3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PERGI KE DESA DANPYO


__ADS_3

Isi surat...


``Salam hormat hamba untuk yang mulia Baginda kaisar kerajaan Huoli penguasa negara api...


Dengan datangnya surat ini, saya Du Tan Lian selaku kepala desa, desa Danpyo ingin memberitahukan perihal masalah yang tengah terjadi di desa kecil kami.


Ini sudah berlangsung agak lama, sekumpulan orang yang tidak dikenal mendatangi desa Danpyo kami dengan maksud buruk. Mereka menginginkan sesuatu dari desa ini dan mungkin sesuatu itu berharga bagi negara api.


Berulang kali mereka ingin kami memberontak pada negara api dan berpihak pada mereka, tapi aku sebagai penatua sekaligus pemimpin di negara ini terus berusaha untuk tetap bertahan.


Kami tersiksa disini, karena tidak bisa keluar dari desa mengingat mereka telah mengepung desa Danpyo tanpa celah.


Kami juga sudah mencoba mengirim pesan kepada yang mulia untuk memohon bantuan. Tapi, selalu gagal lantaran utusan yang saya perintahkan harus gugur karena tak bisa melawan mereka yang berjaga di perbatasan desa Danpyo ini.


Sampai pada akhirnya, seorang gadis muncul dengan kuda gagahnya. Awalnya saya dan para penduduk mencurigainya lalu memandang remeh dirinya karena tubuhnya yang tampak tak lemah itu. Tapi, begitu ia menunjukkan kemampuannya membuat saya yakin ia adalah orang yang ditakdirkan untuk membantu mengirimkan pesan ini pada anda yang mulia Baginda kaisar.


Dan jika pesan surat ini benar-benar sampai di tangan yang mulia. Mohon kebijaksanaannya untuk menolong kami dari belenggu tak mengerikan ini. Kami tahu, keluarga kerajaan sangat tidak menyukai pengkhianatan. Oleh sebab itu, kami memohon bantuan pada yang mulia.


Tolonglah kami!``


Di ujung tulisan tersebut terdapat segel resmi desa Danpyo yang menandakan bahwa surat tersebut asli adanya.


Kaisar Li Hanzue tertegun usai membacanya di ruang kerja beliau dengan di temani Kasim setianya.


Helaan nafas berat ia keluarkan tanpa sadar, seolah memberitahukan bahwa ia tengah di landa frustasi yang amat sangat. Sebagai seorang kaisar ini bukanlah hal baru, namun entah mengapa sejak ia menghukum permaisurinya ke istana dingin ia mulai dilanda kegundahan. Kehadiran selir agung kesayangannya sama sekali tidak dapat mengobati kegundahan tersebut meskipun ia senang atas perhatian sang selir tercintanya.


Tiba-tiba, wajah seorang gadis yang tak berekspresi dengan sorot mata berani menatapnya melintas di benaknya. Ia ingat saat gadis itu bertanya tentang permaisuri Ahn Reychu tanpa basa-basi ataupun ucapan sebagai tanda hormatnya pada dirinya yang seorang penguasa negara api. Membuatnya mempertanyakan akan siapa gadis tersebut dan apa hubungannya dengan permaisurinya?! Dan bagaimana permaisuri Ahn Reychu yang ia tahu tidak pernah meninggalkan kawasan istana bila tanpa dirinya bisa mengenal gadis tak beretika seperti itu?!


Tanda tanya tersebut membuatnya mengingat sang permaisuri. Seorang permaisuri yang ia hukum di istana dingin seorang diri tanpa pelayan yang melayaninya guna membuatnya jera dan sadar bahwa apa yang telah ia lakukan adalah kesalahan besar hanya karena kecemburuan semata. Benar-benar tidak masuk akal bila memikirkannya.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Hachuh!


"Sial! Hidungku gatal!" keluh seorang gadis yang tak lain adalah Reychu usai bersin yang tak terduga itu dengan jengah seraya menggosok geram hidungnya yang terasa amat mengganggu kala gatalnya datang.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Suasana tegang tengah menyelimuti ruang aula rapat kerajaan. Beberapa orang yang mengisi ruangan itu tampak amat serius membahas masalah yang terjadi di salah satu desa, tepatnya desa Danpyo. Pembahasan ini sudah berlangsung sejak gadis berwajah datar yang belum mereka ketahui namanya datang dan memberitahukannya.


