
3Ry yang menjadi pusat perhatian begitu mereka muncul bersikap biasa saja seolah sudah menduga kalau ini akan terjadi. Bagaimanapun mereka adalah pasangan dari pria-pria paling fenomenal di negara ini, jadi sudah tentu akan selalu disorot pertama kali.
Pembawa acara saja juga dibuat pangling. Tapi, segera dia menyadarkan dirinya untuk ingat kalau saat ini dia sedang bekerja. Jangan sampai teledor yang membuatnya dipecat.
Pembawa acara memindai seluruh Nyonya dan Nona sosialita yang sudah hadir sembari menatap jam di arlojinya. Dia ingin memastikan kalau tepat pukul 10 pagi semuanya siap untuk melakukan tour mengelilingi tempat Perjamuan dilangsungkan.
Detik, menit, dan jam akhirnya menunjukkan pukul 10.
Pembawa acara pun segera memulai kata-kata sambutannya. "Selamat pagi, untuk anda semuanya. Terimakasih sudah bersedia untuk hadir di pagi hari yang cerah ini."
Para wanita sosialita bertepuk tangan memeriahkan acara yang akhirnya berlangsung juga.
Melanjutkan. "Seperti yang sudah saya katakan tadi malam. Hari ini kita akan melakukan perkenalan pada tempat yang akan menjadi ajang kompetisi guna memeriahkan acara perjamuan kita. Ada total 5 agenda kita di tahun ini. Anda sekalian bisa memilih dari 4 agenda pertama mana yang diinginkan untuk dilakukan. Anda sekalian juga bisa memilih untuk mengikuti semuanya... Kalau begitu, izinkan saya memberitahukan apa saja agenda kita di Perjamuan Bunga Kota tahun ini..." senyum profesional terpatri di bibir sang pembawa acara, Lu Xi.
"Pertama adalah kesenian. Biar saya jelaskan, kesenian pada dasarnya mencakup banyak hal, ada tarian, nyanyian, musik, melukis, dan masih banyak lagi. Jadi, dalam agenda ini anda sekalian dipersilahkan untuk menampilkan bakat seni anda sekalian secara bebas. Artinya, anda sekalian bisa menampilkan kemampuan paling menonjol anda sekalian dalam bidang seni. Nanti akan ada juri profesional yang membantu anda sekalian menentukan siapa yang pantas untuk meraih kemenangan."
Wajah semua orang tampak mulai berpikir pada apa yang akan mereka lakukan untuk agenda yang satu ini. Sementara pembawa acara kembali melanjutkan.
"Kedua adalah olahraga. Sebagaimana di agenda sebelumnya, di agenda kedua ini juga memiliki beberapa cakupan seperti berkuda, memanah, dan lain sebagainya. Anda sekalian bisa memilih apa yang ingin dimainkan secara bebas, selama tidak keluar dari konsep. Di agenda ini juga memiliki juri profesional yang akan menilai anda sekalian."
Mendengar itu, ada beberapa wanita sosialita yang berbinar seolah menunjukkan bila beberapa diantaranya merasa unggul di bidang ini.
"Agenda ketiga bahasa. Anda sekalian akan diuji kemampuan berbahasa anda sekalian. Bisa menggunakan bahasa ibu ataupun bahasa asing. Tentunya, bahasa ibu tidak dihitung dari bahasa sehari-harinya atau kita bisa menyebut ini sebagai polyglot. Hanya saja, anda sekalian harus memadukannya dengan kemampuan publik speaking Anda sekalian. Anda sekalian harus bisa menggunakan bahasa dengan standar yang lebih tinggi, yaitu formal atau baku namun dalam pembawaan yang nyaman dan menarik untuk para audiens mendengarnya. Dalam agenda yang satu ini, juri yang akan mengajukan sebuah pertanyaan untuk anda sekalian jelaskan dengan gaya bahasa yang benar. Semakin bagus, menarik, dan fasihnya anda sekalian dalam berbahasa, maka akan semakin dekat dengan kemenangan." tutur si pembawa acara dengan tetap tersenyum profesional.
Ada beragam reaksi begitu mendengar agenda ini. Semuanya memiliki pemikiran yang sama, yaitu untuk menjadi seorang publik speaking tidak mudah, butuh bakat dan latihan langsung di lapangan. Sayangnya, banyak dari mereka tidak ada yang melakukan itu.
