yang pahit rasanya untuk dilihat.


Set set!


Tiba-tiba Buto Renggut melesatkan dua piringannya yang bersinar kuning.


Set set set …!


“Aak! Akk! Ak …!” Keenam murid penjaga berjeritan saat serangan tiba-tiba itu menyayat anggota tubuh mereka berenam sekaligus.


Dua murid langsung tumbang tanpa nyawa karena leher mereka robek besar. Sementara empat lainnya bertumbangan dengan luka robek pada tangan, dada, dan punggung. Satu orang bahkan harus kehilangan tangan kanan yang terpotong tuntas.


Buum!


Tiba-tiba dari atas langit, satu tubuh berjubah putih meluncur jatuh tepat di depan rombongan Silang Kanga. Suara mendaratnya sosok wanita tua gemuk itu menggema keras, seiring tersebarnya segelombang tenaga sakti ke segala penjuru.


Silang Kanga dan keenam muridnya terlempar terbang dan sama-sama jatuh berserakan di tanah berumput. Bukan hanya mereka, dua rumah pos yang ada jadi hancur berterbangan pula bersama para penghuninya. Nasib para penjaga tidak berbeda dengan rombongan Silang Kanga.


“Balito Duo Lidooo!” teriak Silang Kanga gusarnya bukan main.


Orang yang baru jatuh dari langit itu tidak lain adalah Balito Duo Lido yang berdiri dengan tatapan tajam kepada Silang Kanga, sementara dua bibir seksinya terus bergerak-gerak mengunyah daun sirih.


“Kenapa kau menyebut namaku seperti itu? Kau jatuh hati kepadaku?” tanya Balito Duo Lido tanpa senyum sedikit pun.


“Apa yang kau lakukan?!” bentak Silang Kanga yang sudah berdiri bersama para muridnya, yang wajahnya meringis menahan pegal-pegalnya sebab jatuh terbanting.

__ADS_1


“Aku adalah abdi Ratu Siluman. Semua murid Perguruan Bulan Emas yang ada di pos ini adalah abdi Ratu Siluman. Jika kau membunuh satu saja abdi Ratu Siluman, itu artinya menantang perang. Itu sekarang telah kau lakukan. Jadi kau kini berurusan dengan seluruh abdi Ratu Siluman, ratunya Kerajaan Siluman,” ujar Balito Duo Lido.


“Kalian tidak lebih adalah penjajah yang merampas tanah orang lain. Kalian harus diusir sejauh mungkin, jika perlu dimusnahkan dari muka bu ….”


Cprak!


Kata-kata Silang Kanga terputus saat tiba-tiba sebutir telur ayam mentahnya asli mendarat di wajah marahnya. Begitu kerasnya telur itu menghantam, Silang Kanga sampai termundur dua tindak ke belakang. Wajah tua itupun becek oleh lendir telur yang seketika menyebarkan bau yang khas.


Ingin rasanya keenam murid Silang Kanga tertawa melihat nasib gurunya, tetapi mereka tahan.


“Aku memang ditugaskan untuk berjaga menunggu kedatangan tamu tidak diundang, khsususnya kau dan Wulan Kencana,” ujar Balito Duo Lido. “Namun, karena kau telah menyerang kami, maka aku pun tidak akan membiarkanmu lewat, Silang Kanga.”


“Mereka semua adalah muridku. Aku dan Wulan yang mendidik mereka. Tapi karena Ratu Siluman keparat itu, mereka semua kini durhaka dan memberontak kepada guru mereka sendiri!” teriak Silang Kanga.


“Guru-guru yang jahat seperti kalian sudah sepatutnya ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh,” kata Balito Duo Lido tanpa ikut terbawa oleh kemarahan lawannya. “Ada satu alasan penting dan utama kenapa aku menantikan kedatanganmu. Kau mau tahu?”


“Apa?” tanya Silang Kanga masih agak membentak.


“Menagih pertanggungjawaban nyawamu karena telah merenggut kesucian Suraya Kencani!” desis Balito Duo Lido sambil menatap gaya setan kepada Silang Kanga.


