
Malam semakin larut, Ryura dan Furby kini sedang berada di jalan setelah sebelumnya mereka keluar dari istana. Kesunyian selalu setia menyertai mereka.
Sampai Furby membuka suara lebih dulu melalui telepati nya setelah dirasa mereka sudah jauh berjalan.
"Kita mau kemana, Ryura?"
"Tidur." singkat Ryura menjawab.
"Dimana? Penginapan? Tapi, kau mengarahkan ku ke persawahan." tanya Furby yang mulai bingung dengan teman manusia nya yang ingin tidur tapi malah membawanya ke persawahan.
Ryura tak menjawab lagi. Ia hanya terus menuntun kudanya ke arah yang ingin ia tuju. Tak lama sampailah mereka di sebuah pohon rindang berbatang sedang dengan 3 ranting besar dimana ranting-ranting kecil berdaun berada.
Meloncat turun dari punggung Furby dan langsung berjalan ke arah pohon tersebut dan mulai mendudukkan dirinya di bawahnya dengan menyenderkan punggungnya ke batang pohon. Melihat hal itu Furby mengikuti temannya dan merebahkan dirinya juga di sebelah Ryura.
Diliriknya sejenak Ryura yang sudah mengambil posisi nyaman nya. Sebenarnya ia ingin mengajak Ryura berbicara tapi ia urungkan karena merasa ini sudah malam dan masih ada hari esok untuk mengobrol dengan teman manusia nya yang sudah membuatnya nyaman meski selalu di diami.
"Baiklah, mari kita tidur... Selamat malam Ryura. Mimpi indah." segera ditutup nya kedua mata milik Furby lantaran sudah cukup lelah seharian berjalan tanpa sempat beristirahat.
"Malam." hanya itu jawab Ryura. Ia belum memejamkan matanya dan masih asik memandangi langit malam berbulankan purnama dengan tebaran bintang-bintang walau tak banyak.
Sorot matanya menerawang jauh ke kehidupan nya yang dulu. Mengingat kembali jalan hidupnya yang terasa hampa itu.
Ryura tak tahu siapa dirinya. Yang ia ingat hanya ia sudah berada di panti asuhan 'TANDA CINTA' sejak usianya 1 tahun dengan tanpa tahu bagaimana bisa ia berada di sana saat itu. Kata ibu Lan Dian, beliau menemukan dirinya pertama kali tepat di depan gerbang panti. Hari itu hujan turun dengan derasnya sedang dia entah sudah berapa lama berdiri bersandar pada pagar tembok setinggi 1.5 meter itu, saat itu ia hanya mengenakan kaos oblong putih ukuran kaos anak remaja yang tertutupi oleh mantel hujan khusus anak-anak berwarna kuning, bahkan ia tak memakai alas kaki.
Bisa bayangkan setenggelam apa dia memakainya, itupun hanya menyisakan ujung jari kakinya.
Bagi anak berumur 1 tahun, selain ukuran tubuhnya amat kecil seharusnya ia tak memiliki kesanggupan untuk berdiri diam dalam waktu lama di depan gerbang panti sambil menerima hujan mengguyur tubuh kecil nan rapuhnya. Sampai selang beberapa lama, sepasang lampu sorot dari sebuah mobil Van menyilaukan mata nya. Tapi, Ryura kecil tetap tak bergeming bahkan menggigil pun tidak terlihat.
Ibu panti langsung membawanya masuk dengan rasa panik karena tak percaya akan melihat anak sekecil Ryura dulu harus berada pada situasi seperti itu.
Ryura di tanyai, di ajak berinteraksi, di tawarkan untuk bermain dengan anak-anak yang lain. Tapi, sayang responnya tak berubah bahkan dari sejak pertama datang. Saat itu, ibu Lan Dian menanyainya tentang namanya, siapa orang tuanya, dan tempat tinggal nya meskipun ibu panti itu tahu tak mungkin di usia sekecil itu akan mengingatnya.
__ADS_1
Setelah dirasa tak mendapatkan jawaban yang di inginkan, ibu Lan Dian pun memilih menyerah dan memberinya nama yaitu Jenna. Tapi, mendengar itu barulah Ryura membuka suara seperti mengoreksi dengan mengatakan kata 'Ryura'. Entah mengapa ia ingin memakai nama itu?!
Sejak saat itulah namanya menjadi Ryura Jenna.
