
Kabar menggemparkan menyebar dalam sekejap kembali terjadi, namun di lokasi yang berbeda. Seperti sebelumnya, tidak ada satu pasang telinga pun yang melewatkan kabar itu.
Masih dengan kabar kematian...
Sebuah kabar mengenai tewasnya seorang pelayan dari paviliun Bunga Malam di kediaman tamu tempat dimana ketiga gadis yang di bawa Tuan mereka tinggal selama berada di kediaman Ye telah menimbulkan kejutan tanya yang beragam.
Mereka -para penghuni Sekte Salju Perak dan Kediaman Ye- bertanya-tanya mengenai alasan apa yang membuat pelayan itu tewas disana. Mengapa bisa dia tewas dikamar tamu?
Tak sedikit yang menduga kalau dia mati dibunuh oleh gadis-gadis itu. Tapi, setelah dipikirkan lagi rasanya itu sangat tidak mungkin. Jelas bahwa kedatangan 3Ry adalah karena salah satunya akan menjadi Nyonya Ye masa depan, jadi apa alasan calon Nyonya mereka membuat kontroversi semacam itu? Apalagi, ini melibatkan orangnya Nyonya Selir Meng Pei Yun yakni ibu sambung dari calon suaminya, Tuan Ye Zi Xian.
Sebagai calon menantu keluarga Ye, daripada membuat keluarga calon suaminya membencinya akan lebih baik kalau membuat mereka menyukainya, bukan?
Apalagi, sejauh ini tidak ada satupun yang melihat adanya kejanggalan sikap diantara Selir Meng Pei Yun dan bawahannya dengan Ryura selaku calon Nyonya Ye masa depan dan orang-orangnya.
Semuanya terlihat baik-baik saja sejauh ini.
Kasus ini benar-benar membingungkan.
Tentu, membingungkan bagi yang tidak mengetahuinya.
Seperti saat ini, kamar yang ditempati oleh 3Ry sedang dipenuhi banyak orang dengan sebagian besar adalah orang-orang yang ingin menonton saja. Sisanya adalah orang-orang yang tak ingin masalah ini berlanjut menjadi lebih serius.
Beberapa Tetua dan bawahan keluarga Ye hadir untuk menyelesaikan kasus tak-terduga ini.
Beberapa saat lalu, seorang pelayan yang mengurus kamar 3Ry masuk sesuai dengan jadwal tugas yang diberikan padanya. Alangkah terkejutnya dia kala pemandangan pertama yang ia dapati saat memasuki kamar para gadis itu adalah tergeletaknya seonggok mayat pelayan wanita yang jelas ia ketahui berasal dari paviliun Bunga Malam. Tapi, bukan darimana asal pelayan tersebut yang menjadi fokus utamanya, melainkan kondisinya saat itu.
Pucat membiru dan dingin membeku adalah kondisi yang diderita oleh mayat pelayan tersebut. Meski masih syok dan kebingungan, sebagai pelayan yang terlatih ia dengan cepat pulih dan segera melaporkan apa yang baru saja terjadi.
Dari sanalah semua kegemparan berawal.
Kini, Tabib keluarga Ye turun tangan untuk memeriksanya.
"Apa yang kau temukan, Tabib Jang?" tanya salah seorang petinggi yang hadir disana dengan tak sabaran.
Sang tabib yang bernama lengkap Jang Pil tak berniat menjawab lantaran sedang fokus memeriksa jasad yang menyedihkan didepannya ini.
Baru kemudian, tak lama setelahnya ia angkat bicara. "Dia mati keracunan!" katanya dengan nada serius yang seketika itu mengejutkan orang-orang yang ada disana.
"Tabib Jang, anda yakin?" tanya orang lain yang ada disana lagi.
"Benar! Tapi, dia tak sembarang keracunan..." jeda kalimatnya membuat orang-orang yang mendengarnya mulai berspekulasi macam-macam. Mendongak menatap para Tetua yang hadir dengan keseriusan yang dalam.
"Dia mati dengan racun yang dibawanya sendiri!"
"!!!"
Gelombang keterkejutan tak terelakkan begitu kalimat tersebut dijatuhkan. Bahkan tak sampai disana...
"Dia membawa racun yang sangat mematikan dan mati dengan racun tersebut..." lanjut sang Tabib, keningnya berkerut dalam kala kejanggalan menerpa. "... Ini aneh. Mengapa dia harus meracuni dirinya sendiri dan itu ditempat yang tidak seharusnya." lanjutnya mulai menerka-nerka yang tak kunjung mendapatkan hasil.
