3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
POSTINGAN PAMER KEMESRAAN


__ADS_3

Bermodalkan kekuasaan, akta nikah Shin Da Ming dan Rayan selesai tanpa hambatan. Usai sesi foto untuk buku nikah, Shin Mo Lan pun tak ketinggalan untuk mengabadikan momen membahagiakan dia dan Rayan dengan berfoto.


Sebuah foto selfi diambil Shin Mo Lan tanpa sepengetahuan Rayan hingga Rayan terkejut dan gambar pun tertangkap dalam visual dimana Shin Mo Lan meraih tengkuk leher Rayan dengan tangannya yang masih memegang buku nikah untuk membuat kepala Rayan menghadap dirinya, kemudian mendaratkan bibirnya diatas bibir Rayan seraya menutup matanya penuh penghayatan. Berbeda dengan Rayan yang terkejut sampai matanya terbelalak.


Pose itulah yang ditangkap oleh kamera depan ponsel pintar milik suami Rayan yang tampan itu.


"Mo Lan...!" geram Rayan dengan suara yang ditekan rendah, namun bukan marah. Dia hanya terkejut dibuatnya.


Yang di geramkan malah terkekeh tanpa merasa bersalah dan justru kembali melayangkan kecupan di pipi sang istri seraya berkata dengan lembut. "Jangan marah. Aku hanya tidak bisa menahannya..."


Merangkul bahu Rayan yang tingginya hanya sebatas dadanya, Shin Mo Lan menunjukkan hasil jepretannya sembari menyatakan maksud ia melakukan hal itu.


"Kau tahu. Aku sudah merencanakan ini sejak lama." sambil dengan santai memainkan ponselnya didepan istrinya tanpa privasi sedikitpun seolah-olah menyatakan secara tersirat kalau tidak ada rahasia diantara mereka.


"Rencanakan apa?" kening Rayan berkerut penasaran sembari melihat gerakan tangan suaminya yang membuka logo aplikasi sosial media yang ada di ponselnya, dia terus mendengarkan.


"Aku berencana untuk mengabadikan setiap foto kebersamaan kita di sosial media, sehingga orang-orang dapat melihat dengan jelas siapa ratu yang menguasai hidupku. Itu juga sebagai bentuk pengingat untuk orang-orang diluar sana yang memiliki pikiran dangkal agar tidak berpikir untuk mencoba menyabotase tempat mu disisiku dengan cara menggodaku. Ini adalah pengingat keras dariku secara tidak langsung supaya mereka tidak berpikir aku juga termasuk pria brengsek yang mudah digoda. Bagaimana menurutmu?" wajah bangga Shin Mo Lan persis seperti pria sejati yang bangga dalam memanjakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai suami sayang istri.


Mendengar itu, Rayan tidak berhenti tersipu-sipu hingga rona merah diwajahnya menjalar di seluruh leher dan telinga. Melihatnya, Shin Mo Lan jadi gatal ingin menggigit kulit istrinya yang memerah.


Ting!


Disela-sela aksi mesra keduanya, mata Rayan menangkap sebuah notifikasi dari akun yang namanya terlihat aneh menurutnya.


"Mo Lan... Lihat ada notifikasi masuk di akunmu." seru Rayan tanpa menghentikan tangannya untuk mengetuk simbol beranda pada akun suaminya.


Dan begitu bagian beranda dibuka, sebuah foto beraroma asmara seakan menyeruak dari dalam gambar tersebut mengakibatkan yang melihatnya ikut terserang getaran cintanya.


Sebuah gambar dua pasang kaki dengan kaki yang kecil dan lembut berada ditengah-tengah dua kaki besar, kuat, dan kokoh. Pemilik kaki kecil yang pasti milik seorang wanita jelas menampakkan bagian betis hingga kaki telanjangnya yang dibungkus dengan rok plisket berwarna toska yang lembut bak air mengalir, sedang pemilik kaki besar di kedua sisinya yang jelas milik seorang pria dibungkus dengan celana training berwarna abu-abu sebatas betis, dan kaki polosnya tampak menyentuh betis kaki si wanita seperti tengah dimainkan...


Mungkin lebih cocok dengan kata... Digoda?


Dan lagi, terdapat sepasang tangan lembut dan mulus yang sedang menakup gelas keramik berwarna kuning yang berisikan air coklat kemerahan yang transparan. Orang bisa menebak kalau itu adalah segelas air teh.


