
Selamat menikmati karya author yaa...
Jangan lupa like dan votenya sertakan komen juga yaaa...
Author senang baca komentar kalian...
Jadi penyemangat banget...
Thanks guys...
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
Kembali ke hari dimana ketiga sahabat itu bersenang-senang dengan Rayan dan Reychu yang asik berbelanja sedang Ryura tengah di usik ketenangannya oleh orang tua bertubuh pendek yang mengejarnya, siapa lagi kalau bukan Duan Xi.
"Bagaimana? Bagus, bukan?" tanya Rayan sambil menunjukkan tusuk rambut berhias bunga teratai yang ia tunjuk sebelumnya.
Reychu melihat sejenak. "Bagus. Tapi, lihat yang ini. Jauh lebih bagus!" ungkapnya seraya memperlihatkan tusuk rambut berhias burung bangau yang ia pegang ke sahabatnya untuk menunjukkan kalau pilihannya tak kalah bagus.
"Ya iya... Tapi, tetap saja yang ini lebih bagus lihat kelopak bunganya yang banyak ini... Benar-benar di buat dengan rumit." keukeuh Rayan tak mau kalah. Merasa yakin kalau pilihan gadis imut dan menggemaskan sepertinya lebih bagus dari pilihan sahabatnya.
"Huh! Apa bedanya dengan yang ini... Lihatlah! Ukiran untuk menunjukkan bentuk bulu-bulu sayapnya. Ini juga tak kalah rumit." Reychu ikut tak mau kalah.
"Jangan jadi menyebalkan kau, Rey! Ini yang bagus!" keukeuh Rayan memaksa.
"Kau yang menyebalkan, Ray! Lihat baik-baik... Matamu rabun, ya?!" Reychu juga masih tak mau kalah.
"Si*lan kau, Rey! Iyakan saja kenapa?" geram Rayan sampai mengumpati sahabatnya.
"Tidak mau! Kenapa tidak kau saja yang mengalah!" keukeuh Reychu tetap pada pendiriannya.
"Jangan mulai, Rey!" Rayan sudah mulai jengkel dibuatnya.
"Memangnya aku melakukan apa? Sehingga kau memintaku jangan mulai! Aneh!"
Terus seperti itu tanpa ada yang mau mengalah baik Reychu maupun Rayan.
"Ah, sudahlah. Beli saja dua-duanya!" gerah Reychu lelah sehabis berdebat dengan topik yang tidak penting sama sekali.
"Ck! Kenapa tidak dari tadi?!" celetuk Rayan mengeluh dan tanpa menunggu lagi iapun segera membeli kedua tusuk rambut tersebut. "Berapa harganya, paman?" tanyanya pada pria yang adalah si penjual, dia juga yang sejak tadi hanya menonton perdebatan kedua gadis yang tak mau kalah satu sama lain.
"Oh, itu. Satu tusuk rambut harganya 2 tael perak. Karena, Nona membeli dua jadi harganya menjadi 4 tael perak saja." kata si penjual aksesoris antusias. Ia senang dagangannya kembali laku terjual.
"Eh! Hanya 4 tael perak?!" celetuk Reychu yang sekilas terdengar meremehkan, padahal nyatanya ia berkata demikian karena merasa itu cukup murah bila mengingat harga barang antik yang di lelang di masa modern dulu bisa mencapai nominal tak terkira lantaran bagaimana pun tusuk rambut yang ingin dia dan Rayan beli ini adalah barang hasil kerajinan tangan bukan pabrik, seharusnya harga seninya tinggi.
Bukan perkara mudah dalam membuat sebuah karya, begitulah yang ia tahu. Tapi, sepertinya kebiasaannya yang suka ceplas-ceplos sedikit memberi damapak buruk untuk reputasinya. Untung saja sampai saat ini ia masih menyamar dengan menggunakan cadar.
