
Sungguh sulit untuk membuat seorang Reychu bisa menanggapi setiap masalah dengan serius. Hal ini membuat orang bertanya-tanya, apa yang bisa membuat seorang Reychu bisa benar-benar serius dalam menanggapi sesuatu? Dalam kondisi atau hal apa yang bisa membuat Reychu mengeluarkan emosinya dengan sungguh-sungguh?
Itu yang sampai detik ini ingin diketahui oleh banyak orang.
Mereka ingin mengetahui, seberapa gila Reychu bila memasuki mode serius.
Orang-orang ini terlalu banyak menuntut. Tidakkah mereka pernah mendengar tentang 'orang yang terlalu ingin tahu pada hal yang tidak ada hubungannya dengan dia, maka cepat mati!'. Itu persis seperti itu.
Dihari yang sama, tampak Bai Ning Xia sedang berjalan menuju tempat kerja sang kakak Kaisar-nya.
Begitu sampai, dia langsung bertanya dengan nada yang tidak sombong ataupun merendah kepada penjaga yang bertugas. "Saya mau bertemu Yang Mulia. Apakah beliau ada didalam?"
Penjaga yang ditanya segera menjawab dengan patuh. "Ada Tuan Putri. Yang Mulia juga sedang berbincang dengan Yang Mulia Pangeran ketiga Bai Min Wang."
"Oh, jadi kakak ketiga juga hadir. Apa yang dia lakukan disini?"
"Laporan rutin, Tuan Putri." Bai Ning Xia mengangguk mengerti.
"Baik. Katakan padanya, Putri keenam datang berkunjung untuk membahas sesuatu yang penting kepada Yang Mulia." memberikan kalimat yang dijadikan sebagai alasan atas kedatangannya.
"Baik, Tuan Putri. Mohon tunggu sebentar." kata penjaga tersebut sebelum pergi melapor kepada Yang Mulia Kaisar Agung Bai.
Tak lama setelah menunggu, sang menjaga mengatakan bahwa Yang Mulia memberikan izin untuk masuk.
Begitu masuk, benar saja. Disana dia langsung dapat melihat sosok kakak ketiganya yang duduk tepat dihadapan Kaisar Agung Bai.
Bai Ning Xia melangkah menghampiri keduanya.
"Selamat pagi kakak pertama Yang Mulia Kaisar Agung Bai... Selamat pagi kakak ketiga..."
Kedua Kakak laki-lakinya pun menjawabnya serempak.
"Oh, kau sudah masuk rupanya." jeda Kaisar Agung Bai. "Kata penjaga ada yang ingin kau katakan." sambungnya.
"Benar, Yang Mulia. Ini mengenai Nona Ahn Reychu." jawab Bai Ning Xia langsung ke intinya. Dia yang pendiam ini memang tak begitu suka berbasa-basi.
Mendengar itu Kaisar Agung Bai terdiam sesaat sambil mengamati sosok adiknya ini. Merasa mulai tak tenang di hatinya saat nama kekasihnya disebut. Bukannya ingin berprasangka buruk, hanya saja mayoritas orang di Kerajaan Es sangat membenci Reychu termasuk keluarganya. Tentu saja, Kaisar Agung Bai tak akan membiarkan celah terbuka untuk mereka para pembenci.
Seolah mengerti dengan isi hati kakaknya, Bai Ning Xia menjelaskan tentang maksud hatinya yang sebenarnya.
"Kakak Kaisar, kau bisa percaya kalau aku tak berniat melakukan sesuatu kepada Nona Ahn. Hal yang ingin ku bahas tak lebih dari sekadar mencari solusi."
"Solusi?"
"Benar!" Sambil mengangguk membenarkan.
Kaisar Agung Bai berpikir sejenak.
__ADS_1
Melihat kedua saudaranya tampak hendak membahas tentang calon kakak iparnya, Bai Min Wang yang kepo langsung ikut bergabung.
"Apa yang begitu penting tentang Nona Ahn?" tanya Bai Min Wang dengan rasa ingin tahu.
Sejenak baik Kaisar Agung Bai dan Bai Ning Xia melirik Bai Min Wang yang membuat pria itu menatap bingung kedua saudaranya. Hal ini juga semakin menarik rasa penasarannya.
