3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
TAK INGIN...


__ADS_3

Dua ekor kuda saling bertegur sapa dengan menyatukan kening mereka. Terasa jelas atmosfir disekitar mereka yang penuh dengan hawa kerinduan dan suka cita. Itu hal yang wajar bagi kerabat dekat yang sudah lama tidak bertemu.


"Ini kau, saudara ku!" seru Kuda Bulan lain yang ternyata juga seekor kuda jantan. Ia tak bisa menutupi rasa senangnya kala mendapati kerabatnya kembali pulang.


"Seperti yang kau lihat." jawab Furby tak kalah senang.


"Kau pasti datang bersama gadis aneh itu 'kan?" tebak Kuda Bulan jantan itu.


"Ya." Furby jujur walau masih dengan perasaan yang asam.


"Wah. Apa itu artinya dia adalah penunggang mu?" tanya temannya lagi dengan nada tersirat rasa kagum.


"Hmm. Dia orangnya." jujurnya lagi. Dia tak mau menutupi apapun meski saat ini sedang terjadi sesuatu diantara dia dan Ryura.


"Hebat! Pasti ada sesuatu yang istimewa darinya hingga kau mau menerimanya, bukan?" mendengar pertanyaan itu Furby tidak bisa bila tidak langsung memutar ulang ingatan lamanya ke awal pertemuannya dengan Ryura.


Sampai tanpa sadar ia menjawab dengan tulus dari hati. "Ya, dia sangat istimewa..."


"Hahaha... Itu benar-benar luar biasa." seruan itu menyadarkan Furby kembali dari nostalgia-nya. "Tapi, kalau boleh aku jujur. Dia aneh dan unik disaat bersamaan. Kau tahu kenapa? Karena dari yang kulihat dia itu amat misterius. Tadi, aku sungguh tidak bisa merasakan kehadirannya di belakang ku. Beruntungnya aku sempat menoleh hingga ekor mataku menemukan keberadaannya. Hiii... Itu memberiku rasa seram. Bagaimana bisa manusia tidak memiliki aura seperti dirinya?!" terang kerabat Furby itu dengan antusias, sebab merasa baru pertama kali bertemu manusia dengan karakter yang unik.


"Dia memang begitu dan juga tidak memiliki aura. Saat pertama kali kami bertemu juga di situasi yang tidak jauh berbeda. Tapi, aku tahu kau juga merasakannya. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya sehingga kita tidak merasa perlu untuk mewaspadainya." timpal Furby.


"Hmm... Begitu rupanya. Benar-benar menakjubkan. Aku juga merasakan itu. Makanya, aku tidak menyerangnya walau tadi aku juga sempat terkejut begitu melihat dia bisa masuk tanpa masalah. Kau tahu bukan... Kalau itu adalah mantra dinding pelindung yang Kaisar Jung ciptakan bersama orang-orang terpercayanya demi melindungi kita. Selama ini tidak ada yang bisa menembusnya. Ini adalah untuk pertama kalinya. Aku sampai takjub." binar dimatanya dalam memuji Ryura tak pudar. Ia sedikit iri akan keberuntungan Furby, rasanya.


"Ya. Itulah mengapa aku tadi sempat berselisih dengannya. Aku takut perbuatannya mendatangkan masalah pada rumah kita. Bagaimana kalau dinding pelindung itu rusak karena di tembus dengan paksa. Tapi, dia malah bilang sudah meminta izin. Itu terdengar konyol, bukan?!" omel Furby.


"Hmm... Bisa jadi. Aku juga tidak punya banyak pendapat. Karena seingat ku, sejak aku di bawa kembali dan di kurung disini demi keselamatan. Aku tidak berpikir apa-apa. Yang ku tahu, Kaisar dan bawahannya sudah berusaha keras untuk melindungi kita dengan membangun dinding pelindung yang proses membangunnya sampai memakan waktu 10 hari. Hebat bukan?!" jelas kerabatnya lagi sambil sesekali ia memuji apa yang sedang ia ceritakan.


"Eh. Aku baru sadar! Yang lainnya mana. Kau tidak mungkin hanya sendiri bukan?" tanya Furby lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah, termasuk ke arah dimana sebelumnya Ryura berada.


Meski hatinya mulai dengan gelisah bertanya-tanya kemana gadis tak berekspresi itu pergi, tapi memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.


