3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
WAJAH YANG DIKENAL


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa tahun demi tahun telah berganti. Selama itu pula, ketiga pria dari keluarga besar tersebut semakin membesarkan namanya sendiri hingga tak ada yang tidak mengenal pengusaha muda nan tampan seperti mereka yang karakteristiknya mudah melekat dalam ingatan.


Wajah tampan mereka kerap kali hilir mudik di media bisnis. Sebagai orang yang terkenal di kehidupan sebelumnya, ketiganya tidak mempermasalahkan untuk kembali terkenal di masa kini. Karena, seterkenal apapun mereka, tujuan sebenarnya mereka di zaman ini tidak akan pernah berubah. Yaitu, membangun rumah tangga bersama 3Ry.


Dan lagi, keberhasilan mereka bahkan ikut memberikan keuntungan bagi keluarga mereka tanpa perlu melakukan apapun.


Dengan begitu...


Sejak Bai Liam digantikan jiwanya dengan Bai Gikwang, sebuah perusahaan bernama REYGIK EMPIRE pun didirikan.


Nama tersebut adalah nama yang dibuat oleh Bai Gikwang untuk kerajaan bisnisnya tanpa ada yang tahu apa makna dibaliknya.


Selama proses pendirian perusahaan tersebut, tak ada yang tahu mengenai perusahaan baru itu sampai hari perayaan pembukaan perusahaannya selain Shin Mo Lan dan Ye Zi Xian tentunya. Dengan kemampuannya yang dibawa dari masa lalu dan digabungkan dengan kemampuan pemilik tubuh di masa kini, Bai Gikwang mengguncang dunia bisnis begitu nama perusahaannya diluncurkan.


Bukan tidak ada yang tidak menyukai kesuksesannya begitu dia melambung tinggi. Tapi, sebagai veteran dalam menghadapi segala macam situasi bukan perkara sulit untuk Bai Gikwang menyelesaikannya.


Bahkan ada kejadian yang menarik selama periode waktu itu. Dimana dia dipertemukan dengan sosok yang mirip Reychan, tapi dengan penampilan yang berbeda. Namanya, Chang Bin.


Saat itu adalah pertama kalinya dia mendapatkan serangan musuh sejak baru 2 bulan REYGIK EMPIRE berdiri. Saat itu juga dia sebenarnya belum memiliki orang kepercayaan disisinya dengan alasan belum menemukan yang tepat sehingga dia masih bekerja sendiri tanpa sekretaris khusus atau asisten kepercayaan atau kaki tangannya. Apapun sebutannya, yang pasti saat itu dia belum menemukannya.


Dan takdir pun mempertemukan dia dengan Chang Bin kala Bai Gikwang nyaris kewalahan menghadapi rentetan musuh yang ingin sekali menjatuhkannya. Seandainya, dia masih memiliki kemampuan kultivasinya, orang-orang itu akan langsung lenyap dibuatnya. Sayang sekali, Bai Gikwang yang berada dalam tubuh Bai Liam hanya bisa menerima nasib memiliki tubuh yang hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik dari hasil berlatih kemampuan beladiri.


Tapi, itu masih patut untuk disyukuri. Karena, bukannya tidak ada sedikit kemampuan yang masih bisa dia gunakan di zaman ini.


Saat itu, kebetulan Chang Bin baru saja pulang dari tempatnya bekerja yang mana hari itu adalah hari terakhirnya ditempat kerjanya karena ada pengurangan karyawan dan salah satunya dia yang ikut dalam daftar orang-orang yang harus terkena PHK.


Mau dikata apa bila takdir membuatnya harus mengalami hal tersebut. Jadilah, Chang Bin hanya bisa pulang dalam keadaan lesu dan pasrah sebelum akhirnya di persimpangan gang yang dia lewati malah diperdengarkan suara perkelahian. Karena, rasa penasarannya, dia pun mendatangi tempat perkelahian tersebut.


