3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
JARING DIBENTANGKAN


__ADS_3

Mereka seperti anak kecil yang masa kecilnya kurang bahagia. Berpindah-pindah wahana bermain dengan raut wajah bahagia. Tidak peduli apakah itu ekstrim atau biasa saja, semuanya mereka terjang. Membuat bodyguard yang tak pernah absen mengikuti mereka lelah sendiri jadinya.


Sampai kadang bertanya-tanya. "Kekuatan apa yang di pakai Nyonya majikannya ini? Sampai bisa begitu bersemangat dari awal hingga akhir!"


Reychu jangan ditanya seberapa lebar bibirnya terbuka untuk tersenyum dan tertawa gembira. Dia bagai di suntik cairan berenergi tinggi sehingga tak kenal lelah sampai sekarang.


Rayan tak kalah senang tapi dia tidak seheboh Reychu. Masih dikategorikan normal. Bahkan Rayan lebih banyak menggerutu di setiap permainan karena sering menjadi sasaran Reychu menumpahkan kebahagiaan. Contohnya, diguncang, di tepuk-tepuk, dan lain-lain.


Kalau Ryura...


Tolong jangan banyak berharap. Bahagia ataupun tidak bahagia, tak ada yang bisa dilihat dari wajah datarnya Ryura. Tapi, anehnya, dia ikut saja saat diajak bermain. Kalian bisa membayangkan seperti apa sosoknya saat sedang bermain.


Naik roller coaster, disaat semua orang berteriak histeris. Ryura diam dengan wajah datarnya sambil membiarkan rambutnya diporak-porandakan oleh angin.


Saat naik komidi putar, ketika semua orang tersenyum dan tertawa sembari berfoto ria. Ryura diam diatas kuda-kudaannya seorang diri tanpa canggung.


Saat naik biang lala, ketika semua orang mencoba mengabadikan momen saat mereka naik keatas. Ryura duduk diam tak bergerak di dalam tabungnya.


Saat memasuki rumah hantu, ketika semua orang berteriak ketakutan. Ryura justru yang membuat takut hantu-hantuan di rumah hantu itu.


Dan masih banyak permainan lain yang membuat keberadaan Ryura sangat tidak tepat.


Tapi, hanya Ryura yang tahu apakah dia menikmatinya atau tidak.


Kini mereka harus berhenti untuk mengisi perut yang lapar karena tenaga yang terkuras habis untuk bermain.


Duduk di ruang terbuka rumah makan yang ada di taman hiburan itu, 3Ry duduk santai menikmati angin sepoi-sepoi yang bertiup menyejukkan kegerahan mereka. Para bodyguard juga tak terlewatkan. Majikan mereka mengajak mereka makan, karena tak bisa menolak disaat perut juga minta diisi. Keenam bodyguard duduk dimeja sebelah majikannya untuk makan juga secara bergiliran.


Bagaimanapun mereka tidak bisa lepas tanggungjawab atas keselamatan ketiga Nyonya kesayangan Tuan mereka. Bisa taman riwayat mereka.


"Perempuan itu masih mengincar suamimu?" tanya Reychu setelah menyesap minuman dinginnya. Dia duduk bersandar dengan amat santai, tidak terlihat feminim sama sekali.


Ryura yang ditanya berdehem saja.


"Kau tahu siapa orangnya?" Kini Rayan yang bertanya.


Lagi-lagi, Ryura hanya berdehem saja.


"Siapa?" tanya Reychu dan Rayan serempak membuat Ryura yang menunduk asik dengan es kopinya akhirnya mendongak menatap 2 sahabatnya yang tampaknya ingin dia bercerita.


Ryura diam sejenak, dia berpikir. Apa perlu bercerita atau tidak.

__ADS_1


Tapi, pada akhirnya Ryura bercerita juga. "Salah satu dari tim sekretaris." jawabannya selalu singkat. Tapi, Reychu dan Rayan bisa mengurai cerita sisanya.


"Bukankah ini pengkhianatan namanya?" pendapat Rayan.


"Bisa iya, bisa tidak." Reychu yang menjawab.


