3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja, Bai Liam, Shin Da Ming sudah dinyatakan bisa pulang dan hanya melakukan check up untuk beberapa kali pertemuan lagi agar luka yang mereka derita benar-benar dinyatakan sembuh.


Selama itu pula pihak keluarga -terkhususnya keluarga Bai- mulai merasakan keanehan dalam diri Bai Liam. Meskipun mereka lebih suka sosoknya yang sekarang, namun tetap saja terasa aneh bila semua itu terjadi secara instan. Akan tetapi, Bai Liam alias Bai Gikwang sendiri tidak peduli seperti katanya sebelumnya.


Justru kini, sekeluarnya dia dari rumah sakit dan berbekal ingatan pemilik tubuh dia diam-diam sedang menyusun rencana membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Bukan tak mau jadi penerus, hanya saja setelah dia yang menggantikan jiwa Bai Liam, Bai Gikwang tidak suka menggunakan milik pemilik tubuh apapun itu bentuknya. Karena, baginya itu bukan miliknya dan bukan wewenangnya untuk meneruskan. Alasan lain, lagipula masih ada 2 anak laki-laki dalam keluarga Bai masa kini yang bisa meneruskannya.


Hanya saja, untuk sekarang biarkan dia membantu menjaga sampai adik kedua pemilik tubuh sudah cukup mampu memegangnya.


Hal itu, belum diketahui oleh pihak keluarga.


Sementara, Shin Da Ming sendiri dia kini sedang gila-gilaan mempelajari ilmu medis modern. Melihat bagaimana hebatnya alat-alat penunjang kehidupan dalam membantu kinerja paramedis di masa sekarang, dia jadi gencar untuk menguasainya sambil bertanya-tanya apakah istrinya juga menguasai hal ini.


Dia tak sabar untuk menemukan Rayan dan menanyakan hal ini padanya.


Sama seperti Bai Gikwang, Shin Mo Lan alias Shin Da Ming juga mulai merintis karirnya sendiri dengan berusaha membangun rumah sakit sekaligus Akademi guna mengajarkan mereka-mereka yang memiliki kemampuan atau bakat medis untuk bersekolah disana. Dia berencana akan membuatnya sama seperti dimasa lalu dengan sedikit perubahan dan tambahan.


Bukan tak mau meneruskan rumah sakit keluarga, tapi semua itu ia lakukan untuk keluarga kecilnya kelak.


Suatu hari nanti, saat dia kembali bertemu dengan Rayan, berkumpul kembali, membangun rumah tangga mereka lagi dengan tambahan anak. Hah! Dia sudah mempertimbangkan semua itu matang-matang.


Dia jadi tidak sabar menunggu saat itu datang.


Sementara Ye Huan, saat ini masih melakukan terapi agar dapat berjalan dan beraktivitas kembali seperti sediakala. Jujur saja, Ye Zi Xian sudah mulai bosan namun tekadnya untuk kebahagiaan Ryura dimasa depan membuat dia sedikit lagi mencapai tujuan terapi ini.


Ya, bila pasien lainnya harus menunggu waktu lama untuk bisa berjalan kembali. Maka, Ye Huan alias Ye Zi Xian tidak sampai sebulan dia sudah hampir lancar berjalan.


Selama masa terapinya ini Ye Zi Xian gunakan berpikir untuk menata kehidupan masa depannya bersama Ryura.


Berhubung dia anak dari cabang kedua, kemungkinan dan bahkan tidak ada kemungkinan untuk bisa menjadi pemimpin seperti di kehidupan sebelumnya. Karena itu, sekeluarnya dia dari rumah sakit, Ye Huan akan segera memulai rencananya untuk membangun usahanya sendiri.


Masih berkaitan dengan kemampuan fisik seperti beladiri. Hanya ini, memiliki tujuan dalam hal keamanan dan semua yang berkaitan dengan itu.


Semacam menyediakan tentara bayaran untuk mereka yang ingin melindungi dirinya sendiri, menyediakan jasa penyelidikan ataupun perlindungan rahasia tanpa melibatkan pihak berwenang, dan masih ada lagi.


Bukankah itu bisa membuatnya kaya bila yang menggunakan jasanya adalah orang tajir?


