
Tak terasa seminggu sudah waktu yang mereka habiskan di Akademi Zhilli dan Kediaman Zhilli Shin dengan berbagai macam hal yang terjadi. Itu artinya, festival perang di Kekaisaran Tenggara pun telah usai. Bersamaan dengan itu, Ye Zi Xian berniat untuk mengajak Ryura mendatangi Kediamannya, di Sekte Salju Perak.
Disana adalah tempat dimana keluarga besar Ye tinggal.
Niat hati ingin kembali berdua ditambah dengan Dong Jia Zi saja, kini malah menjadi rombongan.
Dua sahabatnya serta rombongan 3Ry pun turut ikut mereka pergi menuju Sekte Salju Perak. Katanya, mereka tak ingin ditinggal, terutama dua gadis selaku sahabatnya Ryura.
Saat ini mereka tengah bersiap-siap untuk berangkat pergi menuju Sekte Salju Perak yang berada di kawasan Kerajaan Lembah Beku. Tepatnya di daerah yang sulit didatangi oleh sembarang orang mengingat banyaknya lembah disana.
"Jadi, kalian akan berangkat sekarang?" tanya Tuan Besar Shin pada Shin Mo Lan dan yang lainnya.
"Benar, Kakek. Kami akan berangkat sebentar lagi." jawab Shin Mo Lan yang diangguki oleh Tuan Besar Shin sebagai tanggapan.
"Lalu, kapan tepatnya upacara pernikahan Tuan Ye akan di adakan?" tanya Tuan Besar Shin begitu ia ingat tentang pemberitahuan dari Ye Zi Xian mengenai pernikahannya yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat nanti.
"Oh. Soal, itu. Ku pikir tidak akan lama lagi. Berhubung Sekte Salju Perak tidak jauh dari tempat kita ini, sepertinya tidak masalah kalau undangan pernikahan di sampaikan saat hari sudah dekat." celetuk Shin Mo Lan santai.
"Hahaha... Bisa-bisanya kau ini." sang Kakek tertawa renyah mendengar gurauan garing cucunya. "Lalu, bagaimana dengan mu?" mendengar pertanyaan tersebut, alis Shin Mo Lan berkerut menyatu dengan sorot matanya tanda tak paham maksud dari perkataan kakeknya.
Tanpa mendengar pertanyaan keluar dari mulut sang cucu, ia sudah tahu. Shin Ming Shang, sebagai kakek yang bijak langsung mengajukan pertanyaan lengkapnya agar tidak semakin membingungkan cucunya yang tampaknya masih bodoh soal yang satu ini.
"Ya, Kau... Apakah sudah menemukan tambatan hati mu sendiri? Atau haruskah aku membantu memilihkannya? Aku punya banyak pilihan untuk mu soal gadis cantik." nada suara kakeknya terdengar begitu antusias.
Sepertinya dia sudah lama berharap adanya pernikahan untuk cucunya yang satu ini.
Tapi, respon Shin Mo Lan tak dapat diduga. Dengan senyum tipis ia menjawab. "Tidak perlu, Kakek. Aku sudah menemukannya."
"Oh, benarkah?" tegun sang kakek tak percaya.
Tapi, Shin Mo Lan hanya menganggukkan kepalanya tanda apa yang diucapkannya adalah kebenaran.
"Kalau begitu, beritahukan padaku... Siapa dia?" Kakek bertanya lagi.
Shin Mo Lan tampak terdiam sejenak, sebelum ia dengan lugas menjawabnya.
"Nona Rayan Mo!"
Sebuah gerbong kereta telah siap di halaman pintu masuk Akademi Zhilli. Kali ini bukan gerbong yang sebelumnya digunakan 3Ry saja, tapi ada tambahan satu gerbong lagi dan itu adalah gerbong milik Shin Mo Lan sendiri.
Rencananya mereka akan pergi menggunakan gerbong tersebut dengan menjadikan gerbong biasa milik rombongan 3Ry sebagai gerbong untuk membawa barang bawaan mereka.
Layaknya seperti sebuah acara perpisahan, kini di halaman itu dipenuhi oleh banyak orang mulai dari keluarga Zhilli Shin sampai para murid akademi. Semuanya ada hanya untuk mengantarkan kepergian pimpinan Akademi Zhilli mereka ke tempat yang sebenarnya tak jauh.
"Jaga diri kalian baik-baik." perhatian dari sang Tuan Besar Shin yang berdiri menghadap rombongan dengan kedua tangannya saling terpaut dibelakang tubuhnya.