"Masih ada beberapa yang sudah kembali. Aku akan memanggil mereka untuk mu. Kita juga sudah seharusnya merayakan kepulangan mu. Haha..." senang yang dirasanya saat membayangkan kebersamaan mereka kembali.


Melalui telepati, kerabat Furby memanggil kerabat mereka yang lainnya. Tak lama seekor demi seekor muncul.


1, 2, 3, dan seterusnya hingga kini semuanya berkumpul. Ada total 9 ekor Kuda Bulan termasuk kerabat Furby yang pertama ia temui. Ditambah dengan Furby, maka ada 10 ekor keseluruhannya saat ini.


Melihat semuanya, Furby mengangguk senang. "Banyak juga yang sudah kembali. Aku berharap yang tersisa di luar sana segera kembali... Atau paling tidak kita tahu kalau mereka baik-baik saja diluar sana." harapan yang Furby ucapan di setujui oleh yang lainnya.


"Benar, mereka harus baik-baik saja diluar sana." ujar yang lainnya membenarkan.


Mereka pun kembali melanjutkan perbincangan.

__ADS_1


Saat sedang asyik-asyiknya bercengkrama, suara kaki kuda yang lebih dari 2 ekor pun mengalihkan pandangan mereka. Di sana segerombolan kuda dan penunggangnya muncul. Furby bisa melihat kalau yang paling depan adalah Kaisar Kerajaan Bulan.


Meski belum pernah melihatnya secara langsung, tapi dari auranya jelas kalau dia adalah Kaisar.


Sedikit bertanya-tanya pada awalnya mengenai alasan kedatangan mereka saat ini. Tapi, setelah dipikir-pikir sepertinya tidak jauh dari apa yang terjadi hari ini. Salah satunya, Furby meyakini pasti berkaitan dengan dia dan Ryura yang menembus dinding pelindung.


Jika, tempat mereka dilindungi sudah seharusnya mereka juga bisa mengetahui bila sesuatu terjadi pada dinding pelindung tersebut.


Bruk!


Melompat turun dari punggung kudanya, Kaisar Jung langsung berujar sambil berjalan kearah Furby dan berdiri di depannya.


"Jadi, benar kalau ada kuda yang pulang. Ini hal yang mengejutkan sekaligus membahagiakan."


Semua Kuda Bulan diam saja karena sudah pasti telepati mereka tidak akan didengar oleh orang yang tidak terikat. Alhasil, memilih untuk menyimak saja apa yang ingin Kaisar dan orang-orangnya katakan.


Kaisar Jung memandangi Furby dengan seksama. Meski mereka terlihat sama, itu masih bisa di bedakan. Sama hal nya dengan kuda pada umumnya. Mereka yang sering melihatnya, biasanya lebih mudah membedakan mana yang lama dan baru.


"Kaisar ini senang mengetahui harta Negara Bulan kembali. Tadi, kupikir sesuatu telah terjadi sebelumnya saat aku mendengar dinding pelindung ditembus. Tapi... Ini juga menjadi tanda tanya ku... Bagaimana bisa kau kembali sendirian setelah sekian lama dan langsung bisa menembus dinding pelindung? Apakah kau bertemu seseorang yang hebat dan berbaik hati untuk mengembalikan mu? Kalau aku bertemu dengannya, aku akan memberinya penghargaan atas kebaikannya! Ini patut untuk di lakukan." ucapnya panjang lebar pada Kuda Bulan yang baru tiba -Furby- seraya mengusapnya beberapa kali leher kokoh Furby sebagai tanda sukacita yang dirasakan Kaisar Jung.


Kemudian masih melanjutkan. "Untungnya, tidak ada hal buruk yang terjadi pada mu ataupun mungkin seseorang yang mengantar mu kembali. Bagaimanapun kalian baru saja menembus dinding pelindung yang bisa jadi akan membunuhmu. Beruntungnya, itu tak terjadi... Karena, pemantau yang ku tugaskan memberitahuku kalau dinding pelindung kami ditembus dengan mudahnya tanpa merusak mantra dinding pelindung itu sendiri. Bukankah itu termasuk hebat?" Kaisar Jung tak bisa berhenti berkata-kata dengan berbagai warna didalamnya.


Ia senang, ia khawatir, ia cemas, ia bangga, ia kagum, dan lain sebagainya.


Furby tidak lagi mendengarkan tepat setelah ia di beritahukan kalau dinding pelindung itu baik-baik saja. Kini ingatannya kembali pada beberapa waktu lalu, dimana ia dengan emosionalnya menyalahkan Ryura dan kecewa serta tidak sedikit pun percaya pada apa yang gadis itu lakukan. Ia tertegun pada akhirnya menyadari kesalahan yang ia lakukan.


