3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
BAI LIAM MILIK REYCHU SEORANG


__ADS_3

Seluruh atensi para tamu undangan berfokus pada panggung mini di depan panggung teater yang saat ini menampilkan acara pembuka sebelum acara utama dimainkan. Mulai dari nyanyian lagu yang dibawakan oleh penyanyi yang diundang dan permainan instrumen musik oleh pemusik yang juga diundang, bahkan penari seperti idol pun tak ketinggalan.


Acaranya benar-benar begitu meriah dan semarak. Tak ada yang tak puas. Ini bisa dikatakan bahwa keluarga Chen berhasil untuk menyukseskan acara teater tahun ini.


Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Begitu pembawa acara selesai mengumumkan program acara berikutnya, tirai merah yang khas di panggung teater bergerak terbuka segera perhatian para tamu undangan yang hadir terarah pada panggung kosong yang hanya di isi oleh properti pentas.


Latar musik klasik mulai bergema sesuai arahan cerita, disusul para pemain teater yang mulai muncul satu persatu mengikuti skenario yang sudah ditetapkan dan kemudian mereka pun hanyut dalam peran yang di lakoni di atas panggung.


Itulah yang menjadi hal penting untuk menarik perhatian para penonton untuk bisa dibawa masuk kedalam cerita yang dibawakan.


Ini juga bukan perkara mudah, namun mereka yang sudah mencintai pekerjaan tersebut. Selalu punya cara untuk memudahkannya.


Teater bertemakan histori dimainkan di atas panggung dengan begitu apiknya, bahkan sampai membuat Bai Liam terkenang masa lalunya kala masih menjadi Bai Gikwang.


Ada senyum tipis sarat akan nostalgia yang mana senyum itu ternyata ditangkap oleh sepasang mata indah tak jauh dari tempat Bai Gikwang berada.


Pentas berlangsung selama tiga jam dan selama itu pula suasana khitmat memenuhi seluruh gedung teater. Bahkan tak ayal, Reychu sesekali tertawa saat bagian komedi dimainkan dan ikut sedih kala bagian mellow mendapat gilirannya, tak hanya dua bagian itu yang dia resapi tapi seluruh scene dia saksikan dengan penuh memanjakan penghayatan sampai Bai Liam geleng-geleng kepala dibuatnya, namun senyum tak ketinggalan terbentuk di bibirnya seraya menatap sang kekasih dengan sayang.


Bila suasana harmonis tercipta di meja Reychu dan yang lainnya, maka lain halnya dengan sosok perempuan yang duduk tak jauh dari sana tepatnya Melany Gong. Telapak tangannya hampir ditembus oleh kuku-kuku panjangnya yang dipoles dengan berlian itu.


Agaknya dia tak senang dengan kemesraan sepasang kekasih itu.


Akhirnya acara teater usai di lakukan. Para pemain teater segera mengambil posisi berbaris sejajar, lalu saling berpegangan tangan. Dengan senyum merekah di wajah masing-masing lantaran merasa tugas mereka telah dilakukan dengan baik tanpa mengecewakan, itu terlihat dari bagaimana para tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan mereka berdiri dan memberikan tepuk tangan yang begitu meriah.


Pemain teater yang berjumlah 24 orang itu lantas mengangkat tangan mereka yang saling menggenggam dan kemudian membawa tubuh mereka untuk membungkuk sebagai ucapan terima kasih. Lalu, mereka semua melambaikan tangan pada para tamu undangan sebelum tirai merah yang khas bergerak menutup area panggung sebagai tanda bahwa acara utama selesai di tampilkan dan para pemain tenggelam olehnya.


Meski acara utama telah selesai, hiburan sebagai penutup belum ditampilkan. Segera pembawa acara menyebutkannya bersamaan dengan para pelayan yang segera bergerak untuk menjamu para tamu undangan dengan segala sajian yang mereka sajikan.


Di saat seperti itulah para pengusaha menggunakan waktunya untuk mencari kolega baru atau membahas bisnis yang sedang berlangsung atau lain sebagainya. Bai Liam pun tak luput dari incaran.