Pembawa acara kembali melanjutkan. "Agenda berikutnya, yaitu yang keempat adalah Peragaan busana. Di agenda ini pihak penyelenggara sudah menyiapkan sebuah butik super lengkap dimana di butik tersebut anda sekalian dapat memilih pakaian apa yang akan di kenakan untuk agenda ini. Konsepnya bebas. Intinya, anda sekalian akan mendandani diri anda sendiri untuk menguji seberapa mampu anda mempercantik diri tanpa bantuan orang lain yang sepertinya selama ini harus menjadi orang yang mempercantik anda sekalian." mata pembawa acara memandangi seluruh tamu undangan.
Dia bisa melihat beragam ekspresi wajah dari tempatnya berdiri. Itu selalu menjadi yang cukup menarik untuk diamati. Wajah-wajah tegang nan tertekan seperti akan terkena ujian lisan. Lucu sekali.
__ADS_1
Dia pun melanjutkan. "Dan yang terakhir adalah pengumuman pemenang disusul acara penutupan. Kita punya waktu 5 hari untuk menyelesaikan semuanya. Karena itu, Selamat menikmati dan semoga sukses!" tutup pembawa acara dengan senyuman.
PROK... PROK... PROK...
Semuanya bertepuk tangan. Setelah itu, pembawa acara bersama seorang pemandu membawa para Nona dan Nyonya sosialita ini untuk berkeliling ke tempat-tempat yang akan menjadi lokasi kompetisi berlangsung. Meskipun gugup parah, para tamu tetap antusias untuk segera melakukannya. Bagaimanapun acara yang ada dalam perjamuan cukup memberikan keuntungan bagi mereka. Yaitu, meningkatkan popularitas dan pujian dari banyak orang.
Tentu saja, itu hanya berlaku dalam lingkup mereka saja. Lingkup keluarga kelas.
Semuanya berkeliling menggunakan kaki mereka.
Cuaca cerah ini semakin siang terasa semakin menyengat. Beberapa dari mereka ada yang membawa payung, ada pula cukup dengan topi lebarnya. Barang bawaan lainnya dipegang oleh asisten pribadi mereka yang ikut di barisan paling belakang.
Seorang pemandu yang memandu seluruh tamu perjamuan dengan terlatih memperkenalkan tempat-tempat yang akan dijadikan lokasi kompetisi. Dimulai dari aula yang terdapat di bangunan sebelah hotel, dimana disana akan dijadikan tempat kompetisi kesenian dan bahasa dilangsungkan. Lalu beralih ke bagian taman yang memiliki luas cukup besar dan biasanya dijadikan lokasi pernikahan tema outdoor. Disana pula akan dipakai sebagai lokasi peragaan busana serta pesta penutupan. Kemudian, beralih ke sebuah bangunan olahraga yang juga tersedia di resort tersebut. Yang mana disana segala fasilitas olahraga tersebut, termasuk berkuda memanah, menembak, anggar, dan lain sebagainya.
Satu persatu di perkenalkan, para wanita sosialita itu segera menyusun rencana di kepala mereka tentang apa yang harus mereka pilih dan apa yang harus dilakukan nantinya. Mereka harus cepat, karena kompetisi yang pertama akan dilangsungkan malam ini.
Tidak ada sesi latihan, sebab para sosialita dianggap sudah cukup mampu sekalipun pada akhirnya akan ada pilihan siapa yang lebih baik ataupun lebih buruk. Karena ajang perjamuan ini tak lebih dari jalan lain untuk meningkatkan popularitas para sosialita.
Tolong jangan dicontoh, ya. Karena, mengabaikan orang lain itu tidak baik...
Akhirnya, mereka semua sampai disebuah restoran mewah lainnya di resort tersebut. Mereka singgah sebentar untuk makan siang sebelum kembali lagi untuk istirahat.
Saat makan siang berlangsung, ada drama lain terjadi.
"Sebagaimana wanita yang lahir dari keluarga terpandang, table manner itu penting. Itulah cara kita menjaga nama baik keluarga kita saat kita ditugaskan untuk mewakili keluarga ke tempat-tempat bergengsi." celetuk Jiang Wanxi dari meja sebelah saat sedang makan dan berbicara dengan beberapa wanita tua dan muda yang duduk dimeja yang sama dengannya.
