
Di dunia kedokteran dan pendidikan pun tak kalah mengejutkan seluruh negeri, saat anak laki-laki lain dari keluarga Shin cabang pertama mengumumkan yayasan dibidang tersebut yang seketika namanya langsung terkenal begitu melaunching pembukaan lapangan pendidikan dan pekerjaan.
MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL.
Itu namanya. Nama yang begitu berarti dalam hidupnya sekarang ini.
Yayasan ini sejenis dengan sekolah kejuruan, namun bisa langsung bekerja di tempat itu juga bila lulus sertifikasi medis.
Shin Mo Lan atau sekarang dikenal dengan nama Shin Da Ming mendirikan akademi didalam rumah sakit dengan segala pengaturan yang mampu menghadirkan decak kagum bagi yang mengetahuinya.
Di mana, akademi ini setara dengan sekolah menengah atas kejuruan. Yang artinya, generasi-generasi muda yang berkeinginan untuk memasuki dunia medis dapat langsung bergabung lebih awal dengan masuk ke akademi tersebut, yang juga terdapat berbagai macam pilihan divisi mulai dari dokter, perawat, apoteker, dan lain sebagainya.
MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL didirikan oleh Shin Mo Lan dengan tujuan untuk melestarikan Akademi Zhilli Shin di masa lalu, yaitu dengan cara menjiplak hampir keseluruhan akademi keluarganya dimasa lalu untuk di terapkan dalam usaha barunya.
Saat awal keputusan itu di ambil, keluarganya -pemilik tubuh- tentu tercengang dibuatnya. Mereka tahu kalau anak mereka -Shin Da Ming- memiliki ambisi untuk sukses di dunia kedokteran, tapi setelah peristiwa tak mengenakkan itu mereka merasa kalau ambisi sang putra menjadi lebih besar.
Pendapat mereka, kalau itu terjadi karena patah hati yang dirasakan oleh Shin Da Ming memicunya untuk balas dendam dengan cara positif. Sedang, Shin Mo Lan sendiri tak terlalu menggubris dugaan-dugaan apa yang melintas di pikiran keluarganya. Sebab, yang dia tahu masa depan cerahnya dalam tubuh Shin Da Ming adalah bekal untuk membahagiakan Rayan -istrinya- kelak.
MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL berdiri di tanah seluas 320 hektar, dengan gerbang utama sepanjang 20 meter untuk akademi dan rumah sakit digabung sebelum dipisahkan menjadi jalur kiri dan kanan kala akan mendatangi masing-masing tempat tersebut.
Rumah sakit didirikan disisi kiri dengan luas tanah sebesar 17 hektar, sementara sisanya di peruntukan bagi bangunan akademi.
Luasnya lahan pendidikan bukan tanpa alasan. Bagaimanapun, akademi membutuhkan lebih banyak bangunan daripada rumah sakit, yaitu lahan untuk tingkat SMA dan universitas, jangan lupakan bangunan asrama.
Shin Da Ming alias Shin Mo Lan menumpahkan semua pemikirannya kedalam MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL hingga menghabiskan waktu selama 2-3 tahunan. Bagaimanapun ini menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka.
Bahkan untuk mewujudkan semua itu, Shin Mo Lan bekerja sama dengan beberapa kontraktor dengan bantuan kedua sahabatnya.
Kini, diusianya yang ke 25, dia resmi berdiri di puncak untuk melihat bagaimana semua yang sudah dia rencanakan terlaksana dengan baik.
Dia juga tak sendirian, ada Yi Feng yang bekerja sebagai orang kepercayaannya. Sosok yang ternyata memiliki kemiripan 100 persen dengan Min Hwan di masa lalu dan itu cukup memuaskannya.
Shin Mo Lan menganggap itu adalah takdir yang tak dapat di ubah.
Meskipun Yi Feng tidak bernama Min Hwan, selama fisik dan kepribadiannya serupa itu sudah cukup untuk Shin Mo Lan.
Dia jadi ingat saat pertama kali bertemu dengannya, Yi Feng.
Kala itu, Yi Feng termasuk dari salah satu murid angkatan pertama setelah dibukanya akademi tersebut. Dimana, waktu itu murid yang masuk baru berjumlah 100 orang kurang lebih. Sementara selebihnya, kebanyakan berpikir kalau biaya pendidikannya mahal.
