
Malam kian larut namun pesta masih berlangsung dengan meriah. Sayangnya, pemilik atau tokoh utama pesta ini sudah menghilang dari pandangan. Semua orang sudah bisa menebak kemana perginya dia.
Daripada memikirkan orang yang sedang kasmaran, lebih baik menikmati pesta sampai puas. Kapan lagi mereka bisa berpesta-pora ditempat yang tergolong menakutkan dan kawasan yang amat disegani ini.
Dan yang dimaksudkan sedang berjalan bersama Dong Jia Zi dibelakangnya menuju kamar Ye Zi Xian yang sekarang sudah menjadi kamar pengantin.
"Tetap berjaga malam ini dan pastikan tidak ada yang mengganggu malam ku bersama Ryura. Dalam bentuk apapun!" tandas Ye Zi Xian menjatuhkan perintahnya tanpa menghentikan langkahnya.
Pria bercadar yang selangkah dibelakang tuannya menunduk paham. "Dimengerti Tuanku!" setelahnya dia menghilang begitu saja tepat saat keduanya sudah sampai didepan pintu kamar sang tuan.
Pria yang baru saja menyandang gelar suami itu berhenti sejenak didepan pintu. Ditariknya nafas dalam sebelum ia membuka pintu dan masuk. Ternyata, dia bisa juga gugup.
Mohon dimaklumi, meskipun sebelumnya sudah pernah berbagi kamar dengan Ryura, tetap akan berbeda rasanya dengan berbagi kamar saat ini.
Yang berbeda adalah... Status mereka.
Kini yang didalam kamarnya adalah istrinya. Gadis yang sudah ia ganti statusnya menjadi istri.
Istri seorang Tuan Ye Zi Xian, Pemimpin Sekte Salju Perak.
Langkahnya memasuki kamar pelan tapi pasti, saat hendak menghampiri sesosok yang masih memakai kain penutup kepala merah diatas peraduannya, ia lebih dulu mengunci pintu rapat-rapat.
Katanya, takut ada yang mengintip. Terutama pembaca. Wkwk.
Tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya Ye Zi Xian saat melihat pujaan hatinya tengah duduk disana menunggu kedatangannya untuk membuka penutup kepala tersebut. Hal ini membuat Ye Zi Xian bergumam dalam hati.
"Betapa patuhnya..."
Dia berkata begitu, karena sedikit banyaknya sudah mengetahui bagaimana kehidupan pernikahan di dunia sang istri yang baru dinikahinya itu.
Di dunia modern, laki-laki dan perempuan sudah dianggap setara. Jadi, mendapati gadis dari dunia modern bisa bersikap patuh layaknya gadis dimasa ini. Ye Zi Xian patut untuk menyanjung dan mensyukurinya.
Deg-deg...
Deg-deg...
Deg-deg...
Keheningan yang dibuat menyebabkan dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu amat cepat kala langkahnya kian mengikis jarak diantara dia dan Ryura. Ye Zi Xian yakin, Ryura juga pasti mendengarnya karena melihat kepala sang istri bergerak naik dari posisi menunduknya seperti bentuk responnya juga.
Kini keduanya sudah saling berhadapan dengan Ryura yang duduk dan Ye Zi Xian yang berdiri.
Jantungnya Ye Zi Xian masih berdegup kencang.
__ADS_1
Hanya beberapa saat saja ia berdiri, Ye Zi Xian sudah menurunkan tubuhnya untuk berlutut dihadapan Ryura, disusul tangannya yang akan membuka penutup kepala merah itu.
Perlahan tapi pasti, wajah Ryura mulai terlihat diawali dengan dagu, bibir, hidung, kedua pipinya, baru kemudian sepasang mata yang langsung menatap Ye Zi Xian dengan tatapan yang... Tersenyum?
Ye Zi Xian tak tahu apakah harus mempercayainya atau tidak. Tapi, hatinya terus meyakinkannya bila kilatan mata sang istri -Ryura- benar-benar tersenyum.
Kemudian, kain merah tersebut benar-benar pria itu singkirkan.
Ditatapnya wajah manis Ryura yang kini bertambah cantik dengan riasan. Istrinya benar-benar menjadi begitu mempesona. Kecantikannya bertambah berkali-kali lipat.
"Cantik! Luar biasa cantik!" bibirnya tersenyum dengan nada rendah yang mendamba saat mengatakan itu.
Ryura tidak mengatakan apa-apa sebagai balasan. Dia hanya menatap balik Ye Zi Xian sehingga keduanya saling pandang.
Lalu, tangan Ye Zi Xian kembali bergerak guna menyingkirkan pernak-pernik perhiasan yang digunakan istrinya. Bahkan dalam pikirannya sudah sempat terlintas untuk turut membuka gaun pengantin yang melekat di tubuh Ryura.