Tak hanya Tabib Jang yang merasakan kejanggalan aneh itu, tapi semuanya juga turut merasakannya.
Pernyataannya juga mengundang para penonton dan saksi untuk berpikir.
Setelah lama hening dalam kebingungan, salah seorang tetua sekte dengan bijak angkat bicara. "Ini masalah yang perlu untuk diselidiki lebih lanjut. Kita semua pasti berpikiran sama, bahwa ini bukan sekedar kasus bunuh diri biasa. Maka dari itu, biarkan beberapa penjaga mengamankan area ini dan biarkan mayatnya tetap disana terlebih dahulu untuk beberapa waktu. Saya akan membicarakan ini segera dengan Tuan Ye dan Tetua Ye. Biarkan mereka yang mengambil keputusan. Sudah jelas ini bukan masalah sepele!" lugasnya tegas.
__ADS_1
Tetua sekte itu berbalik untuk menatap salah seorang penjaga yang masuk kedalam penglihatannya. "Kau! Kumpulkan sembilan orang lagi untuk berjaga-jaga di area kamar ini. Pastikan tidak ada yang masuk ataupun keluar. Siapapun itu tanpa terkecuali, sampai Pimpinan sendiri yang turun tangan." tegasnya tak terbantahkan dengan kalimat yang jelas dan tanpa bisa di kompromikan.
Kalimat itu ia ucapkan bukan sekadar kalimat. Karena, instingnya mengatakan bahwa kasus ini bukan kasus yang sepele apalagi dengan melibatkan orangnya Nyonya Selir Meng Pei Yun dan calon Nyonya Ye masa depan. Dengan perintah demikian, setidaknya dia bisa meminimalisir kemungkinan adanya manipulasi fakta yang belum terpecahkan.
Kebenaran tak boleh hilang sebelum terbongkar. Begitulah pikirnya.
Brak!
Suara gebrakan meja terdengar.
"Aku sudah mendengar kabar ini. Tapi tak menyangka akan seperti ini!" ujar Tetua Ye dengan suasana hati yang tidak senang kala rapat dadakan diadakan untuk segera mengatasi masalah yang tiba-tiba terjadi.
Baru saja ia mendengarkan laporan lengkap dari bawahannya yang terlibat pemeriksaan di lokasi kejadian.
Disana sudah ada Tetua Ye, Tabib Jang, dan beberapa Tetua sekte yang turut menjadi saksi di lokasi kejadian. Tak lupa, disana juga ada Ye Zi Xian, Kaisar Agung Bai, dan Shin Mo Lan.
Kehadiran dua penguasa lainnya bukan tanpa sebab. Mereka disana bukan bermaksud untuk ikut campur dalam masalah internal keluarga Ye, melainkan mereka disana atas nama kekasih mereka. Bagaimanapun, Reychu dan Rayan ikut terlibat sehingga mereka juga butuh penjelasan mengenai hal ini.
"Benar! Inilah masalahnya. Seandainya pelayan yang mati itu bukan berasal dari paviliun Bunga Malam sudah pasti tidak akan menjadi serumit ini." kata Tetua sekte yang sebelumnya. Dia bernama Han Lie.
"Apa kau pikir ini ada kaitannya dengan Selir Meng?" tanya Tetua Ye tajam. Kilatan ketidaksenangan muncul dikedua matanya, itu bukan diperuntukkan untuk Selir Meng Pei Yun, melainkan untuk siapapun yang berniat merusak nama baik keluarga Ye.
Dia adalah Tetua Ye yang tersisa di generasinya. Tidak ada lagi anggota keluarga Ye selain dia di generasinya. Itulah mengapa, dia menjadi amat tidak senang begitu tahu kalau ada yang ingin merusak ketenangan keluarga yang sudah ia jaga dan awasi selama ini.
Keluarga Ye, meski terkenal sebagai keluarga ahli beladiri dengan memiliki Sekte beladiri terhebat di dunia kuno ini. Keluarga tersebut juga terkenal harmonis. Harmonis disini bukan berarti tidak ada perselisihan, hanya saja tidak ada yang berani mengeluarkannya ataupun menunjukkannya. Seluruh anggota lebih memilih mengubur dalam-dalam ketidaksenangan, kebencian atau apapun itu bila terdapat dihati mereka untuk kerabat yang lain.
Sebab, hukuman dalam aturan keluarga Ye luar biasa mengerikan. Tidak ada dari anggota keluarga Ye yang berani mencobanya.
