3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
TIGA-TIGA


__ADS_3

Rayan, Shin Mo Lan, dan Ruobin pergi untuk mengambil bahan herbal yang dibutuhkan Rayan. Sebenarnya, Shin Mo Lan penasaran. Tapi, sungkan untuk bertanya mengingat mereka tidak sedekat itu, disisi lain itu juga karena dia merasa canggung untuk bersikap ingin tahu. Sementara Reychu, gadis itu masih bisa santai dalam keadaan kacau saat ini.


Dia seperti diciptakan untuk tak hanya jadi masokis dalam hal luka yang mengeluarkan darah, tapi juga menjadi masokis untuk nasib buruk dalam hidupnya.


Sama-sama tidak kenal takut. Dia bahkan bisa tertawa diatas penderitaannya sendiri.


Sebenarnya, dia bukan tipe yang tidak berperasaan juga. Hanya saja kegilaannya sudah sangat akut sampai dia tak memiliki rasa takut lagi. Karena itu, dia sudah sangat siap bila sewaktu-waktu Ryura membalasnya.


Seperti saat ini, Reychu tengah berjalan-jalan santai di sekitar kediaman bersama Chi-chi sambil menunggu Rayan siap dengan penawarnya.


"Chu-chu, kau tidak takut terkena masalah dengan pria bermarga Ye itu? Ku lihat dia sepertinya sangat perhatian pada Nona Ryura. Apalagi tadi, dia secara terang-terangan sudah mengumumkan hubungan mereka. Padahal mereka baru saja bertemu." ucap Chi-chi sambil berjalan disamping Reychu yang mampu bersikap cukup santai tanpa beban padahal keadaan sedang tidak bagus.


Reychu mengangguk membenarkan apa yang dikatakan siluman kelinci itu. Dia cukup tahu akan resikonya, tapi tadi itu ada campur tangan refleks karena sudah terbiasa mendorong masalah pada Ryura bila ia tak menginginkan masalah yang datang padanya.


"Hm. Aku tahu. Lalu, mau bagaimana lagi... Paling pria itu akan mengamuk lalu menghajarku. Tinggal di ladeni saja." entengnya Reychu menjawab.


"Chu-chu, kau tidak bisa bicara seperti itu. Apa kau tahu, pria itu sangat kuat. Kekuatan dia dan dua temannya tidak jauh berbeda. Seperti kau dan dua sahabat mu. Tapi, dari yang aku lihat. Pria itu tak sebanding denganmu. Kau bisa mati dalam sekali tebas kalau masih nekad untuk melawannya." jelas Chi-chi mengkhawatirkan sahabatnya yang luar biasa liar nan gila ini.


Mengangkat alisnya usai mendengar penjelasan Chi-chi. "Sehebat itukah? Wah. Ini keren. Aku jadi ingin mencoba melawannya! Kira-kira dalam durasi ke berapa aku mati?" sambil mengusap dagunya Reychu menerka-nerka membuat sudut bibir Chi-chi berkedut kehabisan kata-kata karena kalimat tak terduga Reychu.


Tiba-tiba...


"Siapa yang mengizinkan mu melakukannya?!"


Suara berat seseorang muncul dari belakang mereka tanpa diduga hingga membuat mereka tersentak kaget.


Keduanya spontan menoleh guna melihat siapa yang tiba-tiba menyela percakapan mereka.


Mata Reychu mengerjap beberapa kali kala matanya melihat sosok Kaisar Agung Bai yang berjalan dengan langkah tegas kearahnya sampai dia berhenti tepat didepan Reychu yang masih menatapnya dengan ekspresi polosnya seolah-olah dia tak terlibat dengan masalah dunia.


"Apa kau barusan berbicara padaku?" tanya Reychu memulai percakapan dia dan Kaisar Agung Bai, sekaligus ingin memastikan kalau pertanyaan yang pria itu keluarkan memang diperuntukkan padanya.


"Ya!"


Menunjukkan ekspresi anehnya seraya bersedekap dada. "Kenapa aku perlu izin untuk hal itu? Lagipula, aku selalu melakukan apapun yang ku mau. Tak ada yang bisa menahan ku. Tak terkecuali kau." sinis Reychu sambil memandang berani wajah tampan pria berambut merah didepannya saat ini.


"Tidak, sayang. Aku pengecualian bagimu. Kau akan menjadi milikku. Tentu kau butuh izin dari ku!" tekan Kaisar Agung Bai dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun membuat Reychu merasakan tekanan tersebut.


"Hehehe... Jangan konyol. Aku bukan milik siapapun. Aku hanya milik diriku sendiri." balas Reychu tak kalah lugas.