Di sanalah dia melihat pertarungan yang tidak adil, dimana satu orang harus melawan beberapa. Dia sendiri dapat melihat kalau satu orang itu nyaris tidak bisa menanggung semua serangan tersebut karena dikeroyok. Alhasil, dia pun berniat untuk membantu orang tersebut tanpa tahu siapa orang yang dibantu.


WIU...WIU...WIU...WIU...!


Suara sirine polisi tiba-tiba terdengar dan mengejutkan sekelompok orang yang tengah mengeroyok seorang pria muda. Karena, terlalu terkejut membuat sekelompok orang itu panik dan memilih melarikan diri karena tak mau berurusan dengan pihak berwajib. Tanpa mereka tahu kalau mereka baru saja dibodohi.


Bai Gikwang juga sempat tertegun saat mendengar suara itu kala dia masih bertarung dengan sekelompok orang yang entah suruhan siapa. Bahkan sebelum sempat berkedip, orang-orang itu sudah kabur lebih dulu meninggalkannya yang tengah mengatur nafas.


Bai Gikwang tidak panik ataupun terkejut berlebihan saat sirine itu berbunyi, kemampuan mentalnya masih cukup baik untuk menyadari kejanggalan dari suara yang sering membuat orang takut itu.


Alhasil, Bai Gikwang menoleh kearah luar gang yang dapat dilihat olehnya bahwa ada siluet kepala tengah menyembul dari balik dinding luar gang seolah sedang mengintip kedalam gang tempatnya berada.


Seandainya ini cerita horor, penampakan siluet kepala itu cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri.


Tidak merasa ada bahaya datang dari sosok itu, Bai Gikwang pun memanggilnya. "Kau, keluarlah!" suaranya tidak besar, tidak juga kecil tapi entah bagaimana masih bisa menggema kuat ke telinga Chang Bin hingga membuat pemuda berusia awal 20an itu terkejut.


Ia sempat berpikir, bagaimana seseorang yang seharusnya kelelahan setelah berkelahi dengan keras masih memiliki kekuatan untuk mengeraskan volume suaranya.

__ADS_1


Tapi, bukan itu yang penting sekarang. Karena, siapa yang tahu kalau pria muda didalam gang yang hanya bisa ia lihat siluetnya dari balik cahaya lampu yang temaram itu ternyata menyadari tentang keberadaannya.


Sejenak Chang Bin berpikir, apakah dia harus mengikuti perintah orang tersebut yang dia duga kalau bukanlah sosok yang bisa di ganggu. Ada ketakutan dalam hatinya bila dia sampai berurusan dengan orang yang tidak seharusnya dia hadapi.


Bai Gikwang masih menunggu dalam tenang, sebab dia bisa merasakan kegelisahan sosok yang bersembunyi itu.


Lama terdiam sambil berpikir, akhirnya Chang Bin memilih menghadapi segala resiko yang mungkin akan dia hadapi, daripada melarikan diri dan semakin membuat orang tersebut tidak senang. Lagipula, bukankah dia baru saja membantunya. Itulah yang membuat perasaan tegang dan cemas dalam dirinya sedikit diredakan.


Akhirnya, Chang Bin pun keluar dari tempatnya bersembunyi. Berjalan perlahan kearah Bai Gikwang yang menunggunya dari jarak 15 meter lagi.


Begitu tiba didepan Bai Gikwang, tak hanya Chang Bin yang tercengang. Bahkan Bai Gikwang pun demikian. Namun, keduanya tercengang dalam arti yang berbeda.


Chang Bin tercengang sebab ternyata sosok yang diganggu oleh sekelompok orang itu adalah Bai Liam. Pengusaha muda yang sedang naik daun.


Bodoh kalau dia tidak tahu siapa Bai Liam. Anak pertama dari keluarga Bai yang terpandang dengan ciri khas dari rambut merahnya yang kini sudah mulai memanjang sampai perlu diikat bila tak ingin berantakan. Ditambah kini pria muda berusia 22 tahun itu menjadi semakin terkenal karena sepak terjangnya yang memilih membangun kerajaan bisnis sendiri dan membiarkan perusahaan keluarga dipegang oleh adiknya.