Melihat kesibukan sang kekasih dalam menanggapi pengusaha-pengusaha yang mendatanginya, Reychu memilih menyempatkan waktu untuk ke toilet.


"Sayang, aku mau ke toilet dulu, ya." bisiknya.


Bai Liam segera menatap sang kekasih dan menjawab. "Segera kembali." Reychu mengangguk sebagai balasan.


Dengan santai Reychu pergi ke toilet setelah bertanya pada pelayan yang lewat dimana letak toilet.


Setelah di beritahu barulah Reychu beranjak menuju kesana.

__ADS_1


Setibanya di toilet, dia langsung memasuki salah satu bilik yang kosong guna menuntaskan panggilan alamnya. Di sela-sela itu, dia malah tanpa sengaja mendengar suara percakapan dari bilik sebelah.


"Aku akan mengunjungimu nanti. Kau tahu sendiri aku masih cukup sibuk. Saat melihat postingan mu baru aku tahu kalau kau sedang mengalami musibah. Aku juga sudah bertanya pada yang lain dan mereka mengkonfirmasinya. Kau sungguh ceroboh kali ini. Syukurlah tidak terjadi hal yang fatal. Aku akan jauh lebih terkejut kalau malah mendengar kabar duka mu... Hahaha... Oke, oke... Maafkan aku... Mana mungkin aku mendoakan yang buruk untuk mu... Ish, kau ini... Sudah istirahatlah yang banyak agar lekas sembuh. Aku akan bawakan buah kesukaanmu nanti... Oke, sampai jumpa lagi." tuut...


Reychu mendengarnya namun acuh saja karena merasa bukan urusannya. Tapi, meskipun begitu pada akhirnya dia tetap yang keluar lebih dulu setelah selesai membersihkan diri.


Klik!


Reychu menuju wastafel untuk mencuci tangan, dia mendengar pintu dibuka dan tanpa melihat langsung dari ekor matanya Reychu melihat siapa yang keluar dari bilik sebelah tadi. Ternyata seorang wanita cantik.


Keduanya tak saling berhubungan jadi saling mengabaikan satu sama lain. Hanya saja, Reychu tidak merasa begitu.


Dari perempuan itu keluar bilik, Reychu merasa dia diam-diam memperhatikannya dengan tatapan tak biasa dalam artian tidak baik. Tapi, Reychu masih mengacuhkannya. Bukan urusannya untuk hal yang tidak jelas. Hanya saja aura permusuhan yang dipancarkan membuat Reychu tak bisa mengabaikannya begitu saja.


Jadi, dia menatap melalui cermin langsung ke perempuan itu tanpa ragu. Alhasil, perempuan itu yang kaget sendiri sebelum menenangkan diri dan memilih pergi usai mencuci tangan.


Perempuan itu pergi dengan Reychu yang masih menatapnya. Tak lama kemudian seringai tercetak di bibirnya entah mengapa.



Reychu kembali dari toilet untuk kembali ke Bai Liam, tapi sebelum sampai dia malah melihat hal yang menarik.


Dari jauh Reychu memilih diam dan melihat apa mau perempuan itu yang tadi sembunyi-sembunyi melemparkan aura permusuhan padanya. Tapi, bila melihat apa yang sedang dia lihat saat ini. Reychu tampaknya tahu apa yang membuat perempuan yang tak lain adalah Melany Gong itu bersikap seperti tadi padanya.


"Heh... Giliran hama ku sekarang, ya?!" gumamnya. "Apa hama Rayan sudah selesai di basmi?!" lanjutnya dalam hati.


Reychu terus memperhatikan dari jauh betapa canggung dan konyolnya situasi Melany Gong yang diabaikan oleh Bai Liam. Kekasihnya itu hanya merespon dengan suam-suam kuku, jelas sekali sebenarnya kalau Bai Liam tak berniat menanggapi dan orang-orang disekitar bahkan bisa melihat itu. Tapi, mereka tak berani melakukan apapun sekalipun merasa kasihan pada Melany Gong.


Memang siapa mereka dan siapa Bai Liam itu? Kalau mereka siap kehilangan kerjasama berharga yang didapat, mereka dipersilakan untuk bertindak. Tapi, pada akhirnya Melany Gong tak hanya diabaikan oleh Bai Liam sendiri namun juga oleh pengusaha-pengusaha lain yang memilih bersikap tak tahu apa-apa.


