3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
LEMBAH BERDARAH


__ADS_3

Tiga kata tak terduga itu membawa semua orang kedalam keheningan sambil mengalihkan pandangan mereka kearah pemilik suara tersebut.


Dan apa yang mereka lihat tidak kalah mencengangkan, tak terpikirkan oleh otak kecil mereka itu akan menjadi dia. Bahkan tiga pria penguasa juga dibuat sedikit terkejut. Sebenarnya, mereka tidak mengetahui adanya adegan tambahan. Hal itu membuat mereka memiliki beberapa pemikiran.


Sama halnya dengan yang lain, Meng Pei Yun juga terkejut bahkan lebih terkejut. Ini bukan yang pernah ia bayangkan. Tidak! Ini tidak pernah ia bayangkan akan terjadi.


"A-SHI!" teriaknya tak percaya pada sosok wanita yang selama ini sudah berdiri disisinya sebagai orang kepercayaan.


Benar. Dia A-Shi, kepala pelayan sekaligus pelayan kepercayaan Meng Pei Yun.


Kehadirannya saat ini yang tiba-tiba, tidak bisa membuat Meng Pei Yun berpikir itu sesuatu yang positif, terlebih saat sepenggal kalimat pendek sebelumnya. Dia tahu, hal buruk akan terjadi padanya. Siapa yang menyangka orang yang sangat dia percayai akan menjadi belati dibelakang punggungnya.


"A..apa yang kau lakukan?" sulit dipercaya, tapi dia benar-benar pelayan setianya.


Melihat sorot mata Meng Pei Yun membuat A-Shi merasa bersalah. Tapi, memikirkan junjungannya akan terus berjalan dijalan yang salah dia merasa semakin bersalah. Dia tahu, dia hanya seorang bawahan yang harus mematuhi perintah tuannya. Tapi, dia disisi lain dia juga adalah orang yang melihatnya tumbuh besar. Bisa dikatakan, A-Shi adalah pelayan setia sekaligus pengasuhnya yang menggantikan mendiang ibu kandung Meng Pei Yun untuk merawat Nyonya Selir Meng kala dia masih kecil.


Dia masih ingat dengan jelas dalam ingatannya, saat nafas terakhir ibu Meng Pei Yun. Wanita itu berpesan agar A-Shi menjaga putri semata wayangnya dan bimbing dia menjadi wanita yang baik hati dan menjunjung tinggi kebajikan. Karena pada dasarnya, ibu Meng Pei Yun adalah seorang perempuan yang baik luar dalam.


Jadi, disinilah dia...


"Maafkan pelayan mu ini, Nyonya ku... Tapi, inilah yang harus wanita rendah ini lakukan... Wanita rendah ini tidak bisa membiarkan Nyonya melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi. Maka dari itu, Nyonya... Akui saja dan minta belas kasihan dari Tuan Ye untuk memberikan keringanan hukuman. Nyonya, anda tidak bisa melakukan itu lebih dari ini. Sudah cukup." katanya dengan tutur kata yang lembut bak seorang ibu yang ingin menarik anaknya keluar dari tepi jurang kematian.


"APA YANG KAU KATAKAN?! MEMANG APA YANG AKU LAKUKAN?! APA KAU SENGAJA INGIN ZI XIAN MELIHAT KU LEBIH BURUK?! HENTIKAN OMONG KOSONG MU!" pekik Meng Pei Yun di antara kegelisahannya yang memuncak. Dia sendiri nyaris tak tahu apa yang tengah dilakukannya saat ini.


Karena hanya ada satu pemikiran dalam benaknya, yaitu tidak ingin Ye Zi Xian tahu akan perasaannya. Sebab, dia yakin bila Ye Zi Xian tahu, dia tak akan memiliki kesempatan untuk bersama pria yang dicintainya itu.


"Ampun, Nyonya ku. Saya tidak bisa kali ini. Kalaupun harus bertaruh nyawa, saya akan tetap melakukannya demi kebaikan anda sendiri." kata A-Shi dengan nada memohon.