Chang Bin pun tahu tentang itu, karena ada juga dalam artikel yang di publish.


Sementara Bai Gikwang alias Bai Liam sendiri, tercengang karena sosok muda didepannya berwajah Ahn Reychan. Tak hanya itu, bahkan dari ujung kepala hingga ujung kaki, persis Ahn Reychan tanpa kekurangan apapun.


Melihat itu, Bai Gikwang merasa takjub. Berpikir apakah ini takdir?


Tapi, meski terlihat sama Bai Gikwang tidak bisa serta-merta menyamakan sosok bawahan setia dari seorang Reychan dengan pemuda yang mirip didepannya ini. Karena bagaimanapun zaman telah berubah, Bai Gikwang tak ingin ambil resiko bila nyatanya pemuda didepannya ini tak lebih dari sekadar serupa cangkangnya saja.


Dia punya kesan tersendiri akan sosok Ahn Reychan. Jadi, tidak bisa langsung menerima hanya karena fisiknya yang serupa.


Chang Bin sampai menelan salivanya saking gugupnya. Namun, masih memaksakan diri untuk menjawab walau nadanya terbata-bata.


"I..i..iya... Sa..saya..." kalimatnya terputus akibat dia yang kehilangan kata-kata. Bingung mau berkata apa dihadapan orang hebat seperti Bai Liam.


Jujur saja, itu juga karena dia mengidolakan pria muda didepannya saat ini jauh dari lubuk hatinya. Jadi, kegugupannya menjadi berkali-kali lipat.


"Aku tidak suka berutang budi. Jadi, sebutkan berapa jasa untuk bantuan mu tadi?" tanya Bai Gikwang langsung yang sukses menyentak Chang Bin yang gugup.


"Eh?! Ti..tidak... Tidak perlu begitu, Tuan Muda Bai." dia dengan panik melambaikan kedua tangannya cepat.


Mendengar pemuda didepannya tahu namanya, Bai Gikwang alias Bai Liam tidak terkejut lagi. Karena, itu memang sudah seharusnya terjadi. Dia Kaisar Agung Bai di masa lalu akan tetap menjadi Kaisar Agung Bai di masa kini meski dengan cara yang berbeda.


"Saya tidak pernah berpikir untuk mendapatkan imbalan setiap membantu orang lain. Jadi, sama sekali tidak perlu. Lagipula, itu hanya hal kecil saja. Bukan sesuatu yang besar sampai harus seperti itu." Chang Bin benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Bai Liam.


Dia tahu balas budi itu perlu untuk menunjukkan bahwa masih memiliki kesadaran diri untuk berterimakasih atas apa yang dilakukan oleh orang yang berbaik hati untuk memberikan bantuan. Hanya saja, cara Bai Liam dengan entengnya menanyakan harga atas bantuannya membuat dia ngeri sendiri.


Membayangkan bila orang yang suka mengambil keuntungan berada di posisinya saat ini, tak tahu apakah Bai Liam beruntung atau tidak.


"Tapi, aku tidak suka menanggung hutang budi terlalu lama. Sudah, bukan masalah, kau tinggal sebutkan saja. Aku masih memiliki hal untuk dilakukan setelah ini." jelas Bai Gikwang masih dalam sikap yang sama sambil mengamati sosok Chang Bin didepannya yang sedikit meningkatkan kesan baik padanya saat melihat hatinya tidak goyah oleh tawarannya.

__ADS_1


Bukankah ini kesempatan untuk mengambil keuntungan darinya? Pikir Bai Gikwang.


"Ehem. Kalau begitu, kita lupakan saja. Saya sungguh tidak berpikir apapun mengenai kejadian ini akan terjadi." tolaknya kukuh meski kikuk.


Mendengar pemuda didepannya masih teguh pendirian untuk tetap menolak, Bai Gikwang tidak punya pilihan lain. "Siapa nama mu?" alihnya.