Dia benar-benar ingin tahu.
"Kenapa menatap ku seperti itu?"
"Apa pendapatmu tentang Reychu?" tanya Kaisar Agung Bai pada adik ketiganya tiba-tiba.
Walau tak paham, Bai Min Wang tetap menjawab dengan jujur. "Dia gadis yang menarik. Tidak buruk menurut ku. Kenapa bertanya?"
"Maka, baik-baik saja kalau begitu." lalu kembali menatap adik perempuannya. "Kau bisa langsung mengatakannya." pernyataannya sudah jelas, kalau Kaisar Agung Bai tidak mempermasalahkan kehadiran Bai Min Wang dalam pembahasan ini. Walau dia sendiri pun tak tahu apa yang sebenarnya akan disampaikan oleh adiknya saat ini.
Terdiam sejenak, Bai Ning Xia tampak tengah berpikir mengenai bagaimana dia akan memulai percakapan ini. Dari apa yang sudah ia lihat dan amati, kakak pertamanya ini benar-benar menempatkan Reychu diatas segala-galanya.
Jadi, dia tak ingin membuat masalah tentang ini.
"Kakak Kaisar... Ini mengenai status Nona Ahn. Ning Xia sudah mengetahuinya." katanya sangat hati-hati namun tetap berani.
Mendengar itu dua pria didepannya memiliki ekspresi berbeda diwajah mereka. Bai Min Wang menaikkan alisnya dengan raut wajah yang kian penasaran, sedang Kaisar Agung Bai langsung menajamkan sorot matanya seolah mewaspadai apa yang akan dikatakan sang adik.
"Apa yang kau ketahui?" tanya Kaisar Agung Bai cepat dan dingin.
"Kakak Kaisar, tolong dengarkan dan jangan marah dulu. Hal ini ingin aku bahas juga demi kebaikan Nona Ahn. Mungkin, aku tidak benar-benar menyukainya karena tingkah lakunya. Akan tetapi, kakak Kaisar yang lebih dulu mengenalnya dan sudah menghabiskan banyak waktu bersama dia. Sebagai seorang Kaisar Agung di Kekaisaran Utara, Ning Xia tidak akan meragukan penilaian kakak Kaisar. Karena itu, Ning Xia pikir kecintaan kakak terhadap Nona Ahn pasti memiliki dasarnya hingga kakak tidak peduli tentang seberapa... Aneh... Dirinya. Itulah yang mendasari keinginan ku untuk berpihak pada kakak Kaisar atas hubungan kalian." tutur Bai Ning Xia dengan kehati-hatian tingkat tinggi, terutama saat ingin menyebut Reychu aneh. Seluruh kalimat yang ia ucapkan sudah dipertimbangkan dengan baik.
Mendengar penjelasan tersebut, barulah ketajaman Bai Gikwang agak mereda.
"Baik. Kalau begitu, apa yang kau ketahui tentang Reychu?" tanya Kaisar Agung Bai setelah meyakinkan kalau adiknya yang satu ini berada diposisi yang aman untuk ia percayai.
"Ning Xia telah mengetahui kalau Nona Ahn adalah seorang janda dari seorang Kaisar Negara Api." lugasnya namun dengan nada yang terkendali.
Mata Pangeran ketiga terbelalak mendengarnya, sementara Kaisar Agung Bai justru menyipitkan matanya.
"Apa? Sungguh? Wah... Benarkah itu kakak Kaisar?" berondongnya.
Diam sesaat sebelum mengkonfirmasi kebenarannya. "Hm." Kaisar Agung Bai mengangguk membenarkan.
Bila yang lain mungkin akan langsung mencerca Reychu, maka lain halnya dengan Bai Min Wang. Pangeran yang satu ini malah tertawa takjub mengetahuinya. Menurutnya ini luar biasa.
"Sungguh? Astaga...! Ini tak terbayangkan sama sekali."
"Bai Min Wang!" eja Kaisar Agung Bai dengan nada mengerikan sambil melirik tajam adik ketiganya.
Melihat ancaman tersebut, Bai Min Wang segera mengendalikan dirinya kembali.
