3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
EPILOG SEASON 1


__ADS_3

Tit... Tit... Tit...


Tit... Tit... Tit...


Bunyi itu terus berlanjut hingga seterusnya tanpa tahu kapan itu akan berhenti. Sayangnya, yang tahu tentang suara apa itu jelas tak berharap benda itu berhenti berbunyi.


Di sebuah ranjang yang lumayan besar tampak di isi oleh seseorang yang berbaring diatasnya, diam dengan mata terpejam. Meskipun, hari sudah siang dan terik sosok itu tak juga bangun.


Tapi, hal itu wajar. Dia adalah seorang pasien di ranjang rumah sakit kelas VIP.


Terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa alat bantu kehidupan terpasang di tubuhnya. Untungnya, pendeteksi detak jantung itu masih berjalan. Seandainya tidak, sudah bisa dipastikan kalau si pasien tidak lagi memiliki kesempatan untuk hidup.


Cklek!


Pintu terbuka, perlahan tapi pasti mulai terlihat si pelaku yang membukanya. Dia adalah seorang pria berambut gondrong kemerahan dengan garis wajah liar namun mempesona. Memakai pakaian kasual, kaos all size hitam lengan pendek dengan dalaman kaos yang panjangnya melebihi kaos hitam luarnya dan berlengan sama panjang, tapi pas badan berwarna merah terang. Dipadu dengan celana jins hitam yang terdapat robekan di lututnya -sesuai model- dan di akhiri dengan sepatu Kets pria warna putih berlis merah yang membungkus kakinya.


Pria itu tampan dengan auranya yang tinggi layaknya aura penguasa.


Ia berjalan sembari membawa sebuah kotak wadah berukuran sedang dengan air dan sesuatu berwarna hijau didalamnya. Dinding kotak tersebut tidak transparan melainkan buram, sehingga tidak dapat menunjukkan apa yang terdapat didalamnya.


Berjalan menuju meja di dekat jendela yang ternyata sudah terdapat sebuah akuarium berbentuk bundar dengan diameter 40 cm dan tinggi 15 cm, di mana didalamnya sudah berisi tanaman air dengan bunga mekar di atasnya.


Jangan terkejut dengan tanaman apa itu...


Pria gondrong itu membuka wadah yang dibawanya, lalu mengeluarkan isinya untuk di satukan dengan yang lainnya didalam akuarium diatas meja tersebut.


Katakanlah yang dilakukannya konyol dan langka. Tapi, dia benar-benar membawa tanaman Enceng Gondok setiap harinya. Itu adalah kesukaan dari pasien yang sedang berbaring di ranjang kamar VIP rumah sakit tempat dia berada saat ini.


Semua itu dilakukan pria itu sebagai cara dia menghitung hari.


Yang artinya...

__ADS_1


Pria itu tersenyum melihat hasil dari apa yang sudah ia lakukan. Bergerak berbalik dan berjalan menuju ranjang dari sosok yang berbaring diatasnya. Lalu, didudukkan bokongnya di bibir ranjang dan tangannya mulai bergerak untuk mengelus surai yang lumayan panjang milik pasien.


"Mau sampai kapan kau tidur, hm?! Ini sudah ke 31 hari kau berbaring disini. Tidak lelah kah?!" tanyanya penuh perasaan cinta.


Meski sedih melihat sosok itu terbaring lemah, tapi disisi lain ia bahagia. Karena, sosok itu sudah ada di dekatnya. Ada dalam jangkauannya. Bersamaanya dan akan kembali menjadi miliknya.


"Kau harus bangun. Aku belum menagih sesuatu darimu..." katanya dengan suara rendah dan dalam penuh perasaan cinta pada sosok yang tidur dalam sakitnya.



Di kamar VIP lain...


Cup...


Kecupan dalam dan lama di layangkan seorang pria bersurai keperakan panjang yang diikat rendah di belakang, pada kening seorang gadis yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan alat bantu kehidupan yang terpasang ditubuhnya sama seperti gadis di kamar lain.


Melepas bibir itu dari kening gadisnya, tapi belum ingin menjauhkan wajahnya. Dia menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di sisi tubuh gadisnya untuk menjaga agar tubuhnya tidak menindih tubuh gadisnya. Sebenarnya, dia mau saja menindihnya tapi tidak dalam keadaan seperti ini. wkwk


Matanya tak sedikitpun menutupi apa yang tersirat didalamnya. Dimana cinta yang begitu besar terpancar nyata dari kedua bola matanya.


"Aku merindukanmu... Jangan menyiksaku dengan kerinduan dan kecemasan ini... Buka matamu dan bangunlah untuk ku... Tidakkah kau juga merindukan ku?!" serunya berbisik dengan suara berat sembari terus memandangi wajah gadisnya tanpa mengenal bosan.


Hatinya sakit melihat gadis yang dicintainya terluka.


"Aku belum puas melihat senyum dan tawamu... Aku belum puas menyentuh hatimu... Aku belum puas menghabiskan waktu bersama mu... Kau pikir bisa dengan mudah pergi dariku setelah aku memberikan seluruh jiwa dan ragaku untuk mu?! Jangan bermimpi, sayang!" tukasnya masih dengan nada yang sama.


Kembali dikecupnya kening sang gadis tanpa lelah seolah hal itu sudah menjadi candu untuknya.



Beralih ke kamar VIP lainnya...

__ADS_1


Memilin dan melilit sejumput rambut panjang gadis di ranjang rumah sakit -sama seperti gadis yang sebelumnya- ke ujung jari lentiknya yang besar, seraya memandangi wajah cantik gadisnya yang sudah 31 hari terlelap dalam tidurnya.


Tidur dalam artian... Koma.


Dua insan berlainan jenis tampak saling melengkapi didalam ruangan yang sama.


Pria rupawan berbingkai kacamata dengan rambut hitam pekatnya yang pendek. Tengah asik menikmati waktunya bersama sang pujaan hati, meski sang gadis sedang tidak dalam keadaan sadar.


"Lihat... Meski sedang begini, kau tetap cantik. Coba katakan padaku, siapa orang yang beruntung memilikimu?! Hehe..." dia terkikik lucu menanggapi perkataannya sendiri.


Meraih tangan gadisnya, lalu di ciumi berulang kali dan di tempelkan di pipinya dengan penuh perasaan. Matanya kembali menatap lembut sang gadis.


"Meski aku mampu menyembuhkan mu. Tapi, disini berbeda. Aku tidak bisa membuat mu bangun semudah dulu. Kali ini aku hanya harus lebih bersabar lagi." katanya lagi.


Tiada lelah rasanya ia lewati dengan cara seperti itu.


Tentu, semua karena cinta...



huhuhuhuhuhu...


πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³


dah tamat gaeesss. gak nyangka bakal taman juga...πŸ˜‚


OKE... THOR UCAPKAN SELAMAT DATANG DI SEASON KE-2....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Kalian dah bisa baca di hari berikutnya 😘


paypay...

__ADS_1


__ADS_2