3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KETAHUAN


__ADS_3

Malam menjelang. Di sebuah ruang makan utama, yang mana disana adalah tempatnya seluruh anggota keluarga kerajaan berkumpul untuk mengadakan acara makan bersama sudah di penuhi oleh seluruh anggota keluarga.


Sudah terdapat Kaisar Agung Bai Gikwang sendiri, kedua orang tuanya, ke enam adiknya, juga seorang menantu dan seorang tunangan dari dua pangeran disana, serta yang terakhir ada Ahn Reychu tepat disebelah Kaisar Agung Bai.


Walau kehadirannya tidak begitu diharapkan, Reychu cukup tebal muka untuk mengabaikannya.


Acara makan malam berlangsung khidmat, tapi entah itu hanya Reychu yang merasakannya atau kekhidmatan itu juga dirasakan semua orang. Yang pasti dia selalu merasa senang bisa makan enak. Apalagi gratis.


"Makanan yang koki istana masak tak kalah lezat dari koki hotel bintang lima!" seru Reychu dalam hati sambil terus menikmati makanannya.


Tak.


Suara sumpit yang diletakkan terdengar samar. Sumpit itu milik Kaisar Agung Bai yang menandakan bahwa dia telah mengakhiri kegiatan makannya, kemudian disusul yang lain hingga semuanya mengakhiri acara makan mereka. Eits... Ada yang terlewatkan.


Oh ya, kecuali yang satu itu... Reychu. Semuanya telah usai makan. Sedang gadis itu tampak masih asik dengan makanannya yang sepertinya memiliki porsi besar ketimbang yang lain.


Perlu diingat, itu berkat Kaisar Agung Bai Gikwang yang membiarkan Reychu memakan banyak makanan.


Dan hal itu saja sudah membuat anggota keluarga kerajaan risih akan Reychu dengan segala tingkah lakunya. Sedikit banyaknya, mereka menganggap sikap tak wajar Kaisar Agung Bai dipengaruhi oleh Reychu.


Tatapan-tatapan itu tentu tak luput dari perhatian Kaisar Agung Bai. Tapi, pria itu memilih bungkam mengingat dia harus mempercayai Reychu kalau kekasih tercintanya itu mampu mengatasinya. Meskipun begitu, Kaisar Agung Bai tetap tak akan membiarkannya lepas dari pengawasan mata tajamnya.


Keluarga kerajaan mungkin memiliki ikatan darah dengannya, tapi bukan berarti keluarganya memiliki hak untuk menghalau keinginannya. Apapun itu bentuknya.


"Ada yang ingin aku sampaikan disini..." suara tegas Kaisar Agung Bai menarik atensi keluarganya kecuali Reychu yang masih setia dengan makanannya.


"Siang tadi, Zhen mendapatkan kiriman undangan dari Tuan Muda Shin yang isinya adalah undangan pernikahannya yang akan di adakan dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, aku ingin kalian menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan sebelum kita berangkat ke Kediaman Zhilli Shin." menoleh kearah orang tuanya. "Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri juga bisa hadir bila kalian menginginkannya." sambungnya.


"Hebat. Tuan Muda Shin sudah menemukan pendamping hidupnya, karena sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan. Sayang sekali, aku tidak bisa ikut bersama kalian. Ibu kalian ini tidak sedang dalam keadaan yang baik." tutur sang ibunda Permaisuri dengan begitu anggun dan berwibawa.


Terlihat jelas bila dia sangat menerapkan pelajaran tata kramanya. Hanya saja, sebenarnya kalimat tersebut memiliki setitik sindiran untuk sang putra yang sangat sulit untuk dideteksi. Tapi, beruntungnya Reychu menangkap sindiran halus itu.


Hal itu membuat gadis gila itu menarik ujung bibirnya mengejek.


"Putranya juga sudah memiliki pendamping. Tinggal diresmikan saja. Salahkan kalian yang terlalu banyak menuntut hingga membuat Gikwang tidak bisa menikahi ku. Hehe..." batinnya. Benar-benar tidak sopan Reychu ini.


Jangan ditiru ya!


"Aku tentu tak bisa meninggalkan istana. Jadi, sebagai ucapan maaf dariku. Aku akan menyiapkan herbal-herbal berharga yang ku simpan untuk diberikan pada master alkimia Shin, sekalian titipkan ucapan maaf ku padanya." timpal ayahanda Kaisar.


Kaisar Agung Bai menganggukkan kepalanya menerima pernyataan tersebut.


"Tidak masalah. Akan aku sampaikan pada Shin Mo Lan." mengedarkan pandangannya kepada para saudaranya. "Tetapi, yang lainnya ku harap tidak memiliki alasan untuk tidak pergi."