__ADS_1
Si penjual dan Rayan bahkan beberapa orang lainnya yang berdiri di dekat mereka mendengar celetukan Reychu yang selalu tanpa pikir panjang itupun mulai tersinggung. Seharusnya Reychu lebih bisa berpikir akankah perkataannya akan menyinggung atau tidak.
Si penjual mulai merasa di remehkan, itu terlihat dari raut wajahnya yang mendadak masam. Juga orang-orang di sekitar merekapun turut membisikkan kata-kata nyinyir dan sinis ke arah dua gadis itu. Rayan hanya bisa menepuk keningnya tak berdaya bila dihadapkan dengan mulut rombeng banyak orang yang ternyata tak berbeda jauh dengan mulut orang-orang yang ada di masa depan dan itu semua lagi-lagi di karenakan sahabat gilanya yang lempeng ini.
Kejadian ini jadi mengingatkannya pada masa lalu saat masih duduk di bangku kuliah, dimana Reychu dengan gamblangnya mengatakan kalau seniornya telah membeli tas branded KW. Sontak saja hal itu memicu keributan antara Reychu dan Seniornya.
"Hhh... Maaf, paman. Sahabatku tak bermaksud berkata begitu. Ia hanya tak sadar dengan yang dia katakan. Benar begitu 'kan, Rey?" lerai Rayan meski belum tampak akan adanya percekcokan, namun akan lebih baik bila di cegah daripada dibiarkan sampai benar-benar terjadi, kalau tidak hal yang sama akan kembali terulang.
Pasti akan merepotkan, begitu pikir Rayan. Karena, yang Rayan khawatirkan buka Reychu -sahabatnya- melainkan kekacauan yang pastinya akan menghambat waktu belanjanya. Baginya, gadis gila itu tak perlu di khawatirkan ia tahu apa yang mesti dilakukannya.
"Lain kali jangan seperti itu. Kau seorang gadis. Bila dilihat, kalian bukan gadis yang tidak berpendidikan. Jadi, gunakan tata krama yang sudah di ajarkan. Jangan membuat malu keluarga kalian nantinya." terang si penjual menasehati kedua sahabat itu dengan bijak. Jarang-jarang mendengar pedagang yang bijaksana pada jaman kuno.
Rayan dan Reychu hanya bisa mengiyakan saja.
"Kalau begitu aku minta maaf, paman..." ujarnya dengan memberi sedikit rasa hormat walaupun itu hanya formalitas, karena sebenarnya ia tak berniat meminta maaf. Sebab, Reychu bisa saja bersikap acuh seperti Ryura hanya saja ia tidak bisa benar-benar acuh lantaran hal tersebut akan memberikan tekanan tersendiri baginya. Karena ia memiliki emosi namun tidak dengan Ryura. Begitulah kira-kira.
"Baiklah, kalau begitu. Paman terimakasih atas nasehatnya." ucap Rayan dengan sopan. "Jadi, kalau boleh minta tolong, paman... Bisakah dua tusuk rambut ini di simpan dulu untuk kami?! Nanti kami akan kembali mengambilnya. Karena, kami harus membeli beberapa barang lain agar uangnya dapat di pecahkan." pinta Rayan sopan lagi dengan kalimat yang halus agar tidak kembali tersinggung, sembari melirik sekilas dengan kesal kearah Reychu yang tampak acuh tak acuh di sampingnya.
Si penjual tampak berpikir sejenak. "Kalian sungguh akan kembali bukan?" tanya si penjual memastikan.
"Tentu saja, paman. Pasti!" jawab Rayan yakin.
"Baiklah, kalau begitu. Akan aku simpankan untuk kalian. Nanti jangan lupa datang lagi untuk mengambilnya."
Segera diraihnya tangan Reychu. "Ayo, kesana..." ajak Rayan sembari menyeret Reychu ke toko yang lain. Reychu hanya menurut saja namun bola matanya tak ayal merotasi juga.