Karena diamnya dia, acuhnya dia, datarnya dia. Hal tersebut membuatnya di jauhi hingga tak memiliki teman sama sekali. Sampai pada akhirnya Reychu datang dengan segala tindak-tanduknya yang luar biasa aneh, bahkan hingga berlalu 2 tahun lamanya. Tapi, pada akhirnya mereka pun berteman meski Reychu yang mengkonfirmasi hal itu sesuka hatinya.
Di usia yang sama-sama 5 tahun pula mereka bertemu dengan Rayan. Dan terbentuklah "3Ry" hingga 27 tahun hidup mereka.
Tapi, segalanya berubah saat sebuah kecelakaan menimpa dirinya dan kedua sahabatnya yang pada akhirnya berujung melintasi waktu.
Kini disinilah ia, di dunia yang kuno dan serba sulit. Bahkan untuk sekedar mandi saja harus lebih dulu menimba air itupun bila memiliki sumur. Jika tidak, maka harus jauh-jauh ke sungai guna mendapatkan air. Apalagi perbedaan kasta teramat terasa nyata.
Tapi, tak tahu kenapa... Ryura suka! Untuk pertama kalinya ia mampu menarik senyum tipis, amat tipis hingga tak terlihat bila tak mengamati nya dengan seksama. Perasaan senang pertama yang ia rasakan setelah melewati 27 tahun masa hidupnya. Namun senyum itu hanya sepersekian detik karena setelah itu ia kembali datar.
Bicara soal dunia kuno, Ryura tak menyangka bila jiwanya akan melintasi waktu dan masuk ke tubuh seorang gadis yang bodoh juga lemah apalagi memiliki nama yang sama dengannya.
Han Ryura.
Nama itu membuatnya berpikir, mungkin celetukannya dulu adalah tanda bahwa jiwanya memang akan di lempar ke masa lalu saat waktunya tiba.
Walaupun terlihat sempurna secara fisik namun kinerja otaknya yang agak bermasalah. Dalam keluarga hanya dia yang di perlakukan buruk, bahkan bisa di bilang dia mirip seperti samsak tinju dalam arti kata dia adalah tempat pelampiasan anggota keluarga Han. Terutama para saudara dan saudari nya.
Dengan alasan berbeda ia namun di perlakukan sama kejamnya.
Anggota keluarga Han masih terbilang lengkap, yaitu:
-Han Dongzue, adalah tuan besar/kepala keluarga Han berusia lanjut namun masih sehat dan bugar. Istrinya telah tiada dan meninggalkan 2 orang anak laki-laki bersama sang suami. Terlalu mencintai istrinya membuat nya tak ingin menikah lagi.
-Han Xi Lin, adalah putra pertama. Meneruskan usaha restoran, tempat pelelangan, dan rumah kesenian. Menikah dengan istri pertama (Yang Pingyu) dan di karuniai 3 orang putra. Menikah yang kedua dengan istri kedua (Xia Lin Lin) dan di karuniai 2 orang putri. Bisa di katakan ia memiliki 2 orang istri dan 5 orang anak. Yaitu: Han Fei Rong, Han Liang Xin, Han Bingzhue, Han Shang Nian, dan Han Shu Zhu.
-Han Wen Luo, adalah putra kedua. Meneruskan usaha tekstil, arak dan buah karena memiliki kebun yang luas. Menikah dengan istri pertama (Min Yinyue) dan dikaruniai seorang putra. Tapi, istrinya meninggal dunia setelah 7 tahun pernikahan. 1 tahun kemudian dia menikah lagi dengan Feng Shu Yen dan di karuniai 2 putri dan 1 putra. Dan menikah untuk ketiga kalinya lantaran istri keduanya tak lagi bisa melayani nya dengan Wu Dian dan di karuniai sepasang anak. Jadi, bisa di katakan bahwa dia telah menikah 3 kali dengan 2 istri yang tersisa dan 6 orang anak. Yaitu: Han Wu Shin, Han Mei Mei, Han Ni Nian, Han Tian Yu, Han Dao Yan, dan Han Ryura.
Jika itu orang lain mungkin akan sangat senang memiliki banyak saudara, namun lain halnya bagi Han Ryura. Dia justru merasa sebaliknya.
