3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
ISTANA ES YANG PANAS


__ADS_3

"Ryura, bawa dia padaku!"


BRUGH!!!


Begitu kata-kata itu jatuh, sedetik berikutnya sesuatu yang berukuran besar jatuh dari atas dengan ganasnya hingga menimbulkan bunyi yang keras. Disusul oleh 3 orang lainnya yang kedatangannya tak disadari.


Reychu tahu siapa mereka. Tapi, tak sedikitpun hal itu membuatnya mengalihkan perhatiannya. Matanya hanya tertuju pada sosok yang dijatuhkan dengan menyedihkan didepannya.


Mengabaikan 3 orang lainnya, anggota keluarga kerajaan yang lain tak bisa tidak berteriak saat tahu siapa yang di jatuhkan.


"LU XIU CHI!"


Semua yang hadir tak bisa lebih terkejut saat melihat benda apa yang jatuh dari atas kepala mereka, melihat sosok manusia yang tak lain adalah Lu Xiu Chi sungguh mengguncang semuanya.


Bahkan berlaku untuk pasangan pensiunan Kaisar Agung Bai dan Permaisuri yang jelas memfavoritkan gadis itu. Tak pernah ada dalam pikiran mereka kalau ini akan terjadi.


Bruzzzz!


Saat akan berlari mendekati Lu Xiu Chi, sebuah kilatan api disemburkan oleh Reychu tepat kedepan kaki pasangan tersebut hingga membuat mereka spontan menghentikan langkah kaki mereka. Kemudian, menatap tak percaya pada Reychu yang keberaniannya terlampau tinggi padahal dia tahu -menurut mereka- kalau ada Kaisar Agung Bai Gikwang disebelahnya. Tidakkah dia terpikirkan bila Kaisar Agung Bai bisa jadi akan meninggalkannya karena tidak menghormati orang tua kekasihnya?


Melihat itu pasangan tersebut mulai lagi.


"APA YANG KAU LAKUKAN?! BERANI KAU PADAKU?!" beralih kearah putranya yang setia diam di sisi Reychu semakin membuat pasangan pensiunan itu marah. "BAI GIKWANG! APA MAKSUDMU DENGAN DIAM DISANA? KAU LIHAT! INIKAH PEREMPUAN YANG KAU INGINKAN? BUKA MATAMU YANG BUTA ITU! LIHAT DIA! SEPERTI INIKAH YANG KAU INGINKAN?! HARUSNYA INI CUKUP UNTUK MEMBUKA MATAMU DAN MENYADARI BAHWA DIA TAK PANTAS UNTUK MU! KAU DENGAR AKU!" serbunya dengan rentetan makian yang seperti tak ada habisnya. Bahkan sampai tak lagi repot-repot memanggil Bai Gikwang dengan embel-embel 'Kaisar Agung'.


Kaisar Agung Bai jelas tahu, dia juga tidak buta untuk melihatnya. Tapi, dia tentu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, bagaimana dia bisa menyalahkan Reychu yang sudah diam selama ini untuk menghargai keluarganya agar tidak mencapai titik ini. Sekarang, orang tuanya menggunakan kesempatan ini untuk bertindak seolah-olah cintanya salah sasaran?


Bagaimana bisa Kaisar Agung Bai menerima hal itu.


"Ayahanda, kau adalah ayahku dan aku tidak ingin memperparah keadaan ini. Jadi, kali ini tolong dengarkan aku." katanya dengan nada tenang dan sopan, namun tak menampik bila ada kedinginan didalamnya, seolah sudah lelah untuk berdebat lebih jauh.


Dengan sorot mata dalam dan tak terbaca, Kaisar Agung Bai berujar. "Sejak aku mengatakan bahwa Reychu adalah milikku dan cinta ku, bukan tanpa pertimbangan. Terlepas dari kegilaan dan statusnya, segala yang ku inginkan ada pada dirinya. Bukankah aku pernah bilang untuk tidak mengusiknya?! Kalian mengabaikan kata-kata ku hanya karena tidak menyukainya. Kalian juga pada dasarnya, belum benar-benar mengenalnya. Kalian hanya berpikir dia gila dan suka mengacau, belum lagi latar belakangnya yang tidak pantas menurut kalian. Tak sedikitpun dari kalian memberinya kesempatan untuk membuktikan sisi baik lain dari dirinya. Kalian mengklaim dia buruk dengan pandangan kalian. Setelah hal sampai seperti ini, masih bisa kalian menyalahkannya?" matanya menatap anggota keluarganya satu persatu dengan tenang. Menunjukkan bahwa dia tak ingin membuat keributan lebih jauh dengan keluarganya.


