3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
MEMENUHI UNDANGAN


__ADS_3

Halaman Kediaman Permaisuri mulai didatangi oleh para selir satu persatu. Dimulai dari Selir Tingkat Pertama Kim Mulan dengan ditemani pelayan pribadinya.


Wanita itu berpakaian elegan dan cantik. Tidak berlebihan. Merasa cukup tahu diri akan dimana posisinya. Lagi pula, penampilan bukanlah masalah besar baginya selama ia tak mempermalukan Keluarga Kerajaan Huoli. Terlebih sekarang ini, ia akan menghadap sang perempuan nomor satu di negara api.


Bagaimana bisa ia memprovokasinya?! Dia 'kan bukan Mu Bizhuo dan Gong Dahye.


"YANG MULIA SELIR TINGKAT PERTAMA TELAH TIBA!" seru lantang salah seorang penjaga yang entah sejak kapan sudah bersiap di depan pintu aula Kediaman Permaisuri Ahn Reychu.


Sejenak Kim Mulan terdiam di depan pintu yang sudah terbuka itu. Didalam yang terlihat hanya beberapa pelayan yang sedang bersiap menyambut kedatangan mereka yang telah diundang. Belum terlihat sosok tuan rumah di aula tersebut.


Bukan masalah. Setidaknya, ia tidak terlambat.


Kemudian, iapun melangkah masuk dan segera dipandu oleh pelayan disana untuk menuju tempat yang sudah disediakan.


"Yang Mulia Selir Kim. Sepertinya, Yang Mulia Permaisuri niat sekali untuk membuat pertemuan ini!" celetuk pelayan pribadinya yang tak tahan untuk berujar kala melihat bagaimana segala sesuatunya begitu diatur sempurna mengingat padahal ini hanya sebuah undangan perkumpulan para penghuni Harem Kaisar.


"Kau benar." balasnya. "Berdoa saja. Semoga segalanya baik-baik saja." sambungnya berharap.


"Ya, Yang Mulia." patuh sang pelayan pribadi itu tanpa ragu.


Tak berselang lama, suara lantang seorang penjaga terdengar lagi.


"YANG MULIA SELIR TINGKAT TINGGI TELAH TIBA!"


Tap...


Tap...


Tap...


Langkah demi langkah terdengar menggema di aula itu, namun agak teredam sebab ia berjalan perlahan namun angkuh seraya memandangi aula yang menurutnya kalah megah dengan aula kediaman Selir Agung Gong Dahye.


"Cih! Miris sekali! Lihatlah... Perbedaannya terlihat jelas! Yang satunya disayang, sedang satunya lagi di abaikan!" ejek Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo dengan santainya seolah ia tak mempunyai rasa takut kalau-kalau perkataannya akan didengar oleh Permaisuri.


Dia benar-benar memiliki nyali untuk menjelek-jelekkan orang lain, terutama itu adalah Permaisuri Ahn Reychu.


"Yang Mulia Selir Tingkat Tinggi Mu... Tolong jaga sikap anda! Ini kediaman Permaisuri!" tegur Selir Tingkat Pertama Kim Mulan dengan tenang.


Tertegun sejenak kala tahu kalau ada yang lebih dulu tiba sebelum dirinya. Segera Mu Bizhuo mendelik tajam pada Kim Mulan.


"Ingat statusmu, Selir Kim! Kau masih berada di bawahku! Jangan mengajariku!" galaknya tak terima ditegur.


Selir Tingkat Pertama tak sedikitpun merasa tersinggung. Sudah biasa baginya mendapati perlakukan demikian. Setidaknya ia tak begitu dianggap ancaman bagi yang lainnya, mengingat dia yang paling netral di Harem Kaisar.


"Maaf kalau itu menyinggung anda, Selir Mu. Saya hanya membantu meringankan masalah anda, seandainya Yang Mulia Permaisuri Ahn mendengar anda berkata demikian." tuturnya baik.


Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo hanya mendengus tak suka pada wanita yang masih bisa saja bersikap tenang setelah berhasil mengganggunya.