"Hah? Oh! Na..nama s..sa..saya Chang Bin! Nama saya Chang Bin!" jawabnya dengan nada tak percaya kalau orang hebat seperti Bai Liam akan menanyakan namanya. Hal ini membuat kakinya lemas seketika saking merasa euforianya dia.


"Baiklah, Chang Bin. Aku masih tetap pada pendirian ku untuk membalas budi baik mu padaku malam ini. Maka dari itu..." jedanya sambil merogoh saku dalam jasnya untuk mengambil secarik kartu nama berwarna merah berpadu hitam dengan tulisan berwarna emas diatasnya.


Itu hanya kartu nama, tapi di mata Chang Bin benda kecil yang bahkan bisa dihancurkan dengan air ataupun api itu lebih luar biasa dari kartu hitam milik bank. Bahkan kartu ditangan Bai Liam itu terasa seperti memiliki kekuatan magis yang mampu membuatnya sangat berharga.


"Ini, ambil dan gunakan saat kau benar-benar membutuhkannya. Karena, aku hanya akan memberikan satu permintaan sebagai balasan ku padamu." Bai Gikwang langsung menyelipkan kartu namanya ke dalam saku kemeja yang dikenakan Chang Bin karena dia tahu bahwa pemuda tersebut terlalu tercengang hingga membeku seperti telah kehilangan jiwanya.


Melihat itu, Bai Gikwang pergi dengan senyum geli diwajahnya.


Sesaat setelah Bai Liam pergi, barulah Chang Bin tersadar kembali dari keterkejutannya. Dia sampai dengan panik mencari keberadaan Bai Liam yang telah menghilang, lalu ia ingat apa yang diberikan pengusaha muda itu padanya.


Tanpa berlama-lama, dirogohnya saku dada kemejanya untuk memastikan kalau dia tidak sedang berhalusinasi.


Saat ini dia tengah memegang kartu nama berharga yang tidak bisa sembarang orang mendapatkannya. Jantungnya berdegup kencang mengetahui fakta itu. Dia tidak tahu apakah ini keberuntungan atau apa.


Kemudian sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Bai Liam menggema kembali di telinganya.


"... Aku hanya akan memberikan satu permintaan sebagai balasan ku padamu."


Bulu kuduk Chang Bin tak bisa tidak berdiri menyadari hal itu. Bukankah ini bisa dikatakan kalau dia baru saja kejatuhan keberuntungan setelah tertimpa kemalangan karena di PHK.


Dipeluknya kartu nama itu dengan hati-hati sambil mengawasi sekitar, takut-takut ada yang melihatnya dan mencoba mencari keuntungan dari kartu ditangannya saat ini.


Chang Bin tahu, kalau Bai Liam belum lama ini menjadi seorang pengusaha muda yang sukses besar. Namun, kesuksesan itu memang nyata adanya. Meski baru 2 bulanan launching kepermukaan untuk di kenal dunia, faktanya REYGIK EMPIRE sudah aktif selama 1 tahun.


Sebelum launching, menurut kabar yang beredar. Pendiri REYGIK EMPIRE sengaja menjalankan perusahaan secara diam-diam untuk membuktikan bahwa tanpa harus terkenal pun perusahaan baru itu memiliki kualitas kerja yang tidak bisa diremehkan sehingga banyak perusahaan lebih dulu memberikan kepercayaan mereka untuk bekerja sama dengan REYGIK EMPIRE sebelum nama perusahaan baru itu mulai terkenal di dunia bisnis secara terbuka.


Kini REYGIK EMPIRE memiliki kedudukan yang menakjubkan sekaligus menakutkan bagi mereka yang tidak bisa menyainginya. Bahkan perusahaan-perusahaan yang berdiri di puncak sebelumnya digeser tanpa ampun oleh perusahaan baru itu untuk digantikan olehnya.


Berpikir tentang itu, Chang Bin tiba-tiba memiliki sebuah pemikiran...


"Dapatkah dia meminta dipekerjakan disana?"




(pict by pinterest)

__ADS_1


huhuhu, susah sekali nyari yang pas. syukurlah masih dapat.๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


__ADS_2