3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
DENDAM LAMA


__ADS_3

Akhirnya, bangunnya Rayan dan Ryura sampai ke telinga para siluman saat mereka kembali dari luar.


Kedua siluman itu tak berani menanyakan banyak hal tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat manusia mereka, sebab ada suami-suami sahabat mereka disana.


Pada akhirnya, mereka sampai di kesimpulan akhir bahwa selama Rayan dan Ryura baik-baik saja, maka tak ada yang perlu di bahas lagi.


Di samping itu, keduanya masih sayang pada hidup mereka...


Kini keenam orang itu sedang duduk bersama melingkari meja ditengah yang sudah tersedia berbagai macam menu makanan diatasnya. Ternyata, para suami segera memesan semua hal ini begitu istri mereka sadar kembali, pikiran pertama mereka adalah tak bisa membiarkan istri-istri mereka kelaparan dan kekurangan energi setelah melewati ambang kematian.


Keenamnya makan dalam ketenangan dan kedamaian. Tanpa ada yang tahu kalau saat ini Furby sedang bertarung dengan pikirannya mengenai apa yang ia lihat tadi di luar. Bertanya-tanya, haruskah ia mengatakannya kepada Ryura. Tapi, memang Ryura nomor satu dihati Furby. Dia tak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan.


Dia akan memberitahukan Ryura apa yang ia temui hari ini.


Siapa tahu ini berguna.


Tak lama, acara makan bersama pun selesai dilakukan. Keenamnya masih duduk santai sambil memberikan perut mereka waktu untuk mencerna makanan yang masuk.


Disela-sela itu, Furby pun angkat bicara.


"Ryura, ada yang ingin ku beritahukan padamu. Entah, ini berguna atau tidak. Ku pikir tidak ada salahnya untuk mengatakannya." mendengar itu Ryura menunjukkan responsnya dengan lirikan mata.


Melihat hal itu Furby pun tak lagi ragu. Ditegakkannya punggungnya. "Tadi, saat aku keluar bersama Ruobin. Aku melihat mereka..." jedanya seraya memandangi 4 wajah lainnya yang tampaknya juga ikut menyimak.


Kembali menatap Ryura, Furby melanjutkan. "... Orang-orang dari Organisasi Pembunuh Bayaran ada disini!"


Begitu kalimat tersebut keluar, Ye Zi Xian adalah orang yang lebih dulu bereaksi.


"Apa katamu?!" itu cukup mengejutkan Furby.


Yang lain termasuk Ryura menatap Furby dengan pandangan yang berbeda. Tepatnya, kecuali Ryura, yang lain menunjukkan ekspresi yang sama. Sama-sama terkejut dan mulai waspada.


"Organisasi Pembunuh Bayaran ada disini? Di negeri Es?" tanya Shin Mo Lan untuk memperjelas apa yang didengarnya tadi.


"Benar." jawab Furby sambil mengangguk yakin.


"Kau melihatnya di restoran depan tempat kita makan tadi?" Ruobin ikut bertanya memastikan.


Lagi, Furby mengangguk. "Benar. Di sana aku melihatnya."

__ADS_1


"Mereka tidak melihat mu?" tanya Ruobin lagi, takut kalau mereka mengenali Furby artinya mereka bisa menduga ada yang lainnya disini.


Kali ini Furby menggelengkan kepalanya. "Tidak. Mereka tidak akan mengenaliku. Malam itu aku menggunakan wujud Kuda Bulan ku. Jadi, aku yakin mereka tidak mengenaliku."


"Syukurlah, kalau begitu." gumam Ruobin mendengarnya.


Tapi, yang lain tidak semudah itu untuk lega.


"Apa yang mau mereka lakukan disini?" memandangi semua orang. "Tidak mungkin mereka kemari untuk balas dendam kan? Secara, sebelumnya Ryura sudah membunuh orang-orang dari mereka yang pernah menyusup ke kediaman Ye waktu itu... Kemudian mengirimkannya sebagai cindera mata untuk memperingati mereka agar tidak mencari masalah lagi dengan kami. Apakah mereka masih berpikir untuk maju?" jelas Rayan sambil mengulik apa yang pernah terjadi sebelumnya. Tepatnya, setelah membereskan Meng Pei Yun, Ryura sudah membersihkan penyusup itu juga tanpa sisa.


"Bisa jadi." sahut Shin Mo Lan disisinya.


Tapi, Ryura menyela di detik berikutnya. "Tidak."


Semua mata seketika tertuju kepada Ryura yang gestur dan ekspresi wajahnya tidka berubah.


"Apanya yang tidak, Ryu?" tanya rayan sudah menyiapkan pendengarannya untuk jawaban Ryura.


Sebab, kata-kata yang keluar dari mulut Ryura selalu berarti.


"Mereka tidak kesini untuk ku. Tapi, mungkin akan melihat ku juga nanti."


"???"


Yang mana, akan selalu ada darah di pertemuan mereka.


"Lalu, apa tujuan mereka kemari? Jelas, mereka tak mungkin berlibur, kan?" tanya Rayan lagi.


Ryura hanya melirik Rayan dengan mata kosongnya, tapi sepertinya Rayan menemukan sesuatu yang membuat matanya terbelalak.


"Tidak mungkin 'kan..."



Sekelompok orang yang terdiri dari 10 pria sedang berada di sebuah tempat bordil atau sebutan untuk tempat itu di zaman modern adalah club malam atau tempat hiburan malam.


