3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PASANGAN YANG COCOK UNTUK YE


__ADS_3

Usai perjamuan tadi dilewati dengan lancar, kini mereka -3Ry, 3 pria tampan, dan para siluman- memutuskan untuk berkeliling Kediaman Ye sekaligus menikmati momen bersama.


Momen itu, tepatnya hanya untuk dirasakan oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta.


Para siluman hanya bisa bertahan kala diri mereka menjadi nyamuk yang terabaikan.


Ketiga pasangan itu berjalan berdampingan dengan pasangan masing-masing. Meskipun mereka berjalan bersama, tapi nyatanya mereka menikmati kebersamaan hanya berdua saja.


Langkah mereka saja yang mengikuti sang Tuan rumah seolah dia adalah pemandu jalan.


"Benar-benar tidak ada tumbuhan." seru Rayan saat matanya berpendar kesegala arah untuk mengamati sekitar yang terlihat benar-benar penuh dengan warna putih.


"Ya. Kalaupun ada itupun hanya menyisakan batangnya saja. Disini sangat sulit untuk ditumbuhi tanaman. Terlalu beku." balas Shin Mo Lan menanggapi kalimat yang Rayan ucapkan dengan senang hati.


Dia cukup senang dengan momen berdua ini.


Rayan mengangguk mendengarnya. "Lalu, bagaimana mereka mendapatkan bahan makanan untuk dimakan? Kulihat, makanan yang kita makan tadi masih tampak segar." tanya Rayan memulai perbincangan sederhana nan hangat.


Walau termasuk pria yang pendiam. Tapi, bila Rayan yang bertanya, Shin Mo Lan tak ragu untuk menjawabnya.


"Bahan makanan selalu dikirim setiap harinya dari luar negeri." dia berbicara tentang negeri Lembah Beku yang tak bisa ditanami apapun sehingga masyarakat kerajaan Lembah Beku selalu mengandalkan bahan makanan impor dari negeri tetangga.


"Tidakkah itu butuh waktu lama dalam perjalanannya? Bagaimana bisa kesegarannya tetap terjaga?" Rayan bertanya dikarenakan bingung dengan prosesnya. Dia sudah melihat sendiri seperti apa jalan masuk negeri Lembah Beku.


Itu sulit dan penuh bahaya. Membayangkan stok bahan makanan dikirim setiap hari melewati jalan tersebut, dia tidak bisa membayangkan seberapa sulitnya itu.


Lagipula, dia juga termasuk orang yang tak hanya menjaga penampilan tapi dia juga menjaga segala sesuatu yang akan di konsumsi oleh tubuhnya. Maka dari itu, dia menanyakan hal ini.


"Ada beberapa cara. Bila di situasi yang aman, bahan akan dikirim dengan cara biasa. Walau sulit itu juga sudah menjadi tugas mereka untuk melakukan pekerjaannya. Tapi, bila di situasi yang berbahaya. Seperti, badai misalnya. Bahan makanan itu akan dikirim menggunakan cara teleportasi. Lagipula, bahan makanan tidak di tempatkan di ruang terbuka. Semua itu ditempatkan di batu ruang yang disediakan khusus untuk pengiriman barang." jelas Shin Mo Lan dengan sabar dan senang hati.


Tak peduli pertanyaan apa yang ditanyakan oleh Rayan. Selama mereka bisa berbincang seperti saat ini, baginya sudah cukup.


Ekspresi serius Rayan saat ia berpikir tampak begitu menggemaskan, apalagi ketika dia akhirnya memahami sesuatu dari yang dijelaskan. Shin Mo Lan jadi berpikir untuk menggigit pipinya.


"Hmm... Jika bisa melakukan teleportasi yang lebih cepat, mengapa masih harus mengirimnya dengan cara manual?" Rayan merasa itu cukup membuang-buang waktu bila bisa melakukannya dengan cara yang lebih cepat.