"'Aaah... Itu masuk akal. Bagaimanapun orang itu tidak melakukan apapun pada perusahaan. Tapi, dia pasti gila berani membantu pelakor untuk dekat dengan majikannya yang sudah berkeluarga. Ini membuat ku juga harus menyelidiki bawahan suamiku! Tidak boleh ada pengacau apapun perannya!" sungut Rayan mengabaikan segala kemungkinan negatifnya.


"Kau sudah menangkapnya?" tanya Reychu penasaran dengan apakah Ryura langsung menangkap orang itu atau ada cara lain.


"Tidak. Menangkapnya terlalu mudah." nada datar Ryura saat mengatakan itu ternyata bisa terdengar menakutkan juga.


"Oho. Kau benar! Bilang saja padaku kau mau apakan dia. Aku akan bersedia menggantikan mu menghabisinya." Reychu menawarkan diri menjadi algojo tanpa ragu, bahkan wajahnya penuh binar harapan akan diterima.


Tapi, Ryura tak menggubrisnya dan Rayan yang memutar bola matanya jengah.


"Kenapa kau tidak berurusan dengan si Gong itu? Calon suamimu juga bukannya tidak ada yang mengganggu, kan?" kata Rayan mengingatkan dengan malas.


Reychu yang mendengarnya tidak merubah sumringah diwajahnya. "Tentu saja, aku akan berurusan dengan dia. Tapi, semakin banyak objek untuk dimainkan semakin bagus. Betapa senangnya hati ini! Hahahaha!"


Rayan geleng-geleng kepala dibuatnya.


"Yayaya... Terserah kau saja. Tapi, saat ini seperti kata Ryura waktu itu. Kita akan berurusan dengan Nona Meng dari keluarga Meng dulu. Pelakor satu ini, kenapa tidak cari yang lain saja. Menurut informasi yang kita minta dari bawahan pria-pria kita. Ada seorang pria yang pernah menyukai Nona Meng itu dan informasinya mengatakan ada kemungkinan pria itu terlibat dengan perempuan itu. Dia tidak jelek juga. Tapi, ya memang... Kalo bicara soal status. Dia bukan dari keluarga terpandang. Tapi, cukup terkenal juga setelah menjadi dirinya yang sekarang."


"Iya. Tapi, aku masih tidak mengerti. Apakah pria itu benar-benar akan memenuhi keinginan perempuan itu atau tidak. Soalnya, dia belum bergerak hingga hari ini. Apa menyusun rencananya butuh waktu selama itu?" jawab Rayan.


"Sepertinya begitu. Mereka pasti menyadari betapa tak mudahnya posisi kita sekarang untuk mereka dapatkan. Jadi, mereka butuh rencana matang dalam hal ini. Lagipula, siapa yang berani melawan kita? Hanya orang awam yang berpikir bisa menang! Hehehe..." akhir kalimat Reychu benar-benar sombong, tapi saat Reychu mengatakannya dengan gayanya malah sama sekali tidak terlihat seperti itu.


"Namanya Bo Kang. Dia ingin berurusan dengan Ryura. Ryu, kau akan bagaimana mengatasinya?" tanya Rayan sambil menatap Ryura yang masih betah dalam diamnya.


Mata Ryura berkedip dua kali dengan santai. "Tarik jaringnya setelah mangsanya masuk."


"Bwahahahaha... Aku suka kalimat itu! Aku ikut menarik jaringnya!" pekik Reychu sampai menarik perhatian orang-orang disekitarnya karena dia memekik sampai bangkit dari duduknya.


Rayan disebelah juga memberikan seringai tak sabar.


Hanya para bodyguard yang gagal paham dengan apa yang dilakukan dan dibicarakan oleh Nyonya majikannya.



"Dimana sekarang?" tanya suara feminim seorang wanita dari seberang telepon.