Akan tetapi, bukan itu alasan sebenarnya. Melainkan, pemilik tubuh memiliki hal yang tidak diketahui oleh orang lain maupun keluarganya sewaktu dia sehat dulu, yaitu kemampuan komputernya terutama dalam hal menghack segala sesuatu yang bersifat teknologi.


Sebagai seseorang yang memiliki kecerdasan yang selalu unggul dari manusia biasa, bukan perkara sulit bagi Ye Zi Xian untuk meniru semua kemampuan pemilik tubuh hingga ide itulah yang tercetus dalam pikirannya.


Membangun bisnis keamanan manusia dan teknologi.


Setelahnya, dia siap terjun dalam bisnis dengan tujuan hidupnya yang sekarang adalah mensejahterakan hidup keluarga kecilnya saat berkumpul kembali nanti.


Dia ingin menjadikan Ryura ratu yang hanya berleha-leha dirumah sambil mengurus anak-anak mereka. Soal yang lain, biar dia yang urus.


Membayangkannya saja bukan main bahagianya.


Sayang sekali, satu pun dari keluarga mereka tak tahu kalau tak lama lagi putra-putra mereka akan angkat kaki dari rumah dengan tujuan untuk kehidupan berkeluarga mereka sendiri.


Maksud sebenarnya adalah anak-anak mereka akan mengejutkan mereka dengan pemikiran baru mereka hingga tak tahu apakah harus senang atau malah bersedih.

__ADS_1


Secara tidak langsung, mereka seperti tidak lagi dianggap, ya?


Ukh!


Ini menyakitkan dan menyedihkan.



Bak sudah terlahir di zaman modern, Bai Gikwang alias Bai Liam tampak sedang mengendarai mobil dengan apiknya. Tidak terlihat sama sekali kalau dia belum lama ini baru mengenal kendaraan zaman sekarang tersebut.


Bruummm...


Badan besi bermesin dengan 4 roda melaju dengan santainya di jalan raya dan berbaur dengan sekumpulan kendaraan-kendaraan lainnya dalam berbagai warna.


Mobil merah menyala miliknya amat mencolok di jalanan. Bahkan dibeberapa sudut setiap sinar matahari menyorot, kilaunya sangat menyilaukan hingga mampu menyakiti mata yang melihatnya.


Tapi, siapa yang peduli.


Bai Gikwang menyukai warna merah sejak tiba di dunia modern ini. Bukan berarti dia tidak menyukai warna merah sebelumnya, hanya saja kali ini sepertinya dia lebih bisa berekspresi dengan apapun yang dia suka dibandingkan dengan yang dulu.


Jiwa liar nan malas seorang pria dalam tubuh pemuda itu membuatnya terlihat santai dalam menyetir mobilnya, sambil sesekali melirik bingkai yang dia pajang di dashboard mobilnya. Sebuah bingkai dengan gambar wajah Reychu yang dibuatnya sendiri berbekal ingatannya yang masih sangat nyata bila menyangkut kekasihnya.


Sampai-sampai, bila melihat ataupun mengingat Reychu, Bai Gikwang selalu memiliki waktu guna menyusun rencana untuk membuat pesta pernikahan yang mewah bagi keduanya. Dia akan balas dendam pada masa lalu karena tidak mengizinkannya mengadakan pernikahan dengan Reychu.


Akan tetapi, disini...


Bai Gikwang akan memeriahkannya dua kali lipat dari yang dia harapkan.


Memikirkannya saja, Bai Gikwang tidak bisa menahan greget saking tak sabarnya.


Tampaknya kedua orang itu memiliki niat dan pemikiran yang sama hingga tanpa berkata-kata kedua mobil dengan warna berbeda -merah dan hitam- itu menepikan mobil mereka setelah menemukan tempat untuk berhenti.


Brugh!


Brugh!


Dengan hampir bersamaan, keduanya keluar dari mobil masing-masing dalam diam dan hanya bermain adu mata kemudian saling melangkah mendekat.


Setelah jarak keduanya diperpendek hingga setengah meter. Keduanya mengucapkan kata-kata yang berbeda dalam waktu bersamaan dengan keragu-raguan yang semu.


"Gikwang!"


"Mo Lan!"


Hening sejenak sebelum akhirnya keduanya terkekeh cool satu sama lain, kemudian berpelukan erat sambil melepas rindu seolah sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Padahal dimasa lalu, kesibukan mereka sudah membuat mereka jarang bertemu.


