3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
DETIK-DETIK KEHANCURAN MENG RUONA 2


__ADS_3

Suara melengking dari dalam ruangan di salah satu bagian bangunan tua itu menggema hingga membuat burung-burung yang tinggal disana kabur berterbangan. Bagaimana tidak, saat ini didalam Meng Ruona menjerit ketakutan saat melihat Rayan menunjukkan padanya sebuah jarum suntik. Tanpa dipikirkan juga yang ada disana termasuk Meng Ruona sendiri tahu untuk siapa suntikan itu.


Seketika wajah wanita berbusana merah itu pucat pasi. Dia ketakutan bukan main. Sedikit informasi, sebenarnya dia takut pada jarum suntik dan itu tidak diketahui oleh siapapun selain anggota keluarganya. Maka dari itu jeritannya seketika memberikan Rayan pencerahan dan dia senang akan hal itu.


"Oh. Jangan bersedih dan jangan takut. Ini tidak akan sakit. Paling hanya seperti digigit semut. Lagipula, kau tidak bisa menjadi lebih lemah dari Ryura. Tahukah kau bila Ryura bahkan tak kesakitan meski tangannya disayat-sayat oleh Reychu. Jadi, cobalah untuk sedikit menjadi seperti dirinya. Karena kau harus tahu, itu juga yang menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang di sukai Ye Huan pada diri seorang Ryura Jenna. Bukankah dari awal kau mengatakan bahwa hanya kau yang pantas. Kalau begitu, kau harus tunjukkan totalitas mu. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa kau benar-benar pantas!" ujar Rayan penuh kelicikan.


"Benar sekali!" timpal Reychu yang hanya mengikuti kesenangan. "Langsung saja, Ray?" desaknya tak sabar.


Sedang Ryura disisi lain malah asik bertukar pesan dengan suaminya. Segala macam pesan cinta dari keduanya keluar masuk kotak pesan hampir tanpa jeda. Ryura juga mengabaikan semua yang terjadi disekelilingnya dan hanya fokus pada suami tercintanya.


"Rey, apa ruangan itu sudah siap?" tanya Rayan pada Reychu tanpa mengalihkan pandangannya dari Meng Ruona yang sedang ia takut-takuti.


"Ruangan itu?! Oh. Sudah dong. Bagaimana bisa yang satu itu terlewatkan?! Itu bagian klimaksnya. Hahahaha!" senang Reychu saat membicarakan ruangan yang dimaksud.


"Kalau begitu, panggil mereka. Bukankah ini sesuai pesanan nona muda didepan kita ini?!" ujar Rayan tanpa menyurutkan senyum liciknya.


Mata Reychu berbinar dengan kegilaan. "Hohoho... Benar sekali! Tunggu sebentar. Akan aku bawa mereka kesini." Reychu pun berbalik pergi kearah kegelapan tempat ia muncul diawal tadi. Tapi, Reychu tidak lupa menjemput mereka yang dimaksud sembari berteriak dengan penuh semangat.


"YUHUUUU...! WAHAI PRIA-PRIA TAMPAN DI MATA ORANG LAIN TAPI TIDAK DI MATA KU... INI SAATNYA KALIAN KELUAR! MARI AMBIL HADIAH KALIAN! HAHAHAHA!!!"


Mata Meng Ruona nyaris keluar dari tempatnya saat melihat 6 pria dengan berbagai rupa dan bentuk serta warna kulit -tidak termasuk Bo Kang yang berada diantara para pria itu- tengah berjalan bersama keluar dari kegelapan disana. Seketika, otak Meng Ruona seraya berdengung kuat sampai dia merasa takut, ngeri, dan kaku di sekujur tubuhnya saking syoknya dia.


Adegan ini pula mengingatkan dirinya dengan rencananya sebelumnya. Tak pernah sedikitpun ia terpikirkan akan berada diposisi ini. Jadilah, setelah tercengang lama dia pun kembali tersadar dan kemudian menjerit sembari meronta-ronta berharap bisa sedikit mendapatkan belas kasihan serta berharap dapat melepaskan diri dari ikatan Ryura yang rasanya sangat kuat.


Dalam hati Meng Ruona mengutuk ketiga wanita disana. "Arrgh! Awas kalian semua! Setelah aku bebas dari sini, aku akan menyelesaikan hutang ini pada kalian! Tak akan aku biarkan semua ini terjadi tanpa belas dendam! Aaaaaaaaaarrrrggghhhh!"


Saat itu Ryura melirik sekilas apa yang tengah dua sahabatnya lakukan sebelum berbalik mencari tempat duduk lain untuk dia duduki agar lebih santai, lalu kembali lanjut bermesraan dengan suaminya via pesan.


Dia benar-benar mengabaikan apa yang ingin dua sahabatnya lakukan pada musuhnya. Dia memang bukan orang yang mau repot-repot melakukan hal merepotkan seperti itu selain lawannya benar-benar melewati batas yang sudah dia tetapkan seperti di masa kuno dulu. Sedang saat ini, Ryura bahkan tak mau repot-repot mengingatnya saking tak berartinya ulah Meng Ruona saat ini.