Diapun kembali berjalan menuju tempat duduknya yang diarahkan oleh pelayan kediaman Permaisuri.


Tepat saat ia mendudukkan bokongnya, seruan lantang dari penjaga kembali bergema sama seperti sebelumnya.


"YANG MULIA SELIR KEHORMATAN TELAH TIBA!"

__ADS_1


Usai seruan itu dilontarkan, sosoknya pun muncul memasuki ruangan. Wanita penuh wibawa itu berjalan dengan anggun masuk kedalam. Dia berpakaian sederhana namun tak mengurangi gambaran dari kedudukannya yang seorang Selir Kehormatan Kerajaan Huoli.


Bila dilihat dari ketiganya, yang paling mewah dan mencolok adalah Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo. Selir itu selalu ingin menyaingi mereka para penghuni Harem Kaisar terutama Selir Agung Gong Dahye dan Permaisuri Ahn Reychu.


Tak ada kata-kata yang terucap dari bibirnya kala ia masuk kedalam ruang aula Kediaman Permaisuri, hanya mengangguk sebagai bentuk salamnya pada kedua selir yang tingkatnya berada di bawahnya.


Antara Kim Mulan dan Mu Bizhuo, hanya Kim Mulan yang menjawab salam tersebut sedang Mu Bizhuo justru melirik sinis pada Wang Jinji.


"Yang Mulia Selir Kehormatan Wang, bagaimana kabar anda?" sapa Selir Tingkat Pertama Kim Mulan pada wanita yang tingkatannya berada diatasnya itu.


Mendengar perkataan tersebut, Wang Jinji tersenyum lembut dan menjawab. "Kabarku baik, Selir Tingkat Pertama Kim. Bagaimana denganmu?" tanyanya balik. Mereka mulai terlibat dalam percakapan basa-basi yang enak di dengar.


Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo melengos memutar kepalanya tak Sudi melihat pemandangan tak sedap dipandang matanya itu.


"Cih! Beraninya mereka mengabaikan ku!" gerutunya kesal.


Mengabaikan dua wanita yang akur dan satu wanita yang acuh juga bosan. Kedatangan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya muncul. Dialah tamu terakhir yang dinantikan. Siapa lagi kalau bukan Selir Agung Gong Dahye.


"YANG MULIA SELIR AGUNG TELAH TIBA!" lagi, seruan terdengar.


Wanita hamil itu tampak di tuntun saat berjalan memasuki ruang aula di kediaman Permaisuri oleh pelayan pribadinya yang selalu setia menemaninya. Seolah-olah ia sangat berhati-hati dengan kondisinya yang berbadan dua itu.


Segera pelayan di kediaman Permaisuri yang tak lain adalah bawahannya Selir Agung Gong Dahye membawa junjungannya menuju ketempat duduknya. Dia berjalan dan duduk dengan tenang, namun hatinya tak bisa tidak merasa geram.


Geram karena harus menerima undangan Permaisuri yang dibencinya, apalagi begitu ia tahu kalau ia juga harus menunggu gadis itu datang. Itu terlihat dari tidak adanya musuhnya di dalam aula Kediaman Permaisuri.


"Yang Mulia Selir Agung Gong. Anda juga datang?" tanya Selir Tingkat Pertama Kim Mulan sedikit aneh. Itu karena ia berpikir bahwa wanita kesayangannya Kaisar sedang mengandung dan akan melahirkan dalam waktu dekat, rasanya tidak baik kalau dibiarkan berjalan jauh dari kediamannya sendiri.


"'Ah... Tentu saja, Selir Kim. Apakah anda mengkhawatirkan saya? Jangan begitu. Saya merasa tidak enak dengan yang lain. Lagipula, ini sudah kewajiban bagi kita memenuhi undangan Permaisuri, bukan? Beliau telah mengundang kita. Tidak baik rasanya kalau saya tidak datang hanya karena sedang mengandung." katanya menjelaskan.


Ketiga Selir lainnya yang ada disana mengeluarkan pemikiran mereka masing-masing atas tanggapannya mengenai apa yang baru saja mereka dengar.


