3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
MOMEN MANIS


__ADS_3

Suasana begitu ramai di ruang perjamuan. Sang tuan rumah telah muncul guna menyambut kedatangan penguasa Kekaisaran Utara beserta rombongan yang dibawanya.


Mereka dengar, kedatangan rombongan 3Ry dan Kaisar Agung Bai begitu mendadak kemarin karena sebuah insiden terjadi yang menyebabkan mereka membutuhkan pertolongan sang Master Alchemist Zhilli Shin.


Disaat inilah, baru mereka dapat melihat langsung siapa yang dibawa sang Kaisar Agung.


"SALAM HORMAT HAMBA KEPADA YANG MULIA KAISAR AGUNG BAI! SEMOGA SELALU DIBERKAHI!"


Salam mereka dengan membungkuk hormat pada sang penguasa.


"Angkat kepala kalian. Kaisar Agung ini menerimanya!" nadanya begitu berwibawa dan sangat jauh berbeda daripada saat hanya berdua dengan Reychu.


"Mereka adalah orang-orang ku. Yang secara mendadak Kaisar Agung ini bawa kemari karena suatu alasan." kata Kaisar Agung Bai melanjutkan. Dia memperkenalkan 3Ry dan rombongan pada keluarga Zhilli Shin.


"Salam, penatua ini kepada Keluarga Zhilli Shin!" sapa Duan Xi terdengar lebih akrab. Maklum, ini bukan pertama kalinya dia datang.


"Salam, Tuan-tuan... Nyonya-nyonya dan Nona-nona!" sapa rombongan 3Ry dengan membungkuk hormat, kecuali Ryura dan Furby. Karena mereka tidak ada ditempat.


"Perkenalkan nama saya Rayan Mo... Dan mereka adalah sahabat-sahabat saya! Disamping kanan saya adalah Ahn Reychu... Disamping kiri saya ini adalah Ruobin... Dan disebelah Reychu adalah Chi-chi! Saya masih memiliki seorang lagi, tapi dia belum bisa hadir disini karena kondisinya. Mohon dimaklumi..." Rayan memilih menjadi perwakilan guna berjaga-jaga, jangan sampai mulut Reychu memuntahkan kalimat-kalimat yang fantastik dan tak terduga.


"Salam diterima!" jawab seorang pria tua yang tak lain adalah seorang penatua Keluarga Zhilli Shin dengan cukup bersahaja. Yakni, sang Tuan Besar. Kakek Tuan Muda Shin.


Shin Ming Shang.


Usianya sudah mencapai 100 tahun. Tapi, karena kemampuan kultivasinya cukup bagus dan dia juga adalah seorang Master Alchemist generasi sebelumnya. Tak heran bila beliau masih tampak segar-bugar dengan wajah yang tampan walau agak terdapat sedikit sekali kerutan.


"Tidak perlu sungkan. Kalian adalah orang-orang yang dibawa Yang Mulia. Tentu, pasti tergolong orang-orang yang cukup mumpuni." lanjutnya.


"Terimakasih atas kebaikan hati anda." Rayan menyahut dengan amat sopan.


Shin Mo Lan yang melihatnya sedikit tertegun tak percaya. Ternyata, gadis yang ia anggap cukup agresif dan centil karena berani mengungkapkan cinta padanya bisa begitu sopan dan santun. Etiket dalam berkepribadian baik terlihat jelas dalam Tutur kata dan gerak-geriknya.


Ia sangat terkesan hingga tanpa sadar pandangan mendamba yang selama ini ia tahan dihatinya mencuat keluar.


Beruntung yang lainnya tidak memperhatikan. Tapi, sepertinya ada satu yang menangkap basah momen itu.


Tak ayal hal itu tampaknya sukses membuat hati yang memergoki menjadi panas. Tangannya sampai terkepal kuat karenanya.


Saat mata itu bergeser kearah gadis mungil nan imut di sana, yang mana menjadi objek tatapan damba dari Shin Mo Lan, pancaran ganas muncul dimatanya. Ia bahkan tak ragu untuk menatap buas pada gadis itu.


Sadar ditatap dengan tak sedap oleh seseorang, Rayan pun diam-diam mencari dan membalas tatapan itu setelah menemukannya. Bingung dan tak paham dengan apa yang membuat sepasang mata itu begitu mengerikan kala menyorotinya.


Karena tak mau ambil pusing. Rayan lebih memilih mengabaikannya. Membiarkan tatapan itu seolah menelannya.


"Silakan duduk. Tidak baik tamu berdiri terlalu lama." sang tuan rumah mempersilakan tamunya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.


3Ry dan rombongan duduk menyusul Kaisar Agung Bai dan Shin Mo Lan yang sudah lebih dulu mendudukkan diri mereka.


"Pelayan siapkan jamuannya. Kami akan langsung menyantap hidangan sarapan pagi ini bersama." tuturnya memerintahkan para pelayan melakukan tugasnya.


Sarapan pagi ini, berjalan dengan baik.