Ye Zi Xian tidak sabar lagi rupanya. Seperti orang yang hendak buka puasa.
Ryura sendiri tetap diam sambil terus mengamati kegiatan Ye Zi Xian yang melucuti satu persatu yang ada ditubuhnya. Hanya diam membiarkan suaminya melakukan apapun yang dia inginkan. Ryura ternyata juga ingin melihat seberapa sabarnya Ye Zi Xian dalam menahan diri ketika melepaskan penghalang yang ada.
Saat seluruh perhiasan telah disingkirkan, kini tangan Ye Zi Xian sudah menyentuh tali hanfu yang melilit pinggang sang istri. Tapi, terhenti dan malah menatap kedua bola mata Ryura dengan sorot mata seperti memohon izin.
Untuk pertama kalinya Ye Zi Xian mendengar kekehan keluar dari bibir manis Ryura yang menanggapi permintaan Ye Zi Xian. Dia merasa sikapnya lucu.
Tanpa memperdulikan Ye Zi Xian yang masih terpaku akibat mendengar kekehannya. Ryura sudah lebih dulu bergerak maju.
Tampaknya Ye Zi Xian perlu di pancing keliarannya.
Dan Ryura akan memancingnya.
Grep!
Cup!
Lalu, benar saja...
Begitu tubuh tegap dan gagah itu dipeluk dan bibirnya di cium mesra oleh Ryura, Ye Zi Xian langsung tersadar dan segera merespon cepat setelahnya.
Tak hanya hatinya yang mendambakan Ryura, tapi tubuhnya juga. Jadi, begitu keintiman diantara dia dan Ryura terjalin, respon jiwa dan raga Ye Zi Xian akan langsung menyala.
Maka...
Dibalas pelukan sang istri dan dibalas ciumannya sambil menekan tengkuk leher Ryura agar ciuman keduanya lebih dalam.
__ADS_1
Keliaran Ye Zi Xian benar-benar terpancing.
Bibir Ryura yang sudah menjadi candunya itu ia lum*t, sesab, his*p, lidahnya pun tak tinggal diam sama seperti yang Ryura lakukan padanya.
Keduanya sama-sama tak mau kalah dalam hal saling menikmati.
Tanpa ba-bi-bu lagi, tubuh Ryura sudah dibawa berbaring di peraduan miliknya yang bertaburan kelopak bunga sebagai salah satu bentuk hiasan kamar pengantin dengan Ye Zi Xian yang menindihnya sempurna.
Setelah cukup berciuman dengan begitu menggairahkannya, kedua bibir yang kini lemb*b, bas*h, dan membengkak pun terlepas. Tapi, Ye Zi Xian sama sekali tak berniat menjauhkan wajahnya. Alhasil, pria itu memandangi wajah menawan istrinya dalam posisi ujung hidung yang saling bersentuhan.
Nafas keduanya pun masih saling menggebu.
Menatap dalam bola mata Ryura yang kini bisa ia lihat betapa hidupnya mata itu. Sinar yang berkilauan dimatanya menambah kadar pesona seorang Ryura dan Ye Zi Xian beruntung menjadi pria yang mendapatkan gadis itu. Ehem... Calon wanita maksudnya.
Bukankah malam ini ia akan memiliki Ryura sepenuhnya hingga tak ada alasan bagi Ryura untuk berpisah darinya. Walau dia yakin kata pisah tak akan pernah ada diantara mereka bahkan tak akan pernah terlintas. Karena, mereka adalah satu.
"Istriku sayang... Aku akan melakukannya dengan pelan. Hmm..."
"Lakukan apapun yang kau mau. Karena, aku tidak yakin kau akan sanggup bertahan pada tempo itu." mata Ye Zi Xian terbelalak saat mendengar nada menggoda juga meledek yang Ryura keluarkan.
Ini Istrinya?!
Ya, ini istrinya!
Setelah tertegun sejenak, Ye Zi Xian segera menampilkan senyum sensualnya. "Istriku sungguh perhatian. Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi."
SRAK!
Seketika pakaian mereka ditanggalkan langsung oleh Ye Zi Xian entah bagaimana. Kini, hanya ada kata polos untuk mendeskripsikan penampilan keduanya.
Setelahnya semuanya terjadi seperti apa yang diinginkan dan pikirkan.
Dan seperti yang Ryura katakan, Ye Zi Xian benar-benar tak lagi menahan diri. Meskipun begitu, dia tetap berhati-hati dan memastikan Ryura tak tersakiti akibat nafsunya yang menggebu gila.
Bangbangbangbang!!!!
silakan berimajinasi sayang2ku!!!
dan maaf kalau sedikit. part ini memang khusus bagian ntu aj. hehehe...
doakan Thor biar bisa up serutin yang kalian inginkan.
__ADS_1
Wokeh Wokeh Wokeh...!!πππ