Rayan tersentak kaget saat tiba-tiba Meng Ruona berteriak didepannya yang dalam posisi membelakangi Rayan karena Rayan sudah berpindah ke belakang wanita itu.


Seketika Rayan jadi kesal hingga wajahnya cemberut berat bak anak kecil yang merajuk lantaran tidak diberikan coklat. Karena itu juga, spontan Rayan menyuntikkan langsung tanpa pemberitahuan dan tanpa kelemahlembutan pada lengan kanan Meng Ruona hingga teriakkan wanita itu berubah menjadi jeritan kesakitan sebab Rayan melakukannya tanpa perasaan.


"Huh! Rasakan akibat dari mengejutkan ku! Tahu rasa kau!" ketus Rayan tidak peduli dengan jeritan Meng Ruona.


Bo Kang disisi lain meringis melihat bagaimana 3Ry memperlakukan Meng Ruona. Kini, bila di amati lebih dekat ternyata lebih mencekik.


Pria itu -tidak- tepatnya semua pasang mata yang menyaksikan aksi 3Ry saat ini tidak ada yang tidak meringis melihat betapa brutalnya ketiga wanita yang selalu dianggap lemah oleh orang-orang di luaran sana. Tanpa mereka tahu, bila berhadapan langsung akan diketahui bahwa 3Ry tidak selemah itu.


Setelah cairan yang ada dalam suntikan itu mengalir masuk kedalam tubuh Meng Ruona. Wanita itu seketika mengalami lemas otot dan tak bertenaga, namun kesadaran masih 100 persen oke.


Meng Ruona yang paling jelas merasakannya tak tahu harus berkomentar seperti apa mengenai cairan yang diberikan Rayan padanya. Dia merasa cairan itu kemungkinan sangat luar biasa. Mengingat dia masih sangat sadar dan hanya tubuhnya saja yang diluar kendalinya.


Akan tetapi, disaat seperti itu juga dia tidak lupa mengutuk dan mengumpati 3Ry karena telah berani memperlakukannya sampai seperti ini.


Dia jelas tak terima. Mungkin lebih tidak terima kalau yang berikutnya terjadi padanya. Bahkan dia sampai tak memiliki kesempatan untuk merasa tidak terima, sebab sesuatu menghalanginya.

__ADS_1


Meng Ruona ingin memberontak, ingin meronta-ronta, tapi tidak memiliki tenaga. Dia hanya bisa diam ditempatnya dengan malang sambil mendengar ledakan dari yang Reychu ucapkan.


"Sudah beres?" tanya Reychu pada Rayan.


Dengan kode 'oke' menggunakan tangannya Rayan menjawab. "Beres!"


Yang seperti ini keduanya baru bisa kompak!


Reychu pun berkacak pinggang dengan puas. "Bagus. Tunggu apa lagi! Bo Kang!" yang dipanggil tersentak mendengarnya.


"Kau akan menjadi orang pertama yang melakukannya!" tanpa penjelasan apapun Reychu langsung pada intinya yang sukses mengejutkan baik Bo Kang sendiri maupun Meng Ruona yang lemas.


"APA!" Bo Kang memekik dengan lantang sementara Meng Ruona memekik dari dalam hatinya saking keduanya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulut Reychu.


Keduanya jelas tahu apa arti dari kalimat itu. Sebab sebelumnya rencana ada ditangan Meng Ruona menggunakan Bo Kang. Kini saat semuanya berbalik. Keduanya tak mungkin tidak tahu maksudnya.


Mengapa memaksakan diri untuk memberontak tapi tetap tidak bisa. Alhasil, dia hanya bisa menjerit-jerit dalam hati tak terima dengan apa yang mau 3Ry lakukan padanya.


"SEHARUSNYA BUKAN AKU! BUKAN! AKU TIDAK MAU! TIDAAAAAAAK!!! JANGAN SENTUH AKUUUUU!!!"


Tapi, siapa yang mendengarnya?!


Tentu tidak ada.


"Tapi..." Bo Kang ragu dengan apa yang diminta Reychu. Bagaimanapun perasaannya sudah lenyap seiring berjalannya waktu, apalagi setelah mengetahui perangai sebenarnya dari Meng Ruona. Sisa-sisa rasa dihatinya tersapu bersih.


Jelas, tidak bisa. Karena, 3Ry akan melakukannya hingga tuntas. Apalagi wanita-wanita itu mengerikan. Bagaimana dia menolaknya!


"Kau tidak mau?! Jangan begitu! Dia masih perawan lho. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini! Kapan lagi, iya kan?!" nimbrung Rayan sambil membeberkan satu fakta.


Ya, Meng Ruona mungkin licik, tapi perempuan itu memang masih menjaga kehormatannya sebab dia sudah lama jatuh cinta dengan Ye Huan sampai berpikir untuk menjaga kehormatannya hanya untuk Ye Huan. Sayangnya, Ye Huan sudah menjadi milik Ryura.


Rayan dan Reychu berpikir tidak perlu untuk menjaganya lagi bukan?!