"Jangan khawatir, kakak Kaisar Agung. Aku dan istriku akan ikut." kata Bai Min Wang sang pangeran ketiga dengan senyum.


"Benar-benar. Aku juga tak punya alasan untuk tidak pergi. Aku akan ikut untuk melihat Tuan Muda Shin menikah. Aku penasaran dengan perempuan yang berhasil menarik perhatian Tuan Muda Shin hingga mau menikahinya. Apakah itu masih menjadi gadis yang kemarin atau tidak?" seru Bai Ning Wei seraya melirik Reychu saat menyebutkan soal gadis yang pernah dikenalkan oleh Shin Mo Lan waktu itu.


Ternyata dia berniat memprovokasi Reychu yang kini malah tersenyum tipis dengan sorot mata yang penuh ejekan guna membalas lirikan Bai Ning Wei. Pasalnya, gadis itu yang paling terang-terangan menentang hubungannya dengan Kaisar Agung Bai.


Sepertinya juga, dia ikut tidak menyukai dua sahabatnya karena dirinya. Reychu jadi ingin tertawa bila itu benar.


Hal ini, membuat Reychu penasaran bagaimana reaksi keluarga Bai kalau sampai mengetahui statusnya yang seorang janda Kaisar Negara Api.


Ya, sampai saat ini belum ada yang menyebutkan soal statusnya, tapi Reychu pikir sebentar lagi semuanya akan sesuai dengan yang dia inginkan. Yaitu, terjadinya masalah besar.

__ADS_1


Aneh memang, karena menginginkan masalah disaat semua orang lebih memilih memiliki kehidupan yang jauh dari masalah dan hanya diisi dengan kebahagiaan.


Tapi, ini adalah Reychu bukan orang lain.


"Kurasa, perempuan itu sudah pasti dia. Apa kau pikir, semudah itu untuk menemukan yang baru saat sudah jelas siapa yang dipilih oleh hatinya? Ada-ada saja." timpal Bai Min Wang. Tampaknya pemuda itu suka ikut-ikutan.


"Huh. Siapa yang tahu?! Mungkin yang kemarin bukan jodohnya." Bai Ning Wei tetap kukuh pada pendiriannya, walau sebenarnya ia gengsi mengakui perkataan kakaknya.


"Sudah-sudah. Selama yang dipilihnya bukan sembarang gadis, Tuan Muda Shin pasti lebih memahami hal itu." kali ini Bai Lin Wang yang menyahutinya.


Sebagai sepupu Tuan Muda Shin, dia tak akan berkomentar apapun mengenai pilihan sang sepupu selama pilihannya adalah pilihan yang tepat.


"Itu juga benar. Hanya saja, tidak ada salahnya untuk lebih jeli dalam memilih pasangan hidup. Jangan sampai pasangan yang dipilih justru hanya bisa merusak segalanya." tutur Bai Fuwang, si Pangeran kedua yang amat pendiam itu dengan pedas jelas menyindir sang kakak Kaisar Agung Bai yang dianggap sembarang memilih gadis sebagai pendamping hidupnya.


Kaisar Agung Bai masih diam walau sudah mulai tak senang dengan arah pembicaraan ini. Berbeda dengan Reychu yang kini tengah menyimaknya usai santapannya selesai.


Senang rasanya melihat suasana menjadi panas, karena dirinya.


"Ya! Aku setuju! Kakak-kakak ku tidak boleh sembarangan memilih bila menyangkut pasangan hidup... Atau semuanya akan berakhir berantakan." senyum penuh kemenangan di berikan Bai Ning Wei kepada Reychu yang balas dengan senyum ketidakpedulian.


Melihat itu, sukses membuat Bai Ning Wei jengkel.


"Kau harus mendengarnya, putraku." kalimat singkat ayahanda Kaisar Agung yang penuh makna menjadi penutup acara makan malam ini.


Semuanya berbicara seolah-olah tidak ada Reychu disana.


Kaisar Agung Bai geram, namun hanya memilih diam.



Malam kian larut. Reychu yang belum bisa tidur memilih mendudukkan diri di gazebo yang berada di taman istana, lumayan jauh dari kamar tidur yang dia tempati di istana ini. Tapi, mau bagaimana lagi bila hanya di taman ini dia bisa melihat pemandangan malam yang indah.


Bila bertanya soal si siluman kelinci yang biasa menempeli Reychu kemana? Ia sedang tidur, tentu saja.


Jadilah, Reychu sendirian.


Dan bila bertanya, kemana Kaisar Agung Bai? Pria itu sedang lembur agar bisa menyelesaikan pekerjaannya cepat untuk dapat mempersiapkan diri berangkat memenuhi undangan.