Dirasa agak jauh mereka meninggalkan toko aksesoris tadi, merekapun memelankan langkahnya dan kembali berjalan normal. Rayan sudah siap dengan omelannya tiba-tiba harus diurungkan, karena ternyata sebuah suara menggema di tengah ramainya jalan ibu kota membuat mereka secara spontan menghentikan langkahnya dan menoleh guna melihat ada apa dengan suara tersebut.
"BERI JALAN... BERI JALAN... YANG MULIA KAISAR MAU LEWAT...!"
Mendengar itu seketika para rakyat yang ada di jalan tersebut berlutut dan sedikit membungkuk hingga terlihat setengah sujud secara serempak. Melihat itu mau tak mau Rayan dan Reychu terpaksa ikut memberi hormat hanya agar keberadaan mereka tak terlalu mencolok.
Di sela-sela hormatnya, Reychu mencuri-curi pandang ke arah pria yang ada di atas kuda coklatnya yang gagah meskipun tak segagah Furby. Pria itu berada di barisan depan dengan beberapa prajurit di belakangnya. Mungkin hanya sekitar 50an lebih pasukan yang ia bawa. Entah untuk apa?! Reychu pun tak tahu atau tepatnya tak mau tahu.
"'Aaa... Suamiku yang lewat rupanya... Kikikiki..." kekehnya dalam hati saat dengan sengaja menyebut pria tampan yang tak lain adalah kaisar Li Hanzue dengan sebutan 'suamiku' dalam balutan nada ledekan. Jujur saja, itu terdengar seperti lelucon bagi Reychu.
Bila dipikir-pikir pun, ini adalah kali pertama ia dapat melihat langsung wajah kaisar -suami Ahn Reychu- yang bodoh menurutnya. Reychu akui, kaisar Li termasuk pria tampan. Seandainya pria itu tidak bodoh mungkin saja Reychu akan mempertimbangkan membuat daftar seperti yang di lakukan Rayan untuk diisi dengan kriteria pria tampan idaman versi Reychu.
"Hah... Permaisuri-permaisuri... Aku jadi kembali berpikir apa yang membuatmu menyukai wajah orang bodoh itu. Aku saja merasa itu adalah kaisar yang paling tidak pantas menduduki singgasana kaisar, karena dia itu amat bodoh dalam hal wanita. Ingin rasanya aku mengajarinya apa yang di sebut perempuan baik dan perempuan buruk." lanjut batinnya berceloteh yang tak jauh dari kata mengejek suaminya a.k.a suami si pemilik tubuh.
Dikarenakan Reychu menggunakan cadar dan ia pun berada di tengah-tengah masyarakat, maka besar kemungkinan keberadaannya tak terlihat. Itu sebuah keuntungan bagi Reychu sendiri. Sebab, akan kacau jadinya bila sampai ketahuan pihak kerajaan bila tahu permaisuri mereka menyelinap keluar istana diam-diam.
Saat asik-asiknya mengejek sang kaisar dalam hati sebuah percakapan dari arah samping sedikit didepannya mengalihkan perhatiannya.
"Jadi, dia benar-benar turun tangan langsung?" tanya pria yang kini telah berdiri kembali dari berlututnya walau sebenarnya enggan untuk memberi hormat, dengan sedikit mendongak angkuh seraya membuka sigap kipasnya. Kedua matanya masih terus mengikuti kepergian rombongan kaisar yang baru saja lewat.
__ADS_1
"Benar, Tuan Muda. Itu informasi yang saya terima dari utusan Tuan Besar Gong atas hasil dari rapat kerajaan kemarin." jawab pria di sebelahnya yang tak lain adalah pengawalnya.
"Huh! Jadi, begitu... Apa ayah sudah memberikan perintah lagi?" tanya pria yang ternyata bermarga Gong, yaitu marga yang amat di dikenali oleh Reychu baik di masa lalu maupun masa kini dengan masih mempertahankan keangkuhannya.
"Tuan Besar meminta anda menghadap langsung. Karena ini rahasia, Tuan Muda." lugas si pengawal.
