
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba. Ornamen yang didominasi dengan warna merah khas pernikahan terbentang di seluruh paviliun. Dari pintu masuk sampai bangunan-bangunan yang berdiri didalam paviliun tersebut.
Ye Zi Xian benar-benar memenuhi seluruh kediamannya dengan warna merah. Membuktikan betapa antusiasnya dia dalam menggelar pesta pernikahan ini.
Tampak juga seluruh tamu undangan sudah memadati ruang aula di Kediaman Ye, tepatnya di paviliun Bangau putih. Paviliunnya Ye Zi Xian. Seperti yang pria itu katakan dan inginkan, kalau dia akan mengadakan upacara dan pesta pernikahannya di tempat tinggalnya.
Di sana, selain mempelai wanita, tidak ada yang kurang. Sebab saat ini, sang mempelai wanita sedang dijemput dengan menggunakan kereta tandu dari paviliun tamu menuju ke paviliun Bangau Putih. Bagaimanapun dia tidak memiliki keluarga selain 3Ry.
Seluruh orang-orang yang tinggal di Sekte Salju Perak dan Kediaman Ye tentu tahu betul seperti apa sosok Ryura, sisanya yang tak lain adalah tamu undangan dilingkupi rasa penasaran. Bertanya-tanya, gadis spesial mana yang berhasil membuat Tuan Ye begitu memperlakukannya seistimewa ini.
Jadi, mereka hanya bisa menunggu.
Disisi lain, Ye Zi Xian untuk pertama kalinya merasakan gugup dan ketidaksabaran yang luar biasa. Saat ini dia masih berada di ruangan lain dan tinggal menunggu pemberitahuan akan kedatangan kereta tandu yang membawa sang kekasih tiba.
"Apa perlu untuk gugup? Ini hari bahagia mu." tanya Kaisar Agung Bai dengan pandangan aneh seolah kegugupan Ye Zi Xian sama sekali tidak berguna.
Akibatnya, Ye Zi Xian mendelik tajam kearah sang penguasa Kekaisaran Utara itu, lalu membalas. "Kupikir kau juga akan merasakannya saat menikahi kekasihmu itu. Fyuu... Kau harus tahu. Ini adalah bentuk rasa bila kau benar-benar menginginkan pernikahan ini." terangnya seperti sudah berpengalaman.
Shin Mo Lan hanya menggelengkan kepalanya tak berdaya melihat kedua sahabatnya saling melempar kata. Tapi, dia tak berniat menyela atau menghentikan keduanya. Selain karena agar kegugupan Ye Zi Xian sedikit ditenangkan, ini juga memberikan Shin Mo Lan pelajaran kecil yang perlu diingat bahwa setiap pasangan yang saling mencintai hendak menikah, perasaan ini akan selalu ada.
"Aku jadi tidak sabar. Apa perlu aku menikah duluan sebelum Yang Mulia Kaisar Agung Bai? Mm..." batin Tuan Muda Shin sedang mempertimbangkan sesuatu.
Di kereta tandu megah yang membawa Ryura. Gadis itu duduk diam dan tenang tanpa bergerak sedikitpun. Kain merah yang menutupi kepala dan wajahnya tak membuatnya merasa ingin tahu apa yang ada di luar sana. Dia benar-benar tenang. Hal itu sampai membuat empat orang murid Sekte Salju Perak yang bertugas membawanya gugup, antara bertanya-tanya 'mengapa begitu sunyi didalam seolah hembusan nafas pun tak terdengar' dan takut-takut sebab sedikit banyaknya tahu sosok seperti apa Ryura itu.
Sayangnya, mereka hanya bisa diam dan berharap mereka bisa sampai lebih cepat lantaran jalanan yang mereka tempuh rasanya tak ada ujungnya, membuat mereka mandi keringat karena gugup setengah mati. Padahal, Ryura tak bergeming ditempatnya dan mengabaikan dunia luar sebelum benar-benar tiba ditempat tujuan.
Jika, empat orang diluar merasa takut-takut karena membawanya. Maka, Ryura justru sebaliknya. Dia tengah memejamkan matanya dibalik penutup kepala dan tak ada yang tahu apakah dia tidur atau tidak.
"Lihat! Keretanya sudah hampir tiba!" celetuk Chi-chi sambil menunjuk kearah yang dimaksud begitu melihat visual kecil kereta tandu megah yang membawa Ryura terlihat dari jauh.
Rayan, Reychu, dan dua siluman lainnya segera menoleh untuk melihatnya. Dan benar apa yang dikatakan oleh sahabat silumannya Reychu.
"Megah juga kereta tandunya!" seru Rayan yang terpesona dengan transportasi yang dipakai Ryura.
"Kau bisa meminta yang seperti itu, saat Tuan Muda Shin menikahi mu." ujar Ruobin sambil melirik Rayan yang wajahnya penuh rona keterpesonaan.