Tapi, bukan berarti dia tak bisa bergerak maju bila keluarganya masih tak mau melepaskan hal ini.


"KK...KAU...!" pensiunan Kaisar Agung Bai marah namun tak bisa berkata-kata pada akhirnya.


Sementara Ibunda Permaisuri, sudah tak bisa menahannya melihat putranya tidak berpihak padanya. "Kau sudah mulai membangkang, Bai Gikwang. Jangan lupa, aku yang melahirkan mu. Perempuan tidak jelas sepertinya, berani kau bandingkan dengan keluarga mu. Kau memang sudah mulai ikutan gila!"


"Tolong jangan katakan itu Ibunda. Aku masih menghormati mu." sabar Kaisar Agung Bai benar-benar anak yang berbakti.


"Kalau kau masih menghormati ku, buang dia! Buang sejauh-jauhnya dan jangan berhubungan lagi dengannya." untuk kalimat ini, Kaisar Agung Bai tak bisa menjawabnya hingga dia memilih diam sambil menatap wajah ibundanya.


Melihat putranya diam saja, Ibunda Permaisuri kian marah. "LIHAT! KAU SUDAH MEMBANGKANG, BAI GIKWANG!"


"Sudah selesai?!" sela Reychu dengan wajah datar yang asing bagi mereka yang belum pernah melihatnya.

__ADS_1


Reychu malas mendengar drama keluarga didepannya, jadi dia menyela sambil melangkahkan kakinya menuju Lu Xiu Chi yang sudah terduduk lemas.


Begitu sampai, dia menendang bahu Lu Xiu Chi hingga gadis itu hampir terjengkang.


Melihat hal itu, bagaimana ibunda Permaisuri tidak marah. "BERANINYA KAU MENYAKITI KEPONAKAN KU!"


Saat akan menolong keponakannya, lagi-lagi semburan api Reychu berikan tepat di depan kakinya membuatnya lagi-lagi dihentikan.


"Hanya keponakan, apa masalahnya dengan itu?" memiringkan kepalanya menatap Ibunda Permaisuri dengan mata dinginnya. "Bukankah aku juga bisa mengatakannya?" setelahnya...


Bugh!


"BERANINYA KAU MEMBUNUH TEMANKU!"


Ditendang lebih keras dagu Lu Xiu Chi hingga benar-benar ambruk kebelakang membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri. Darah segera keluar dari bibirnya yang tidak sengaja tergigit akibat tendangan itu. Lu Xiu Chi meringis kesakitan.


Reychu benar-benar tanpa belas kasih melakukannya.


Anggota keluarga kerajaan membeku dibuatnya. Siapa diantara mereka yang tidak melihat seonggok mayat dalam pelukan Reychu? Mereka pasti buta kalau tidak melihatnya.


Hal ini membuat mereka jelas akan sebab Reychu menjadi lebih mengerikan dari sebelumnya.


Mata tajamnya kembali melayang kearah Ibunda Permaisuri tanpa takut. "Kau bilang aku tidak pantas, bukan? Lalu, pantaskah dia? Kami berdua juga tak berbeda. Sama-sama pembunuh. Hanya saja, aku tidak membunuh dengan sembunyi-sembunyi. Aku lebih suka membunuh orang langsung ditempat, tidak peduli apakah itu sepi atau ramai." Permaisuri menggigil mendengarnya.


"PEMBOHONG! Kakak Lu tidak mungkin membunuhnya! Kau memfitnahnya!" serbu Bai Ning Wei tak percaya.


Mendengar itu, Bai Fu Wang yang berdiri paling dekat dengan adiknya segera menariknya agar berhenti. Sebab, pemandangan ini sudah cukup membuktikan bahwa Reychu bisa melakukan apapun tanpa peduli tempat.


"Kakak!" Bai Ning Wei hendak protes, tapi langsung disela oleh Bai Fu Wang dengan tegas.


"Cukup! Berhenti meremehkan orang lain! Apa kau tidak melihat, bahwa ayah dan ibu saja tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan Lu Xiu Chi? Jadi, jangan berulah!" nadanya rendah dan dalam penuh penekanan. Paling tidak, dia masih menyayangi adiknya agar tidak menerima kemalangan.