Mengalihkan pandangannya kearah cucu keponakannya. "Kau sudah mendengarnya, bukan? Bagaimana menurutmu?" Tetua Ye mengajukan pertanyaan kepada Ye Zi Xian karena bagaimanapun sekarang dialah pemimpin di keluarga Ye dan Sekte Salju Perak.
Namun, meski Ye Zi Xian adalah pemimpin masa sekarang dia tak pernah melangkahi tetua yang ada di keluarganya disaat mereka masih ada. Bukan karena wewenangnya tidak penuh, melainkan karena sebagai generasi muda dia masih harus mendengarkan pendapat dari generasi sebelumnya.
Salah satu bentuk baktinya.
Dengan catatan, selama diskusi tersebut mengarah kearah yang benar.
Gesturnya tenang dan sama sekali tidak terlihat terguncang atas masalah yang baru saja terjadi seolah itu tak ada hubungannya dengan dia.
Suara magnetiknya menggema dengan datar dan tenang, membuat orang yang mendengarnya dilanda kebingungan. Karena, bagaimanapun masalah ini berkaitan dengan calon istrinya yang ditakdirkan.
"Tidak ada yang tidak mungkin bisa terjadi... Dan aku belum punya pendapat apapun untuk saat ini. Keduanya bisa jadi tersangka. Akan tetapi, semua itu masih butuh bukti. Maka dari itu, aku sendiri yang akan mengambil alih masalah ini. Baik Selir Meng maupun Ryura adalah orang yang dekat dengan ku. Karena, masalah ini melibatkan keduanya. Aku sendiri yang akan turun tangan dan biarkan kalian menunggu hasilnya nanti."
Yang lainnya mendengarkan dengan seksama dan saling pandang sebelum akhirnya setuju untuk membiarkan Ye Zi Xian sendiri yang menanganinya.
"Baik. Kalau begitu, ku serahkan kepada mu masalah ini. Pastikan tidak ada yang akan mencoreng nama baik keluarga Ye kita. Aku benar-benar tidak akan memaafkannya. Entah itu Selir Meng ataupun gadis pilihan pusaka Keluarga Ye itu!" tandasnya kuat mengakhiri rapat menegangkan tersebut.
Disebuah gazebo yang ada di kediaman Ye.
Disana sudah ada 3Ry dan tiga siluman lainnya.
"Kalian pasti sudah mendengar kabar yang sedang memanas saat ini bukan?" tanya Ruobin karena firasatnya mengatakan kalau masalah yang terjadi saat ini ada hubungannya dengan 3Ry.
__ADS_1
Faktanya, baik Ruobin maupun siluman lainnya tidak mengetahui perihal 3Ry membunuh seseorang yang sedang di bicarakan.
"Tentu! Tak perlu dikatakan lagi." jawab Rayan santai sambil memakan kue yang disajikan di meja yang ada di gazebo tersebut.
Santainya seolah masalah yang sedang terjadi tidak pernah ada.
"Kabar kali ini benar-benar akan menjadi masalah besar." tukas Furby yang ternyata sudah berubah bentuk menjadi manusia.
Dia -Furby- sudah memutuskan untuk lebih sering berubah ke bentuk manusia sejak masalah Ryura yang diteror kematian, itu sangat mengganggu kedamaiannya. Dia tak bisa membiarkan siapapun menyakiti sahabat manusianya, oleh sebab itu dia memutuskan untuk selalu ada di dekat Ryura mulai sekarang. Tentunya, selama Ye Zi Xian tidak ada. Kalau pria itu ada didekat Ryura, keberadaannya benar-benar tidak ada gunanya.
"Lalu apa berita terbarunya?" Reychu masuk dengan pertanyaan.
"Berita terbaru yang ku dapat. Katanya, pemimpin sekte akan turun tangan langsung menangani masalah kali ini." kata Chi-chi memberitahukan kabar yang dia tangkap melalui telinga panjangnya. Salah satu keunggulannya selain memiliki kemampuan berlari yang luar biasa.
Pendengaran tajamnya juga tak kalah luar biasa.
Mendengar itu, kelopak mata Ryura bergetar singkat dalam pejamnya seolah merespon apa yang baru saja didengarnya. Tapi, kemudian semuanya kembali normal seperti tak pernah terjadi apapun.
Reychu berseru. "Wow. Kalau kabar itu benar. Maka, masalah kali ini akan menjadi tontonan yang menyenangkan." seringai kesenangan terpancar di bibirnya.