"Benarkah? Apa kau lupa, kalau satu persatu sahabat mu menemukan pasangannya sendiri. Yang sudah jelas terbukti adalah gadis dengan wajah tak berekspresi itu. Sahabat ku, Ye Zi Xian, jatuh cinta padanya dan menginginkannya. Hebatnya, sahabat mu yang bernama Ryura itu tak keberatan sama sekali. Dalam waktu dekat keduanya akan melangsungkan pernikahan. Itu artinya kau akan ditinggalkan seorang diri." terang Kaisar Agung Bai sambil menatap seksama wajah Reychu guna melihat perubahan berarti yang muncul diwajahnya yang cantik itu.


Kaisar Agung Bai melanjutkan. "Berikutnya, sahabat mu yang bernama Rayan itu. Aku tahu dia menyukai sahabatku, Shin Mo Lan. Itu terlihat dari bagaimana dia melihat sahabatku. Kabar baiknya, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Cepat atau lambat, aku yakin keduanya akan menyusul pasangan Ye Zi Xian dan Ryura." nada yang digunakan kaisar Agung Bai cukup angkuh. Ditambah dengan senyum penuh kemenangan kala melihat perubahan yang signifikan pada wajah cantik Reychu meski dia sedang mengalihkan pandangannya untuk berpikir.


"Bukankah itu artinya kau butuh aku untuk melengkapi mu seperti yang lainnya." percaya diri tingkat tinggi dari Kaisar Agung Bai.


Reychu justru terkekeh geli usai mendengarnya.


"Percaya diri sekali. Aku tidak perlu mengikuti jejak mereka. Lagipula, aku juga belum menemukan yang tepat untuk kuajak menikah. Kenapa kau harus repot-repot memikirkannya?!" kata Reychu seolah tak peka.


Tiba-tiba wajah Kaisar Agung Bai berubah serius yang sangat serius. Reychu didepannya langsung dibuat tertegun kala matanya menangkap tatapan aneh yang di pancarkan oleh Kaisar Agung Bai.


"Aku mencintaimu." kaget Reychu mendengarnya, hingga ia terdiam. "Apa kau masih punya alasan untuk menghindar lagi?" tanyanya.


Chi-chi Disamping Reychu yang sejak awal menyaksikannya juga dibuat terkejut sampai membuat mulutnya menganga lebar.

__ADS_1


"Wah... Penguasa Kekaisaran Utara menyatakan cinta pada sahabat ku." batin Chi-chi yang tak bisa berkata-kata selain tercengang.


Detik berikutnya, ekspresi Reychu berubah serius dan menjadi lebih normal dari biasanya. Dia jadi tampak seperti orang lain saat merubah sikapnya.


Tak ada tatapan jenaka ataupun tatapan acuh tak acuh yang membangkang, tak ada juga tawa menggelegar yang menyebalkan, tak ada pula kosakata pedas dan beracun yang menjadi identitasnya.


"Kau sadar dengan apa yang barusan kau katakan?" suara datar nan dingin Reychu sedikit mengejutkan Kaisar Agung Bai yang mendengarnya. Tapi, dala sekejap keterkejutan itu berubah menjadi senyum penuh arti.


Reychu yang melihatnya bahkan tak bisa mengartikannya.


Mengambil langkah maju guna mengikis jarak antara dia dan Reychu. "Tentu. Apa kau butuh bukti?"


"Tidak! Karena, itu juga tidak berguna." wajahnya masih datar nan serius. Tampaknya kali ini percakapan yang sesungguhnya akan berlangsung lama.


"Aku masih ingat, kalau aku pernah mengatakan bahwa sebenarnya aku adalah seorang janda. Orang dengan kedudukan teramat tinggi seperti dirimu, hanya akan merusak citranya kalau sampai membawa seorang janda masuk." terang Reychu, tak lupa senyum sinis di sunggingkan di bibirnya.


Dia tidak bodoh untuk berpikir mau kembali memasuki halaman seorang pria yang memiliki Harem didalamnya. Dia hanya menginginkan satu pria untuk dirinya seorang, siapa yang mau berbagi. Memikirkannya saja, membuat Reychu kembali mengingat betapa malangnya nasib pemilik tubuh yang dimadu hingga dicampakkan.


Meskipun, bisa saja Reychu menyiksa suaminya kelak kalau kedapatan berkhianat. Tapi, siapa juga yang menginginkan pernikahan rusak seperti itu?


Dia lebih memilih pria cacat agar tidak berani berpikir untuk mengkhianatinya mengingat pria seperti itu harus cukup tahu diri atas kondisinya. Daripada yang sempurna seperti pria didepannya saat ini yang justru sangat meresahkan.


Tapi, siapa yang menyangka kalau pria ini memiliki kegigihan yang tinggi.