Tapi, Shin Mo Lan malah terkekeh mendengarnya. Cukup terhibur dengan pertanyaan yang terdengar polos itu. Merasa lucu karena Rayan yang juga seorang kultivator terlihat seperti tidak tahu banyak tentang hal-hal demikian.


Itu wajar saja, pasalnya baik dia dan kedua sahabatnya yang lain belum mengetahui kalau 3Ry bukan berasal dari dunia mereka. Terlebih mereka -3Ry- lebih banyak bermain daripada berlatih.


Menoleh dan memberinya tatapan lembut penuh kesabaran. "Itu karena jurus teleportasi membutuhkan banyak energi spiritual. Juga, hanya seorang kultivator tingkat tinggi yang kekuatannya sudah lebih mumpuni untuk bisa melakukan jurus tersebut."


Mendengarnya dengan seksama, Rayan pada akhirnya mengangguk paham.


Percakapan mereka masih berlanjut, namun biarkan pembaca mengetahuinya sampai disitu dan biarkan pasangan berikutnya tampil.


Didepan mereka, ada pasangan Reychu dan Kaisar Agung Bai Gikwang.


Keduanya terlihat saling menggoda. Penampakan itu berhasil membuat Kaisar Agung Bai kehilangan wibawanya karena keasikan bersenda gurau dengan Reychu.


"Brrr... Dingin sekali!" celetuk Reychu seraya menggosok-gosok telapak tangannya.


Melihat pujaan hatinya tampak kedinginan, Kaisar Agung Bai bukannya berinisiatif menghangatkan, dia justru mengernyitkan keningnya dengan aneh.


"Sayang, kau baru merasakan dinginnya sekarang? Sebelumnya kemana saja..."


Mendengar kalimat itu, Reychu dengan spontan menendang kaki pria berkuasa itu.


Duk!


"Aduh!"

__ADS_1


"Apa itu yang harus kau katakan? Katanya cinta, harusnya kau tergerak untuk menghangatkan ku. Dasar!" gerutunya.


"Oh ya, ampun. Aku salah. Aku minta maaf. Kalau begitu kemari, biar ku hangatkan dirimu." balasnya tanpa mempedulikan kakinya yang ditendang setelah kalimat yang membuat pikirannya melayang jauh memasuki telinganya.


Dia sampai menunjuk tatapan aneh dengan senyum yang sama anehnya nan mencurigakan sambil merentangkan kedua tangannya mengisyaratkan Reychu agar masuk kedalam pelukannya.


Merasakan ada ekspresi yang tak biasa di wajah pria berambut merah disampingnya, Reychu segera menaikkan sebelah alisnya. Lalu, dengan cara yang sama dia membalas Kaisar Agung Bai.


Cukup mudah mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh pria tampan itu.


"Ouh... Kau ingin menghangatkan ku?"


"Ya. Karena itu, kemari lah." jujurnya masih bertahan dengan tangannya yang direntangkan.


"Bagaimana caramu menghangatkan ku?" tanya Reychu dengan tatapan menggoda dan mengabaikan permintaan Kaisar Agung Bai yang memintanya secara isyarat untuk mau dipeluk olehnya.


Melihat kalau Reychu merespon maksudnya, dia tak sungkan lagi untuk terus maju.


"Kau akan tahu setelah kau masuk ke pelukan ku." jawabnya lugas namun lembut.


"Kalau aku tidak mau?" lagi, Reychu suka menggodanya.


Tampaknya dia sudah menemukan kesenangan baru.


"Aku akan menarik mu paksa, sayang." balas Kaisar Agung Bai sama-sama menggoda, tak lupa dengan seringai di bibirnya yang seksi.


"Tuan ini yakin sekali bisa menangkap ku."


Keduanya saling melempar godaan tanpa mempedulikan sekitar.


"Tentu! Jika tidak. Aku seharusnya sudah tidak pantas untuk mengejar mu, sayangku..."


Tentu saja, Kaisar Agung Bai tidak melewatkan kesempatan itu.


Keduanya benar-benar melupakan sekitar mereka dan bersikap sesuka hati.