"Kebaikan apa yang kau maksud? Justru, ini akan menjadi keburukan bagiku bila kau sembarangan bicara! Kau tahu?!" marah Meng Pei Yun lantaran takut A-Shi membuka mulutnya.


Sambil memandangi wajah merah pekat junjungannya yang kini menatap dirinya dengan niat membunuh, A-Shi membatin. "Mereka benar. Ini adalah keluarga Ye. Tidak ada jalan keluar bagi Nyonya-ku untuk tetap hidup kalau dia masih bersikeras dengan keteguhannya mempertahankan diri. Dia salah... Dia melakukan kesalahan... Kenapa harus jatuh cinta pada Tuan Ye, Nyonya...?! Kenapa harus ada cinta terlarang di hatimu untuknya?!" hati pelayannya meringis sedih dan prihatin untuk junjungannya.


Ye Zi Xian mengabaikan Meng Pei Yun yang histeris, dia langsung menghujam A-Shi dengan tatapan dinginnya. Tak peduli bagaimana A-Shi bisa berbelok dari sisi Meng Pei Yun, yang dia butuhkan adalah kebenaran yang diketahui oleh A-Shi.


Ini adalah kemudahan yang diberikan, bagaimana bisa dia mengabaikannya.


"Kau baru saja mengatakan, kalau kau bisa bersaksi, bukan?" jedanya. "Lalu, bersaksi 'lah!" sambungnya.


Mendengar itu Meng Pei Yun kembali kalang kabut. Dia tahu bila A-Shi sampai buka mulut, dia akan habis. Tak hanya hidupnya yang akan berakhir, tapi perjuangan cintanya juga berakhir.


Siapa yang mau itu terjadi?


Tidak! Dia tidak mau itu terjadi!


Benar saja, belum sempat A-Shi mengeluarkan suara untuk menjawab, sebuah kekuatan menghantam tubuhnya hingga terjengkang kebelakang dengan cukup kuat. Beruntungnya, A-Shi bisa bertahan dan hanya memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


BAM!


Semua mata beralih kepada Meng Pei Yun segera setelah itu. Siapa yang tidak melihat gerakan impulsif nya barusan. Itu jelas dilakukan dengan tergesa-gesa.


Para penonton yang melihatnya, hanya bisa memberikan tatapan tak berdaya. Pasalnya, hal seperti ini tak bisa di lakukan saat pengadilan sedang berlangsung.


Siapa yang tidak tahu itu?

__ADS_1


Untuk pengadilan kecil saja, hal itu juga berlaku.


Dan apa yang mereka maksudkan, benar. Tak hanya Tuan Ye yang melayangkan tatapan tak senangnya, tapi juga Tetua Ye marah karenanya.


"TIDAK TAHU DIRI! KAU PUNYA NYALI MENGERAHKAN KEKUATAN MU UNTUK MENYERANG SAAT PENGADILAN BERLANGSUNG?!"


Baru saat itulah, Meng Pei Yun tersentak sadar. Dia menatap kedua tangannya dengan tak percaya. Barusan, dia menyerang A-Shi hanya berharap bahwasanya dia bisa tutup mulut. Tapi, tampaknya dia lupa sejenak kalau dia ada di pengadilan keluarga Ye.


Tidak pernah ada dalam sejarah di klan Ye saat pengadilan diadakan, boleh menggunakan kekuatan spiritual untuk tujuan apapun jenisnya. Apalagi dengan statusnya yang sebagai terdakwa. Ini termasuk pemberontakan dan pembenaran diri dari kesalahan yang dilakukan.


Itu artinya, secara tidak langsung dia membenarkan apapun yang dikatakan Ye Zi Xian diawal tadi tentang dirinya.