"Siapa yang peduli?! Aku mencintaimu karena itu adalah pilihan hatiku. Aku sama sekali tidak melihat latar belakang mu. Meski jujur saja, saat pertama kali aku mendengarnya, aku terkejut sampai membutuhkan waktu untuk memikirkan semua kemungkinan bila aku sungguh-sungguh memasukkan mu kedalam hidupku dan menjadi pendamping ku." lagi, Kaisar Agung Bai meringsek semakin kedepan untuk kembali mengikis jarak diantara keduanya.


Mendekatkan bibirnya ke telinga Reychu, lalu berbisik. "Aku tidak butuh orang lain untuk mengatur dengan siapa aku menghabiskan hidup ku bersama seseorang. Sekalipun aku ini seorang Kaisar yang diharapkan memiliki pasangan yang dapat membantu mengatur kestabilan kerajaan. Tapi, aku tidak butuh pembantu disaat aku sudah memiliki lebih dari cukup orang-orang yang ahli di bidangnya..." jedanya.


"Yang ku butuhkan adalah seorang istri yang siap memanjakan ku dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak." lanjutnya.


Ditempelnya bibir bervolume Kaisar Agung Bai ke daun telinga Reychu yang sedikit mengalami perubahan, yaitu memerah.


Mengatakan semua itu bukan tanpa pertimbangan. Kaisar Agung Bai sudah memikirkannya dengan sangat matang. Sejak Ye Zi Xian mengatakan rencananya untuk menikah dalam waktu dekat ini, Kaisar Agung Bai tak bisa menahan rasa irinya. Ia juga menginginkannya. Maka dari itu, diapun memikirkannya dan memilih untuk menetapkan keputusannya sesegera mungkin dengan mempersiapkan diri akan konsekuensi yang akan datang kedepannya.


Mata Reychu menatap tajam dan dalam pada mata lawan bicaranya saat ini. Bukannya tak paham kalau pria didepannya ini memiliki keteguhan dalam pendiriannya. Bahkan ia sendiri bisa melihat apa yang di sebut cinta melalui mata pria itu.



Di ruang pembuatan obat milik Shin Mo Lan.


Rayan sedang meracik bahan-bahan herbal yang sudah ia kumpulkan untuk segera di olah agar secepatnya menjadi penawar bagi racun yang sudah merasuki tubuh Ryura. Hal pertama yang ia takutkan adalah Ryura akan bergerak duluan untuk membalaskan amarahnya karena telah diracuni, itu jelas akan merusak rencana yang telah ia susun guna untuk menjatuhkan gadis bermarga Jiang tersebut.


Meskipun sebenarnya dia juga tak mau sampai Ryura meledakkan amarahnya. Itu mengerikan!


Dia tahu, sebenarnya Rayan bisa saja meminta tolong pada Shin Mo Lan. Akan tetapi, bila itu ia lakukan artinya dia juga harus mengatakan masalah yang sedang terjadi saat ini.


Tapi, lagi-lagi dia tidak ingin rencananya batal. Hanya saja, setelah dipikir-pikir rencana yang ia buat memang harus batal. Karena ia sudah menelusuri kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Seperti, Ye Zi Xian yang sudah pasti mengetahui kebenarannya. Pria yang temperamental itu pasti tidak tinggal diam atas nama pujaan hatinya ditambah Ryura yang ketenangannya telah terusik.


Bila itu terjadi, sudah dipastikan baik Shin Mo Lan maupun Kaisar Agung Bai akan mengetahuinya. Lalu, mereka akan bertanya ini dan itu. Kalau memilih berbohong bisa saja, tapi apakah mereka mudah untuk dibohongi?


'Ah?! Sepertinya ada yang terlewat!


Reychu! Mulut gadis itu tak bisa dijaga. Dia ibarat malaikat dan iblis, dimana bisa setia juga bisa berkhianat karena mulutnya itu. Kaisar Agung Bai sudah pasti akan pergi kearahnya bila ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Itu artinya...

__ADS_1


"Haih... Gagal sudah..." gumam Rayan sembari terus mengolah obat penawarnya meski dnegan lesu, tapi tetap teliti dan pasti.


"Rayan, sebenarnya apa yang ingin kau lakukan pada Jiang Yu Na itu? Sampai membiarkan dia melakukan aksinya padahal kau sudah tahu dia pasti akan melancarkan serangan untuk membalas apa yang sudah kalian lakukan padanya sebelumnya." tanya Ruobin melalui telepatinya, mengingat masih ada Shin Mo Lan yang memperhatikan mereka atau tepatnya memperhatikan Rayan yang fokus pada kegiatannya.


Mata itu tak luput dari pengamatan Ruobin kalau Shin Mo Lan tengah mengagumi kemampuan Rayan dan juga orangnya. Tatapan itu memperlihatkan tingkat kekagumannya terhadap Rayan yang tampaknya kian meningkat.