Meninggalkan keduanya. Kita bergeser ke depan lagi.


Didepan mereka, ada yang tak kalah manis.


Ryura dan Ye Zi Xian berjalan berdampingan dengan santai. Dari belakang keduanya tampak seperti pasangan baru yang dipenuhi kecanggungan yang justru terlihat lucu.


"Ryura, maafkan aku. Untuk saat ini aku belum bisa membawamu berkunjung ke kediaman ku di paviliun Bangau Putih." melirik lembut kearah Ryura yang datar-datar saja. "Di sana sedang di siapkan untuk upacara pernikahan kita. Aku ingin membawa mu masuk dihari pernikahan kita dan akan membuatmu bertahan didalamnya tanpa bisa keluar lagi." ada makna tersendiri dibalik kalimatnya.


Yaitu, dia bermaksud menjadikan hari pernikahan itu sebagai hari dimana Ryura akan masuk pertama kali dan setelah itu tidak akan pergi dari sisinya untuk selama-lamanya.


Ye Zi Xian tak peduli Ryura menanggapinya atau tidak. Baginya, dengan Ryura tidak pergi saja itu sudah menjadi jawaban dari persetujuannya.


Ini sama saja seperti seseorang yang tidak terlalu peduli dengan kata-kata selama tindakannya nyata kalau dia sepenuhnya telah menerima dirinya untuk berada disisinya.


Tapi, yang tak terduga adalah ketika Ye Zi Xian merasakan sesuatu menggenggam tangannya dan di angkat sampai di detik berikutnya...


Dia melihatnya...


Cup!


Terhenyak pria berambut putih keperakan itu dengan latar angin dingin berhembus meniup rambut panjangnya dan Ryura.


Mereka tampak seperti lukisan yang dibuat dengan penuh goresan cinta.


Ye Zi Xian tertegun bak gadis yang terkejut atas perlakuan manis prianya. Tapi, disini justru sebaliknya. Ryura memang tidak mengatakan apapun, tapi tindakannya yang mengecup punggung tangan besar Ye Zi Xian sudah cukup menjadi tanggapannya dan Ye Zi Xian tak bisa lagi menafsirkan perasaannya yang membuncah bahagia tak terkira.

__ADS_1


Tersenyum kemudian diperlihatkan oleh pria itu seraya mengeratkan genggaman tangannya seolah-olah bila ia longgar sedikit saja, tangan lembut nan kecil Ryura akan terlepas dari genggamannya.


"Kau selalu tahu cara membuat ku bahagia, sayang. Aku jadi ingin membawamu ke kamar, seandainya aku tidak ingat kalau kita bahkan akan menikah sebentar lagi. Jadi, kupikir aku masih bisa menunggu." katanya sembari melayangkan tatapan memuja untuk Ryura yang tanpa terduga tengah menarik senyum manisnya walau masih terlihat tipis.


Sebagai pria yang mencintainya dan sudah menantikan momen langka ini. Ye Zi Xian tidak bisa menahan perasaan bahagianya yang berkali-kali lipat begitu ia disuguhkan dengan senyuman yang selalu dinanti-nantikannya.


"Akhirnya... Kau tersenyum juga..." gumamnya penuh haru sambil menatap Ryura dalam dan penuh akan kilatan cinta.


Dibarisan paling belakang...


Dua wajah suram terpampang nyata disana. Tubuh keduanya boleh berada dalam ukuran yang berbeda jauh, tapi saat ini suasana hati keduanya berada dalam satu rasa yang sama.


Mereka berdua sama-sama memberengut lesu lantaran harus menjadi nyamuk yang menyaksikan kemesraan orang-orang terdekat mereka tepat didepan mata.


Menyedihkan!


Hal ini membuat mereka tak bisa menutupi ketidaknyamanan didalam hati masing-masing.


Mengeluh pun rasanya percuma.



Prang!


Beberapa pecahan barang berserakan di lantai. Tak ada yang bisa menebak lagi benda apa saja yang sudah di hancurkan akibat amarah yang tak terkendali.