Segaris seringai di buat oleh Reychu untuk diperlihatkan kepada semua yang melihatnya saat ini. Seringai yang tak pernah gagal untuk membuat bulu kuduk berdiri dan menggetarkan tubuh tanpa sadar.


"Akan aku tunjukkan. Apa artinya bila aku sudah bosan bermain..." ujar Reychu sambil menyerahkan mayat Chi-chi kepada siapapun yang ada di dekatnya, sebab matanya tak teralihkan.


Kebetulan, mayat Chi-chi jatuh ke tangan Furby.


Meski sempat terkejut, Furby hanya dapat menerimanya tanpa banyak bicara.


Srak!


Gerakannya cepat hingga membuat orang sulit mengikuti. Tiba-tiba, tangannya sudah menjambak rambut panjang Lu Xiu Chi sampai membuat kepalanya mendongak.


Semua orang terhenyak melihatnya.

__ADS_1


"Ukh! Sa..sakit! Lepaskan!" pinta Lu Xiu Chi dengan suara merintih kesakitan.


Di bawah tatapan semua orang Reychu tak pernah ragu. "Sakit? Tidakkah lucu kedengarannya bila kau masih tahu seperti apa rasanya sakit, padahal kau punya nyali untuk merenggut nyawa orang lain?" kata Reychu yang intonasi suaranya dari datar nan dingin ke penuh tekanan dan menajam. Tak lupa sorot matanya yang tak kalah ganas.


Cengkeramannya pada rambut Lu Xiu Chi pun diperkuat.


"AKH!!" pekik gadis malang itu.


Mungkin kedengarannya kata-kata Reychu bisa menampar balik dirinya, tapi bagi yang tahu seberapa masokisnya dia. Kalimat tersebut tidak berlaku. Pernah lihat dia mengeluh kesakitan?


"Tapi, aku tidak akan pelit untuk memberimu pengalaman itu." bisiknya menjadi terdengar mengerikan sampai-sampai Lu Xiu Chi membelalakkan matanya ketakutan. Kemudian, dia berusaha keras melepaskan diri dari Reychu meski jelas bahwa itu tanpa hasil.


"LEPASKAN DIA!" pekik Wei Yan Jia, sang putri perdana menteri yang juga teman baik Lu Xiu Chi, baru saja tiba.


(Kalian pernah mendengar namanya di episode sebelumnya)


"JANGAN TERLALU SOMBONG KAU!" entah karena dia yakin mampu atau karena terlalu ceroboh dan gegabah, gadis itu malah melesat kedepan untuk menyelamatkan Lu Xiu Chi dan menyerang Reychu.


Wush!


Sayang sekali, hal itu malah mengundang minat Reychu untuk menelan siapapun yang ingin menjadi sukarelawan untuk mati ditangannya.


Suara itu jelas mengagetkan yang lain, sayangnya mereka tak sempat bertindak saat Wei Yan Jia menyerang langsung.


"WEI YAN JIA!" teriak yang lain khawatir.


"Selamat datang di penghujung kehidupan, sayang!" katanya yang kian membuat orang merinding ketakutan.


Kemudian...


BRUUUUUZZZZZ...!!!


Semburan api keluar dari tangan Reychu yang bebas, di arahkan kepada pendatang yang cukup bernyali untuk langsung menyerang veteran bertarung seperti dirinya.


Dengan elemen api miliknya, Reychu membelenggu Wei Yan Jia dalam kobaran api membiarkan gadis itu menjerit histeris kala tubuhnya terbakar tanpa ampun. Beberapa orang ingin maju untuk menolong, tapi terlalu takut sebab panas apinya teramat mengerikan hingga mereka bisa memastikan bahwa bila diserang menggunakan elemen es hanya akan menjadi seimbang.


Ini jelas tidak memberikan hasil apapun.


Pias pucat sudah ekspresi wajah semua orang yang melihatnya. Semakin pucat mereka saat dapat dilihat secara langsung bagaimana hidup Wei Yan Jia perlahan dikikis oleh api.


Reychu sebagai pelakunya hanya menatap dingin pada kobaran api tersebut, membiarkan bayangan tubuh manusia hangus terbakar oleh apinya terekam di bola matanya.


Bahkan Kaisar Agung Bai sendiri dibuat tercengang oleh Reychu.


__ADS_1


Alhamdulillah up lagi gaessss...


😘😘😘


__ADS_2