"Apa kau pikir dengan melakukan itu, kau terbebas dari tuduhan? Inikah sosok sebenarnya dari seorang Meng Pei Yun?! BOD*H!" Tetua Ye langsung menghina Meng Pei Yun walau tidak secara gamblang. Tapi, itu saja cukup untuk memberikan semua orang pemahaman tentang apa yang ingin dikatakannya.


Pihak keluarga Meng tak bisa berbuat apa-apa. Mereka ditempatnya, hanya bisa menahan amarah dengan tangan terkepal. Terutama Ayah Meng. Dia jelas tak sanggup bila harus melihat putri kesayangannya teraniaya. Akan tetapi, dia juga tak percaya kalau putrinya bisa melakukan hal menghinakan itu.


Mencintai putra sambungnya sendiri?


Apa putrinya sudah gila?


Meng Pei Yun membisu tak berani mengangkat kepalanya. Dia berdiri kaku ditempatnya.


"Kau masih bisa melanjutkan?" tanya Tuan Ye datar usai insiden kecil yang baru saja terjadi.


Dia benar-benar acuh! Mengerikan!


"Uhuk... Bi..bisa, Tuan Ye." jawab A-Shi lemah. Bagaimanapun dadanya masih terasa sakit akibat hantaman tadi, sebab dia tak sempat menghindar.


Karena itu, dengan susah payah A-Shi berujar. "Memang benar. Ukh... Nyonya ku, memiliki rasa pada anda, Tuan Ye. Sudah dari lama. Itu juga yang memicu... Uhuk. Niat jahatnya untuk menyingkirkan calon Nyonya Ye masa depan begitu beliau mengetahui kalau anda sudah menemukannya. Uhuk..uhuk..." seteguk darah kembali keluar dari tenggorokannya.


Penjelasan singkat itu sudah cukup bagi para pendengar untuk mengetahui siapa yang salah disini.


Mungkin, kesaksian A-Shi bisa disebut pengkhianatan. Akan tetapi, semuanya bisa melihat bila sinar matanya masih memiliki kesetiaan untuk Meng Pei Yun. Kalau sudah begini, pengkhianatan ini pasti memiliki alasan penting dibaliknya.


Seperti berikutnya, begitu kesaksian A-Shi selesai Meng Pei Yun segera menjatuhkan diri ke lantai panggung eksekusi dan bersimpuh sambil mencengkram erat pakaian Ye Zi Xian.


Dia melupakan kedudukan dan citranya demi membuat Ye Xiao Nan mau mempercayainya bukan orang lain.


Sayangnya...


"Zi Xian, dengarkan penjelasan ku. Kau tidak bisa asal mengambil kesimpulan begitu saja. Itu tidak benar! Dengarkan aku! Dengarkan aku!" katanya yang mulai tidak beraturan.


Penampilan Meng Pei Yun saat ini sudah jauh dari kata segar sebagaimana saat dia tiba tadi sebelum acara dimulai. Kini dia kuyuh dan berantakan.


Sambil mengernyit tidak senang, Ye Zi Xian berbicara sambil memandang jijik kepada wanita yang selama ini sudah ia bagi cinta untuk ibunya kepadanya mengingat dia sudah membantu merawatnya. Tapi, tak menyangka kalau dia memiliki maksud tersembunyi atas dirinya.


Siapa yang menginginkan itu?!


Jelas, dia tidak!


Tidak akan!


"Apa lagi yang ingin kau jelaskan? Jangan membuatku semakin jijik! Kau harus tahu, apapun alasan yang ingin kau berikan padaku. Tidak akan ada artinya! Cinta yang kau miliki untuk ku sudah salah! Kau menggunakan alasan cinta mu untuk menyerang takdir ku juga salah! Kau mau mengatakan apa lagi?!" tatapan Ye Zi Xian lebih tajam dari sebelumnya. Yang ini lebih menusuk hingga mampu menghancurkan siapapun yang dilihatnya.

__ADS_1


Meng Pei Yun hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa bisa berkata-kata lagi.


Amarah Ye Zi Xian untuknya adalah sesuatu yang tak ingin dia lihat seumur hidupnya.