Saat ini Meng Pei Yun tengah dikuasai oleh amarah dan kebencian. Matanya merah dan tajam seolah mampu membunuh siapapun yang dilihatnya. Dadanya juga naik-turun dengan nafas tersengal, amarah yang ia rasakan membuat pasokan udara yang dibutuhkan semakin meningkat. Tangannya juga terkepal sehingga kuku-kukunya siap untuk menembus telapak tangannya.


Tak ada yang berani menghentikan kengerian itu sekalipun para bawahan berdiri diam seraya menundukkan kepala di sudut ruang. Mereka terlalu takut untuk bertindak melihat bagaimana seramnya junjungan mereka saat sedang marah seperti saat ini.


Diam-diam, didalam hati mereka menyalahkan orang yang membuat junjungan mereka menjadi begini. Karena bagaimanapun pada akhirnya, merekalah yang terkena imbasnya.


Sedang wanita yang tengah diselimuti api amarah tidak mempedulikan siapapun dan apapun yang ada disekitarnya, kecuali ingatan dipikirannya yang berputar ulang ke beberapa saat yang lalu.


Flashback on...


Kabar berita bagai angin kencang yang berhembus. Begitu cepat diterima oleh semua orang yang berada di Sekte Salju Perak dan juga Kediaman Ye.


Tak ada mulut yang tidak membicarakan perihal kabar mengenai gadis yang akan menjadi Nyonya Ye berikutnya. Semua orang memiliki antusiasme mereka masing-masing dalam menanggapi kabar tersebut.


Tapi, meski kontra selalu ada setidaknya yang pro lebih dominan.


Kebanyakan dari mereka yang memiliki pemikiran sederhana tidak terlalu mempedulikan akan menjadi seperti apa sosok Nyonya baru mereka kelak, karena mereka sudah cukup yakin kalau pilihan pedang pusaka tidak akan salah. Sedang sisanya, yang lebih condong pada perasaan menggemari selalu berusaha untuk memasangkan junjungan yang mereka puja dengan sosok yang menurut pendapat mereka cocok tanpa peduli apakah sang tuan menyukainya atau tidak.


Begitu pula yang terjadi pada wanita yang memiliki posisi sebagai seorang ibu sambung Tuan Ye ini.


Dia memang bukan bagian dari penggemar Tuan Ye Zi Xian -anak tirinya-, tapi dia lebih dari sekedar penggemar biasa.


Dia... Mencintai anak tirinya sendiri.


Sebelumnya, perasaan tersebut tidak terlihat karena Ye Zi Xian sangat tertutup dengan yang namanya perempuan selain keluarganya. Walaupun itu juga tidak menjamin dia terbuka dengan keluarganya, tapi setidaknya dia masih cukup berperilaku baik terhadap keluarganya.


Dia juga tidak terlalu memikirkannya lantaran tak ada yang memicu dirinya untuk benar-benar berpikir demikian. Tapi, sejak Ye Zi Xian sendiri yang memberitahukan kepadanya tentang Ye Zi Xian yang menerima sinyal mengenai keberadaan takdir cintanya, seketika itu juga ketidaknyamanan mendera hatinya.


Dan diapun mengalami kecemburuan. Segera setelahnya dia menyadari, kalau dirinya sudah jatuh terlalu dalam kepada putra sambungnya sendiri.


Namun, yang membuat semua ini menjadi lebih parah adalah... Karena dia memilih untuk melanggar. Dia memilih untuk tidak menyerah mendapatkan Ye Zi Xian, mengingat suaminya sendiri -ayah Ye Zi Xian- tetap tidak bisa menaruh cinta yang besar untuknya. Dia jadi berpikir kalau Ye Zi Xian adalah yang paling tepat untuk diajak menghabiskan hidup bersama dengannya hingga akhir.



maaf semua... Thor baru datang lagi. tapi doakan saja Thor bisa up lebih sering mulai sekarang. ok

__ADS_1


__ADS_2