Tapi, yang jadi pertanyaannya adalah siapa orang yang ada dalam gambar tersebut?


Dilihat dari nama pemilik akun yang hanya berisikan huruf konsonan semua. Rayan perlu beberapa saat untuk memikirkannya sebelum akhirnya didahului oleh Shin Mo Lan yang berdecak sarat akan kekesalan yang tidak terlalu kentara.


Tentunya, kekesalan itu tidak ditujukan untuknya. Melainkan untuk pemilik akun yang sedang mereka lihat.


"Ck! Kenapa dia selalu selangkah didepan?! Ini menjengkelkan!" gerutunya, tapi masih memberikan 'like' pada postingan tersebut yang dibawah gambarnya terdapat kalimat...


'I'm yours and you're mine!'


Kalimat yang terlihat biasa namun besar maknanya. Juga penuh penekanan pada hak milik atas sesuatu.


Pemilik akun benar-benar tidak suka bertele-tele. Itu benar-benar singkat, padat, dan jelas.


"Kenapa? Memangnya siapa itu 'YZXRJ'?" tanya Rayan penasaran.


Shin Mo Lan menunduk menatap wajah bingung istrinya yang menggemaskan sehingga dia kembali melayangkan kecupan sebelum bicara. "Kau tidak tahu?"


Rayan menggeleng jujur. Bagaimana dia tahu. Dia memang punya akun sosial media, tapi tak pernah digunakan untuk memposting pribadi ataupun mengikuti akun orang lain meskipun dia menyukai pria tampan. Ini lebih seperti, dia lebih suka melihat langsung daripada potret yang dipasang di internet, sekalipun dia memiliki banyak koleksi foto pria tampan. Itupun diambil secara langsung bukan dari internet. Oleh karena itu, akunnya hanya digunakan untuk obsesinya dalam obat-obatan dan racun.


Terlihat dari nama akunnya 'Poisonous Beauty'.


"Dia, Ye Zi Xian." jawaban itu segera menjernihkan pikiran Rayan akan kumpulkan huruf konsonan yang dijadikan nama akun tersebut.


"Jadi, 'YZXRJ' itu singkat dari 'Ye Zi Xian Ryura Jenna'?"


Cup!

__ADS_1


Kecup lagi keningnya sebagai apresiasi. "Tepat sekali!"


"Wow. Itu terlalu gamblang!" pendapatnya tentang Ye Zi Xian, si pria dari negeri paling dingin dimasa lalu, persis seperti orangnya.


"Hm. Begitulah dia."


"Lalu, apa nama akun mu?" kini Rayan jadi penasaran dengan nama akun suaminya. Karenanya, dia bergegas kembali ke bagian profil dan melihatnya.


Dan hasilnya, sudut bibirnya berkedut. "Ini..."


"Hahaha... Baguskan?" riang Shin Mo Lan merasa bangga dengan pilihan namanya.


"'SHINMO'?" Rayan tidak bisa berkata-kata.


"Benar. 'Shin Mo Lan dan Rayan Mo' aku ambil singkatan 'Monica' yang kau gunakan dimasa lalu. Bagus 'kan?"


"Ya, bagus. Tapi, ini tidak ada bedanya dengan akun sahabatmu." nada Rayan agar memprotes. Bukan apa-apa, hanya saja merasa jengkel juga akhirnya, karena sering melihat ketiga pria bersahabat itu melakukan banyak hal bersama-sama dengan cara yang sama.


Seperti saling kejar-kejaran dalam hal menikah. Walaupun dia tahu kalau itu bukan karena ingin ikut-ikutan, tapi karena memang ketiganya cenderung memiliki pemikiran yang sama.


"Siapa yang peduli. Lagipula, tak ada yang tahu selain kita saja. Jadi, kurasa bukan masalah berarti." jedanya kala merasakan istrinya cemberut. "Sudah jangan dipikirkan. Kita posting saja dulu gambar kita." tanpa menunggu jawaban Rayan, Shin Mo Lan sudah bergerak lebih dulu.


Send!


Sekali lagi... BOOM!


Belum usai kehebohan dari akun Ye Zi Xian yang pengikutnya hampir diisi oleh seluruh penduduk negeri. Sama halnya dengan pengikut dua sahabatnya yang lain. Kini, postingan dari akun 'SHINMO' pun turut dibanjiri kehebohan.