"Wanita ular ini, pandai sekali bermain kata! Andai aku tak tahu seberapa busuknya dia! Aku pasti ikut tersentuh! Peh!" gerutunya dalam hati bahkan sampai mengeluarkan suara layaknya meludah.


Sementara Selir Kehormatan Wang hanya menatap dalam tenang sosok Selir Agung Gong Dahye yang dalam penglihatannya tak lebih dari wanita yang penuh tipu muslihat. Tapi, dia juga bukan wanita yang tak berakal sampai berpikir untuk melawan wanita seperti Selir Agung Gong Dahye itu.


Lain halnya dengan Selir Tingkat Pertama Kim Mulan yang tak sedikitpun berpikir apa-apa. Sikap netral-nya membuat ia tak memandang baik-buruknya seseorang. Pertanyaan yang dia ajukan murni untuk saling menjaga hubungan baik. Setidaknya, itu karena mereka tinggal di satu tempat yang sama.


Dengan tersenyum bersahabat, Kim Mulan berkata. "Baiklah. Selama anda merasa nyaman dengan semua itu, Yang Mulia."


"Tentu." balasnya. Seharusnya, perhatian itu mengharuskannya mengucapkan terimakasih. Akan tetapi, dia yang merasa berstatus tinggi dan pandai bersilat lidah sama sekali tak berniat untuk berterima kasih kepada siapapun.


Sayangnya, hal itu tak disadari oleh siapapun juga.


Kini semua yang di undang telah memenuhi undangan dari Permaisuri Ahn Reychu. mereka telah duduk manis di tempatnya.


Tiba-tiba...


"Wah... Wah... Wah... Harmonis sekali..." seru suara yang sangat tidak asing lagi bagi semua yang mendengarnya.


Tampak dua orang gadis berjalan beriringan memasuki ruang aula Kediaman Permaisuri, yang mana salah satunya adalah sang empunya suara. Siapa lagi kalau bukan Permaisuri Ahn Reychu...


Sedang satunya yang tak lain adalah Ryura sukses mengejutkan Selir Agung Gong Dahye. Wanita hamil itu terhenyak kala melihatnya. Dia tak lupa dengan wajah manis nan datar gadis itu. Wajah yang sama dengan wajah gadis yang pernah datang tiba-tiba langsung menerobos masuk kekediaman Kaisar Li beberapa bulan lalu. Gadis yang mampu menunggangi kuda bulan yang legendaris itu.

__ADS_1


"Jadi, mereka benar-benar saling kenal?! Sial!" umpat dalam hati Selir Agung Gong Dahye tak senang.


"Senang dengan undanganku, hm? Aku harus terharu kalau begitu..." katanya jenaka, tak berniat bermain kata-kata manis pada mereka yang hadir. Sekalipun ada yang tidak masuk dalam daftar hitam miliknya.


Tak ada yang sadar akan kedatangannya tadi, karena penjaga tak mengumumkannya atas perintah Yang Mulia Permaisuri Ahn. Itu bisa saja terjadi, mengingat Reychu adalah tuan rumahnya.


Dengan tersenyum senang Reychu berjalan bersama Ryura menuju tempat duduknya. Di depan sana, tepat dimana kursi tuan rumah berada terdapat dua kursi yang dihalangi oleh meja ditengahnya. Keempat Selir Kaisar baru menyadari kalau ada dua kursi kosong disana, tak berpikir kalau salah satunya akan ditempatkan oleh orang asing menurut mereka yaitu Ryura.


"Yang Mulia Permaisuri. Bagaimana bisa anda membiarkan orang asing duduk disamping anda? Itu tidak pantas!" kata Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo tak suka. Entah bagaimana dia bisa tidak suka, padahal itu bukan urusannya.