Terkesiaplah Silang Kanga mendengar kalimat itu.


Bros! Jburss!


Menghadapi itu, lengan kiri Balito Duo Lido juga menghentak menahan tinju maut tersebut. Telapak tangan kiri Balito Duo Lido bersinar putih.


Satu benturan dua tenaga sakti terjadi. Balito Duo Lido terjajar dua tindak. Silang Kanga juga terjajar dua tindak, tapi bedanya dia merasakan tangan kanannya seolah kehilangan fungsi otot.


“Serang!” perintah Silang Kanga kepada murid-muridnya.


Keenam murid Silang Kanga yang termasuk golongan murid-murid utama itu, segera melesatkan dua piringan terbang mereka.


Set set set …!


Maka, ada dua belas piringan bersinar kuning yang berlesatan menyerang Balito Duo Lido.


Buks!


Seiring tangan kanannya melempar tongkat ke atas, tangan kiri si nenek menghentak ke bawah dengan jari-jari mengepal.


Des des des …!

__ADS_1


Trak trak trak …!


Piringan-piringan terbang yang menyerang Balito Duo Lido, harus membentur dinding tenaga yang tidak terlihat di sekeliling tubuh si nenek. Sementara itu, tongkat yang terbang berputar-putar, menghantami piringan-piringan terbang yang berseliweran.


Setiap tongkat itu menggebuk piringan bersinar kuning, piringan itu jatuh dalam kondisi sudah terbelah dua atau tiga bagian.


Serangan yang dilakukan oleh murid-muridnya, membuat Silang Kanga memiliki kesempatan untuk mengembalikan fungsi pada tangan kanannya.


Set set set …!


Giliran Silang Kanga yang kini memunculkan dua puluh piringan sinar emas dari ilmu Sepuluh Purnama Kematian.


Des des des …!


Kedua puluh piringan sinar emas menyerbu Balito Duo Lido secara serentak, seolah berniat mendobrak ilmu perisai si nenek.


Hantaman dua puluh piringan sinar emas pada lapisan perisai itu membuat serangan tersebut hancur dengan sendirinya, juga membuat Balito Duo Lido terguncang di dalam perlindungannya. Ia bisa merasakan bahwa perisainya tidak akan kuat jika mendapat serangan Sepuluh Purnama Kematian untuk kedua kalinya.


Melihat Balito Duo Lido terguncang di dalam bentengnya, Silang Kanga kembali siap menyerang dengan ilmu yang sama.


Blaaar!


Namun, sebelum serangan Sepuluh Purnama Kematian kembali dilepaskan, Balito Duo Lido lebih dulu menghentakkan sepasang lengannya ke depan. Hal itu disusul dengan ledakan tanah yang dahsyat.


Ledakan tanah itu terjadi dengan pola garis horizontal memanjang, membuat tanah terlempar bersamaan ke atas tapi cenderung condong ke depan. Selain seperti membentuk tabir alam, tanah itu juga menyerang menyirami Silang Kanga dan murid-muridnya.


Suiiit! Clap!


“Aak! Akk! Aak …!”


Pada saat lawannya mendapat siraman hujan tanah dari ledakan sebelumnya, Balito Duo Lido menarik kembali tongkatnya ke tangan lalu langsung mengibaskannya.


Dari kibasan itu melesat sinar hijau panjang melengkung yang menerabas tirai tanah menyerang Silang Kanga dan keenam muridnya.


Silang Kanga tahu-tahu lenyap dari tempatnya. Sementara keenam muridnya tidak bisa menghindari serangan sinar hijau yang membuat mereka berjengkangan sambil menjerit sakit. Hasilnya, keenamnya dalam kondisi menderita luka sayatan yang lebar dan parah.


Di antara mereka tidak ada yang mati, tapi luka itu cukup membuat mereka berhenti melawan.


Lenyapnya Silang Kanga membuat Balito Duo Lido waspada. (RH)


__ADS_1


YUK! Dengarin dubing Om Rudi di audio book berjudul MARANTI (Makanan Orang Mati) karya Author Junan. Hitung-hitung sambil menunggu Alma up up.


__ADS_2