Para penggemar nyaris kewalahan menghadapi tindakan para tiran bisnis itu. Dari postingan Ye Huan beralih ke postingan Shin Da Ming. Dua postingan terbaru yang sama-sama tengah memamerkan bukti dari lepasnya masa lajang mereka membuat orang-orang menjerit patah hati lagi.


Merasa ada pekerjaan yang lebih penting, Shin Mo Lan pun mengabaikan ribuan komentar yang masuk. Dia justru berbicara pada Sekretaris Yi yang telah menunggu lama di depan.


"Tapi, Tuan Muda Shin. Masih ada beberapa berkas yang perlu untuk anda periksa." Sekretaris Yi Feng mencoba membujuknya.


"Kau kirimkan saja semua itu." jedanya seperti tahu kalau sekretarisnya ini ingin dia selesaikan pekerjaannya dulu. "Lagipula, tumpukan kertas itu tak akan berakhir sekalipun aku sudah menyelesaikan yang lain sebelumnya. Jadi, kumpulkan saja dan aku akan kerjakan disela-sela bulan madu ku." setelahnya dia beranjak pergi tanpa mau mendengar apapun dari sekretarisnya lagi.


Tapi, gerutuannya masih terdengar yang sukses membuat sudut mata sang sekretaris berkedut.


"Hah. Sulit sekali untuk bulan madu tanpa gangguan. Haruskah aku menjadi pengangguran saja, jadi kita bisa memiliki banyak waktu berdua tanpa ada yang mengganggu." penuturan itu mendapatkan sikutan dari Rayan.


"Jangan bodoh. Lalu, kau mau kasih makan aku apa kalau jadi pengangguran. Belum lagi saat nanti kita punya anak. Jangan aneh-aneh, deh!" omel Rayan.


Keduanya pergi dengan kompak meninggalkan Sekretaris Yi yang malang.



Cekrek!


Sebuah gambar dia dan Ryura ditangkap dengan kamera ponsel pintar milik Ye Zi Xian sendiri.


Sepasang kaki keduanya yang dalam posisi romantis terpampang dalam jepretan foto, membuat Ye Zi Xian puas melihatnya. Akan tetapi, lain dengan Ryura yang sedikit mengernyit merasa aneh dan bingung mau dibuat apa foto itu. Hal itu bukan karena dia merasa tidak suka gambarnya diambil, Ryura justru tidak peduli di foto atau tidak.


Yang jadi pertanyaannya adalah buat apa foto itu di ambil? Tapi, jawaban yang ditebak Ryura hanyalah sebatas mengabadikan momen murni hanya mengabadikan momen tidak yang lain.


Ryura memang tak pernah peduli pada apapun, sekalipun difoto sembarangan. Yang penting bukan disaat yang tidak seharusnya atau keganasan Ryura muncul.


Itulah sebabnya, sikap acuh tak acuh serta aura keterasingannya memancarkan pesona tersendiri sehingga apapun bentuk pose alami yang Ryura buat selalu tidak pernah meninggalkan kecacatan.


Dengan kata lain, gambarnya akan selalu jadi sempurna tanpa perlu editan lagi.


"Buat apa itu?" tanya Ryura penasaran tanpa merubah raut wajahnya yang datar.

__ADS_1


"Aku mau mempostingnya ke sosial media." jawab Ye Zi Xian sambil membuka aplikasi sosial media miliknya dan langsung masuk ke akunnya. Dia pun siap untuk update terbaru tentang kehidupan pribadinya.


"Kau memiliki akun sosial media?" tanya Ryura agak tak menyangka, suaminya yang datar dan dingin bisa juga memainkan aplikasi semacam itu.


Dia pun mengarahkan matanya ke layar ponsel yang ada tepat dihadapannya. Sebab sebelumnya, Ye Zi Xian menempatkan ponselnya diposisi tepat di bawah dagu istrinya guna agar dapat mengambil gambar yang diinginkan pria itu. Alhasil, sampai sekarang posisinya tidak berubah, selain Ye Zi Xian agak menurunkan posisi ponselnya sambil merapatkan dada bidangnya ke punggung istrinya dengan pose memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang.


Tak lupa, diapun menyandarkan dagunya dengan nyaman dipundak Ryura sambil sesekali memberikan kecupan di lekukan leher istrinya.


Seperti biasa, Ryura membiarkannya.


