3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
IBUKOTA LAN-GANG


__ADS_3

Pagi kembali menyambut hari baru. Rombongan 3Ry sudah bersiap sejak fajar untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Kerajaan Langit secepatnya.


Tempat dimana festival akan diadakan.


Diantara mereka semua, yang kurang hanya Ryura. Sampai pagi tiba sosok itu tak juga kembali. Bagi Reychu dan Rayan, itu adalah hal yang sudah biasa terjadi. Tapi, bagi Duan Xi dan sisanya, tidak. Beberapa kali Duan Xi pasti bertanya tentang Ryura yang sudah jelas-jelas tidak akan ada jawabannya meskipun dua gadis disana merupakan sahabatnya Ryura.


Alasannya cukup jelas. Duan Xi takut kalau Ryura ingkar janji. Tetapi, baik Reychu ataupun Rayan juga sudah berulang kali mengatakan kalau Ryura tidak akan ingkar janji.


Yang paling menyedihkan adalah Furby. Dia, sejak mengakui kesalahannya hanya bisa berharap segera bertemu dengan Ryura yang tak ada kabarnya hingga sekarang. Dia pun tak bisa memanggilnya melalui telepati. Hal itu terjadi karena dua alasan, pertama karena sudah terlalu jauh Ryura pergi atau kedua, karena dia benar-benar marah sampai tak mau menjawab panggilannya.


Tak peduli sudah berapa kali Rayan dan Reychu mengingatkan tentang Ryura, tetap saja tak ada yang bisa membuat Furby tenang. Sepertinya tak ada cara lain selain mempertemukan langsung keduanya.


Reychu dan Rayan yang biasanya di buat pusing oleh satu sama lain dengan bukti seringnya mereka bertengkar tidak jelas, kini malah dibuat pusing oleh orang lain yang keduanya berpusat pada orang yang tidak kelihatan batang hidungnya.


"Mengesalkan saja!" umpat kedua sahabat itu dalam hati tiap kali mengalami keadaan tersebut.


Tak jarang mereka juga mulai mengutuk Ryura yang menghilang entah kemana meninggalkan masalah yang entah cocok dikatakan masalah atau tidak, yang pasti Ryura adalah pokok perkaranya. Butuh Ryura untuk menyelesaikan masalah.


Dan ini pun termasuk masalahnya.


Masalahnya, Ryura sedang tidak ada di tempat. Hantu hidup itu tak tahu rimbanya.


Seperti sebelumnya, dengan kecepatan lari Furby sebagai Kuda Bulan membuat perjalanan mereka jauh lebih cepat. Hanya butuh 3 hari untuk sampai di Ibukota Negara Langit yang bernama Ibukota Lan-gang.


Tak menyangka perjalanan yang seharusnya ditempuh selama 25 hari, dipersingkat menjadi 12 hari dengan memanfaatkan kecepatan seekor Kuda Bulan.


Kalau begitu, bagaimana bila Kuda Bulan-nya sedikit lebih banyak?! Bukankah akan jauh lebih cepat?!


Benar! Tapi, jelas itu hanya di angan saja.


Ibukota Lan-gang jauh lebih besar dan ramai dari yang 3Ry -minus Ryura- bayangkan.


Setibanya di Ibukota Negara Langit tersebut, tepat sesaat setelah memasuki gerbang Ibukota Lan-gang kereta mereka sudah disambut dengan kumpulan lautan manusia yang berlalu-lalang di jalanan ibukota tanpa henti. Kesemarakan terlihat jelas di kerumunan orang-orang itu.


Pernak-pernik terpasang rapi dan indah di setiap tempat. Ada yang menggantung, ada juga yang menempel di dinding bangunan. Yang pasti festival kali ini benar-benar meriah.


Kereta mereka terpaksa berjalan lambat karena kerumunan orang yang hilir-mudik dengan bebasnya. Dari dalam kereta Reychu dan Rayan tak henti-hentinya memuji kemeriahan untuk menyambut festival perang kali ini. Keduanya salut dengan antusiasme masyarakat Kekaisaran Tenggara yang sama-sama menyemarakkan suasana festival, itu terlihat dari setiap kota dan kerajaan yang mereka lewati untuk sampai kesini.


Semuanya ikut merayakannya.


"Waah... Aku tak bisa berkata-kata! Ini luar biasa!" seru Rayan saat melihat semua yang terpampang didepan matanya melalui jendela gerbong kereta.

__ADS_1


"Hm. Mereka benar-benar sangat bersemangat menyambutnya. Pasti kompetisi yang di adakan juga tak kalah luar biasa." sambut Reychu yang sama-sama sedang melihat keluar kereta.


Di tengah-tengah kekaguman mereka. Reychu bertanya pada Rayan. "Rubah itu sudah menemukan penginapan belum?"


"Aku tidak tahu. Nanti juga dia kembali dan memberitahu kita." jawab Rayan.