Pelukan pun terlepas setelah beberapa saat.


"Aku ingat betul ini bukan wajah mu." celetuk Bai Gikwang membuka percakapan mereka saat matanya menyipit menilai fisik baru sahabatnya.


"Haha... Apa bedanya denganmu?" lempar balik Mo Lan.

__ADS_1


"Hhh... Tapi, tidak buruk. Di zaman ini, tubuh yang kita pakai saat ini sudah terbilang bagus." kata Bai Gikwang yang bahasanya terdengar seperti cara Reychu berbicara.


Shin Mo Lan mendengus dan tersenyum tak berdaya mendengarnya. "Bicara mu sudah persis seperti Nona Ahn. Apa kau menganggap tubuh baru kita pakaian?"


"Hahaha... Aku tidak terlalu menyadarinya. Kurasa Reychu ku memang sudah melekat dalam diriku... Dan anggap saja begitu." jedanya. "Hei. Kau masih memanggilnya Nona Ahn. Di dunia ini, dia tidak memiliki marga. Namanya Reychu Velicia. Tapi, kau bisa memanggilnya Nyonya Bai. Hahaha..." lanjutnya.


"Dasar! Kau benar-benar berubah." ujar Shin Mo Lan saat melihat betapa hidupnya Bai Gikwang di dunia modern ini.


Yang di maksud mengangguk membenarkan. "Ya. Jujur saja, aku suka disini. Tidak ada tanggung jawab yang teramat berat hingga otakku rasanya ingin meledak. Disini aku bebas melakukan apapun yang aku mau. Aku benar-benar menyukai kehidupan baru ini."


Itulah yang dirasakan oleh Bai Gikwang tentang hidupnya saat ini. Dia benar-benar menyukainya.


"Persis. Selamat untuk mu! Kau jadi tidak perlu menahan diri lagi dalam bertingkah laku. Tidak akan ada Yang Mulia Kaisar Agung Bai yang selalu datar dan berwibawa... Yang ada hanya Bai Gikwang dengan identitas barunya." ucap Shin Mo Lan ikut bahagia.


"Benar. Selamat untuk mu juga!" balas Bai Gikwang.


"Jadi, apa nama baru mu disini?" tanya Shin Mo Lan akhirnya sampai pada identitas baru mereka.


"Bai Liam!" jawab Bai Gikwang langsung.


Mengangguk mengerti. "Ternyata sama. Shin Da Ming! Itu namaku." balas Shin Mo Lan memberitahu.


Keduanya agak terkejut mendengar mereka memiliki marga yang sama seperti di kehidupan sebelumnya.


"Kalau kita berdua bermarga yang sama. Artinya, Zi Xian juga begitu, kan?" tebak Bai Gikwang saat benaknya menduga hal itu.


"Harusnya begitu juga." setuju Shin Mo Lan setelah memikirkannya.


Keduanya sepemikiran.


"Jika begitu. Keluarga Ye di zaman ini harus menjadi..." kata-kata Bai Gikwang tidak selesai dan dilanjutkan oleh Shin Mo Lan.


"Keluarga Ye, pemilik perguruan Shaoye!" tandas Shin Mo Lan dengan tebakannya.


"Tepat sekali. Jadi, kapan kita akan menemukannya?" tanya Bai Gikwang langsung seolah tidak sabar untuk bertemu sahabatnya yang satu lagi.


"Kau punya waktu sekarang?" tanya Shin Mo Lan balik.


Sebab, faktanya Shin Mo Lan sedang senggang saat ini. Jadilah, dia mengajak Bai Gikwang bergerak hari ini juga.


"Kurasa aku masih pengangguran saat ini." gurau Bai Gikwang membuat Shin Mo Lan terkekeh juga.


Setelahnya, keduanya pun bergerak menuju tempat yang ingin keduanya datangi. Menggunakan mobil masing-masing dan mengaktifkan denah kota di monitor canggih yang ada pada mobil keduanya. Lalu, langsung mencari alamat keluarga Ye yang mereka ingin tuju.


Bruumm...


Bruumm...


Keduanya melaju beriringan.


Kehidupan mereka benar-benar santai kali ini.

__ADS_1



Alhamdulillah up lagi 😚😚😚


__ADS_2