"Yang mulia, ini tidak bisa dibiarkan. Orang-orang yang tidak kita ketahui siapa mereka sampai saat ini pasti sudah membuat seluruh warga desa Danpyo resah." tutur seorang pria paruh baya yang berpakaian layaknya perdana menteri, meskipun itu benar adanya.


Dan tentu, pastinya tahu siapa dia itu. Gong Duyoung, ayah Gong Dahye.


"Benar. Seperti yang tertulis dalam isi surat tersebut, sudah bisa di pastikan mereka menginginkan sesuatu dari negara api kita." tebak seorang pria lainnya yang tampak masih muda dengan usia kisaran 20an. Ia adalah jenderal baru tahun ini setelah kematian jenderal sebelumnya, yang mana dulunya ia adalah penggemar berat jenderal Ahn Ryong Chu sekaligus muridnya yang selalu mengekorinya kemanapun ia pergi termasuk ikut dalam peperangan.


Tak hanya itu saja, ia juga orang yang terbilang dekat dengan permaisuri Ahn Reychu sejak gadis itu menginjakkan kakinya ke istana dengan gelarnya sebagai permaisuri. Karena secara rahasia jenderal Ahn Ryong Chu meminta bantuannya untuk menjaga serta melindungi putri tercintanya dari kekejaman Harem kaisar nantinya yang sejak lama sudah di wanti-wanti oleh sang jenderal. Dia bernama Long Wan Shie.


"Tapi, orang kurang ajar mana yang berani bermain-main dengan kerajaan Huoli?" tanya seorang pria lainnya dengan nada geram. "Apa mereka tidak tahu sebesar apa kekuatan negara api? Sungguh tidak tahu diri!" lanjutnya sarkas. Dia adalah seorang wakil jenderal yang terkenal mudah berapi-api sekaligus sahabat Jenderal Long sejak dia diangkat menjadi wakil jenderal menggantikan wakil sebelumnya yang memilih mengundurkan diri setelah ditinggal meninggal dunia oleh jenderal agung Ahn Ryong Chu. Dia bernama Tang Fei, usianya lebih tua dari jenderal Long.

__ADS_1


Terdengar cukup setia kawan, ya!


"Kekuatan negara api masih di urutan ke 2 dari pemerintahan kekaisaran Selan dan urutan ke 6 di antara 10 kerajaan besar di 3 penguasa kekaisaran di dunia. Jadi, jangan terlalu memandang tinggi negeri sendiri. Kita tidak tahu seberapa kuat lawan kita kali ini. Bukankah masih belum diketahui siapa dalangnya?" tutur seorang pria lainnya yang masih terlihat muda sama seperti jenderal muda tadi.


Dia adalah seorang ahli strategi kerajaan Huoli. Xin Yue Yan namanya.


"Benar yang di katakan nya. Kita jangan terlalu terburu-buru dalam bertindak, jangan sampai seperti sebelumnya. Kita nyaris memusnahkan desa Moyan dikarenakan wabah penyakit." sambut seorang pria bertubuh besar dengan kulit gelapnya, ia adalah menteri pertahanan. Terkenal cukup tenang dalam segala tindakannya, *G**wang Li Mun* itulah namanya.


"Andai saja permaisuri Ahn ada disini. Beliau pasti tahu apa yang harus kita lakukan tanpa perlu berpikir terlalu berbelit seperti ini." gumam Xin Yue Yan si ahli strategi tanpa sadar namun gumamannya masih dapat didengar oleh yang lainnya, termasuk kaisar sendiri yang sejak tadi hanya diam memandang ke arah selembar surat yang ia terima pada malam itu dari gadis berwajah datar seolah tak hidup itu.


Tapi, semua yang ada disana tak ada yang menyadari kalau seseorang tengah mengepalkan tangannya tanda ia sangat tak senang dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut pemuda ahli strategi di seberang sana, berdiri di sisi meja lainnya di samping jenderal muda semuda dirinya.