"Tentu, Tuan Besar Shin." balas Kaisar Agung Bai meski dengan wajah tanpa ekspresi. Tapi, kehormatan dalam nada suaranya tetap terjaga.
"Kakek, juga jaga diri baik-baik." beralih kepada keluarganya yang lain serta murid-muridnya. "Kalian juga. Aku tidak bisa memastikan akan lama atau tidak. Tapi, aku bisa memastikan kalau kepulangan ku akan membawa kabar baik." ujarnya misterius yang tentu menjadi tanda tanya besar di kepala semua orang yang ada disana.
__ADS_1
Hanya sang kakek yang mengetahui maksudnya.
Setelah proses perpisahan, saat akan menaiki gerbong kereta seseorang tiba-tiba menepuk pundak Rayan hingga membuat gadis itu berbalik untuk melihat siapa pelaku yang menyentuh pundaknya.
Ternyata...
"Tuan Besar Shin!" Rayan sedikit kaget mengetahui kalau Tuan Besar Shin adalah pelakunya.
Wajah ramah diperlihatkan oleh Tuan Besar Shin pada Rayan yang terlihat bingung.
"Aku titipkan cucuku padamu, Nona Rayan Mo. Jaga dia baik-baik." kata sang Tuan Besar Shin dengan makna tersembunyi didalamnya yang mana malah membuat Rayan mengerjapkan matanya seraya mencerna maksud dari perkataan pria tua didepannya saat ini.
Tak lama, iapun mengerti.
Senyum manis seketika mengembang di bibirnya. Membawa tubuhnya untuk memberikan hormat pada pria tersebut sambil berkata.
"Terimakasih atas kepercayaannya, Tuan Besar Shin. Akan saya lakukan semampu yang saya bisa." ujarnya dengan makna tersembunyi yang sama, baru kemudian dia menegakkan kembali tubuhnya dengan wajah berseri.
Tuan Besar Shin yang melihat kilau bahagia di wajah imut gadis didepannya ini yang mana sebelumnya sudah ia cari tahu kalau ternyata dia adalah seorang gadis dengan kelebihan yang sama dengan keluarganya yaitu sebagai ahli alkimia. Meski latar belakangnya masih sulit untuk di dapat lantaran namanya yang unik sebab memiliki marga di belakang nama panggilannya.
Mereka berpikir itu marga. Haha...!
Tapi, setidaknya aura kebaikan hati gadis didepannya dapat terlihat dengan jelas. Jadi, menerimanya sebagai cucu menantu juga tidaklah buruk, begitu pikir sang Tuan Besar Shin seraya tersenyum tipis nan tulus kepada Rayan.
Setelahnya, Rayan menyusul yang lain naik ke gerbong kereta untuk segera dapat melakukan perjalanan mereka menuju Sekte Salju Perak.
Krieek...
Klotak...
Klotak...
Klotak...
Di perjalanan, didalam gerbong kereta.
Para pria mengeluarkan jubah bulu dari cincin ruang yang mereka miliki. Begitu juga para siluman termasuk Duan Xi.
Meskipun sebenarnya tubuh mereka memiliki tingkat panas yang berbeda dari manusia sungguhan.
Dia -Duan Xi- ikut pergi bersama yang lain karena tujuannya yang terakhir adalah Sekte Salju Perak. Karena dari sana tidak jauh lagi untuk kembali ke tempatnya yang sebenarnya.
Atau dengan kata lain, dia akan kembali ke rumah.
"Haih... Enak sekali memiliki benda itu!" celetuk Reychu tanpa pikir panjang sambil melihat mereka-mereka yang memiliki cincin ruang mengeluarkan jubah berbulu.
Sekali pandang saja, sudah dapat dibayangkan betapa hangat dan lembutnya jubah itu.
Kaisar Agung Bai di sampingnya terkekeh kecil sebelum menimpali perkataan Reychu sembari mengenakan jubah yang ia keluarkan ke tubuh Reychu. "Kau akan memilikinya juga nanti."
__ADS_1
Menoleh kearah Kaisar Agung Bai. "Benarkah?" antusiasnya. "Terimakasih." katanya menerima jubah berbulu yang diberikan.
"Tentu. Hadiah dariku!" jawab Kaisar Agung Bai.
"Bagus-bagus." beralih ke Chi-chi. "Chi-chi! Nanti aku akan meminta kembali hartaku yang ku titipkan padamu, ya."
Mendengarnya, meski berat hati ia tetap mengangguk. "Baiklah."