Melirik Ruobin sekilas sebelum menjawab melalui telepatinya juga.


"Huh. Aku kesal bila mengingatnya. Ini pertama kalinya rencana ku gagal. Sial sekali." dengusnya.


"Kau tahu, awalnya aku berencana untuk mengikuti alur permainannya sebelum aku melakukan serangan balik padanya. Aku juga sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan dia akan menggunakan racun untuk menyerang. Tapi, yang tidak ku perhatikan adalah tindakan Reychu. Gadis itu selalu tahu bagaimana caranya mengacau. Aku tak pernah berpikir kalau dia akan melempar masalah ini kepada Ryura. Beruntungnya racun itu bukan racun yang berbahaya, hanya akan membuat yang meminumnya mempermalukan dirinya sendiri. Tapi, tetap saja..." jelas Rayan lesu.


"Bukankah ini mudah? Kau cukup membicarakannya pada Ryura agar dia tidak melakukan pembalasan."


"Apa kau lupa? Sekarang tidak hanya ada kami bertiga saja. Ada tambahan tiga orang lagi yang ku yakini lebih kuat dari kami bertiga. Kau tidak lihat bagaimana wajah Tuan Ye yang menyeramkan ketika dia menyadari ada yang tidak beres pada Ryura. Seandainya, mereka tidak ada. Aku bisa mencoba membujuk Ryura. Tapi, masalahnya bukan pada Ryura. Melainkan pada pria dibelakangnya. Pria itu benar-benar posesif sekali. Yang seperti ini saja bisa membuatnya semengerikan ini... Bagaimana kalau ada yang mencoba membunuh Ryura?! Bukankah dia akan menghancurkan dunia karena marah?! Hiii... Aku tak berani, bahkan hanya untuk melihatnya." Rayan lanjut menjelaskan.


"Tapi, dia tampan kan?" goda Ruobin.


"Ck! Tampan, benar! Tapi, sayangnya aku sudah terpaku pada Tuan Muda Shin. Jadi, yang lainnya tak lagi tampan di mata ku." jawab Rayan sambil tersenyum tipis karena tersipu seraya melirik Shin Mo Lan yang masih setia memperhatikannya.


"Lihat. Dia benar-benar tampan!"


"Cih! Dasar pasangan menggelikan!" bulu kuduk Ruobin rasanya berdiri semua mendengar dan melihat sepasang insan yang saling mendamba dengan cara yang... Eeehh... Begitulah...



Di paviliun Mutiara.


Ryura masih dibawah pengaruh racun. Kini keduanya sedang duduk di atas ranjang yang sebelumnya mereka tempati bersama. Dengan Ryura yang duduk di pangkuan Ye Zi Xian.


Tak henti-hentinya Ryura melayangkan godaan pada Ye Zi Xian yang kini bagian atas tubuhnya sudah tanggal dari pakaian yang dikenakannya.


Tubuh kekar yang menggoda iman itu sudah habis di kuasai oleh Ryura yang terkena racun.


Wajah Ye Zi Xian tak bisa dikatakan lagi sudah sedingin dan segelap apa. Yang pasti dia sedang menahan amarahnya sekuat tenaga karena ada Ryura yang sedang membutuhkan bantuannya.


Godaan yang di berikan Ryura akibat pengaruh racun sama sekali tidak membuatnya tergoda. Dia bahkan memilih untuk mendongak agar tidak melihat wajah Ryura yang begitu sensual. Alasannya satu, bukan karena dia takut tergoda, melainkan agar dia tidak menambah bahan bakar amarahnya karena melihat bagaimana Ryura terlihat seperti ini.


Tak bisa dia gambarkan betapa Ye Zi Xian tak senang dengan keadaan kekasihnya.


Ingin rasanya dia menghancurkan segalanya tanpa terkecuali.


Bahkan Dong Jia Zi yang berjaga diluar walau tanpa perintah itu pun tahu kalau tuannya sedang tidak baik-baik saja. Dia bisa merasakan sekuat apa aura kegelapan yang dipancarkan oleh Ye Zi Xian.


Dia hanya bisa merasa prihatin pada siapapun itu yang menyebabkan tuannya murka.


Tapi, tidak berniat mendoakan keselamatan bagi orang tersebut. Dia melakukan kesalahan, jadi biarkan dia menanggung akibatnya. Begitulah pikirnya.



maaf semua... Thor baru up ni hari. Thor hampir kehilangan ide. hehehe


tapi Alhamdulillah. masih bisa berjalan lancar untuk hari ini.


ok selamat membaca gaess

__ADS_1


jangan lupa like vote tips dan komen nya yaaaa


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2