Mereka menutup mata dan telinga mereka untuknya.


Reychu di tempat lain nyaris tak bisa menahan tawa saking meras lucunya pertunjukan didepan sana.


"Menyedihkan sekali dia... Ckckck!"



Keluar dari toilet, rencananya Melany Gong ingin kembali ke tempat duduknya. Akan tetapi, matanya malah menangkap sosok Bai Liam yang duduk sendirian tanpa pasangannya, hanya saja dia sedang bercengkrama dengan beberapa pengusaha yang mendatanginya silih berganti.

__ADS_1


Sampai tiba-tiba, dia melihat ada celah untuk masuk. Melany Gong pun bergegas tanpa pikir panjang untuk mencoba peruntungannya dalam mendapatkan kesempatan bertukar kata dengan sosok yang dia kagumi berlebih itu.


"Halo, Tuan Muda Bai. Senang bisa bertemu dengan anda. Saya Melany Gong." katanya seraya menyodorkan tangannya guna ingin berjabat tangan.


Tapi, Bai Liam hanya melirik sekilas lalu mengabaikan tanpa sedikitpun niat untuk membalas.


Melihat itu Melany canggung bukan main. Tapi, dia hanya bisa menanggungnya.


Ditariknya kembali sodoran tangannya itu dan kembali mencoba menarik perhatian Bai Liam dengan dialognya.


"Saya sering melihat berita anda. Anda sangat luar biasa. Saya berharap bisa bekerjasama dengan anda suatu hari nanti... Itu pasti akan sangat luar biasa..." tuturnya dengan senyum menawan yang dia pertahankan dari tadi, namun yang di ajak bicara tak sedikitpun menoleh untuk sekadar meliriknya saja.


Pemandangan didepan tampaknya lebih menarik sekalipun tak ada apapun yang menarik.


Tapi, Melany Gong belum ingin menyerah. Dia tak percaya kalau pesonanya tak bisa sedikit saja menarik perhatian Bai Liam untuk berbicara dengannya.


Melany Gong mulai berbicara banyak hal dan berusaha untuk tetap membahas bisnis walau sesekali menyelipkan kode-kode ala perempuan pada umumnya di sepanjang perkataannya. Itu ia lakukan untuk menghindari terlihat cari perhatian pada lawan jenis. Sayangnya, Bai Liam bukan pria murahan yang bisa dengan mudah menanggapi perempuan.


Bahkan saat ini tanpa ada yang tahu, Bai Liam sedang menggerutu berharap Reychu segera kembali. Dia tak tahan kayaknya.


"Anda bisa membicarakannya dengan sekretaris saya. Karena maaf, saya tidak berbicara dengan rekan perempuan." tandas Bai Liam sudah tak tahan ingin mengakhiri ini semua.


Melany Gong bungkam dibuatnya dan orang-orang disekitarnya dalam jarak paling dekat sudah pasti bisa mendengar kalimat Bai Liam itu. Mereka juga tak kalah dibuat bungkam oleh keterusterangan Bai Liam.


Wajah Melany Gong seketika memerah karena malu dan marah. Tangannya pun terkepal erat. Dia sampai membeku di tempatnya berdiri, seolah kedua kakinya memaku diri disana hingga tak bisa dibuat bergerak.


Itu semua tak lepas dari keterkejutannya pada pengalaman pertama kali dimana dia di abaikan sedemikian rupa.


sakit hatinya tidak terlalu, tapi malunya itu...


Ditengah-tengah ketidaknyamanan yang terjadi, Reychu malah muncul dengan sikap menyebalkannya.


"Sayang, maaf membuatmu menunggu lama." cetusnya ditengah kesunyian yang aneh itu.


"Tidak masalah. Apapun untuk mu." balas Bai Liam entah sengaja atau tidak.


Begitu saja cukup untuk membuat orang-orang semakin sadar, arti Reychu untuk Bai Liam yang tak lain adalah Kaisar Bai Gikwang.


__ADS_1


__ADS_2