Memang itu wajar bila mahal, apalagi mengetahui fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Akan tetapi, Shin Mo Lan pada dasarnya tidak berpatok pada biaya sekolah melainkan kesungguhan hati para pelajar dalam mendedikasikan diri untuk menjadi pihak medis yang selalu dibutuhkan masyarakat.
__ADS_1
Itu terlihat dari bagaimana tes dan ujian dilakukan sebelum dinyatakan dapat bergabung kedalam MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL. Orang-orang tak bisa membanggakan latar belakang mereka hanya karena kaya atau dari keluarga terpandang, sebab Shin Mo Lan tidak butuh itu.
Lagi-lagi, dia butuh kesungguhan hati bukan status orang tersebut.
Karenanya, banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi seorang dokter atau lainnya dibidang tersebut merasa MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL adalah tempat terbaik untuk menimba ilmu disana. Alhasil, seiring berjalannya waktu tempat itu akan selalu menjadi favorit para pecinta dunia medis.
Kembali ke Yi Feng...
Pemuda berusia awal 20 tahunan itu bukan berasal dari keluarga kaya, justru berasal dari keluarga biasa di sebuah desa kecil yang masih asri. Tapi, keinginannya untuk menjadi sukses membuat kakinya melangkah masuk kedalam wilayah Shin Mo Lan.
Dia mengambil jurusan management dan keperawatan di universitas milik MOZHILLI ACADEMY HOSPITAL.
Siapa yang menduga kalau belum sampai 1 tahun dia menempuh pendidikan di sana, dirinya sudah menarik minat Pendiri perusahaan.
"Aku membutuhkan orang yang dapat dipercaya untuk berdiri disisiku dalam mengurus semua pekerjaan ku. Dan aku tertarik pada mu. Jadi... Akankah kau menerima tawaran ini?" tanya Shin Da Ming yang adalah Shin Mo Lan saat itu tanpa perubahan ekspresi dan nada suara.
Mendengar itu, Yi Feng tak bisa menahan gugup dan syok. Dia tak pernah menyangka kalau akan ada saat seperti ini dalam hidupnya. Alhasil, dia mengajukan pertanyaan yang selalu diucapkan oleh orang yang linglung menerima kejutan tak terduga ini.
"Tuan... Apa anda tidak salah?! Saya bahkan belum 1 tahun disini sebagai pelajar dan anda malah ingin menawarkan saya posisi yang tak berani saya bayangkan itu?! Tuan, coba pikirkan baik-baik apa yang baru saja anda katakan."
Melihat sikapnya yang kelewat gugup membuat Shin Mo Lan terkekeh dalam hati sambil membatin. "Kegugupannya pun sama."
"Jadi, kau meragukan pilihan ku?" Shin Mo Lan memilih bermain-main sebentar.
Alis Shin Mo Lan terangkat. "Apakah kau adalah tipikal orang yang suka mengecewakan orang lain?" tembaknya dengan pertanyaan yang mengejutkan Yi Feng.
"Tentu tidak!" sergahnya cepat saking gugupnya. Mendengar perkataan Shin Mo Lan, benar-benar membuat hatinya tenggelam. Dia jelas bukan orang seperti itu. Paling pantang baginya untuk mengecewakan orang yang baik dan berjasa untuknya.
"Kalau begitu, apa yang kau takutkan?" seru Shin Mo Lan membungkam Yi Feng saat sadar maksudnya bertanya demikian. "Aku punya banyak mata untuk mengawasi semua yang ada di sini. Termasuk untuk mengetahui orang seperti apa dirimu selama berada di sini. Dan dari hasil tersebut, aku tahu aku tidak salah pilih."
"Tuan..." Yi Feng masih tak bisa mempercayainya.
"Kalau begitu, kuberi kau waktu untuk memikirkannya. Akan tetapi, aku cuma punya 1 minggu untuk menerima hasilnya. Lebih dari itu aku akan mencari yang lain." jelas Shin Mo Lan sambil menatap seksama Yi Feng yang tampaknya masih belum sadar. Tapi, dia membiarkannya saja.
