
Suara musik disko mengalun keras di sebuah klub malam. Disana juga terdapat seseorang yang tadi siang habis tertimpa sial. Siapa lagi kalau bukan Meng Ruona. Kini dia berada di tempat hiburan malam untuk menghibur dirinya sendiri yang gagal mendapatkan Ye Huan.
Gelas demi gelas dia teguk isinya dengan tak berperasaan. Sama sekali tidak peduli bila dia akan mabuk sekalipun, yang dia tahu saat ini dia ingin menumpahkan semua kekesalan dan amarahnya terhadap perempuan yang berani mengambil Ye Huan darinya. Apalagi, atas kegagalannya hari ini dalam mendekati Ye Huan.
Tak!
"Wanita itu...! Aku tidak akan biarkan kau hidup tenang! Bila aku tidak bisa mendapatkan Ye Huan! Kau juga tidak!" sumpahnya dengan suara parau khas orang mabuk yang rendah. Matanya mulai tidak fokus kala menatap, tapi masih keras kepala untuk tetap terjaga.
"Kau sudah mabuk, Ruona." suara pria yang tak asing lagi terdengar dari sebelahnya. Ternyata dia adalah Bo Kang. Tapi, tampaknya Meng Ruona tidak mengenalinya dalam sekali pandang.
Perempuan itu sampai menyipit menatap tak suka pada pria itu karena merasa momen pelampiasannya terganggu.
Bo Kang tidak menggubris tatapan itu. Dia hanya menghampiri perempuan yang terlihat menyedihkan di klub malam ini.
Klub malam adalah tempat yang sering Bo Kang dan teman-temannya kunjungi hampir setiap malam. Tempat itu sudah seperti markas bagi mereka, sebab banyak anggota gang yang diketuai Bo Kang ada disana untuk bersenang-senang.
Malam ini pun sama, bedanya ada hal yang menarik malam ini. Bo Kang melihat Meng Ruona sang wanita bereputasi baik dan dipandang tinggi tiba-tiba ada di klub malam, tempat yang sama dengannya.
Alis Bo Kang terangkat tertarik pada alasan yang membuat seorang Meng Ruona yang menganggap citra dan reputasinya adalah prioritas bisa ada di tempat yang sering dipandang buruk ini.
Jadilah, Bo Kang berjalan menghampiri Meng Ruona yang sudah mulai mabuk, terlihat dari bagaimana dia yang terus berbicara seperti seseorang yang memiliki banyak beban hidup hingga tertekan dan berakhir melampiaskannya di tempat ini.
Meski Bo Kang berkata begitu, tapi dia tak mengambil gelas ditangan Meng Ruona dan justru menopang sisi wajahnya dengan sebelah tangannya dan tangan yang lain di lipat diatas meja bar.
Wajahnya menghadap Meng Ruona tanpa ada perubahan apapun kala melihat perempuan yang pernah singgah di hatinya sedang mabuk.
"Siapa kau?!" nadanya kasar.
"Aku... Hanya seseorang yang kau kenal." jawab Bo Kang dengan sedikit senyum di sudut bibirnya. Tidak tahu apakah dia sedang menertawakan kondisi Meng Ruona atau ada alasan lain, yang pasti saat ini dia meladeni perempuan mabuk didepannya dengan santai.
"Hmhmhm... Ternyata aku mengenalmu?" gluk! diteguknya lagi minuman beralkohol tersebut usai meracau.
"Iya, kita sangat saling mengenal. Bahkan belum lama ini kau meminta bantuan pada ku." Bo Kang terus berbicara normal kepada orang mabuk seolah-olah orang mabuk itu masih jernih pikirannya.
"Oh... Benarkah?! Kenapa aku tidak ingat?! Hmmm..." kata Meng Ruona yang entah benar-benar melupakan kerjasamanya dengan Bo Kang atau apa, yang jelas perkataan itu membuat alis Bo Kang terangkat. Agaknya dia tertarik untuk mendengar lebih jauh. Karena sejujurnya, dia agak tidak senang telah dilupakan dengan cara seperti ini.
"Benar! Kita bertemu di acara reunian. Kau meminta bantuan ku disana." ujar Bo Kang memberi petunjuk. Meskipun dia tahu kalau orang mabuk jarang ada yang bisa memahaminya.
"Reunian... Bertemu... Kita... Disana...?"susunan katanya kacau. "Ooohh... Aku ingat... Apa aku... Yang... Lelaki itu... Mencintai?" mata Bo Kang berkedip-kedip mendengar betapa kacaunya kata-kata yang Meng Ruona ucapkan kala mabuk. Bahkan perempuan itu terlihat seperti gadis polos yang tak ternodai kemelut dunia saat dalam keadaan seperti ini.