Tutur katanya sangat sopan dan menunjukkan seorang wanita berpendidikan tinggi yang sesungguhnya, apalagi saat senyum elegan terukir menyempurnakan perilakunya. Melany Gong disebelahnya diam-diam setuju. Perempuan sosialita lainnya yang bergabung dengan keduanya pun sama-sama membenarkan perkataan tersebut.
"Nona Jiang, benar sekali. Tata krama diatas meja makan sangat penting bagi orang-orang seperti kita." kata wanita sosialita lain disana tak kalah anggun walaupun terlihat dari kalau dia lebih tua dari yang lain.
__ADS_1
Jiang Wanxi dan Melany Gong tersenyum saja.
Kebetulan yang membosankan, meja 3Ry berada tepat di sebelah mereka. Perkataan Jiang Wanxi entah bagaimana rasanya terlalu tepat sasaran bila diperuntukkan bagi 3Ry atau tepatnya Reychu.
Di antara tiga sekawan itu, memang Reychu yang paling tak tahu tempat. Rayan cukup bisa membawa diri di tempat seperti ini, Ryura memang sudah seperti itu, dia tak perlu terlalu memaksakan diri untuk mempelajari tata krama di meja makan, sikap diamnya cukup untuk menutupi bila memiliki kekurangan dalam hal itu jelas sekali perbedaannya dengan Reychu yang bar-bar dimana pun dia berada.
Reychu makan seperti dirumah sendiri. Terlalu cepat, bebas, dan tak terkendali. Rayan saja sampai nyaris memuntahkan kembali apa yang baru saja dia masukkan saking mualnya melihat cara makan Reychu. Tapi, Rayan tahu kalau itu sangat di sengaja.
3Ry tidak bodoh untuk tidak mengetahui kalau perkataan itu seolah secara tak sengaja mengenai mereka terutama Reychu. Tapi, memang siapa 3Ry itu?
Mereka bukan sekumpulan perempuan yang menye-menye hingga hal sekecil ini bisa menjadi masalah. Namun, memang dasarnya Reychu yang doyan mencari masalah. Dia akan selalu mengambil semuanya tanpa ragu.
Seperti saat ini, Tahu kalau sebenarnya kalimat itu ditujukan untuknya. Reychu malah semakin disengaja.
"Ray, daging sapinya enak sekali. Mintakan untuk ku 1 porsi lagi. Bilang pada pelayan, sausnya ditambahkan." seru Reychu tanpa berhenti dari kegiatan makannya saat ini.
"Pesan sana sendiri. Kau menyusahkan sekali." tapi tak menolak permintaan sahabatnya. Rayan pun mengangkat tangannya guna memanggil pelayan.
Sebelum pelayan tiba, Rayan kembali berujar dengan kalimat menasehati. "Reychu, tolong ingat. Ini bukan dirumah mu sendiri. Perhatian perilaku mu. Kau mau kehilangan muka karena dianggap tidak sopan." dia berbicara seperti tak pernah mendengar sindiran halus yang Jiang Wanxi berikan.
"Oh, astaga. Lihatlah aku. Saking enaknya makanan ini aku sampai lupa dimana aku berada sekarang. Hahaha." nada di sengajanya tidak ditutup-tutupi. "Apakah aku terlihat terlalu kasar?"
Rayan mengangguk membenarkan dengan santai. "Hmm... Sangat kasar. Kau tidak boleh seperti itu lagi. Ingat, kau calon Nyonya Muda Bai." keduanya bekerja sama dengan sangat baik.
Orang-orang di meja sebelah 3Ry sama sekali tidak menyadari makna didalam perkataan 3Ry, tapi Jiang Wanxi dan Melany Gong jelas tahu.
Jelas sekali ini seperti memukul kapas. Saking kebalnya lawan keduanya.
Tak bisa dielakkan, bila keduanya kesal melihat betapa tebal wajah 3Ry.
__ADS_1
Jika ada typo mohon dimaafkan ya. Thor kejar-kejaran sama waktu nih. pusyiang oke!🤯