3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
AKHIR CINTA TERLARANG 2


__ADS_3

Malam berganti pagi dengan cepatnya, namun sepertinya kesibukan sudah terlihat. Terutama di lapangan besar tempat pelatihan seni bela diri bagi penghuni Sekte dilakukan.


Tidak tahu untuk apa lapangan itu disiapkan. Tapi, mereka yang diperintahkan untuk mempersiapkan panggung eksekusi tahu kalau sesuatu pasti akan terjadi.


"Ini terlalu mendadak. Pagi-pagi buta Tuan Ye memerintahkan kita untuk melakukan semua ini secepatnya. Ada apa sebenarnya?" kata pekerja pertama bertanya-tanya sambil terus mengerjakan tugasnya.


Seorang pekerja lain disebelahnya menjawab. "Entahlah. Tapi, kalau dipikir-pikir bukankah belakangan ini sempat gempar mengenai pelayan Nyonya Selir Meng mati di kamar yang ditinggali oleh calon Nyonya Ye masa depan? Ada banyak rumor yang beredar untuk menebak akar masalah ini."


"Begitu... Kalau seperti itu, menurutmu siapa yang salah?"


"Aku tidak berani menebaknya?" sambil menoleh ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada orang lain lagi yang mendengarnya. "Bila memilih calon Nyonya Ye. Jelas, kita bahkan belum diberi kesempatan untuk melihatnya. Jadi, siapa yang tahu." indikasinya bahwa Ryura bisa jadi baik atau buruk dalam hal karakter, sehingga dia tak berani mengambil keputusan untuk memilih di pihak mana dia berdiri.


Keduanya bergosip dengan suara rendah agar tak ada yang mengetahuinya.


"Tapi, kalau berdiri di pihak Nyonya Selir Meng. Kita semua sudah tahu dengan jelas, seberapa besar kasih sayangnya kepada Tuan Ye kita. Karena itu, tidak menutup kemungkinan dia akan melakukan sesuatu seperti itu demi kebaikan Tuan Ye kita." jelas pekerja kedua lagi mengutarakan pendapatnya.


Yang pertama mengerutkan keningnya tampak tak setuju. "Kau berpikir begitu. Kenapa aku merasa itu tidak masuk akal?!"


"Apa yang membuat mu berpikir begitu?" tanya yang kedua ingin tahu.


"Kau juga tahu, kalau Keluarga Ye memiliki pedang pusaka. Pedang pusaka itu tidak hanya menjadi pusaka Keluarga Ye, tapi juga penentu untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin kita selanjutnya... Dan sejauh ini, tidak pernah ada kasus pedang pusaka salah dalam memilih. Jadi, calon Nyonya Ye masa depan harus menjadi yang terpilih untuk bisa diakui oleh pedang pusaka, Tuan Ye, dan sesepuh keluarga Ye. Pastinya, Tuan Ye juga tak mungkin lupa untuk memberitahu calon Nyonya Ye mengenai hal ini. Jadi, untuk berani membunuh orang yang bernaung dibawah atap Keluarga Ye... Itu tidak masuk akal dan apa untungnya dia melakukan itu." panjang lebar pekerja pertama menjelaskan pendapatnya.


Pekerja kedua akhirnya memiliki sedikit pemahaman.


"Benar juga. Kalau begitu, kita lihat saja nanti. Hari ini pasti akan menjadi jawabannya." katanya mengakhiri perbincangan mereka yang disetujui oleh rekannya.


Merekapun memilih berhenti dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sejak tadi diselingi dengan gosip.



Berita persiapan panggung eksekusi menyebar dengan cepat hingga sampai ke telinga Meng Pei Yun sendiri. Berita itu tak bisa menampiknya dari perasaan terkejut.


Ini terlalu mendadak dan tanpa aba-aba.


"Kau yakin akan hal itu?" tanya Meng Pei Yun pada A-Shi.

__ADS_1


Yang ditanya mengakuinya. "Benar, Nyonya-ku."


"Apa Zi Xian sudah memutuskan siapa yang bersalah? Kenapa tidak terdengar apapun?" tanyanya lagi. Tak tahu kenapa, hatinya dirundung gelisah.


"Pelayan ini tidak mengetahuinya, Nyonya. Tapi, menurut kabar angin. Tuan Ye memerintahkan orang-orang itu untuk mempersiapkannya sejak hari masih gelap dan tak ada yang tahu apapun lebih dari itu." jelas A-Shi menurut apa yang diketahuinya.


Tangan Meng Pei Yun terkepal erat hingga urat-urat ditangannya menonjol jelas. Apa yang didengarnya tak bisa membuatnya tenang. Baginya ini terlalu aneh. Apalagi sejak saat dirinya diinterogasi oleh Ye Zi Xian, putra sambungnya itu tak lagi datang berkunjung.


Meski sebelumnya pria itu juga sudah jarang berkunjung. Tapi, kali ini rasanya berbeda.


Dia bisa saja yakin kalau alasan dibalik peristiwa yang telah terjadi tidak akan dapat di ketahui kecuali orang-orangnya membuka mulut. Itupun tergantung apakah mereka benar-benar mengetahuinya atau tidak. Pasalnya, dia tak pernah mengatakannya dengan gamblang.


Tapi, sepertinya orang yang merasa pintar ternyata bisa bodoh juga. Dia terlalu memandang tinggi dirinya hingga lupa bahwa manusia tak hanya punya otak untuk berpikir tapi juga memiliki insting dan perasaan. Sedikit saja di picu, tidak gagal untuk mengetahuinya.


Itulah yang terjadi pada orang-orang dengan mata yang terbuka.