Reychu benar-benar melakukan perannya untuk tetap diam dan berperilaku anggun disepanjang perjamuan. Bahkan sikapnya sukses memunculkan tanda tanya besar dibenak kedua siluman disana, Duan Xi, dan Kaisar Agung Bai.


Mereka dilanda kebingungan kala melihat betapa manisnya perilaku Reychu pagi ini.


Tapi, tahukan kalian... Kalau ada harga untuk diamnya Reychu...? Hihihi...



Siang hari.

__ADS_1


Di kamar paviliun Mutiara.


Geliat badan dilakukan pria berambut putih keperakan saat hendak bangun dari tidurnya. Meski belum sepenuhnya tersadar, tetap saja pikiran pertamanya adalah Ryura. Gadis yang dia peluk dalam tidurnya meski ia sendiri tahu kalau mereka belum terikat. Tapi, karena takdir yang sudah lebih dulu mengikatnya. Ye Zi Xian tak lagi merasa ada penghalang untuknya menempel pada Ryura kapanpun ia mau.


Tapi, saat ini ada yang aneh. Tangannya meraba bagian samping ranjang tempat dimana semalaman Ryura berbaring disana, namun sosok itu lenyap.


Sontak, hal itu menyentaknya menuju kesadaran. Hal pertama yang dicari, sudah pasti adalah calon pendamping hidupnya.


"Kemana dia?" gumam Ye Zi Xian panik. Ia sudah takut duluan kalau-kalau Ryura pergi meninggalkannya.


Tidak adanya aura kehidupan dalam diri Ryura, akan menyulitkannya mencari kalau benar takdir cintanya pergi.


Tak mau kepanikannya mengacaukan segalanya, iapun berusaha tetap tenang dan memilih mencari di dalam kamar ini lebih dulu. Berharap yang dicari masih berada di tempat yang sama.


Fyuuh...


Helaan nafas lega tak terelakkan kala matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang berdiri di depan jendela sambil menatap keluar.


Tak peduli apa yang tengah dilakukan gadisnya, selama ia tidak berniat meninggalkannya maka semua akan baik-baik saja.


Tak tahan hanya melihat dari jauh. Ye Zi Xian pun bangkit untuk beranjak dari ranjang dan melangkah menuju tempat Ryura berdiam diri.


Tepat dibelakang Ryura, Ye Zi Xian merengkuh tubuh ramping gadisnya dengan lembut penuh penghayatan. Karena perbedaan tinggi badan, Ye Zi Xian bisa dengan leluasa meletakkan dagunya diatas puncak kepala Ryura seraya menghirup aroma rambutnya yang alami.


Bisa dipastikan kalau Ryura tak pernah menodai aroma tubuhnya dengan aroma apapun. Tapi, meskipun begitu dia tak bisa menampik kalau itupun tetap disukainya.


Meresapi momen mesra ini bersama, Ye Zi Xian angkat bicara lebih dulu.


"Kau menakuti ku, hm. Ku pikir kau menghilang lagi." pelukannya mengerat namun tidak sampai menyakiti.


"Apa yang kau lihat?" tak ada jawaban dari Ryura atas pertanyaan Ye Zi Xian. Tapi, pria itu tampaknya tak peduli.


"Kau tahu. Tak pernah terbayangkan oleh ku, aku akan menjadi seperti ini saat sedang jatuh cinta. Selama ini justru aku takut kalau aku sampai menyukai sesama jenis. Aku benar-benar menjaga jarak dari keduanya. Sampai kau datang dengan pusaka itu, terlepas dari kau adalah takdir ku yang dipilih oleh pedang pusaka itu... Aku juga sudah langsung jatuh hati padamu." lanjutnya dengan senang hati. Tak sedikitpun mempedulikan gadisnya akan merespon. Cukup tahu akan tingkat diamnya Ryura, jadi Ye Zi Xian menjadikan kesempatan ini untuk mencurahkan seluruh isi hatinya pada sang pujaan hati.


Lama keheningan menelan keduanya.


Momen ini benar-benar manis.


"Ryura... Aku ingin menikahi mu dan menjadikan mu ratu di hidup ku! Kau tak perlu khawatir aku akan menduakan mu! Aku serahkan nyawaku padamu! Jika aku sampai mengkhianati mu suatu hari nanti! Kau bisa langsung membunuh ku dengan pedang pusaka itu!" ungkapnya tanpa ragu. Nadanya bahkan penuh keyakinan.


Ryura yang sejak awal diam. Tanpa perlu melihatnya saja, Ryura sudah bisa merasakan ketulusan nyata dari pria dibelakangnya yang tampaknya tak ada bosannya memeluknya dan menempel padanya.


Ryura juga bisa merasakan dipunggungnya kalau dada bidang pria ini cukup kuat dan keras.


Pria yang ia ketahui bernama Ye Zi Xian ini sudah menjelma menjadi budak cinta sepertinya.


"Hm." deham Ryura tanpa nada tertentu.