__ADS_1
Terlahir cacat mental -kasarnya- sudah cukup membuat Han Ryura merasa tak berdaya, karena walaupun otaknya bermasalah tapi hatinya tidak. Ia bisa merasakan mana yang baik dan tidak. Masih bisa merasakan seperti apa itu sakit hati akibat perlakuan keluarga nya. Namun apalah daya. Ia tak bisa berbuat apa-apa.
Selalu di kucilkan dan di anggap tak berguna sehingga sering menjadi buah bibir banyak orang sampai Keluarga Han merasa malu dan beranggapan bahwa gadis malang sepertinya adalah aib.
Di jadikan budak juga objek pelampiasan bukan lagi hal tabu untuk seorang Han Ryura. Semua itu sudah menjadi makanan nya sehari-hari. Tapi, sebenarnya ada hal yang membuat ia menjadi bulan-bulanan saudara nya serta di acuhkan para orang tua.
Han Ryura memiliki kulit yang mampu beregenerasi dengan baik dan cepat. Oleh karenanya separah apapun ia terluka, luka tersebut tak akan pernah meninggalkan bekas terlebih dia juga berparas manis nan cantik. Hal inilah salah satu yang membuat para saudarinya kesal dan iri hingga tak jarang mereka selalu saja berusaha merusaknya bahkan sampai ke muka. Tapi, nasib baik selalu berpihak pada Han Ryura.
Sedang untuk para saudara nya, yang membuat mereka berani main kasar padanya adalah karena Han Ryura memiliki kekuatan fisik yang mengalahkan sanak saudara baik laki-laki maupun perempuan juga orang tua.
Alhasil, salah satu cara menindas Han Ryura adalah dengan memanfaatkan kekuatan fisik nya yang kuat itu. Seperti, di manfaatkan untuk menarik gerobak barang dagangan keluarga mereka, juga mengangkat barang-barang berat, serta untuk di suruh berjalan jauh sambil menarik tandu seperti yang terakhir kalinya ia lakukan sebelum ajal menjemputnya.
Han Ryura juga tak memiliki teman, karena tidak ada yang berani juga lebih banyak merasa jijik dan hina bila berteman dengan nya. Tapi, Han Ryura hanya bisa memendam semua itu dalam hatinya dan diam. Ia tak bisa berbuat banyak akan nasibnya yang seolah berada di tangan keluarga nya.
Ingin lakukan ini ataupun itu selalu mendapat larangan. Tak pernah setitik pun kasih sayang ia dapatkan. Padahal kalau dia mau dia bisa menggunakan kelebihannya untuk membalas mereka. Sayangnya hal itu takkan pernah terjadi, lantaran ia amat menyayangi keluarganya sekalipun tidak dengan mereka.
Rasa sakitnya tak pernah bisa menang oleh rasa cintanya pada keluarga Han.
Parahnya ia sudah sering menghadapi maut karena ulah saudara dan saudari nya, namun selalu selamat.
Takdir seperti belum ingin mendatangkan kematian untuk nya sampai pada akhirnya saat itu tiba.
Dimana ia jatuh saat melakukan perburuan sebab di dorong oleh saudara nya yang paling membencinya, Han Fei Rong. Ia marah karena Han Ryura mengacaukan kegiatan berburu para saudara nya dengan kecerobohan yang tak di sengaja sebenarnya dan mereka tahu itu. Tapi, tak peduli.
Dari sekian banyak anggota keluarga yang membencinya, dialah yang paling merasa teramat benci bahkan untuk sekedar mengingat bila ia dan Han Ryura adalah saudara sedarah walau lain orang tua, namun tetap saja kedua ayah mereka terikat darah yang sama. Berarti mereka pun begitu. Tapi ia tak pernah menerima takdir tersebut.
Han Ryura tahu itu. Ia tahu siapa yang paling membencinya hingga yang kebenciannya hanya sebatas tak peduli. Hanya saja ia memilih diam dan menerima semua itu tanpa membayangkan bila suatu hari nanti ia tak lagi bisa mengabdikan diri kepada keluarga Han-nya dengan cinta. Karena saat itu tiba, seseorang akan menggantikan nya dengan menjadi kebalikan dari seorang Han Ryura.
*Hai... balik lagi.
ni chapter berikutnya. aku akan up lagi...
__ADS_1
doakan ya semoga bisa nge-up lancar selancar angin berhembus. hehehe.
SELAMAT MEMBACA*!!!