"Tentu. Kau bisa lihat ini..." kata Ye Zi Xian sambil menunjukkan isi akunnya yang sebelum foto terbarunya sisanya hanya berisikan kegiatan Ye Zi Xian yang tak jauh dari kerja dan kesendiriannya. Foto-foto sebelumnya tak satupun berisi lawan jenis.


Diantaranya justru hanya ada potret meja bundar menghadap jendela yang berhadapan langsung ke jalan dengan secangkir kopi diatasnya. Foto yang lain siluet pria itu yang membelakangi cahaya matahari terbenam dan itu diambil saat melakukan perjalanan bisnis, karena bosan akan kesendirian Ye Zi Xian pun mencoba mengalihkan kebosanannya dengan cara menikmati alam di zaman modern ini.


Ada lagi foto pria itu tengah di acara ulang tahun perusahaannya, dimana saat itu dia duduk menyamping dengan pose malas seraya memegang segelas anggur dalam posisi miring. Kelihatan sekali kebosanannya.


Belum lagi yang lainnya, masih ada banyak walau tak bisa dibilang sangat banyak. Karena, dalam sepuluh tahun terakhir foto yang di-posting tak sampai 100 buah dan sebagian besar pun diambil oleh Sekretaris Lai Zouji.


Tapi, sepertinya mulai sekarang tidak lagi.


"Banyak sekali." seru Ryura ketika melihat deretan foto yang ada didalamnya.


"Ini tidak banyak. Aku juga sebenarnya tidak begitu tertarik. Tapi, hanya ingin membiasakan diri, karena aku sudah berencana untuk mulai rutin memainkannya setelah kembali bersamamu. Akun ini akan penuh dengan foto kita berdua dan suatu hari nanti akan ditambah dengan anak-anak kita. Sempurna! Dunia akan tahu siapa pendamping hidupku!" jelas Ye Zi Xian bersemangat.


Lanjutnya. "Kau tidak punya akun, ya? Aku sudah menyelidiki mu tapi tidak menemukan akun media sosial mu."


Ryura menggeleng tanpa beban. "Aku memang tidak punya. Aku tidak tertarik."


"Sayang sekali. Tapi, kupikir tidak masalah. Kita bisa menggunakan satu akun bersama. Itu lebih transparan sehingga tidak ada rahasia diantara kita." terang Ye Zi Xian lagi.


"Apa kau ingin ada rahasia diantara kita?" tanya Ryura tanpa perubahan suara. Nadanya masih biasa dan seperti tak ada maksud apapun.


Tapi, pertanyaannya cukup untuk membuat Ye Zi Xian mengaum.


"TIDAK! Jangan pernah memikirkannya!" sergah pria itu kemudian menggigit potongan leher istrinya sebagai bentuk tak senangnya atas pertanyaan yang diajukan.


"Kau menggigit ku?" Ryura menoleh saat merasakan sesuatu menggigitnya. Dia tidak gagal paham letak masalahnya hingga mengakibatkan dia di gigit.


Cup!


Dikecupnya bibir menggoda Ryura yang muncul dihadapannya saat istrinya itu menoleh. "Aku hanya geram akibat perkataan mu. Aku tidak suka. Jangan katakan lagi. Mengerti?!" tuntut Ye Zi Xian sungguh-sungguh.


Ryura mengangguk mengerti. Tidak masalah sama sekali untuk menaatinya.


Setelahnya, dengan gemas Ye Zi Xian kembali mencium istrinya. Namun kali ini lebih dalam dan intens.


Pemandangan itu sampai membuat dua orang yang baru saja akan masuk terhenti dengan raut wajah merasa dirugikan.


Keduanya saling pandang. "Butler Xie, apakah kau tersiksa?" tanya orang pertama yang tak lain adalah Lai Zouji. Pertanyaan itu diajukan dengan sengaja.


Tujuan Lai Zouji datang yaitu hendak membawa berkah yang membutuhkan tanda tangan Bos-nya untuk segera diselesaikan. Sebenarnya ia tak mau mengganggu waktu romantis Tuan-nya. Tapi, apa boleh buat...


Pekerjaan menumpuk tak bisa dihindari.


Siapa yang menyangka akan disuguhkan adegan panas semacam itu?


"Kenapa tidak tanyakan itu pada dirimu sendiri." sarkas Butler Xie dengan ekspresi tak senang mendengar pertanyaan dari Lai Zouji yang cukup menohok hatinya.


Dia tahu dia sudah sangat matang melebihi usia majikannya. Tapi, tak perlu begitu juga, kan...


__ADS_1


__ADS_2