Dan itu entah bagaimana terlihat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
"Ya, aku orangnya." jawab Bo Kang masih santai, tapi kali ini sedikit lebih dalam. "Seandainya, sosok mu saat sadar sepolos ini... Aku mungkin bisa mempertimbangkan untuk kembali mencintaimu. Tapi, kurasa tak akan ada yang seperti itu. Kau terlalu dibutakan cinta melebihi cintaku dulu. Haha..." lanjutnya dengan kekehan kecil diakhir kalimat.
"Oh, bagus. Kau datang... Huk!" Meng Ruona benar-benar sudah mabuk berat sampai cegukan. Tapi, masih bisa menghadapkan badannya kearah Bo Kang lalu menarik kerah pria itu, membuat Bo Kang sedikit tersentak kaget.
Srek!
Kedua wajah berlainan jenis itu menjadi sangat dekat.
Meng Ruona mulai berbicara dengan nada tajam dan penuh kebencian. Berbeda sekali dengan sosok mabuknya beberapa saat lalu. Dengan wajah memerah dan mata sayu yang redup karena mabuk, Meng Ruona mulai unjuk gigi taringnya.
"Kau harus membunuhnya untuk ku! Harus! Jangan... Biarkan dia mengambil Ye Huan dariku! Dia tidak pantas untuk Ye Huan ku! Aku yang pantas! Aku lebih pantas! Kau mengerti! Jangan biarkan dia lolos! Jangan! Lakukan... Kau harus..."
Bruk!
Setelahnya, kepala Meng Ruona jatuh ke dada bidang Bo Kang dan langsung kehilangan kesadarannya. Bo Kang masih diam dengan raut wajah yang tak bisa dijelaskan.
"Ternyata tipe ideal mu adalah suami orang, ya..." dengusan sinis Bo Kang berikan usai bergumam menghina perempuan yang tidak sadarkan diri lagi ini.
50 hari sebelum pernikahan Reychu dan Bai Liam atau Bai Gikwang...
Meski masih sering membuat heboh dunia maya, ketiga pasang fenomenal itu tak henti-hentinya pamer kemesraan di media sosial. Untuk dua pasang suami-istri diantara mereka benar-benar menunjukkan cinta dan keromantisan, berbeda dengan satu pasang ini...
Bai Gikwang disisi lain, tidak peduli. Selama Reychu senang melakukannya, maka biarkan saja. Walaupun efek dari itu semua adalah orang-orang akan dapat melihat sisi jeleknya, karena hasil dari pengambilan gambar Reychu benar-benar tidak tertahankan.
Tapi, namanya cinta. Aib, maka aib lah.
Hahaha...
Rayan masih yang paling normal. Tidak ada yang tidak memiliki cinta didalamnya. Semua foto yang di-posting memiliki rasa manis bak gulali. Yang mana membuat semua orang yang melihatnya ikut merasakan manisnya.
Sedang Ryura, foto-fotonya romantis namun cool. Ala pasangan berkepribadian dingin yang saling mencintai. Membuat yang melihatnya dapat merasakan perasaan fantasi dari cara Ryura dan Ye Zi Xian mengekspresikan cinta keduanya.
Yang pasti, ketiganya menimbulkan rasa iri hati yang tak bisa di bendung. Tapi, paling tidak perasaan itu hanya bisa para penonton pendam sendiri. Berbeda dengan 3 perempuan tertentu yang tiap kali melihat postingan baru di akun media sosial pria tampan pujaan mereka, wajah dua orang yang saling mencintai harus mulai menjadi makanannya.
Baru beberapa hari tapi rasanya sangat menyiksa.
Kecemburuan yang membabi-buta memang mengerikan. Lihatlah dari bagaimana mereka memiliki pemikiran masing-masing dalam rencana untuk menyingkirkan istri-istri tercinta para suami-suami tampan dan luar biasa itu.
__ADS_1
Jika sebelumnya 3Ry pergi keluar dengan penyamaran. Maka, tidak lagi kali ini. Demi kelancaran menarik mangsa, 3Ry memilih shopping ria dengan identitas asli mereka. Karena hal itu juga yang membuat ketiganya harus di jaga oleh beberapa bodyguard saat ini.
'Three Royal Nobles' tidak bisa mengizinkan istri-istri tercinta mereka pergi keluar seorang diri meskipun mereka tahu kemampuan istri mereka dalam melindungi diri sendiri cukup bagus. Akan tetapi, karena sekarang ketenaran 3Ry tidak bisa lagi disembunyikan. Maka, tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataan merepotkan ini.