"Cih! Apa bagusnya wanita itu?! Tak peduli seberapa hebatnya dia... Wanita itu takkan bisa mengalahkan kehebatan putriku yang mampu mengambil hati kaisar Li Hanzue tanpa perlu repot-repot unjuk gigi!" sinisnya dalam hati dengan penuh ejekan seraya melirik kaisar yang masih saja diam tak memberi tanggapan apapun dari tempatnya duduk.


Ia menduga bahwa sang kaisar benar-benar tak peduli pada istri sahnya itu sehingga ia memilih diam sekalipun para bawahannya masih membicarakan sosok permaisuri yang mereka ketahui masih dihukum di istana dingin. Padahal nyatanya...


Pria itu tengah termenung juga tertegun kala bawahannya mengungkit tentang istrinya yang masih menjalani hukumannya di istana dingin, bahkan sampai sekarang ia pun tak tahu kabar mengenai dirinya lantaran ia sudah memberi titah bahwa tidka ad ayang boleh mengunjunginya apapun alasannya.


Namun entah mengapa, kaisar Li Hanzue seolah mulai menyesali keputusannya. Tapi, segera ia tepis pemikiran tersebut dengan kembali mengingat apa yang telah di perbuat oleh istrinya itu pada selir agung kesayangannya dan itu tak termaafkan.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Hachuh!


"Sial! Sial! Siapa yang mengacau ketenangan ku....!!!" keluh Reychu amat geram seraya menggosok hidungnya tak kalah geram. Tanpa mempedulikan kalau saat ini ia tengah di pandang aneh oleh Rayan dan Ryura dari tempat mereka duduk.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Malam ini terasa dingin, mengingat awal musim gugur akan tiba.


Seorang pria tampan dan gagah yang selalu di hormati dan di sanjung atas keberhasilannya dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kaisar kerajaan Huoli terlihat tengah berjalan di posisi paling depan dengan Kasim dan pelayan yang mengikutinya dari belakang.


Langkah itu menuntunnya ke tempat yang ingin ia tuju, yaitu ke kediaman selir agung Gong Dahye. Tapi, sepertinya kakinya berkhianat pada keinginannya lantaran kini ia justru berdiri di depan pintu kediaman istana dingin tempat permaisuri Ahn berada selama lebih 3 bulan ini.


Hal tersebut membuat Kasim dan para pelayan saling pandang dengan tatapan tanya kala sadar bahwa junjungan mereka melangkahkan kakinya ke tempat yang selalu dia hindari.


Tangan pria penguasa negara api itu mengepal kuat saat menyadari kekonyolan yang telah ia perbuat. Seraya memandang pintu kayu yang kusam dan tampak rapuh itu dengan perasaan yang ia sendiri tak tahu bagaimana menjelaskannya. Ia bingung.


"Aku tidak tahu apa yang aku lakukan saat ini... Berdiri disini... Padahal sebelumnya aku ingin ke kediaman selir agung Gong Dahye. Tapi, malah berakhir disini... Kau tahu kenapa...?!" kalimat yang tak jelas ia utarakan dari dalam hatinya dan bertanya seperti orang yang di tanyai ada di depan matanya. Pintu itu masih menjadi objek pandangnya.


Tangan itu masih terkepal kuat, namun kini ia memejamkan matanya bermaksud ingin menyelami perasaannya sendiri yang ia sebagai si pemilik perasaan tak tahu arti dari apa yang ia rasakan belakang ini.


"Ahn Reychu... Apa yang sudah kau lakukan padaku... Mengapa aku jadi begini..." batin Kaisar mengeluh tak berdaya.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Hachuh!


"AAARRRGGHH....! SIAL! SIAL! SIAAAAL...!"

__ADS_1


Brak!


Gebrakan kesal pun terluncurkan juga setelah sebelumnya ia hanya dia buat jengah akibat bersin yang menggangu. Karena ulahnya itu juga Rayan sampai terjengkit kaget tapi tidak dengan Ryura yang hanya melirik sekilas.


