3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
AKHIR


__ADS_3

Banyak pro dan kontra dalam hal ini, saat harus memutuskan akan melenceng sedikit dari peraturan awal kompetisi atau tidak. Para petinggi Kekaisaran Tenggara memiliki pendapat mereka masing-masing.


Ada yang pro, dimana mereka berpikir Kalau hal ini baik-baik saja untuk di lakukan karena ini hanyalah pengisi hiburan untuk sebuah Festival penting di Kekaisaran Tenggara. Namun, yang terjadi saat ini bagi mereka bukanlah sesuatu yang bisa dianggap bermasalah.


Menurut mereka, hal yang wajar untuk dapat berubah-ubah. Ini juga tidak merugikan apapun dan siapapun. Justru, yang terjadi saat ini adalah warna baru bagi festival mereka.


Sedang mereka yang kontra merasa ini sudah mencemarkan keaslian festival bersejarah Kekaisaran Tenggara. Festival yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan perang di masanya dan juga menunjukkan bukti bahwa kedua belah pihak kekaisaran yang memutuskan berdamai daripada melanjutkan kekacauan yang bisa jadi akan lebih merugikan keduanya.


Tapi, apa yang bisa mereka lakukan saat sang Kaisar Agung menyetujuinya.


Kini, sorak-sorai menyemarakkan suasana lebih dari sebelumnya.


Di atas panggung arena, Ryura yang terluka dan lawannya yang segar sudah berdiri saling berhadapan dalam jarak 4 sampai 5 meter.


Ryura yang darahnya tak berhenti mengalir mulai menunjukkan gelagat lemas atau tanpa orang tahu gelagat itu nyatanya lebih kepada mengantuk. Chang Ni Er yang melihatnya semakin senang. Meski terdengar tidak adil. Tapi, jelas ia tak ingin disalahkan. Pasalnya, Ryura yang memulainya lebih dulu.


Dari kedua belah pihak, sudah memiliki pendukung mereka masing-masing.


Di atas, Ye Zi Xian sudah tak lagi bisa menunjukkan wajah baiknya. Dia hanya memiliki keinginan untuk menyeret Ryura pergi. Dia cemas, itu sudah pasti. Bagaimanapun Ryura akan menjadi pendampingnya cepat atau lambat. Siapa yang mengizinkannya melarikan diri sebelum terikat dengannya?!


Wajahnya benar-benar tak sedap dipandang bila ia semakin memikirkannya.


"Sayang, kalau sesuatu terjadi padamu... Lihat apa yang akan aku lakukan!" geramnya dengan suasana hati tak senang.


Orang-orang di sekelilingnya bahkan bisa langsung merasakan rendahnya suhu disekitar Tuan Muda Ye yang terkenal mengerikan. Walau sebenarnya mereka sendiri tak tahu mengapa suhu bisa menjadi begitu rendah.


Abaikan wajahnya yang tampan. Rambutnya yang putih keperakan adalah ciri khas keturunan dua darah.


Yaitu, campuran antara manusia dan iblis.


Disisi lain, Ryura jelas tahu akan sesuatu yang tak menyenangkan datang dari atas, seolah menuntutnya agar tidak berani macam-macam. Dia sudah meliriknya, jelas ada pria malam itu yang terang-terangan menunjukkan sikap kepemilikannya sejak dia tahu kalau dialah yang menjadi takdirnya.


Siapa yang menyangka kalau hal itu ternyata mampu membuat Ryura tersenyum miring disertai kekehan kecil yang hanya didengar olehnya.


Tapi, meski begitu dia masih belum sadar kalau tanpa dia sadari hatinya tak menolak pria bersurai putih keperakan dengan paras yang untuk pertama kalinya di akui oleh Ryura bahwa wajah itu adalah wajah paling tampan yang pernah ia lihat.


Ketampanan yang mampu menembus relung hatinya.


"Nona Ryura, aku sudah melihat seberapa hebat dirimu sebelumnya. Tapi, aku tidak menduga kalau kau memilih melawan ku dalam keadaan seperti ini. Tahukah kau, kalau ini hanya akan merugikan mu." ejek Chang Ni Er secara terbuka.


Duan Xi yang melihatnya dari luar panggung arena menggeram seketika. Cukup tahu kalau semua yang berada di bawah naungan musuhnya tak akan jauh berbeda dengan musuhnya.


"Murid ku, jangan paksakan dirimu lagi. Aku tahu kalau aku sebelumnya memang ingin kau memenangkan kompetisi ini untuk membantu ku memenangkan taruhan. Tapi..." mengangkat matanya guna menatap Ryura dengan tulus. "Entah sejak kapan, aku tidak lagi peduli dengan taruhan itu. Kau murid ku, aku tak bisa membiarkan mu berkorban untuk ku. Seharusnya, kau menjadi murid ku untuk menjadi penerus ku. Itu yang seharusnya terjadi. Jadi, jangan siksa dirimu lebih dari ini." tak ada yang tidak dapat melihat bagaimana mata layu Duan Xi mengembun.