Keduanya tengah membahas Ruobin yang begitu tiba di Ibukota Lan-gang langsung berinisiatif untuk mencari penginapan agar nanti mereka bisa segera beristirahat. Semua itu tak lepas dari perhatiannya untuk Rayan. Ruobin tahu, seberapa cintanya Rayan pada kebersihan tubuhnya dan keindahan diri ataupun lingkungannya, itulah sebabnya dia melakukan teleportasi miliknya untuk mempersingkat waktu. Paling tidak, mereka tidak lagi perlu repot-repot mencari-cari penginapan lagi hingga membuang waktu lebih banyak. Kalau dengan dirinya yang meluncur lebih dulu, itu sangat efektif untuk menghemat waktu yang ada.


Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu kembali juga.


Wush!


"Yo, Rubah. Bagaimana? Kau sudah menemukan penginapan untuk kita?" tanya Reychu segera setelah melihat Ruobin muncul kembali didalam kereta.


Yang ditanya sejujurnya tak senang dengan panggilan itu, meski benar adanya. Tapi, tetap saja... Dia punya nama. Sayangnya, ia malas menegur teman sahabat manusianya itu yang pasti akan terus mengulanginya. Alhasil, membiarkan adalah pilihan terbaik.


"Sudah. Tapi, tidak banyak. Hanya tersisa 2 kamar lagi. Ini sudah mendekati hari festival, semua penginapan telah penuh. Beruntungnya masih tersisa walau hanya 2 kamar." jawab Ruobin.


"Bukan masalah. Satu kamar bisa aku, Reychu, dan Ryura tinggali. Sisanya bisa Guru Duan Xi, Bin-bin dan Chi-chi. Begitu saja bukan masalah 'kan?" usul Rayan menanyakan persetujuan yang lainnya.


"Bukan masalah. Itu sudah lebih baik." kali ini Duan Xi yang menjawab. Bila dilihat pun tampaknya dia sudah sangat kelelahan, tidak hanya tubuhnya tapi juga pikirannya. Dia masih memikirkan Ryura yang tak kunjung terlihat.


"Bagaimana dia bisa tahu jika tidak diberitahukan?!" frustrasi Duan Xi sepertinya membuatnya lupa siapa itu Ryura.


Dengan terkekeh kecil Rayan membalas. "Jangan lupa, Guru. Ryura itu... Misterius." satu kata terakhir diucapkan dengan nada suara yang rendah dan dibuat semisterius mungkin.


Melirik Rayan yang dari raut wajahnya amat sangat yakin dan percaya pada Ryura. Hal itu membuat Duan Xi berpikir lagi. Selama ini dia memang belum mengenal Ryura lebih dalam, mengingat pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari lantaran usai pelatihan 3 bulan itu keduanya sudah kembali ke kehidupan masing-masing dan hanya akan bertemu saat ingin bertemu.


Ingat saat pertama kali bertemu, ia langsung mengajaknya untuk menjadi muridnya karena ia juga yakin dan percaya Ryura bisa memenangkan taruhan untuknya. Kini, mengapa ia menjadi begitu pesimis? Tidakkah dia sudah terlalu egois? Bila orang lain, tak mungkin semudah itu membiarkannya mempertaruhkan nyawanya hanya untuk seorang guru yang mengajarinya ilmu milik guru tersebut hanya untuk di pertaruhkan.


Bukankah dia sudah banyak menuntut?


Duan Xi mulai berpikir begitu. Nyatanya, kurang lebih begitulah kebenarannya. Ryura menerima ajakannya tanpa dia tahu apa yang membuatnya menerimanya. Gadis itu juga tidak pernah bertanya mengapa dia harus melakukan taruhan dengan nyawa orang lain sebagai taruhannya. Bukankah itu sama saja membiarkan orang lain terluka demi memuaskan taruhannya? Lantas, mengapa Ryura tak sedikitpun merasa posisinya sangat tidak menguntungkan?


Apakah karena dia yakin dan percaya pada dirinya sendiri bahwa dia bisa melakukannya? Kalau benar begitu, lalu apa yang dia sebagai gurunya lakukan? Dia juga harus mempercayainya 'kan?


Begitulah serentetan pemikiran yang memenuhi otak Duan Xi. Setelah itu, ketenangan pun didapatnya. Benar yang di katakan Rayan, dia harus percaya dan yakin pada muridnya sendiri.


"Baiklah. Mari kita tunggu kepulangan Ryura. Aku akan mengurus pendaftarannya segera. Kalian, bila ada yang ingin kalian ikuti dalam festival ini. Lakukanlah sesuka hati kalian." ujar Duan Xi yang kini sudah merasa lebih baik.


Lanjutnya. "Kalian berdua. Meski aku tidak menginginkan kalian sebagai murid ku, tetap saja sebagian ilmuku sudah kalian pelajari bersama dengan Ryura. Artinya, kalian juga tidak boleh mengecewakan ku dengan menyalahgunakan ilmu yang sudah ku berikan. Kalian mengerti 'kan?" wejangan diberikan oleh Duan Xi.