"Eum... Begitu rupanya...! Kurasa urusannya akan menjadi tak kalah pelik dari masalah-masalah sebelumnya. Kasihan sekali dia..." kata pria berkipas itu dengan nada prihatin yang dibuat-buat.
Namun secara tiba-tiba, sikap angkuh tersebut berganti dengan ekspresi terkejut yang konyol kala suara tawa seseorang dari arah belakangnya menggema. Suara itu bahkan ikut mengagetkan orang-orang disekitarnya.
"HAHAHAHAHAHAHA...!!!" Rayan yang berdiri paling dekat dengan asal suara tersebut spontan mendelik malu melihat tingkah sahabatnya yang tak tahu mengapa malah tertawa terbahak-bahak dengan begitu lepasnya sehingga menjadi pusat perhatian. Rayan jadi ingin menenggelamkan diri saat ini juga akibat malu bila mengakui jika ia mengenal baik gadis disebelahnya ini.
Ya, yang tertawa itu adalah Reychu.
"Astaga...! Malunya aku...!" gumam Rayan tak berdaya sembari mengangkat tangannya guna menutupi wajahnya dari sorot mata para rakyat yang terusik dengan tawa Reychu.
Sedang gadis yang menjadi biang malunya tak peduli sama sekali, ia masih sibuk dengan tawanya. Benar-benar tak bisa di cegah kala sesuatu yang menggelitik datang yaitu alasan mengapa Reychu tertawa saat menyadari siapa yang berada di sebelah depannya. Pria itu adalah pria menyebalkan yang ia temui di pertunjukan adu fisik tempo hari.
Lalu, yang menjadi kejutannya lagi adalah pria tampan itu tak lain dan tak bukan yaitu salah seorang keturunan Gong. Mengingat marga itu kembali membuatnya teringat akan Martin Gong dari masa modern.
Tak disangka, kini mereka kembali di pertemukan oleh takdir bersamaan dengan si kaisar itu. Pemikiran tersebut membuat otaknya menduga bahwa memang urusan di antara mereka tidak akan bisa dibilang sepele, tapi bukan Reychu namanya bila ia tidak amat menantikan hal itu.
Tuan Muda Gong atau lengkapnya Gong Dahee kakak dari Gong Dahye itu terhenyak usai terkejut begitu sadar siapa pemilik tawa yang sukses membuat jantungnya mau lepas dari tempatnya lantaran ia terkejut bukan kepalang.
"Ternyata dia! Tidak kusangka dia benar-benar gila!" batinnya menggerutu kesal akibat ulah Reychu yang saat ini gadis itu masih berusaha meredakan tawanya yang tak kunjung teratasi.
Tingkahnya kali ini tidak bisa bila tidak membuat orang lain beranggapan kalau dia itu gila. Tapi, ingatlah seorang Reychu menyukai julukan tersebut.
Melirik sekilas ke pria bermarga Gong tersebut. "Hahaha... Aku tak menduga akan berpapasan dengan kedua orang yang sudah masuk daftar hitam di hidupku. Hmm... Ini akan jadi menarik!" Reychu tertawa jahat dari dalam hatinya, tawa yang cenderung konyol dan aneh daripada benar-benar jahat.
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
Bagi kalian yang udah gak sabar nunggu eps dimana pembalasan Reychu dimulai. Maka ikuti terus ceritanya ya...
karena author udah mulai mengupas satu persatu kejadian dan peristiwa yang gak bakal kalian duga...
Oya... author cuma mau kasih tau nih... jangan terkecoh sama banyaknya nama tokoh yang author buat, ya... author gak bermaksud buat kalian bingung lantaran banyaknya tokoh di bagian awal cerita Karya author ini...
author akan kasih sedikit bocoran, yaa... dimana author akan menghanguskan banyak tokoh di tahap awal konflik dalam cerita kali ini...
silahkan menduga-duga, kira-kira siapa yang bakal author hanguskan nantinya... hehehe...
silakan ditunggu selalu ceritaku...
L๐VE Y๐U ALL....
__ADS_1