"Kenapa wajahmu jadi begitu? Kau tak berniat mengembalikan hartaku?" lantang Reychu menghantam tepat di jantung Chi-chi hingga kelinci itu tertohok.
"Chu-chu... Itu tidak benar. Aku bukannya tak mau mengembalikan barang mu. Hanya saja, nanti kau jadi tidak membutuhkan ku lagi. Aku sedih memikirkan hal itu." jujur Chi-chi mengutarakan isi hatinya.
"Oouh... Kupikir kau jadi serakah sekarang." gamblangnya. "Tenanglah. Kau akan tetap menjadi kelinci ku sampai kapanpun..." Chi-chi senang mendengarnya sebelum kesenangan itu kembali sirna begitu mendengar lanjutannya. "Kecuali, kau mati lebih dulu. Hahaha..."
"Huuh... Chu-chu..." siluman bocah laki-laki kelinci itu merajuk karenanya.
Yang lain hanya menyimak sembari melakukan kesibukan mereka masing-masing. Seperti Ye Zi Xian saat ini.
Dia asik memanjakan Ryura dengan memakaikan jubah berbulu ke tubuh Ryura yang membiarkannya -Ye Zi Xian- melakukan apapun sesukanya.
Sekilas, keduanya jadi terlihat seperti bocah perempuan dengan boneka nya. Ye Zi Xian sebagai bocah perempuan dan Ryura sebagai boneka yang tengah didandani.
"Pakai ini. Di sana, suhunya jauh lebih dingin dari Akademi Zhilli. Jadi, kita butuh sesuatu yang bisa menghangatkan." kata Ye Zi Xian dengan tangan yang masih merapikan jubah ditubuh Ryura.
Disisi Shin Mo Lan dan Rayan.
"Kau cocok memakainya. Aku tidak salah pilih." kata Shin Mo Lan usai memakaikan jubah pada Rayan yang kini tersipu mendapatkan perhatian dari pujaan hatinya.
"Terimakasih. Tapi, bukankah kita bisa menggunakan pil penghangat tubuh?" tanya Rayan saat mengingat adanya pil tersebut.
Shin Mo Lan mengangguk mendengarnya. "Benar. Tapi, tidak bisa bertahan lama. Kerajaan Lembah Beku adalah kerajaan di urutan terakhir yang ada di Kekaisaran Utara dengan suhu dingin yang mengerikan. Orang-orang yang bisa tinggal di sana hanyalah mereka yang kebal terhadap dingin. Bahkan anak-anak yang baru lahir bisa langsung meninggal dunia bila tak sanggup bertahan dari dinginnya kawasan tersebut. Itu juga yang membuat populasi penduduk mereka bisa dihitung dengan jari. Meski wilayahnya tergolong luas, tapi wilayah tersebut lebih banyak dihabiskan dengan area berlembah. Itulah mengapa negara itu disebut Lembah Beku." terangnya memberikan informasi.
"Kerajaan Lembah Beku juga bisa menjadi negara paling aman sekaligus paling mengerikan di dunia." sambung Kaisar Agung Bai. "Tak ada yang berniat menjadikan Lembah Beku tersebut sebagai tempat untuk berperang ataupun lokasi jajahan. Karena, tak ada yang bisa di ambil dari sana kecuali lembah itu sendiri yang mengambil dari mereka yang datang." lanjutnya.
"Mengambil nyawa maksudnya?" timpal Reychu yang langsung dihadiahi kecupan di pelipisnya.
Cup!
"Sayangku pintar!" pujinya.
"Itu juga menjadi alasan mengapa Sekte Salju Perak ditempatkan disana oleh leluhur terdahulu." sahut Ye Zi Xian seraya merangkul erat tubuh Ryura agar semakin hangat.
Dia sangat menjaga gadisnya.
"Kalau begitu, bukankah ada kemungkinan bagi kami untuk berakhir disana?" duga Rayan setelah memikirkannya sendiri sejak tadi. Dia bertanya mengenai dia dan kedua sahabatnya.
"Kita bisa melihatnya nanti saat memasuki kawasan tersebut. Kalian terlihat kuat. Seharusnya, tidak menjadi masalah." jawab Shin Mo Lan.
"Itulah mengapa aku melarang kalian untuk ikut." timpal Ye Zi Xian..
__ADS_1
maaf say. Thor baru bisa up 2 ni hari. Thor lgi ada kerjaan di dunia nyata, jadi curi2 waktu buat agar bisa menyempatkan diri untuk update cerita ini. semoga kalian makin suka...
πππππππ