"Dasar gila!" umpat Rayan seraya memandang horor Reychu ketika ia melihat sahabatnya kini kembali tenang padahal sebelumnya ia seperti orang yang ingin berkelahi.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


"YANG MULIA KAISAR LI HANZUE TIBA..." seru penjaga di kediaman selir agung Gong Dahye.


Mendengar itu, selir agung Gong Dahye langsung tersenyum senang dan segera bersiap menyambut sang pujaan hati.


Dilihatnya pintu kamarnya terbuka dan muncullah yang di tunggu-tunggu.


"Yang mulia..." serunya sumringah dengan nada manja yang kental sembari berjalan menghampiri kaisar Li. Kaisar Li pun menyambutnya dengan senang.


Cup!


Di layangkan sebuah kecupan di kening sang selir dengan sayang. Lalu menuntunnya ke peraduan untuk duduk bersama.


"Hamba senang yang mulia datang berkunjung dan tentunya calon penerus yang mulia juga." tuturnya sambil mengelus perut buncitnya yang sudah jelas terlihat.


Melihat itu yang mulia pun turut mengulurkan tangannya guna ikut mengelus perut buncit selirnya.


"Kapan aku tidak pernah berkunjung ke kediaman mu, hm?" tanya kaisar Li seolah tak terima dengan nada lembutnya.


"Baiklah, baiklah... Maafkan hamba yang mulia." kata selir agung Gong Dahye dengan menunjukkan senyum termanisnya yang selalu disuka oleh kaisar. "Lalu, ada apa gerangan yang mulia kemari? Hamba dapat melihat kalau yang mulia tidak hanya ingin menemui selir ini tapi ada hal lainnya..." sambungnya dengan tatapan ingin tahu.


Menghela nafas pelan. "Benar. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu." jedanya, sambil menyelipkan helaian rambut selirnya yang tergerai bebas ke belakang telinganya. "Besok aku akan melakukan perjalanan ke desa Danpyo untuk mengurus masalah yang ada di sana... Dan mungkin akan memakan waktu beberapa hari. Meskipun perjalanan kesana tak sampai satu hari tapi tetap saja permasalahan yang terjadi disana pasti tidaklah mudah untuk di selesaikan. Karena itu, aku kemari untuk berpamitan kepada mu sekaligus berpesan agar kau selalu menjadi dirimu disini. Bagaimana pun saat ini kau tengah mengandung penerus ku. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu." jelasnya akan maksud sesungguhnya dari kedatangannya ke kediaman selir agung Gong Dahye.


Selir agung Gong terhenyak begitu mendengarnya. Jujur saja, ia sangat tidak suka bila kaisar pergi apalagi untuk waktu yang lama. Meskipun ia bisa menjamin bahwa posisinya tak akan goyah, namun tetap saja belaian adalah yang utama. Mendengar ada hal lain yang di anggap penting sungguh mampu membuat suasana hatinya menjadi buruk seketika. Tapi, dia bisa apa...


"'Aa... Jadi begitu... Baiklah, selir ini mengerti yang mulia. Karena bagaimanapun negara api adalah tanggung jawab yang mulia. Hamba senang melihat yang mulia begitu bertanggung jawab atas kekuasaannya di negeri ini." kilahnya seolah-olah mendukung dengan penuh.


"Senang mendengarnya." kaisar Li Hanzue tersenyum menanggapi pengertian selir kesayangannya. "Baiklah, kalau begitu... Dan maaf selirku, malam ini aku tidak bisa menginap di kediaman mu karena harus mengurus beberapa hal lagi. Jadi, aku tinggal dulu. Jaga dirimu baik-baik. Beristirahatlah. Aku mencintaimu..." katanya lembut dengan diakhiri kecupan penuh cinta di kening selirnya, kemudian iapun beranjak pergi dari sana meninggalkan selir agung Gong Dahye yang kini wajahnya telah menjadi muram dan masam.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


**Maaf semua... author baru bisa update lagi. rencana mau crazy up, tapi kayaknya belum bisa karena ada kerjaan lain yang gak bisa di hindari.


Tapi, semoga aja kalian masih setia menunggu ya.


Terus dukung author dalam memberikan karya terbaik yang author bisa untuk kalian semua...


terimakasih semua...


Author sayang kalian...


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2