Ryura pun dapat melihatnya. Wajahnya masih tetap tak berekspresi, tapi hatinya tak elak mengalami kehangatan yang langka. Meski ia tak tahu jenis rasa apa itu, ia masih tetap menyukainya.


"Sudah terlambat, wahai teman lamaku! Kau sudah mengirimnya untuk menghadapi kematian lebih cepat. Jadi, terima saja. Hahahah..." kata Fu Xie dengan lantang. Ia bahkan tak menutupi penghinaan yang dilayangkan untuk Duan Xi dan Ryura.


"Jangan khawatir, Guru! Aku, Chang Ni Er akan membuatmu bangga. Hal-hal seperti ini tak seharusnya menjadi penghalang. Dia hanya gadis yang terlalu sombong! Apa yang bagus dengan itu." timpal Chang Ni Er mendukung gurunya. Dia berbicara dengan begitu bangga sampai keangkuhannya sendiri pun seolah tak ia sadari.


Dia lupa orang-orang masih punya penglihatan yang bagus.


Tak tahu saja dia, pria yang di atas sudah bersumpah akan menghancurkannya hingga gadis itu tak lagi bisa bereinkarnasi bila sampai sesuatu terjadi pada gadisnya.

__ADS_1


"Terlalu berisik!" suara Ryura tiba-tiba menggema dengan nada rendah yang dalam. Memberikan orang-orang rasa tak nyaman.


Chang Ni Er mengernyit tajam melihat gadis yang sudah berlumuran darah dengan wajah yang kian memucat, namun masih bisa berdiri tegak tanpa goyah dihadapannya. Itu saja sebenarnya sudah menunjukkan kalau Ryura jelas tak bisa di anggap remeh.


Tapi, siapa yang mau mengalah. Dia jelas tidak mau dianggap tak mampu menghabisi Ryura. Karena itu, di atas panggung arena ini dia sudah bertekad kalau dia akan menjadi yang pertama mengalahkan Ryura.


"Baik. Ini kau yang minta!" serunya dengan kesiapan penuh.


Segera setelahnya, sebuah pedang muncul dari guliran air yang muncul secara misterius melalui telapak tangan Chang Ni Er. Itu menunjukkan kalau ia pengendali elemen air.


Ryura yang melihatnya hanya mengulurkan tangannya kesamping, dengan maksud memberi tanda pada Duan Xi untuk memberikan pedangnya.


Ya, selama ini ia menitipkan pedangnya pada Duan Xi karena dia tak memiliki cincin ruang.


Sejenak Duan Xi tak paham, namun tak sampai lima detik dia segera memahami maksudnya. Segera setelahnya, Duan Xi mengeluarkan bungkusan panjang dari kulit lalu melemparkannya ke Ryura dengan tepat.


Hap!


Tangan kirinya kini memegang apa yang seharusnya ia pegang.


Orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya, bungkusan apa itu. Tapi, tak berlangsung lama sampai Ryura mengeluarkannya dengan santai. Semuanya langsung tahu benda apa itu.


Sring...


Sebuah mata pedang putih menyilaukan mulai terlihat sedikit demi sedikit hingga tampaklah sepenuhnya.


Ye Zi Xian yang melihatnya juga segera mengetahui pedang apa itu.


Dia tak bisa menahan senyum saat melihat gadisnya menggunakan pusaka tersebut dengan berani. Ini sudah sepatutnya menjadi calon ibu untuk meneruskan keturunan Ye ke generasi berikutnya.


"Jangan salahkan aku yang akan menyeret mu ke pelaminan, sayang!" gumamnya dengan sukacita.



Suasana di panggung arena kembali memanas.


Kedua lawan saling memegang pedang sebagai senjatanya. Sama-sama sudah siap untuk menyerang.


"BAIKLAH... SIAP... MULAI!"


Begitu suara pembawa acara jatuh kedua peserta di atas panggung arena langsung menghentakkan kakinya guna berlari untuk menyerang.


Chang Ni Er dengan pedang airnya dan Ryura dengan pedang pusaka Keluarga Ye yang tidak semua orang tahu rupanya.


Tang!


Mata pedang yang berwarna kontras satu sama lain akhirnya saling beradu dan itu menimbulkan uap yang tak biasa. Nyatanya, itu terjadi layaknya air yang terkena api kemudian menciptakan uap.


Cesss...