__ADS_1


Pria yang setengah wajahnya tertutup topi menjawab ke pemilik suara yang dia dengar melalui headset bluetooth yang dia sematkan ke lubang telinganya. "Di taman hiburan."


ya, pria itu tak lain adalah Bo Kang. Dia sedang bersembunyi agak jauh dari tempat 3Ry berada. Dia tak bisa berada terlalu dekat, sebab bodyguard yang berjaga disana itu bukan bodyguard kaleng-kaleng. Mereka memiliki kemampuan lebih untuk melindungi orang yang harus mereka lindungi. Jadi, Bo Kang tidak ingin rencananya gagal dengan nekat mendekat.


"Kenapa kesana?" sentak suara perempuan yang sudah bisa ditebak milik Meng Ruona, dia berusaha tidak merusak citra lembutnya saat mendengar Bo Kang mengatakan ada di taman hiburan.


Faktanya, dia tidak tahu kalau Bo Kang disana karena mengikuti 3Ry yang ke sana juga.


Meski suara Meng Ruona masih lembut, Bo Kang tidak melewatkan perubahannya kala dia menyebutkan lokasinya saat ini. Wajah Bo Kang dingin. Agaknya dia tidak terima diperlakukan seperti pesuruh.


Tapi, entah apa yang dipikirkannya hingga masih mau melakukan apa yang Meng Ruona ingin dia lakukan sampai saat ini.


"Mereka ada disini. Aku sedang mengikuti mereka." tandas Bo Kang membungkam kekesalan Meng Ruona hingga membuat perempuan itu kikuk dan malu sendiri jadinya.


Tapi, hanya sesaat. Sebab, pikiran Meng Ruona segera diganggu dengan beberapa hal termasuk ketidakpercayaannya tentang kelakuan 3Ry.


"Bo Kang, kau bilang mereka disana? Berarti selain Ryura ada orang lain lagi?"


"Ya, kekasihnya Tuan Muda Bai dan istrinya Tuan Muda Shin." sambung dalam hati. "Mereka harus menjadi teman dekat sejak lama untuk bisa satu frekuensi seperti saat ini. Heh! Hebat sekali. 3 sekawan menikahi 3 sekawan."


Mata Meng Ruona diseberang telpon terbelalak. Dia tak percaya kalau ternyata ketiga pasangan 'Three Royal Nobles' saling kenal dan bahkan bermain bersama saat ini. Memikirkan ini, Meng Ruona tak bisa tidak merasa semakin benci.


Betapa beruntungnya!


"Sial! Bagaimana bisa begitu sial!" umpatnya dalam hati.


"Jadi, bagaimana?" Meng Ruona berpikir ini sulit, sebab dia hanya ingin menyingkirkan Ryura sementara yang lain bukan urusannya. Akan tetapi, Ryura malah membawa serta yang lain. Bagaimana rencananya akan berhasil.


Dia yang frustrasi disaat bukan dia yang ada di lapangan.


"Aku sedang melihat peluang. Masing-masing diantara mereka dijaga oleh 2 bodyguard. Mereka bodyguard dari RYUXIAN KINGDOM, haruslah bukan sembarang bodyguard. Aku tidak bisa gegabah." Bo Kang memberitahu Meng Ruona kendalanya.


Meng Ruona, meskipun tidak senang, dia tetap tak bisa apa-apa. Hanya bisa mempercayakan semuanya pada Bo Kang. Setidaknya, bukan tangannya yang kotor.


Dasar licik!


"Baiklah. Hati-hati, jaga dirimu. Semoga berhasil." hmm... tuut! Bo Kang berdehem sebelum sambungan berakhir. Kemudian, seringai muncul disudut bibir Bo Kang. Ada sarkastik yang tersirat di dalam seringai itu.


"Hati-hati..." ejanya penuh makna. Lalu, mendengus.


Tapi, tak berkata apa-apa dia kembali melanjutkan memata-matai 3Ry atau tepatnya Ryura.

__ADS_1


Bicara soal Ryura, saat angin mendadak kuat dan menerbangkan helaian rambutnya hingga menutupi matanya. Saat itulah, tanpa ada yang tahu, Ryura melayangkan tatapan datarnya yang penuh misteri kearah yang tidak diketahui sampai helaian rambutnya kembali ditiup angin dan menyingkir sekali lagi memperlihatkan wajahnya sepenuhnya, tatapan barusan telah hilang.



__ADS_2