Detik berikutnya...


Tanpa pikir panjang, Furby segera berlari meninggalkan tempat dan semua yang ada disana sampai mereka dibuat terkejut oleh tindakannya yang tiba-tiba. Mereka bahkan dapat melihat bagaimana Furby menembus dinding pelindung disana.


Itu mulus dan lancar, seolah-olah tidak berpengaruh sedikitpun terhadap Furby.


Klak!


Klak!


Klak!


"Yang Mulia, kudanya pergi!" pekik salah satu pengawal sang Kaisar. Tapi, saat hendak menyusul Furby. Kaisar justru mengangkat tangannya sebagai isyarat untuk tidak perlu melakukannya.


Lalu, dengan ekspresi serius berkata. "Kau melihatnya?" tanyanya pada pemantau yang berdiri tepat di sampingnya. "Sepertinya dia sudah memiliki penunggang." lanjutnya dengan tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari pusat Furby menghilang pergi. Tampaknya Kaisar Jung dan pemantau dapat melihat perubahan yang lebih signifikan dari Furby.


"Benar, Yang Mulia. Bisa jadi dia kembali di antar oleh penunggangnya. Mungkin sekarang, dia ingin kembali pada penunggangnya." sambut pemantau itu.

__ADS_1


"Hm. Kita tidak bisa apa-apa kalau sudah terikat. Bagaimanapun Kuda Bulan tetaplah hewan spiritual. Yang bisa di ikat saat mereka menemukan penunggang yang tepat. Tetapi..." kening Kaisar Jung berkerut tampak berpikir. "Siapa penunggangnya sampai mampu menembus dinding pelindung tanpa terdeteksi?!" bingungnya jadi bertanya-tanya.


"Saya setuju, Yang Mulia. Dari hasil pemantauan tadi juga, saya tidak merasakan auranya. Biasanya, sekalipun orang tersebut kuat dan hebat hingga bisa menyembunyikan auranya itu tetap tidak akan terlewatkan dari pendeteksi yang kita buat dalam dinding pelindung itu. Apakah ada seseorang yang tidak memiliki aura?" jelas pemantau tersebut bersamaan dengan kebingungannya juga.


"Bisa saja itu mungkin. Aku akan menyelidikinya." tandas Kaisar Jung langsung membuat keputusan.


Kerabat Furby yang pertama kali bertemu hanya bisa menyahuti dalam benaknya. "Gadis itu memang tak memiliki aura. Terdengar hebat, juga menakutkan. Bagaimana bisa ada orang yang tidak memiliki aura kehidupan?" dia bergidik saat wajah Ryura yang tanpa ekspresi itu muncul dalam benaknya.



Di jalan, Furby melaju sekuat tenaga agar bisa kembali lebih cepat. Di sana, dia sudah yakin kalau Ryura tak lagi ada. Kini, ia hanya berharap Ryura kembali ke penginapan.


Furby tidak bisa berhenti mengutuk dirinya sendiri yang gegabah dan bodoh hingga meragukan kemampuan Ryura yang dapat melakukan apapun dengan mudahnya. Bagaimana kalau Ryura meninggalkan dirinya, begitulah pikirnya.


Ia kalut hingga laju larinya tak lagi terkira secepat apa itu. Dipikirannya hanya ada satu, dia ingin meminta maaf pada Ryura. Dia ingin memeluk gadis itu dan mengakui kesalahannya.


"Ryura, kau tidak boleh meninggalkan ku. Tidak boleh. Kau tidak boleh meninggalkan ku. Tidak, itu tidak boleh terjadi dan tidak akan pernah terjadi. Jangan tinggalkan aku, Ryura..." terus seperti itu yang ia ucapkan dalam hatinya sampai dia lupa untuk berhenti.



maaf ya kalo sedikit. alurnya cuma nyampe segitu untuk part ini. tapi Thor akan tetap berusaha buat up terus sampai tamat.


jadi, untuk novel selanjutnya. Thor mau buat suara dulu deh. mohon bantuannya ya...


kalian mau yang mana...


genre:


1. time travel


2. kuno


3. modern


4. bukan time travel


5. romantis


6. aksi


7. suka-suka Thor😋


kalian bisa pilih lebih dari satu.

__ADS_1


ok sampe jumpa lagi...


__ADS_2