"Hmm... Kau tak perlu risau. Aku tidak pernah main-main dengan kata-kata ku... Kau akan... Eh?!" merenggangkan pelukannya, lalu menunduk melihat kepala belakang Ryura yang nyaman di posisinya.


"Kau... Mengatakan sesuatu tadi?" itu adalah respon pertamanya, siapa yang tidak antusias kala mendengarnya. Seketika, tubuh Ryura di balik cepat untuk dapat menghadapnya agar Ye Zi Xian bisa lebih mudah melihat wajah manis gadisnya.


Ryura hanya memandangi wajah tampan itu dengan kosong. Membuat Ye Zi Xian bingung, apa yang didengarnya tadi antara sungguhan atau hanya halusinasinya saja.


"Sayang... Katakan sesuatu kalau kau benar-benar merespon ku tadi. Aku sungguh yakin aku mendengar kau berdeham. Ayolah, sayang... Aku butuh kepastian darimu..." dia mengatakan itu sambil mencengkeram bahu Ryura dengan bertenaga namun tetap lembut.


Ye Zi Xian mana berani menyakiti Ryura.


"Sayang..." Ryura berkedip sekali saat mendengar pria didepannya ini merengek padanya. Dia yakin Ye Zi Xian baru saja merengek manja padanya.


"Hft!"

__ADS_1


Mata Ye Zi Xian terbelalak lebar saat melihat kilau senyum dimata Ryura bersamaan dengan dengusannya tadi. Kilau itu tampak seperti sedang meledeknya dengan lirikan yang seksi.


Deg!


Deg!


Deg!


Detak jantung Ye Zi Xian Langsung meningkat tajam. Sungguh, ini bukan respon yang diharapkan namun masih tetap sukses mengguncang hatinya untuk merasa bahagia luar biasa.


Segera, Ye Zi Xian menipiskan jarak diantara keduanya dan membuat Ryura menempel padanya, sampai Ryura harus mendongak untuk bisa melihat lawan bicaranya.


"Ryura sayang..." panggilnya dengan nada berat yang mesra. Tak lupa sebelah tangannya meraba leher dan rahang kecil Ryura, sedang sebelah tangannya lagi melingkar di pinggang sang kekasih hanya untuk mempertahankan posisi intim tersebut.


Sepasang mata tajam Ye Zi Xian memandang penuh cinta kedalam mata Ryura.


Gadis yang masih tak berekspresi itu dapat melihatnya. Sama sekali tidak ragu ataupun canggung untuk membalas tatapan mendamba itu dengan tatapan acuhnya.


"Aku mencintaimu. Maka kau hanya bisa menjadi milik ku... Kau dengar dan ukir itu dalam ingatan mu..." nadanya semakin rendah dan dalam, penuh penghayatan yang menggetarkan hati pendengarnya.


Bahkan suaranya mampu membuat siapapun yang mendengarnya tenggelam hanyut kedalam suaranya.


Sayangnya, Ryura tak semudah itu untuk terhanyut.


Wajahnya mendekat, menempelkan keningnya ke kening Ryura hingga ujung hidung mereka pun turut bersentuhan.


"Aku mencintaimu... Menikahlah denganku... Aku butuh jawaban mu seka..." belum usai Ye Zi Xian berkata, ia sudah lebih dulu dibuat membeku ditempat dengan mata seperti sudah siap keluar dari tempatnya.


Cup!


Ryura menciumnya!


Ryura menciumnya!


Sedikit lum*tan Ryura berikan dibibir pria itu. Tak lupa tangan kirinya mengelus rahang tegas Ye Zi Xian yang menegang akibat ulahnya.


Ye Zi Xian masih membatu, otaknya tak berfungsi seketika. Ia seperti habis di paksa terbang hingga tak bisa melihat kapan itu terjadi.


Matanya menatap lebar wajah manis yang jaraknya amat sangat dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafasnya -Ryura- tengah beradu dengan hembusan nafas miliknya.


Aroma Ryura membuatnya mabuk kepayang.


"Kau punya tanggung jawab besar setelah ini."


Hanya itu kalimat yang Ryura berikan tepat di depan bibir Ye Zi Xian, sampai pria itu bisa merasakan gerakannya saat dipakai berbicara.


Setelah membutuhkan waktu untuk tersadar dari keterkejutannya, Ye Zi Xian sudah tidak melihat Ryura di sekitarnya.


Antara mimpi atau kenyataan, Ye Zi Xian menyentuh bibirnya dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.


Sampai tak lama kemudian, senyum merekah terpatri di bibirnya.


"DONG JIA ZI...! KEMBALI KE SEKTE! SIAPKAN PERNIKAHAN KU! KATAKAN PADA MEREKA! NYONYA YE BERIKUTNYA AKAN DATANG!"



**BOOMM๐Ÿ’ฅ**


Deg-degan gk? Deg-degan gk? Deg-degan lah masa gk!


๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ

__ADS_1


__ADS_2