Mendengar itu wajahnya seketika berubah merah dan tersipu. "Ck. Kau ini... Membuat ku malu saja. Lagipula, kalau Mo Lan menikahiku. Aku yakin, dia tahu bagaimana memberikan yang terbaik untuk ku. Kau tahu bukan aku tidak memiliki keluarga lagi. Jadi, semua hanya perlu disesuaikan seperti yang dilakukan Tuan Ye kepada Ryura." kemudian mendengus kecil. "Tapi, aku tidak bisa menampik kalau saat ini aku iri." gerutunya.
Puk... Puk...
__ADS_1
Menepuk pundak Rayan bermaksud menenangkan. "Tenang saja. Tuan Muda Shin pasti tak akan mengecewakanmu. Tunggu saja." dan Rayan ditenangkan dengan itu.
"MEMPELAI PENGANTIN PEREMPUAN TELAH TIBA!" tiba-tiba penjaga berseru.
Semuanya mendengarnya, termasuk Ye Zi Xian yang langsung melangkahkan kakinya keluar untuk menyambut kedatangan gadis yang beberapa saat lagi akan menjadi istrinya.
Setibanya disebelah kereta tandu megah merah didepan matanya, menatap salah seorang yang membawa Ryura membantu menyibak tirai penutup agar terbuka dan memudahkan orang didalam kereta tandu untuk keluar.
Melihat sosok Ryura yang wajahnya tak terlihat akibat ditutupi oleh penutup kepala pun tersenyum. Tak dipungkiri betapa membuncahnya kebahagiaan dalam dirinya melihat gadisnya akan segera menjadi miliknya sebentar lagi.
Diapun mengulurkan tangannya guna meminta Ryura menyambut uluran tangannya. Begitu disambut, Ye Zi Xian segera membantu Ryura keluar dari dalam kereta tandu megah itu.
Setelahnya, kedua pasang pengantin itu melakukan segala macam ritual pernikahan dibawah tatapan banyaknya para saksi.
Rayan menangis haru disebelah Ruobin begitu melihat pernikahan sahabatnya yang tak disangka akan lebih dulu membangun bahtera rumah tangga, sedang Reychu yang biasanya berkelakuan gila kini berdiri tegap dengan raut wajah yang memerah mengharu biru. Dia tidak bisa menangis seperti Rayan, tapi wajahnya jelas menunjukkan bila dia ikut bahagia untuk sahabatnya.
Tatapannya lembut tidak seperti biasanya. Diapun lebih tenang dari biasanya. Kaisar Agung Bai yang melihatnya dari jauh makin terpesona. Ini pertama kalinya ia melihat raut wajah selembut itu diwajah kekasihnya. Ia tak pernah berpikir kalau Reychu memiliki ekspresi itu, karena selama ini dia sudah jatuh cinta dengan kegilaannya. Tapi, kini tak hanya itu. Dia juga kembali dibuat jatuh cinta dengan sisi lain kekasihnya.
Seolah merasa ditatap, Reychu pun menoleh membalas tatapannya dengan tatapan lembutnya itu tak lupa senyuman manis yang lain dari senyuman biasanya.
Deg!
Gila! Kaisar Agung Bai juga ingin menikah sekarang juga!
"BERSULANG!"
"Selamat, Tuan Ye!"
"Selamat atas pernikahan anda, Tuan Ye!"
"Selamat untuk pernikahan anda, Tuan Ye! Jangan terlalu mabuk, Tuan Ye... Atau anda akan melewatkan malam berharga ini. Hahaha!"
"Benar! Karena malam pengantin tidak bisa dilakukan sendiri! Hahaha!"
Semarak sekali pesta malam ini. Tidak ada kecanggungan ataupun keseganan karena untuk pertama kalinya para tamu undangan melihat langsung aura baik yang terpancar dari diri Ye Zi Xian, aura kebahagiaan yang membuat orang-orang disekitarnya memilih memberanikan diri untuk bersikap akrab.
Awalnya, takut Ye Zi Xian akan tidak senang diperlakukan setara. Ternyata, senyum tipis yang sarat akan kebahagiaannya hari ini justru menjadi jawaban atas rasa takut orang-orang yang nyatanya tidak diperlukan saat ini sehingga mereka tidak lagi segan untuk menikmati pesta jamuan pernikahan ini dengan lebih santai. Apalagi, melihat suasana hati Tuan Ye yang sedang bahagia. Dijamin, malam ini akan dilewati dengan damai.
Orang-orang jadi semakin mengagumi sosok Ryura yang masih belum mereka lihat seperti apa rupanya. Bagaimana tidak kagum, bila karena sosok itulah akhirnya ada hari menyenangkan seperti ini dengan imbalan aura kebahagiaan dari Tuan Ye yang melegakan hati banyak orang dari ketakutan dan keseganan.
Ingat, Ye Zi Xian bukan sembarang orang yang suka tebar senyum. Dia dingin dan tak ragu untuk menjadi kejam. Jadi, malam ini adalah kesempatan untuk menjadi dekat dengan pria itu walau hanya untuk malam ini saja.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan kalian? Kapan menyusul?" tanya Kakek Shin kepada dua pemuda lain sahabat Ye Zi Xian.