Ditengah-tengah pikiran yang berkecamuk, seseorang datang membawa pesan.


Membungkuk hormat. "Salam, Nyonya Selir. Saya datang atas perintah Tuan Ye. Beliau berpesan untuk mengundang Nyonya Selir datang ke lapangan pelatihan di Sekte Salju Perak segera." katanya sesuai pesanan.


"Baik. Saya akan bersiap terlebih dahulu. Kau sudah boleh pergi." balasnya dengan mempertahankan kewibawaan yang selama ini ia jaga.


Kembali membungkuk hormat. "Kalau begitu, saya izin undur diri. Permisi." pengantar pesan itupun pergi.


Setelah kepergiannya, belum ada pergerakan dari Meng Pei Yun selain terdiam berusaha menstabilkan dirinya yang entah bagaimana merasa goyah. Begitu dia sudah menyugestikan dirinya sendiri, barulah dia bangkit untuk segera bersiap.


"Siapkan pakaian ku. Kita akan pergi memenuhi undangan, Zi Xian-ku."


Nadanya berbicara mungkin terdengar tidak ada yang salah, tapi jika seseorang itu cukup jeli dia akan tahu bahwa ada yang salah disana.



Tak hanya Meng Pei Yun yang mendapatkan undangan tersebut, Ryura pun mendapatkannya.


Pengantar pesan baru saja pergi meninggalkan 3Ry dan tiga siluman di ruangan yang mereka tempati selama tinggal di Kediaman Ye.

__ADS_1


"Wow. Pria ubanan itu bergerak sangat cepat." celetuk Reychu dengan kedua alisnya terangkat seolah-olah dia cukup takjub mendengarnya.


Rayan mengangguk setuju. "Hm. Dia bergerak dengan cepat. Tapi, ini bagus. Karena, kita juga tidak kalah cepat. Paling tidak, masalah ini tak perlu di undur terlalu lama atau semuanya akan sia-sia."


"Ya, akan sangat bertele-tele kalau diperlama." sahut Ruobin.


"Jadi, kita langsung kesana?" tanya Chi-chi yang duduk sangat dekat hingga nyaris menempel di sebelah Reychu sambil memakan lobak ditangannya.


"Kita perlu bertanya pada tokoh utamanya disini." ujar Reychu enteng sambil memasukkan sebutir anggur kedalam mulutnya.


"Bagaimana, Ryura?" tanya Furby yang membuat dua gadis dan dua siluman lainnya menatap Ryura yang diam di kursinya.


Yang ditanya tampak mengangkat wajahnya sedikit tanpa membalas tatapan siapapun. "Tunggu beberapa saat." katanya tanpa intonasi.


"Kau ingin datang yang terakhir?" tanya Furby agak tak mengerti.


"Begitu 'kah?! Oh. Aku tahu. Dia ingin muncul diakhir agar langsung masuk ke bagian akhir dari adegan nanti. Agak membosankan untuk melihat adegan klise tentang membela diri dan ini dan itu. Ada baiknya muncul diakhir sambil membawa bukti tak terbantahkannya. Dengan begitu, tak ada yang bisa membuat wanita itu menyangkal lagi." santainya Reychu dalam membocorkan kemungkinan dari apa yang Ryura pikirkan.


Hap!


Sambil kembali melemparkan sebutir anggur kedalam mulutnya.


Rayan menimpali, karena dirasa itu mungkin. "Kemudian, paling banyak dia akan menggila dan kehilangan kontrol diri lalu tanpa pikir panjang langsung mengarahkan niat membunuhnya kepada Ryura. Dengan ini saja, dia sudah cukup menyadarkan banyak orang dari keragu-raguan akan karakternya. Yang artinya, dia akan langsung membuat siapapun berpikir kalau Nyonya Selir Meng orang gila yang menjijikkan karena bisa begitu berani menginginkan putra sambungnya sendiri hingga tega mau membunuh jodoh putranya. Memikirkannya saja membuat ku tak sabar untuk segera melihatnya. Semoga sesuai yang diharapkan." menggosok kedua telapak tangannya seraya menggoyangkan bahunya dengan centil.


"Tapi, bukankah itu akan menarik Keluarga Meng keluar untuk membela putri mereka?" tanya Ruobin setelah mencerna yang dikatakan dua gadis bersahabat itu.


"Tentu saja. Ini akan semakin bagus. Sudah lama aku tidak bergerak. Kalau ada yang mengantarkan nyawa, aku akan dengan senang hati menerimanya. Kali ini aku merindukan bagaimana darah mereka terkuras habis hingga menyelimuti tubuh luar mereka. Shhh... Benar-benar luar biasa." jiwa psikopat Reychu mulai bergerak membuat yang lain kecuali dua gadis disana bergidik ngeri.


"Haish... Kau selalu begitu. Apa kau tak bisa mengubah kesukaan mu? itu terlalu mengerikan. Ingat cepat atau lambat, kau akan menjadi permaisuri. Masa iya, permaisuri Kekaisaran Utara adalah orang gila." cetus Rayan rada jengkel.


"Suka-suka aku! Justru, aku malah berharap... Semoga di Negara Es, aku mendapatkan banyak musuh sehingga mereka semua bisa masuk dalam daftar orang-orang yang akan mati cepat ditangan ku. Hahaha...!" kata Reychu dengan bangganya.


Rayan dan yang lain -kecuali Ryura- hanya bisa menggelengkan kepala dengan tak berdaya. Seharusnya sudah bukan hal baru lagi untuk mengetahui segila apa gadis berambut sepunggung itu.


__ADS_1


maaf gk banyak. tapi up terus kok. ditungguin ya...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2