Hohoho... Jahat sekali mereka...


Fakta itu pula yang membuat pupil mata Meng Ruona menyusut lantaran kaget.


Meskipun bukan hal aneh bila masih ada perempuan yang menjaga kehormatannya. Hanya saja, lebih dari sekedar aneh saat kehormatannya malah ditawar-tawarkan oleh orang lain.


Bo Kang sedikit kaget mengetahui hal itu. Ada rasa salut saat tahu Meng Ruona bisa menjaganya akan tetapi saat mengingat untuk siapa hal itu dijaga, Bo Kang pun berubah menjadi jijik. Tidak ada bedanya perawan atau tidak bila yang di incar adalah milik wanita lain.


Seketika hatinya sedikit goyah.


Reychu dan Rayan saling pandang saya melihat itu. Mereka saling melempar pemahaman satu sama lain dan melanjutkan bujuk rayu keduanya pada Bo Kang.


"Bukankah kau dulunya menyukai dia? Tapi, ditolak. Jadi, kau pasti butuh kompensasi kan? Ini dia kompensasinya. Tunggu apalagi. Memangnya kau mau salah satu dari mereka yang duluan? Tidak kan?! Ayolah!" Reychu kembali dengan teori bengkoknya.

__ADS_1


Yang menjadi objeknya sama sekali diabaikan. Tapi, Meng Ruona berusaha untuk mengatakan sesuatu pada Bo Kang melalui tatapan matanya yang seadanya sebab tak berdaya.


"Jangan lakukan itu! Kau tidak boleh melakukannya! Milikku bukan milikmu! Ini milik Ye Huan! Pria lain tidak boleh bermimpi memilikinya! Kau menyukaiku kan?! Jangan lakukan itu! Ku mohon!"


Bo Kang masih diam dalam keheningannya. Dia bingung. Benar soal perasaannya tapi kini sudah tidak. Dia pikir, apakah masih perlu untuk sampai merenggut kehormatan wanita itu. Meski dia akui bahwa Meng Ruona cantik dan dia pernah membayangkannya dulu.


Tapi, itu dulu.


Saat dia bimbang. Reychu yang malah menunggu langsung bergerak yang membuat keenam pria didepannya menegang.


Bagaimana tidak...


Sreek!


Aaaaaaaaaarrrrggghhhh!


Meng Ruona berteriak tak terima dalam hatinya namun tak bisa berbuat apa-apa. Dia sungguh malang karena salah memilih lawan.


Sedang para pria, mata mereka terbelalak melihat pemandangan indah yang Reychu suguhkan sampai menelan ludah dengan susah payah.


Ya, Reychu baru saja merobek gaun bagian dada Meng Ruona dengan kedua tangannya tanpa menggunakan alat bantu apapun. Bagaimanapun Reychu memiliki kemampuan.


Hingga tampaklah dua pay*dar* Meng Ruona yang tanpa dalaman, sebab gaunnya sudah memilikinya.


Put*ngnya yang merah muda sangat mengg*urkan tatapan mata para pria. 5 lainnya yang memang gig*lo tentu tak menolak. Tapi, Bo Kang masih mencoba untuk waras. Walaupun kewarasan dan nafs* saling beradu.


Reychu dan Rayan yang melihatnya tersenyum puas.


Beginilah seharusnya pria brengs*k, pikir keduanya.


"Bagaimana Bo Kang? Masih mau menolak? Kau sungguh ikhlas bila salah satu dari pria dibelakang mu yang mencicipinya lebih dulu. Padahal aku sedang berbaik hati untuk memberikan mu pengalaman pertamanya dengan mu berdua tanpa diganggu oleh siapapun. Karena, saat giliran mereka, aku ingin mereka melakukannya bersama-sama dengan aku yang akan merekamnya. Bagaimana?" tutur Reychu terus membujuk.


Mendengar itu, Bo Kang tertegun dengan segala imajinasi yang berseliweran di otaknya yang sudah ternodai dengan pikiran kotor tentang Meng Ruona dan para pria didekatnya ini. Seketika, ada rasa tak terima.


Godaan setan pun menyusup.


Sedang Meng Ruona yang mendengarnya kian frustrasi membayangkan kesialan dirinya. Dia mencoba berteriak, berontak, meronta, tapi tetap tidak bisa. Tubuhnya tak bisa dia kendalikan. Seketika kesedihan dan ketakutan merayap masuk ke relung hatinya.


Tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini padanya.


Reychu dan Rayan menunggu dengan sabar meski kadang kesabaran mereka bisa habis juga.


"Ayo, jadi bagaimana?" desak Rayan tak mau berlama-lama. Dia sudah sangat merindukan suaminya.


Memikirkan sebentar lagi sandera mereka akan melakukan pertunjukan film biru, Rayan jadi menginginkannya juga. Dia tak sabar untuk kembali ke pelukan Shin Mo Lan, sang suami.


Setelah berpikir agak lama, akhirnya Bo Kang mencapai sebuah keputusan yang membuat Meng Ruona membeku tak percaya dan 3Ry bahagia.

__ADS_1



__ADS_2