__ADS_1


"Tentu, Guru. Jangan khawatir. Kami tahu apa harus dan tidak untuk kami lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kami karena sudah diizinkan untuk ikut mempelajari sesuatu dari Guru." riang Rayan mengatakannya. Ia senang mendengar pengakuan tidak langsung Duan Xi.


Ia tahu, pria tua pendek itu memang hanya menginginkan satu murid dalam hidupnya. Tapi, hanya karena ia dan Reychu adalah sahabat karib Ryura, Duan Xi tak mempermasalahkan mereka yang ikut mempelajari ilmunya. Bukankah itu menunjukkan bahwa Duan Xi mempercayai dia dan Reychu selaku sahabatnya Ryura? Itu cukup melegakan hati.


"Benar. Meski aku seperti ini. Aku masih tahu apa itu balas budi. Tapi, mohon dimaklumi bila ada saatnya aku sedikit membuat malu. Hahaha..." ucap Reychu menyusul, merusak suasana yang serius didalam kereta.


Rayan mendengus dongkol mendengarnya. "Kapan kau tidak membuat malu?! Lagipula, bukan hanya sedikit... Kau bahkan lebih banyak membuat orang lain merasa malu. Bersyukurlah aku yang luar biasa cantik nan imut ini tidak meninggalkan mu walau kau sudah sering membuat ku malu. Aku berulang kali nyaris kehilangan muka karena mu." ketusnya.


Kemudian, mereka pun tertawa bersama menikmati momen itu hingga tak terasa Furby yang meraih lesu memberhentikan langkahnya tepat di depan penginapan yang sudah diberitahukan oleh Ruobin melalui telepati.


"Kita sampai!" seru Ruobin saya mengintip keluar sejenak.


"Wah. Akhirnya, sampai juga. Aku benar-benar letih." seru Reychu. "Rayan kita sekamar kan? Kau bantu aku memijat badan ku, ya?" tanya Reychu selanjutnya.


"Apa? Tidak! Enak saja! Aku tidak mau. Harusnya itu kau yang memijat ku. Aku juga lelah. Bisa-bisanya kau mau enaknya sendiri. Tidak! Aku menolak." membuang muka segera, lalu lekas turun dari kereta dan tak ingin mempedulikan lagi Reychu yang mendengus karenanya.


"Huh. Andai Ryura ada disini. Dia tak akan menolak permintaan ku. Cih! Sok cantik!" gerutu Reychu yang gamblang, ternyata dapat didengar oleh Rayan yang berjalan didepannya.


"Aku dengar itu, Reychu..."



Mulai hari itu dan kedepannya. Mereka mulai kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Selain mengistirahatkan diri, mereka akan menikmati segala sesuatu yang sudah disediakan untuk menyambut festival nanti.


Ikut berbaur dengan kerumunan orang yang tengah asik menikmati semaraknya hari-hari penantian festival. Meski belum mencapai hari puncaknya, tapi antusiasme masyarakat tak bisa dibendung lagi. 2 Minggu lebih sebelum hari festival dimulai sudah terlihat keseriusan mereka dalam menyambut festival yang akan datang dan itu sudah terjadi di setiap tahunnya.


Kini, 3Ry akan ikut serta menyemarakkan suasana menjelang festival itu.


Bila sahabat akan menikmati waktu bersama, maka lain dengan 3Ry. Mereka memiliki keinginan sendiri sehingga memilih menikmatinya masing-masing. Tapi, itu tidak sekalipun menyingung perasaan diantara mereka.


Rayan dan Ruobin atau tepatnya Ruobin yang mengekori Rayan kemana pun Rayan pergi. Dia juga yang akan membelanjakan semua uang hasil penjualan obat Rayan saat masih di Negara Api. Hanya saja, berhubung Rayan tak memiliki cincin ruang jadinya Ruobin lah yang menjadi dompet berjalannya Rayan. Tapi, Ruobin tak mempermasalahkan itu asalkan untuk Rayan.


Reychu dan Chi-chi juga tak jauh berbeda. Reychu tidak memiliki uang hasil kerjanya, tapi perbekalan uang yang Kaisar Li Hanzue berikan masih menumpuk di cincin ruang milik Chi-chi. Jadi, tanpa bekerja dia juga masih kaya. Hebat bukan.


Di sini hanya Furby yang memilih menyendiri, menanti kepulangan Ryura yang entah kapan dan dimana munculnya. Segudang rasa penyesalan masih belum terlunasi selama Ryura belum mengatakan kalau dia memaafkannya.


Duan Xi sendiri seperti apa yang sudah ia katakan begitu tiba di ibukota Lan-gang hari sebelumnya. Kalau dia akan mengurus pendaftaran Ryura dalam kompetisi yang akan diikuti oleh muridnya itu.



silakan dibaca...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2