Menatap wanita cantik yang kecantikannya tampak palsu alias tertutup riasan dengan tatapan santainya sedikit keacuhan. "Kenapa tidak pantas? Aku yang memerintahkannya. Berarti itu pantas! Yang tidak pantas itu kalau aku membiarkanmu duduk di sampingku!" jawab Reychu acuh mengabaikan raut wajah Selir Tingkat Tinggi Mu Bizhuo yang merah padam antara malu dan merasa terhina, karena diejek.


"Si brengs*k ini... Beraninya dia merendahkan ku..." marahnya dalam hati. Rasa mendidih seolah menguat dalam dadanya.


Mu Bizhuo merasa kembali terhina.


Mengabaikan ketidaknyamanan yang terjadi, Reychu pun angkat bicara. "Baiklah. Aku tak ingin terlalu banyak berbasa-basi lagi. Karena sejujurnya aku masih ingin bermalas-malasan di kamar. Tetapi, berhubung aku adalah orang yang mengundang kalian kesini. Tidak baik rasanya kalau aku membuat kalian merasa diacuhkan, bukan?!" terang tanpa ada yang ditutup-tutupi. Terlalu gamblang dan terbuka.


Ryura disampingnya hanya diam dengan wajah tak berekspresinya itu. Ia duduk tenang bak patung hias.


Mengangkat tangannya mengarah pada Ryura, bermaksud memperkenalkannya. "Kalau begitu... Pertama-tama, aku ingin perkenalkan terlebih dahulu seorang teman yang sudah ku anggap sebagai saudariku sendiri. Hahaha..." Reychu tertawa renyah sejenak. Tak ada yang tahu dimana letak lucunya. "Soalnya aku tidak memiliki saudari." sambungnya.


Mereka yang melihatnya mempunyai responnya masing-masing. Tapi, intinya... Mereka merasa Permaisuri Ahn semakin aneh dan konyol.


"Namanya Ryura. Aku yakin kalian pernah mendengar nama itu... Dan ya, nama yang pernah kalian dengar dengan gadis disamping ku ini adalah orang yang sama. Tapi, jangan takut... Dia tak akan bertindak jauh selama kalian tak melewati batasnya." lanjutnya sembari mengingatkan para penghuni Harem Kaisar itu.


Apa yang diucapkan Reychu sukses membuat mereka membeku. Tak terbayangkan kalau Permaisuri memiliki orang seperti itu disampaikannya.


Tak ada yang tak tahu tentang cerita dari salah satu putri bungsu Keluarga Han di Ibukota. Seseorang yang mampu membantai orang lain dimuka umum tanpa ragu adalah gadis itu. Bahkan sampai kabar tewasnya seluruh anggota Keluarga Han kecuali Han Wu Shin dan Han Ryura, membuat Ryura menjadi tertuduh. Lantaran, kala itu gadis itu tengah berselisih dengan keluarganya. Namun, tidak adanya bukti membuat siapapun tak bisa menuntutnya.


Meski tuduhan itu benar adanya.


Tentu saja, mendapati sosok yang tergolong mengerikan itu ada di hadapan mereka. Rasa waspada seketika merayap naik. Tubuh mereka merinding tanpa izin.


Saat itu juga Selir Agung Gong Dahye langsung teringat kata pelayan suruhannya yang kemarin sempat mengatakan tentang Ryura yang secara tiba-tiba sudah ada di dalam kamar Permaisuri Ahn tanpa ada yang mengetahuinya.


Sejenak ia berpikir tanpa sadar, sehebat apa gadis bernama Ryura itu?


Setelah sadar dengan apa yang ia pikirkan. Selir Agung Gong Dahye pun merasa tak senang. Suasana hatinya langsung menjadi buruk.


"Tidak! Dia pasti sama tidak bergunanya seperti jal*ng itu! Tidak ada yang lebih hebat dariku! Itu sudah pasti!" kesalnya sampai menggerutu dalam hati.


Tak tahu saja dia, kalau saat ini lirikan yang tak bisa diartikan dilayangkan Ryura kepadanya. Entah apa yang Ryura pikirkan saat melihat wanita hamil itu.



Thor datang lageeee....


jangan lupa like, vote, tips, dan komen nya yoooo....


lop yu co mat....


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2