Menyipitkan mata tajamnya, Ye Zi Xian menjatuhkan keputusan dengan mantap tanpa memandang masa lalu mereka.


"Karena sudah terbukti jelas siapa yang bersalah. Kita akan langsung ke tahap pelaksanaan hukuman!" nadanya rendah dan dalam bagaikan angin malam yang berhembus. Mampu membangkitkan hawa yang menyeramkan.


Begitu keputusan itu keluar dari mulut Ye Zi Xian, Meng Pei Yun yang tak berdaya tadi tiba-tiba memiliki kekuatan untuk bangkit dan menjerit dengan panik.


"TIDAK! KAU TIDAK BISA MENGHUKUM KU! APA KAU LUPA, AKU YANG MERAWAT MU SELAMA INI! BAGAIMANA BISA KAU MENGABAIKAN PERJUANGAN KU BEGITU SAJA! AKU MENGABAIKAN SEGALANYA HANYA UNTUK MENYENANGKAN MU! BAGAIMANA BISA KAU BERBUAT SEPERTI INI KEPADAKU!!!" dia berteriak dengan gila didepan Ye Zi Xian yang wajahnya tetap datar dan dingin.


Namun, meskipun dia mengamuk dihadapan Ye Zi Xian. Cinta itu masih ada, sehingga segala kesalahan ia limpahkan kepada A-Shi yang dianggapnya berkhianat.


Dengan begitu, tiba-tiba dia berputar haluan dan langsung menerjang A-Shi yang sudah lemah di tempatnya dengan dibantu beberapa orang dari sekitarnya.


Melihat Meng Pei Yun menerjang kearah mereka dengan gila-gilaan. Mereka yang sebelumnya membantu A-Shi segera menyingkir demi menyelamatkan diri.


"DASAR PENGKHIANAT! KAU PANTAS MATI! KARENA MU, ZI XIAN-KU MENOLAK KU! KAU PANTAS MATI!"


Kekuatan berkumpul di telapak tangannya dan siap untuk di layangkan kearah A-Shi. Sedang, A-Shi sudah pasrah.


Kecepatannya membuat orang-orang tak sempat menyusul guna menghentikannya.


"Nyonya... Maafkan aku yang tidak bisa mendidik putri anda menjadi seperti yang anda harapkan... Maafkan aku..." dalam hati A-Shi menangis sedih dengan perasaan penuh rasa bersalah kepada mendiang ibu kandungnya Meng Pei Yun atas kegagalannya.


BLARR...!


Asap mengepul bercampur dengan debu dan tanah yang hancur disekitarnya, karena serangan kuat dari Meng Pei Yun. Hal itu membuat semua orang menanti dengan harap-harap cemas pada keadaan A-Shi.


Mereka iba pada nasib A-Shi, tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Di atas panggung eksekusi Ye Zi Xian mengernyitkan dahinya melihat semua itu. Tak habis pikir dengan tindakan Meng Pei Yun yang menggila. Ada sedikit rasa sedih dihatinya, bagaimanapun wanita itu pernah menjadi ibunya yang baik. Tapi, itu tidak menyurutkan niatnya untuk tidak mengendur sedikitpun.


Salah tetap salah.


Tak berlangsung lama untuk secara perlahan asap dan debu tanah itu menghilang. Tapi, apa yang samar-samar terlihat adalah sesuatu yang tak disangka-sangka.


Semua mata terbelalak melihatnya, kala siluet yang berdiri tegak seperti tengah menghalangi sesuatu mulai diperjelas.


Bahkan Ye Zi Xian sendiri tak kalah terkejut.



jengjengjeng... siapa itu...???


aku gk yakin kalo kalian gk tau?


tapi gk PP. meskipun tebakan kalian benar, tapi pada akhirnya kalian tetap penasaran kan ya....


🤣🤣🤣🤣🤣


ok ditunggu eps berikutnya yaaaaa

__ADS_1


__ADS_2