Kakek Shin turut menjadi salah satu tamu undangan. Kini sedang duduk bersama Kaisar Agung Bai dan cucunya, Shin Mo Lan.
Bila bertanya dimana anggota keluarga kerajaan yang lain. Mereka juga sedang menikmati pesta, tapi tidak bergabung dengan Kakek Shin dan lainnya. Mereka sibuk bertemu dengan kenalan mereka yang hadir di pesta itu.
Sambil mengangguk Shin Mo Lan menjawab dengan jawaban yang sudah dipikirkan. "Aku sempat memikirkannya. Kupikir, aku akan mendahului anda, Yang Mulia." ungkapnya dengan sedikit nada mengejek seolah makna sesungguhnya dibalik kalimat itu adalah 'tidak sulit bagiku untuk menyusul Zi Xian dan yang harus dipertanyakan ialah kau... Ckckck...'.
Mengetahui maksud sahabatnya, Kaisar Agung Bai tertawa penuh dendam. "Kau harus tahu dengan siapa kau bicara!" nada kesalnya terdengar jelas diantara giginya yang terkatup rapat dan kemudian bangkit untuk segera pergi dari sana. Kini dia butuh penenang dan itu ada pada kekasihnya.
Ya, dia akan mendatangi kekasihnya. Bila lebih lama lagi dia disini, dia tidak yakin untuk tidak merobek mulut sahabatnya itu.
Kakek dan cucu Shin terkekeh mendengarnya. Ditatapnya yang jenaka memandangi Kaisar Agung Bai yang merajuk kesal akibat ledekan Shin Mo Lan yang mengungkit tentang bagaimana mudahnya dia akan menikahi gadisnya. Ini jelas penghinaan dan untuk pertama kalinya, Kaisar Agung Bai merasa tidak terima dilahirkan sebagai anggota keluarga kerajaan Es, apalagi mengingat kedudukannya saat ini yang seorang Kaisar.
Nafasnya jadi berderu kuat, ia mau marah dan mengamuk rasanya, menyalahkan takdirnya yang diberikan kedudukan merepotkan ini. Dia butuh Reychu... Reychu-nya...
"Jadi, kau sungguh-sungguh dengan perkataan mu barusan?" tanya Kakek Shin memastikan karena pertanyaannya sebelumnya juga bukan main-main.
Shin Mo Lan mengangguk membenarkan. "Ya. Setelah dipikir-pikir, aku tidak mungkin menunggu Yang Mulia menikahi Nona Ahn. Kakek tahu bukan dia adalah penguasa Kekaisaran Utara yang sebagian besar hidupnya bergantung pada pendapat dan usulan orang lain, yaitu pejabat pemerintahan yang berada dibawahnya. Tetapi..." jedanya sambil menoleh kearah punggung Kaisar Agung Bai yang masih terlihat ditengah-tengah kerumunan tamu undangan. "Sepertinya, untuk Nona Ahn... Yang Mulia akan memperjuangkannya dengan sangat. Aku bisa melihat cinta yang begitu besar untuk Nona Ahn dan itu membuat segalanya mungkin akan dia lakukan. Lagipula, bila melihat Nona Ahn... Gadis itu juga tidak buruk untuk menjadi permaisuri. 'Karena sebelumnya juga dia sudah pernah merasakan kedudukan itu di kerajaan lain. Hanya saja, apa bisa semudah itu keluarga kerajaan menerima status Nona Ahn... Sayang sekali, aku tidak diranah untuk bisa ikut campur.' " terang Shin Mo Lan dengan bagian akhir dilanjutkan dalam hatinya.
Faktanya, dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya.
Benar. Baik Shin Mo Lan maupun Ye Zi Xian sudah mendengar kebenaran itu dari Kaisar Agung Bai sebelumnya kala pria itu frustrasi memikirkan bagaimana membawa Reychu ke kerajaannya dan menjadikannya permaisuri bila orang-orang tahu statusnya. Sebenarnya, Kaisar Agung Bai bisa saja mengabaikan mereka semua dan tetap teguh membuat Reychu menduduki kursi permaisuri, hanya saja dia masih memiliki orang tua yang hubungan mereka baik-baik saja.
Kaisar Agung Bai sebelumnya juga bukan Kaisar yang tidak bertanggungjawab apalagi tidak adil. Justru, sebaliknya. Jadi, tidak mungkin Kaisar Agung Bai tidak mendengarkan mereka.
Inilah yang dipusingkan pria itu sedari awal.
Selamat sayangnya Thor. selamat menempuh hidup baru... Ryura & Ye Zi Xian... semoga bahagia selalu. eh. gk perlu, Thor pasti bikin rumah tangga kalian bahagia selalu. hahaha...
🥰🥰🥰
bonus guys...
__ADS_1
(pic by pinterest)