Di keheningan malam yang menemani kesendiriannya, tiba-tiba suara langkah kaki terdengar mendekatinya yang membuatnya menoleh ke asal suara tersebut guna untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata, Bai Ning Xia yang datang.


Reychu memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, lalu bertanya. "Hm. Ada gerangan apa mendatangi ku?"


Sebelum menjawab, Bai Ning Xia mendudukkan dirinya terlebih dahulu di hadapan Reychu yang tak merubah posisi duduknya yang santai. Benar-benar tak punya etika, komentar Bai Ning Xia dalam hati begitu melihatnya.


Terkadang itu membuatnya bertanya-tanya dalam hati sambil memandangi wajah cantik Reychu. "Apa yang kakak Kaisar Agung sukai dari gadis ini? Dia mengerikan saat bertarung. Dia aneh cenderung gila dalam sikap dan tindakannya tanpa mengenal waktu. Dia juga terlihat seperti pembawa masalah. Dia tidak memiliki etika dan tata krama yang seharusnya dimiliki oleh seorang perempuan... Dan yang terpenting, dia adalah... Janda?! Aku masih tak percaya dengan informasi yang kudapatkan! Huh!"


Wow! Ternyata dia sudah mengetahuinya. Baru saja tadi Reychu berpikir demikian dan jawabannya sudah terjawab hanya dalam hitungan jam.


"Kau kemari hanya untuk berdiam diri sambil memandangi ku? Ouh. Aku merasa tersanjung kalau kau jadikan objek penglihatan mu. Aku tahu dengan jelas betapa menariknya aku. Haha..." gurau Reychu.


Tapi, yang di guraukan tak memberikan respon apapun. Untungnya, dia Reychu jadi tak akan memiliki rasa malu ataupun canggung setelah diperlakukan begitu.


"Apa yang kau lakukan pada kakak Kaisar Agung ku, hingga dia jatuh hati padamu?" tiba-tiba pertanyaan itu dilontarkan kepada Reychu yang menatapnya dengan mata terbuka lebar yang pasti bukan karena terkejut.

__ADS_1


"Kau bertanya padaku soal itu?" jedanya merasa heran. "Kau salah bertanya padaku. Harusnya kau tanyakan itu pada kakakmu. Kenapa dia bisa jatuh hati padaku?! Karena kalau kau tanya aku... Aku tidak punya jawaban untuk itu selain 'jodoh mungkin'!" ringannya jawaban Reychu.


Bai Ning Xia dibuat membisu atas jawabannya.


Hening kembali menerpa.


"Kau seorang janda?" pertanyaan mengejutkan itupun sukses mengejutkan si gila.


Prok...


Prok...


Prok...


Sorak Reychu bertepuk tangan. "Woah! Hebat! Akhirnya, ada yang mengetahuinya juga! Aku sudah menunggunya dari lama." begitulah respon Reychu yang kini malah balik mengejutkan Bai Ning Xia.


Tak pernah menyangka akan jadi seperti itu responnya. Bukankah harusnya Reychu takut atau merasa bersalah karena telah menipu keluarga kerajaan, pikirnya.


"Kau tidak takut ini menjadi masalah besar yang bisa menghalangi hubungan mu dengan kakak ku? Ini penipuan. Kau telah menipu keluarga ku. Kau tidak takut pada hukumannya?" Bai Ning Xia sendiri tidak tahu kenapa dia menyatakan hal itu, sepertinya pertanyaan itu tercetus akibat respon yang diterimanya.


Respon yang benar-benar tidak sesuai dengan yang dipikirkannya dan tidak masuk akal.


"Tidak. Kenapa harus takut. Kupikir kau cukup tahu pria seperti apa kakakmu itu. Apa menurutmu dia akan memilih meninggalkan ku? Kalau jawaban ku, dia tak akan mengambil resiko itu. Dan kalau untuk hukuman karena menipu keluarga mu. Jawaban ku sederhana... Aku tidak takut mati!" Reychu melempar jawaban yang terduga sampai lagi-lagi membuat Bai Ning Xia bungkam.


Artinya, ia jelas tahu orang seperti apa kakak Kaisar Agung nya itu dan tak percaya dengan sosok yang disukai oleh kakaknya.


Melihat saudari kekasihnya bungkam, Reychu tahu kalau apa yang dikatakannya ada kebenaran dan keberanian. Tapi, tampaknya gadis didepannya ini masih perlu pencerahan karena bila dilihat-lihat, Bai Ning Xia tidak terlihat membencinya atau bisa dikatakan kalau dia lebih kepada ingin sang kakak mendapatkan yang terbaik.