Lanjutnya. "Lagipula, memperkerjakan mu di sisiku bukan berarti aku akan memutuskan pendidikan mu. Kau akan tetap belajar hingga apa yang menjadi tujuan awalmu disini tercapai. Hanya saja, setelahnya kau tidak akan bekerja sebagai staf biasa di rumah sakit ini, melainkan mengikuti ku sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi ku. Ku pikir kau sudah bisa memahami maksud ku, kan?!" terangnya menjelaskan apa yang perlu diperjelas.
Tanpa mempedulikan wajah cengong Yi Feng yang kocak, Shin Mo Lan sudah lebih dulu mengusirnya keluar dari ruangannya.
Yi Feng yang diusir masih belum kembali kedunia nyata, dia bengong dengan bodohnya diluar ruangan. Sebelum, beberapa saat kemudian nafasnya memburu saking tak percayanya dia pada kesempatan yang datang padanya.
Seketika, semua yang Shin Da Ming ucapkan menggema kembali di telinganya, sukses membuat Yi Feng tak bisa berkata-kata saking membuncahnya euforianya. Dengan demikian, waktu satu minggu yang dijanjikan dia gunakan untuk benar-benar memikirkan tawaran itu baik-baik.
__ADS_1
Bagaimana dia harus setia pada Shin Da Ming...
Bagaimana dia tidak boleh mengecewakannya...
Bagaimana dia harus menjaga kepercayaannya...
Bagaimana dia harus cekatan dan gesit dalam mengerjakan semua yang diperintahkan...
Bagaimana dia harus membuktikan kepada Shin Da Ming kalau dia tak salah pilih orang kepercayaan yang akan berdiri selalu disisinya...
Yi Feng memikirkan semua itu dengan matang. Tak lupa untuk merundingkannya dengan keluarga di desa dengan mengambil cuti untuk bisa pulang kampung. Bagaimanapun tidak ada sinyal di desa untuk menelpon saking masih terjaga keasriannya.
Sampai, di hari terakhir yang dijanjikan. Yi Feng datang dengan keputusan yang sudah diambil setelah juga meminta wejangan dari keluarganya di kampung mengenai tawaran tersebut.
Sementara, Shin Mo Lan tampak biasa-biasa saja seperti sudah menduga apa yang akan dipilih oleh Yi Feng yang mirip dengan Min Hwan itu.
"Tuan..." jedanya sambil menatap yakin mata dalam Shin Da Ming walau agak gugup. "Saya sudah mengambil keputusan..." dia menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan sambil membulatkan tekad pada keputusannya.
Fyuuu...
"Saya terima tawaran anda!" lugasnya.
Shin Mo Lan hanya menarik senyum tipis mendengar jawaban yang sepertinya sudah ia yakini akan diucapkan. Sebab, kalau tebakan Shin Mo Lan tidak salah mengenai kemiripan Min Hwan dan Yi Feng, maka tawaran ini pasti akan diterima dengan alasan yang sama.
"Kalau begitu, selamat bekerja... Aku akan melihat kesungguhanmu dalam mengabdikan diri disisiku."
Shin Mo Lan bangkit dari duduknya di kursi kebesarannya untuk menyodorkan tangannya guna berjabatan sebagai bentuk kesepakatan. Yi Feng yang melihat semua gerakan itu membeku dengan kosong.
Tak pernah terbayangkan olehnya akan ada hari dimana dia akan menyentuh salah satu anggota tubuh bos-nya.
Maka dari itu, dengan kegugupan yang masih ada hingga tangannya gemetar dan basah, diterimanya jabatan tangan tersebut dengan hati yang luar biasa.
"Ya, ya... Tentu...! Saya akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan anda, Tuan. Terimakasih sudah mempercayakan posisi ini untuk saya. Terimakasih banyak!"
"Simpan terima kasih mu. Aku tak butuh. Aku butuh bukti dari bagaimana kau akan berterimakasih."
Mendengar itu, mulut Yi Feng tertutup dengan ekspresi sungguh-sungguh seolah dapat dibaca kalau dia akan melakukan apa saja yang ingin Shin Da Ming lihat darinya.
Melihat itu, Shin Mo Lan mengangguk puas.
Dia memang tak salah pilih.
__ADS_1
๐