
Flashback on: AMBISI KELUARGA
Gong adalah salah satu marga bangsawan yang tersohor di Negara Api Kerajaan Huoli, bahkan marga Ahn yang terkenal dengan marga keturunan Jenderal Agung saja masih kalah tersohor. Bukan hanya itu, marga Gong adalah marga dengan anggota keluarga terbanyak yang pernah ada.
Di ibukota, hampir di setiap sudut jalan terdapat kediaman Keluarga Gong dari kerabat yang lain. Lantaran Kediaman utama Gong bisa dikatakan tak cukup lagi menampung anggota keluarga yang lain. Alhasil, mereka membangun Kediaman Gong lain dengan tetap berada di lingkungan ibukota.
Intinya, mereka tak mau kalau sampai pindah keluar dari ibukota. Sebab, tidak dekat dengan Istana Kerajaan Huoli dan merasa tak berkesan hebat bila sampai tinggal diluar ibukota.
Sifat sombongnya ada walau kadarnya berbeda-beda setiap Kepala Keluarga.
Sebenarnya, sejak turun temurun. Marga Gong tidak beda jauh dengan marga Ahn yang terkenal baik, bijaksana, dan merakyat. Hanya saja, sejak meninggalnya Kepala Keluarga Gong sekaligus Penatua Keluarga Gong beberapa tahun lalu banyak yang perlahan berubah, dari cara Keluarga Gong mengembangkan pendidikan dalam keluarga dan dari cara mereka bersikap.
Hampir apa yang pernah ditinggalkan oleh penatua sebelumnya habis tak tersisa.
Sepeninggal sang Penatua, satu persatu anak sang Penatua mulai memilih jalan hidupnya sendiri, walau tidak sampai memutuskan hubungan dengan kerabat yang lain. Akan tetapi, sedikit banyaknya mereka mulai sering berselisih paham atas pendapat dan lain sebagainya.
Contohnya, seperti cara mereka mengambil keputusan.
Karena itu juga, beberapa diantara mereka yang masih menghormati mendiang Penatua masih menjaga ajaran beliau hingga kini. Tapi, beberapa diantara yang lainnya memilih lepas dan mengambil jalan sendiri. Salah satunya adalah Keluarga Gong Duyoung.
Berkat kemampuannya dalam mengabdikan diri kepada negara sampai mendapatkan kepercayaan penuh, tanpa sadar membangkitkan rasa tak puas dalam dirinya. Ia merasa ingin lebih dari itu.
Itulah sebabnya, kala mendengar Putra Mahkota Li Hanzue memilih Permaisuri untuk dirinya. Sebenarnya Perdana Menteri Gong sudah ingin mengajukan anaknya, hanya saja ternyata dibalik acara tersebut sebenarnya Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri telah menetapkan satu nama untuk menjadi Permaisuri putra mereka. Tentu, itu juga atas dasar pencarian memalui ilmu spiritual.
Mengingat kutukan tersebut.
Sebenarnya, tak ada yang mengetahui soal kutukan itu selain orang-orang tertentu. Mengapa Perdana Menteri Gong tidak mengetahuinya karena tidak ada yang memberitahukan pada bahkan Perdana Menteri Gong yang sebelumnya pun tak memberitahu. Sedang, Ayahanda Kaisar tidak bicara karena berpikir bahwa Perdana Menteri Gong sudah mengetahuinya.
Akan tetapi, nafsu akan ketidakpuasannya merajalela. Sehingga, mendorong putrinya untuk menjadi selir pun tak apa. Mengingat dari yang ia ketahui kalau hubungan suami-istri muda itu tak lebih dari sekedar rekan kerja.
Ambisi Keluarga Gong sebenarnya tak jauh berbeda dari kebanyakan yang orang lain inginkan.
Yaitu, posisi tinggi dan dipandang tinggi. Dipuja dan di agungkan, memiliki banyak koneksi, kekayaan, dan kekuasaan.
Gong Duyoung ingin memegang kendali Kerajaan Huoli meski dari belakang. Dengan memasukkan putrinya untuk mengikat Kaisar Li dengan cintanya, kemudian melahirkan keturunan Kaisar dengan darah Keluarga Gong. Menjadi penerus tahta yang sepenuhnya dapat dikendalikan oleh Keluarga Gong dari balik layar. Sampai Kaisar Li meninggal dunia, maka keturunan Li dan Gong lah yang bertahta.
Jelas, Gong Duyoung tak bisa membayangkan betapa luar biasanya itu. Ia amat senang meski baru membayangkannya saja.
Sampai-sampai ia tega memerintahkan bawahannya untuk meracuni Ibunda Permaisuri yang telah menjadi Ibu Suri tepat setelah Permaisuri Ahn di hukum ke Istana Dingin. Semua itu juga termasuk dalam rencana. Meski pada awalnya, Keluarga Gong ingin Kaisar Li menghukum mati Permaisuri Ahn. Sayangnya, tidak terjadi.
Namun, setidaknya semua masih dalam kendali.
Tapi, apa jadinya bila itu semua harus kandas bahkan sebelum keturunan mereka pendapatan gelar Pangeran?!
Tentu saja, tidak ada kata lain lagi selain gagal dan kalah. Hancur dan tamat.
Ia dan bahkan siapa saja paham betul siapa itu Kaisar Li...
__ADS_1
Seorang pria yang paling pantang dengan kata pengkhianatan. Bila, masalah lain sebesar apapun itu masih bisa di anggap aman untuk tidak benar-benar merasakan bara api keluar dari dalam diri Kaisar Li. Maka, lain dengan sebuah pengkhianatan.