Ia cukup bisa mengerti itu. Cinta adik kepada kakaknya, patut diacungi jempol.


"Aku paham apa yang membuat semua orang memandang kami sebagai ketidakcocokan. Tapi, pada akhirnya yang akan menjalani hubungan adalah kami. Komentar kalian tidak akan banyak membantu." jeda Reychu yang sudah masuk kedalam mode serius dan itu agak mengejutkan Bai Ning Xia yang tidak menyangka kalau Reychu bisa bersikap demikian.


"Tapi, yang perlu kau tahu adalah... Aku membalas cinta kakak mu. Selama dia tak mau melepaskan ku, aku juga tak akan melepaskannya. Jadi, daripada memikirkan bagaimana memisahkan kami, mungkin kalian harus belajar untuk melihat sisi positifnya dari diriku. Karena bagaimanapun, kalian hanya tahu aku adalah pembuat masalah dengan segala kegilaan ku." penjelasannya masih belum selesai.


Bai Ning Xia diam menyimak dengan baik.


"Dan... Bicara soal janda. Ya, itu status ku. Tapi, fakta dibalik status ku itu jelas berbeda dengan bayangan yang kalian ciptakan dibenak kalian. Aku memang janda, tapi aku masih perawan. Kenapa? Karena sebelumnya, aku dijodohkan dengan pria yang tidak sedikitpun mencintai ku hingga menyentuh ku pun dia enggan. Siapa yang bertahan dengan hubungan seperti itu?! Aku jelas tidak mau menyia-nyiakan hidupku dengan kemalangan dalam rumah tangga, jadi pilihan terakhirnya adalah perceraian. Sampai disini sudah jelas?"


Reychu menerangkan dengan gamblang tanpa halangan yang membuat Bai Ning Xia paham juga bingung sebab Reychu menjelaskannya seperti itu bukan cerita hidupnya. Seandainya dia tidak memiliki informasi itu sebelumnya, dia pasti akan meragukan penjelasan gadis yang sudah menjadi kekasih kakak Kaisar Agung nya itu. Tapi, kini ia percaya walau sikapnya agak mengganggunya.


Reychu bangkit dari duduknya hendak beranjak pergi. Namun, sebelum itu ia masih ingin mengucapkan kalimat penutupnya.


Sambil menatap ekspresi berpikir gadis itu, Reychu berkata yang membuat Bai Ning Xia menoleh membalas tatapannya.


"Julukan ku adalah gadis gila. Tidak hanya gila dalam membunuh, tapi juga gila dalam mencari masalah. Aku suka hal-hal yang umumnya tidak disukai orang lain. Seperti, aku suka kala banyak orang yang memusuhi ku. Aku suka kala banyak orang memarahiku. Aku suka kala ada yang berani menyakiti ku. Aku suka yang semacam itu. Tapi, tentunya aku tidak sembarangan dalam menghancurkan orang, bila orang itu tidak memulai duluan. Kalian harus bersyukur, karena yang kalian hadapi ini adalah aku dan bukan Ryura. Kau masih ingat gadis yang kini telah menyandang status sebagai istri dari Tuan Ye, kan?"


Seketika, Bai Ning Xia membayangkan wajah datar Ryura dibenaknya. Begitu saja, dia tak bisa menahan merinding.


"Dia mungkin tidak bertingkah gila, tapi dia jauh lebih mengerikan, keji, kejam daripada aku. Dia cukup melihat mu, dan dia langsung tahu apa yang tidak orang lain tahu dari dirimu. Seperti yang terjadi padaku selama aku menetap disini." kening Bai Ning Xia mengernyit bingung sekaligus penasaran pada penjelasan panjang kali lebar Reychu.


"Apa itu?"


"Seseorang ingin menghalangi jalanku untuk memiliki Gikwang. Semua caci-makian yang ku terima selama ini juga tak lepas dari ulah orang tersebut. Kebencian kalian juga tak lepas dari rencananya. Ini adalah pengrusakan reputasi untuk ku. Jangan tanya aku siapa, karena aku juga tak tahu... Tapi, Ryura tahu. Sebab, dia yang mengingatkan ku sebelum aku ikut kalian kembali kesini." jedanya. "Karena itulah aku minta kalian bersyukur bukan Ryura yang berada diposisi ku saat ini. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan datang suatu hari nanti dan membantu ku memberantas pelaku yang telah berani merusak reputasi ku."


"Percaya atau tidak. Itu urusan kalian." usai mengatakan itu, Reychu pun pergi meninggalkan Bai Ning Xia sendiri di gazebo dengan segala pemikirannya.

__ADS_1



😘😘😘😘😘


__ADS_2