__ADS_1
"Ehem... Hm... Hehe... Baik-baik... Aku akan diam dan mendengarkan saja." nyalinya ciut seketika.
Kembali menatap Bai Ning Xia, menunggu kalimat sesungguhnya yang ingin ia katakan.
"Begini kakak Kaisar. Status Nona Ahn, Ning Xia yakin kakak sudah memikirkannya. Ini rumit bila ada yang mengetahuinya. Ayahanda dan Ibunda pasti akan menggunakan alasan ini untuk melawan hubungan kalian. Jadi, aku ingin tahu apa langkah kakak untuk mengatasi masalah ini? Jujur saja, ayahanda dan Ibunda tampaknya akan bergerak dalam waktu dekat guna untuk memisahkan kalian. Jadi, kita harus menemukan solusinya." jelasnya.
"Aku tahu itu. Kau tak perlu memikirkannya. Kakak mu ini sudah membahasnya dengan Reychu dan telah menemukan kesepakatan untuk menangani masalah ini." terangnya.
Ketiganya terus membicarakan hal itu tanpa tahu kalau ternyata ada yang menguping pembicaraan mereka dari tempat lain yang tidak bisa di ketahui oleh ketiganya.
"Bagus. Ini informasi yang akan membalikkan segalanya. Gadis itu tak akan bisa berkutik lagi. Hihihi..." batinnya sebelum beranjak pergi.
Penginapan di ibukota.
Saat itu Ryura baru saja kembali dari kepergiannya yang entah kemana. Kepulangan Ryura membuat yang lainnya tak sabar untuk mengetahui apa yang dibawa pulang oleh Ryura. Sikap mereka yang seperti ini tak ubahnya seperti anak burung yang menunggu induknya pulang membawa makanan.
Kini sudah lengkap. Ada Rayan, Ryura, Ruobin, dan Furby.
"Ryu, ada kabar apa?" tanya Rayan begitu Ryura masuk.
Ryura masih diam sampai dia mendudukkan dirinya di salah satu kursi tengah ruangan bak tengah melakukan rapat kerja.
"Mereka sudah bergerak."
"Ya ampun. Ini pasti melelahkan. Lalu, kita harus apa?" Rayan bertanya lagi.
"Tidak ada." ketiga lainnya tercengang mendengar dua kata itu keluar dari mulut Ryura.
"Kenapa?" pertanyaan Rayan sama seperti yang ingin ditanyakan oleh dua siluman disana.
Ryura melirik kosong kearah Rayan, lalu menjawab dengan nada yang tak berubah sejak dulu. "Tunggu Reychu bertindak. Baru kemudian kita menyusul."
Mendengar itu Rayan terdiam sepersekian detik. "Memangnya Reychu akan bertindak? Itu keluarga kerajaan dan keluarga kandung Yang Mulia Kaisar Agung Bai. Kita cukup tahu kalau Reychu sudah bertindak, dia lebih gila, tak terkendali, dan tak pandang bulu!" bila mengingat apa yang pernah terjadi pada Reychu di kehidupan modern dulu, Rayan masih bisa merasakan gugup.
Sahabatnya itu gila hingga ke tulangnya.
"Nona Ryura, apa anda yakin itu akan terjadi?" kini Ruobin yang bertanya. Melihat ekspresi rumit Rayan dia besar kemungkinan bisa menebak kalau Reychu tak kalah berbahaya dari gadis misterius didepannya ini.
"Hm..." Ryura berdehem sambil menutup kelopak matanya, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, lalu bersedekap dada.
Kalau sudah begini tidak ada peluang lagi untuk bertanya.
Bila para siluman masih bingung juga penasaran, maka Rayan berbeda. Gadis itu mulai menerka-nerka kira-kira apa yang akan terjadi nanti. Hanya saja, masa depan bukan kemampuannya untuk melihat sehingga dia hanya bisa melakukan persiapan untuk memastikan segalanya tidak berakhir buruk.
__ADS_1
uwaaaaaaaa... up terus up terus... gak kerasa ini adalah jalan menuju akhir cerita. sabar semuanya, Thor akan lakukan yang terbaik untuk menyenangkan kalian dengan karya Thor .