Saat ini mereka sedang berada di dalam sebuah kamar pribadi, duduk lesehan dengan beralaskan bantal duduk melingkari meja bundar rendah dengan ditemani oleh beberapa wanita penghibur.


Jangan lupa bahwa di atas meja tersebut terdapat sebuah potret diri seorang perempuan yang dilukis dalam bentuk sketsa wajah. Walau cuma hanya garis saja, tapi cukup serupa dengan sosok yang akan menjadi target mereka saat ini.

__ADS_1


Jadi, tidak sulit bagi mereka untuk tahu milik siapa wajah dalam sketsa tersebut.


Ya, kumpulan pria itu adalah sekelompok dari Organisasi Pembunuh Bayaran. Bahkan seorang pria yang pernah bertarung dengan Ryura pun ada disana.


Dia adalah pemimpin Organisasi Pembunuh Bayaran tersebut.


Mengetuk-ngetuk gambar sketsa wajah di permukaan meja dengan ujung jarinya, dia berkata dengan nada memerintah. "Dia adalah target kita saat ini. Harga nyawanya sangat mahal. Sedikit lebih banyak dari gadis tempo lalu. Pelanggan kita mengatakan bahwa dia adalah parasit yang dibawa oleh Kaisar Agung Bai ke negara ini untuk dijadikan permaisuri."


Entah apa yang lucu, tapi pria yang menjadi pemimpin itu dengan nama asli Sun Duo malah terkekeh geli setelah mengatakan apa yang baru saja ia katakan.


Para bawahannya saling pandang mendengar pimpinan mereka terkekeh, hingga salah satunya bertanya.


"Kenapa anda tertawa, Tuan?"


Melirik yang bertanya dengan masih menyunggingkan senyumnya. "Bukan apa-apa. Hanya saja, pelanggan kita yang satu ini lucu sekali. Dia pikir aku tidak bisa menebak mengapa dia mau repot-repot membayar mahal organisasi kita hanya untuk membunuh seorang parasit kesayangan Kaisar Agung negara ini... Bila hanya sekedar parasit, orang bodoh pun bisa membunuhnya. Tapi, tampaknya yang di sebut parasit ini pasti merepotkan hingga sulit diatasi. Namun, terlepas dari semua itu. Alasan sebenarnya si pelanggan ingin melenyapkan parasit ini, bukan karena parasit ini tidak cocok menjadi permaisuri Kekaisaran Utara. Melainkan karena tidak terima ada perempuan lain di sisi Kaisar Agung Bai saat ini. Kenapa repot-repot mengatakan kalau parasit ini tidak cocok menjadi permaisuri Kekaisaran Utara?! Haha... Ini kasus klise." terangnya panjang lebar, tapi masih terdengar suara malas dan bosan dalam nada bicaranya.


Jelas sekali kalau dia sebenarnya enggan untuk menerima kasus semacam ini. Kalau bukan harganya yang mahal, dia tentu tak akan menerimanya lagi. Alasan ini sama seperti saat dia menerima pesanan untuk membunuh Ryura.


"Tuan, kalau target kita sulit. Apakah akan sama seperti waktu itu?" tanya salah satu bawahannya.


Mendengar pertanyaan itu, Sun Duo tidak bisa tidak mengingat bagaimana akhir pertarungan sengit malam itu juga jasad dua bawahannya yang dikirim dalam sebuah peti mati. Masih segar dalam ingatannya saat membuka peti mati tersebut dan melihat dua mayat yang ditumpuk dalam genangan darahnya sendiri.


Itu menjijikkan dan mengerikan seandainya bukan orang seperti dia yang melihatnya.


Hal itu, benar-benar menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pembunuh bayaran yang paling terkenal. Saat diingatkan tentang Ryura, Sun Duo tidak bisa menahan kebencian dan dendamnya.


Karena itu dia menjawab. "Kali ini tidak lagi. Siapapun itu, kita pasti akan membereskannya tanpa sisa." entah ada yang menyadarinya atau tidak, pastinya ada makna terselubung didalam kalimatnya.


Itu seperti menegaskan bahwa kegagalannya dalam membunuh Ryura termasuk didalamnya, hingga dia memikirkan untuk menuntaskan tugas gagal itu di lain kesempatan. Itulah sebabnya mengapa dia ikut ke setiap panggilan beberapa kali belakangan ini.


Dia ingin menguatkan kemampuan agar nanti saat bertemu Ryura, dia bisa membunuhnya dengan tangannya sendiri.


Dendam ini harus terbalaskan. Begitulah janjinya.


Tapi, sayangnya dia tak tahu kalau target kali ini juga bisa dikatakan terkait dan tidak terkait dengan Ryura. Bagaimanapun Ryura bersahabat dengan Reychu.


Sebenarnya, Sun Duo gagal menyelidiki latar Ryura karena gadis itu tak menggunakan nama keluarga. Selain itu, karena Ryura bak hantu gentayangan dan misterius semakin mempersulit penyelidikannya. Inilah sebab, dia tak tahu hubungan antara Ryura dan Reychu.


Bila Ryura sudah mengetahui keberadaannya, maka nanti Sun Duo yang akan mendapatkan kejutan karena menemukan Ryura tanpa perlu mencarinya.

__ADS_1



Alhamdulillah up lagi


__ADS_2