"Chu-chu, kau sungguh berpikir begitu? Justru menurut ku ini malah menjadi sebaliknya. Ini buruk!" kata Chi-chi yang rupanya masih belum terbiasa dengan kebiasaan masokisisnya Reychu.
"Benar. Bagaimana kalau masalah ini menyudutkan kalian? Kita juga harus bertindak. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya lawan inginkan dengan mengusik kalian. Jadi, hanya bisa bertahan agar tidak sampai masuk kedalam jebakan siapapun itu." kata Ruobin merasa cemas atas bayangan mengerikan yang sempat melintas dibenaknya tentang keadaan 3Ry seandainya ini berakhir buruk.
Tak!
Khayalan Ruobin segera diputuskan oleh Rayan dengan mengetuk keningnya diantara alis menggunakan jari telunjuknya yang lentik. Tindakan itu sama sekali tidak memberikan rasa sakit.
Ternyata Rayan menangkap hal itu.
"Jangan terlalu banyak berpikir. Justru, dengan masalah yang sampai ketahap ini pihak lawan akan berpikir dua kali untuk bertindak dalam waktu dekat. Setidaknya dengan ini, mereka tahu kalau mereka tengah menghadapi lawan yang tidak dapat diremehkan. Mereka akan jauh lebih waspada dan tidak lagi gegabah dalam menghadapi kami." ujar Rayan dengan segala pemikiran cermatnya.
"Eh... Kenapa aku merasa perkataan mu menunjukkan kalau kau tahu dengan sangat jelas letak masalah ini? Apa tebakan ku benar, Nona Rayan?" Furby memicing curiga.
"Hahahahahhhh..." kekehnya dengan ekspresi malu-malu mendengar tebakan tepat Furby. Akhirnya dengan genit ia menjawab kepingan rasa penasaran yang lainnya sekaligus. Lagipula, cepat atau lambat hal ini juga akan diketahui mereka.
"Benar. Tidak hanya itu. Kematian pelayan milik Ibu sambungnya Tuan Ye adalah ulah kami. Tapi, perlu kalian ketahui..." ungkapan tersebut sempat mengejutkan jantung sahabat silumannya, namun segera dilegakan dengan kalimat berikutnya.
"Pelayan itu yang lebih dulu ingin mencelakai kami dengan menyelundupkan racun kedalam minuman kami. Alhasil, inilah akhir bagi mereka yang berani berpikir kami bertiga mudah di jatuhkan." jelasnya dengan kilatan dingin dimatanya.
"Kalian akan disalahkan dalam hal ini!" sembur Ruobin seraya mengerutkan keningnya kuat. Dia berpikir kalau sahabat manusianya sudah melangkah terlalu jauh. Bagaimana pun ini adalah lingkup Keluarga Ye yang tak bisa diremehkan.
Lanjutnya. "Apalagi setelah tahu kalau pemimpin sekte sendiri yang menanganinya. Ini akan menjadi semakin rumit." menoleh kearah Rayan. "Terlebih, mereka pasti tahu kau mampu meracik racun. Ini akan semakin bermasalah. Rayan apa yang harus aku lakukan untuk membantu mu?" Ruobin benar-benar panik dari dalam hatinya meski dipermukaan dia masih mampu menahannya. Akan tetapi, air mukanya tidak bisa dibohongi.
"Itu benar. Mereka bisa jadi berbalik membenci kalian karena insiden ini, kalau kalian tidak bisa membela diri dan membuktikan bila kalian tidak bersalah. Bagaimana ini?!" Chi-chi tak kalah panik.
Sementara Furby hanya melirik Ryura yang tak bergeming dari posisinya yang duduk bersandar dan bersedekap dada sembari memejamkan mata.
Dalam pikirannya, Furby penasaran akan hal dibalik ketenangan para gadis ini. Tidak mungkin bila mereka tidak memiliki persiapan. Lantas, apa langkah selanjutnya.
"Jika, mereka tidak bisa menemukan kebenarannya. Maka, kami hanya bisa meninggalkan mereka. Pria yang tidak bisa melindungi orang terkasihnya dan tidak bisa membuktikan benar salahnya seseorang yang mereka cintai. Sama sekali bukanlah pria yang pantas untuk dipertahankan!" seru Reychu dengan tajam, dingin, dan tak terbantahkan.
Aura mendominasinya yang menyeruak keluar sangat jarang ditampakkan benar-benar mengejutkan mereka yang belum pernah melihatnya. Tak menyangka, kalau Reychu memiliki aura yang kuat semacam itu.
__ADS_1
maaf lama sayangยฒku...๐๐๐๐