Mata tajam Chang Ni Er yang bertekad untuk mengalahkan Ryura beradu dengan mata kosong Ryura yang tak bisa di liat apapun yang ada di dalamnya lantaran terkejut dengan reaksi pedang yang malah menimbulkan uap. Tapi, fokusnya malah teralihkan oleh mata kosong itu.


Sejenak itu membuat Chang Ni Er bergidik ngeri. Belum pernah ia melihat mata kosong tanpa kehidupan seperti itu.

__ADS_1


Nyaris saja ia lalai, kalau saja tidak melihat kilatan cahaya yang memantul dari pedang milik Ryura mengenai matanya. Kala Ryura kembali melayangkan serangan.


Ting!


Mata pedang mereka kembali beradu, tapi kini tak sekadar beradu karena Ryura mengalirkan energi spiritual apinya pada pedang yang bergerak aneh. Lain dari sebelumnya yang hanya mengalirkan energi panas, kini ia membangkitkan api birunya. Dimana api itu tampak seperti parasit yang melahap apapun yang ia temui.


Hal itu sukses mengejutkan seluruh pasang mata. Termasuk Duan Xi selaku gurunya.


Tak terpikirkan olehnya Ryura akan berbuat seperti itu. Karena, seingatnya itu tak ada dalam pelatihan mereka.


Sementara Chang Ni Er juga terkejut dibuatnya hingga ia mengibaskan pedangnya guna menyingkirkan api aneh itu. Tapi, sayangnya tidak kunjung padam.


Saat api yang bergerak aneh itu mulai merambat ke tangannya usai memakan habis pedang spiritual air miliknya hingga menjadi uap, Chang Ni Er pun spontan melepaskan pedang tersebut untuk menghindari api aneh milik Ryura.


Segera setelahnya, mata garang Chang Ni Er melayang tajam kearah Ryura yang diam seolah bukan dia yang melakukannya.


Otaknya langsung berpikir keras mengenai hal aneh yang baru saja terjadi.


"Apa itu?! Api mengalahkan air?! Bagaimana bisa?!" pekiknya dalam hati.


Yang dia batin kan tak jauh berbeda dengan para penonton.


"Bagaimana cara peserta itu melakukannya? Api mengalahkan air?" Kaisar Agung Qin pun bertanya-tanya akan hal itu.


Ye Zi Xian yang tersisa disana selain yang lainnya dari Kekaisaran Utara hanya diam menyaksikannya. Dia juga sedikit terkejut melihat hal itu.


Bila ia tidak salah melihat. Seharusnya, Ryura menggunakan seluruh kekuatan internalnya untuk menciptakan api dengan suhu panas yang tinggi bak lava gunung berapi. Karena, kalau tidak air milik Chang Ni Er tak akan menguap begitu mudahnya.


"Apa yang ingin kau lakukan, sayang!" gumam Ye Zi Xian dengan cemas nan frustrasi. Ia sungguh tak ingin sesuatu terjadi pada calon pendamping hidupnya.



"Ehem. Apa maksud dari perkataan mu, Tuan?" tanya Rayan setelah kembali sadar dari mengagumi wajah tampan pria didepannya.


Pria itu tiba-tiba muncul bersama pria tampan lain di belakangnya yang dalam sekilas pun Rayan bisa melihat ada sesuatu yang familiar di wajah pria itu. Tapi, apa...


"Saya bilang, saya memiliki seseorang yang lebih dari mampu untuk menyembuhkannya. Kita hanya perlu langsung membawanya pada seseorang itu untuk segera ditangani." lugas pria yang tak lain adalah Kaisar Agung Bai Gikwang.


Dia muncul karena tak bisa menahan kecemasan yang kuat. Dia gelisah hingga akhirnya memilih mendatangi gadis yang sudah ia klaim menjadi miliknya.


Usai berkata demikian, Rayan refleks menoleh kearah Reychu yang dibuat tertidur olehnya dengan obat. Dia mencerna perkataan Kaisar Agung Bai sejenak sebelum sesuatu mengalihkan perhatiannya.


Yakni, saat melihat wajah Reychu yang memiliki kesamaan dengan wajah pria di belakang Kaisar Agung Bai.


Segera ia menoleh kembali guna menatap pria dibelakang Kaisar Agung Bai, yaitu Ahn Reychan.


Dengan pemikiran yang sederhana tanpa repot-repot berpikir soal salah benarnya. Rayan secara naluri mengangkat tangannya dan menunjukkan jari telunjuknya kearah Ahn Reychan yang langsung terkesiap dalam hatinya walau dari luar tetap tenang melihat tindakan Rayan yang berani.


"Kau... Ahn Reychan?!"



Wah maaf atas **keterlambatannya**.

__ADS_1


Thor lagi ad kerjaan jadi agak susah nyari waktu ngetiknya yooo. mohon maklum.πŸ˜πŸ™


semoga suka dan selamat membaca.


__ADS_2