Sekali seseorang berkhianat darinya. Maka, tamatlah riwayatnya...!
"Dengar, putriku sayang! Kau harus bisa mengambil tempat di hati Kaisar Li. Pria muda itu harus bisa ditaklukkan oleh mu, sehingga kita bisa menggenggamnya dalam kendali kita." tutur Gong Duyoung dengan ekspresi penuh keyakinan dan kepercayaan diri.
Terlihat jelas sekali, nafsu akan kekuasaannya yang berkobar-kobar.
Gong Dahye tersenyum tak kalah percaya diri yang terkesan angkuh. "Ayah tak perlu khawatir. Berapapun lamanya itu, aku akan membuat Kaisar Li jatuh dalam pelukan ku. Lagi pula, dia juga tampan dan orang terkuat di Negara Api. Akan sangat bagus bila kita bisa memegangnya." timpalnya sependapat.
"Hahaha... Itu baru anakku!" tawanya bangga. "Tapi, kau juga harus bisa menyingkirkan Permaisuri Ahn. Meski perempuan itu tidak di sayang. Dia masihlah pemegang singgasana Permaisuri. Enyahkan dia, maka kau akan dapatkan semuanya." sambung Gong Duyoung dengan penuh kelicikan.
Ia benar-benar terlihat sangat ingin menguasai apa yang bukan miliknya. Hingga rela melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau. Menggunakan apapun dan siapapun asal rencananya berhasil.
Sungguh buruk!
"Ayah serahkan saja padaku. Akan ku buat dia tersiksa dan mati perlahan. Jadi, tak akan ada yang tahu kalau aku yang membuatnya mati dalam siksaan. Hahahaha..." tawa jahat menggema disusul sang Ayah.
"Hei, kalian melupakan aku disini." suara lain yang akrab terdengar bersamaan dengan langkah kaki yang mendekat.
"Oh, putraku. Apa yang kau katakan? Tentu saja tidak. Lagipula, siapa yang menyuruhmu datang terlambat?!" bantah Gong Duyoung kala melihat anaknya -Gong Dahee- memasuki ruang kerjanya di Kediaman Gong.
Gong Dahee mendudukkan dirinya disamping sang adik dan didepan sang Ayah.
"Aku tidak mau mengulanginya lagi. Biarkan adikmu yang mengatakannya padamu nanti. Karena aku akan menugaskan mu untuk berada dekat dengan adikmu ini. Kau akan lebih banyak menggantikan ku untuk memantau semua yang terjadi di sekitar adikmu dan membantunya bila ia membutuhkan bantuan. Kalian tahu bukan aku tak bisa meninggalkan pekerjaan ku terlalu sering. Karena itulah... Apa kau mengerti?" jelasnya pada putranya.
Mengangguk mengerti. "Em! Aku mengerti! Serahkan saja padaku!" katanya seraya menepuk-nepuk dadanya yakin.
"Bagus!"
Sejak saat itu semua berjalan sesuai rencana. Nyaris tak ada yang gagal.
Permaisuri Ahn Reychu mulai tersingkir dari pandangan kagum rakyatnya.
Kaisar Li semakin hanyut dalam cinta buta nya.
Ibu Suri kehilangan kehidupannya untuk waktu yang lama, meski tidak mati.
Tidak ada Ayahanda Kaisar dan Jenderal Agung Ahn selaku ayah Permaisuri Ahn. Membuat mereka yang muda tak bisa berbuat banyak kala orang-orang yang awalnya mendukung kian menyingkir dengan atau bahkan tanpa alasan yang jelas. Meninggalkan sepasang suami-istri itu dalam jalan yang hampa.
Kaisar Li yang menempuh perjalanan hampa tanpa tahu kebenarannya. Sedang, Permaisuri Ahn menempuh perjalanan hampa karena merasa tak bisa apa-apa.
Wokeh saysayku...
__ADS_1
itu untuk sekarang dulu ya...
Thor Bakal usahakan nanti kalian bisa baca puas. tapi tentunya pas S2. hehe.
Thor akan kerahkan seluruh tenaga dan imajinasi Thor biar kalian puas sama ceritanya.
ohyaππππ
Thor mo tanya nih.
SIAPA YANG MENUNGGU HARI EKSEKUSI KELUARGA GONG??????
biar Thor kasih tau kapannya yaaaa....
Biip(hari) Thor up eps yang sangat kalian tunggu2. hahahaha.
penasaran????
maka, tunggu update berikutnya...π
_______________________
oh ya gaesskuuu...
Thor mo sekalian promosiin karya temen Thor yang baru aj bergabung dengan noveltoon.
perkenalkan ini nama penanya **Norenji**
dengan judul -OBSESSION-
Thor mo sedikit curhat Yoo.
ni orang (Norenji) adalah temen Thor yang menjadi awal Thor jadi penulis. karena sebelumnya Thor mo jadi komikus, ngingat bakat menggambar yang Thor punya. tapi, setelah dicoba2. gk buruk juga nulis. hehehe
dia ni... kemampuan nulisnya lebih dari Thor (menurut Thor ya). tapi, bukan berarti thor merasa iri yaa..
karena setiap orang punya bakat dan kemampuan mereka masing2. cuma perlu mengasahnya agar diri kita sendiri merasa cukup puas dengan hasilnya, tanpa perlu melirik orang lain yang pada akhirnya menimbulkan kedengkian yang tidak berarti.
bikin kotor hati aja...
ok...π
selamat membaca gaess...
tunggu kelanjutannya dari Thor yaaa.πππ
__ADS_1