Mereka bukan lagi pembunuh bayaran yang ketenarannya berada di dunia hitam meski secara fisik mereka tidak dikenali saking hebatnya dalam bersembunyi. Kini, mereka memilih kembali hidup normal dan berganti ketenaran demi cinta mereka. Ketenaran kali ini adalah dengan berstatus sebagai 'Three Noble Consorts'.
Ketiganya kini berada di taman hiburan. Bagai tak ingat status, ketiganya ingin bermain banyak permainan di taman hiburan layaknya anak remaja yang hendak mengisi waktu liburan dengan bersenang-senang.
Sedang para bodyguard, hanya bisa dengan patuh membuntuti dari belakang. Meski mereka tidak nyaman berada di taman hiburan namun tidak bisa ikut bermain, mereka harus tetap profesional. Tugas mereka disini adalah menjaga dan memastikan Nyonya majikan mereka kembali dengan selamat.
Bodyguard yang dipakai pun berasal dari perusahaan Ye Zi Xian. Masing-masing dari 3Ry diberikan 2 orang bodyguard. Menurut Ye Zi Xian, 2 orang cukup. Apalagi pelatihan untuk menjadi tentara bayaran dibawah naungan RYUXIAN KINGDOM tidak mudah. Tapi, begitu mereka berhasil lulus pelatihan. Tidak ada yang tidak merasa bangga.
"Jadi, main apa dulu kita?" tanya Reychu seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah memandangi berbagai macam jenis permainan.
"Aku bingung. Aku menginginkan semuanya. Kita mulai darimana dulu?" kali ini Rayan yang bertanya sambil memegang dagunya berpikir. Dia benar-benar bingung harus memilih yang mana untuk dimainkan pertama kali.
Apalagi sudah lama juga mereka tidak kemari.
Ryura hanya diam sambil menatap sekeliling tanpa bisa di jelaskan. Sekilas dia seperti memandangi sekeliling taman hiburan. Tapi, disisi lain dia seperti tidak tertarik, terlihat dari sorot matanya yang biasa saja hingga tidak dapat dibaca.
Mata Reychu menyipit. "Hmm. Roller coaster?" menoleh kearah Rayan yang sedang mengamati wahana yang Reychu maksud. Menunggu jawaban.
"Hmm... Terlalu ekstrim. Bagaimana kalau kita mulai dari yang biasa saja baru kemudian meningkat hingga ke wahana yang ekstrim?" usul Rayan yang malah dibalas Reychu dengan bola mata yang diputar.
"Yang benar saja. Dimana menyenangkannya?! Begini saja! Kita main secara random!" mendengar usulan Reychu, Rayan mempertimbangkannya.
"Bagaimana caranya?" tanya Rayan.
"Begini..." jeda Reychu sambil melakukan sesuatu di ponselnya. "Nah, ini dia!" Reychu menunjukkan daftar nama permainan yang ada di taman hiburan ini.
Kemudian, lanjut menjelaskan maksudnya. "Kita akan bermain hitung jari untuk menentukan permainan apa yang akan kita mainkan. Bagaimana?" usul Reychu lagi sembari memainkan alisnya naik turun.
Rayan diam sejenak sebelum akhirnya mengangguk membenarkan. "Tidak buruk. Kita mainkan dengan cara seperti itu saja. Kalau begitu, ayo, kita mulai! Kita tidak bisa membuang-buang waktu!" seru Rayan penuh semangat sampai kedua tangannya diangkat tinggi-tinggi.
Ryura seperti yang sudah-sudah. Dia ikut saja tanpa repot-repot memikirkan apakah cara ini cocok atau tidak untuk wanita seumuran mereka yang bahkan sudah siap menjadi ibu.
Beberapa saat kemudian, mereka benar-benar memainkannya sambil mengabaikan keberadaan bodyguard. Bukannya tega membiarkan mereka diam saja. Tapi, tugas mereka memang harus melindungi 3Ry walau sebenarnya tidak perlu. Lagipula, gaji para bodyguard dibawah naungan RYUXIAN KINGDOM mampu membuat kaya pekerjanya. Jadi, bagaimana bisa mereka melanggar aturan dan melonggar meski terlintas keinginan itu?
"Yoohoo... Rumah hantu!" sorak Reychu yang berhasil menarik perhatian orang-orang lagi.
Ya, 3Ry sudah sangat terkenal setelah kehebohan itu. Wajah mereka sudah tidak asing lagi. Tapi, masyarakat tidak tahu seperti apa 3Ry itu. Oleh karena itu, saat ini kemunculan 3Ry di taman hiburan tanpa suami mereka dan masih bisa bersenang-senang menarik perhatian banyak orang. Hingga tidak sedikit yang menggunakan ponsel mereka guna mengabadikan momen tersebut.
__ADS_1