3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PENCARIAN 3RY


__ADS_3

Tap...


Tap...


Tap...


Pria dewasa bertubuh gagah dalam balutan jas hitamnya berpadu dengan rambut merah panjangnya yang diikat tinggi begitu mempesona hingga sepanjang jalan memasuki kantornya tiada mata yang tidak memandangnya, akan tetapi dia acuh pada semua itu. Maklum, sudah terbiasa menjadi pusat perhatian sejak di masa lalu.


Dibelakang pria itu, ada seseorang yang senantiasa menemaninya hingga kedudukannya pun tak bisa di abaikan. Mungkin hanya sekretaris di mata orang-orang, tapi yang disebut sektretaris ini malah lebih diatas orang-orang tersebut karena kedudukannya yang berada setingkat di bawah bos-nya.


Keduanya tengah melakukan perjalanan menuju ruang kerja sang pemimpin di lantai paling atas yang seluruh lantai didesain khusus menjadi tradisional-modern khas kerajaan. Ukiran-ukiran berlapis emas yang dibuat disana memberikan perasaan kembali ke masa lalu, belum lagi ada hiasan giok sebagai pajangan yang dibuat dalam berbagai bentuk.


Saat pertama kali orang-orang yang berkesempatan untuk melihatnya pastinya dibuat terkaget-kaget, sebab baru kali ini mereka melihat ada orang yang begitu terobsesi pada ornamen-ornamen berbau tradisional. Tanpa mereka tahu kalau itu bukanlah sebuah obsesi.


Tapi, biarkanlah. Lagipula, tak perlu repot-repot menjelaskannya. Tidak penting.


Dari sanalah, hingga kini seluruh orang dapat mengetahuinya kalau seorang pemimpin serta pemilik REYGIK EMPIRE memiliki kesukaan seperti itu sampai tak jarang tiap kali ada acara perusahaan orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi sering mencoba menjilat melalui pemberian hadiah berupa giok, lukisan bersejarah, dan masih banyak lagi barang antik.


Tentu saja, Bai Liam alias Bai Gikwang tak akan menolak hadiah bernilai tinggi itu. Hanya saja, masih tergantung dirinya, apakah akan membiarkan orang lain menjilatinya atau tidak.


Ini pada dasarnya berlaku untuk dua sahabatnya yang lain juga. Mereka tak berbeda jauh dalam mengaplikasikan seni tradisional disekitarnya.


Seperti, Ye Zi Xian alias Ye Huan misalnya. Dia cenderung menumpahkan semuanya dalam desain arsitektur rumah yang akan dia tinggali kelak bersama Ryura dan markas tempat bawahannya melakukan pelatihan meski masih dengan mencampurkan sedikit sentuhan modern.


Tapi, tetap saja, aura tradisionalnya jauh lebih kental.


Begitu pun dengan Shin Mo Lan alias Shin Da Ming.


Dia juga memberikan memberikan hal-hal tradisional pada aset perusahaannya, meski itu lebih terbuka. Seperti rumah sakit dan sekolahannya. Dimana, disana meski dalam sentuhan lebih modern tak dapat menipu mata banyak orang untuk melihat betapa klasiknya tempat itu.


Dinding boleh beton, tapi interiornya selalu disempatkan jejak ketradisionalannya yang dibungkus dalam perpaduan yang apik. Hingga mereka yang melihatnya tidak merasa tertekan tapi justru kagum dan membuat betah.


Kesukaan mereka terhadap hal-hal berbau tradisional membuat mereka mendapatkan julukan 'Three Royal Nobles' tanpa perlu repot-repot memikirkan nama apa yang cocok untuk mereka sebagai satu kesatuan.


Orang-orang sudah lebih dulu memberikan julukan itu sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.


Sampai ada yang sudah menyiapkan julukan 'Three Noble Consorts' saat tahu kalau ketiga pria itu masih belum memiliki pendamping hidup. Bertanya-tanya, kira-kira siapa orang beruntung itu untuk memiliki gelar tersebut dari orang banyak?


Kembali...


Memasuki ruang kerjanya, pria berambut merah yang tak lain adalah Bai Gikwang atau Bai Liam itu langsung menuju kursi kebesarannya yang bergaya tradisional khas kursi Kaisar semasa dia mendudukinya dulu.


Lantai lain dengan lantai yang satu ini benar-benar memberikan seseorang yang masuk perasaan berpindah dimensi, seolah seperti melakukan perjalanan waktu kembali ke masa lalu.


Chang Bin saat pertama kali masuk pun tak pelak juga merasakannya hingga lama kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak lagi terkejut bila bosnya tiba-tiba menginginkan sesuatu seperti itu lagi.


Kini keduanya sudah menetap ditempatnya masing-masing. Bai Liam di kursi kebesarannya dan Chang Bin berdiri didepan seberang meja kerja tuannya.


Bergerak membuka laptop yang selalu sedia di mejanya, sambil berkata. "Kau bilang Zouji sudah menemukan apa yang kami inginkan, bukan?" dia bertanya tanpa berhenti dari kegiatannya membuka kiriman file yang dimaksud.


Chang Bin mengangguk meski tidak dilihat. "Benar, Tuan! Semalam Sekretaris Lai mengajak kami berkumpul untuk membahas tentang ini. Hanya saja, kami tidak begitu yakin apakah berkas ini yang anda inginkan atau bukan. Soalnya, wajah mereka tidak terlihat seperti lukisan yang anda pajang itu, Tuan. Jadi, kami hanya bisa meminta saran dari anda untuk kelanjutannya." kata-katanya lugas dan pasti tanpa kegugupan seperti awal pertemuan mereka.


Bagaimanapun, sudah bertahun-tahun sejak bekerja bersama. Tak pantas bila masih berjarak.


Bai Gikwang pun memeriksa berkas yang dikirim. Dapat Ia lihat, memang wajah gadis yang memiliki nama yang sama dengan kekasihnya tak serupa dengan masa lalu. Tapi, Bai Gikwang tidak terkejut apalagi bingung dengan hal itu. Sebab, dulu Reychu sudah pernah mengatakan kalau wajahnya berbeda dengan wajah Ahn Reychu dimasa lalu.


Jadi, melihat ini Bai Gikwang tidak bisa lebih yakin kalau Reychu Velicia yang tertera di berkas tersebut adalah orang yang sama dengan orang yang sedang ia cari.


Mendongak untuk menatap Chang Bin sekretarisnya yang kinerjanya sama memuaskannya dengan Ahn Reychan di masa lalu.


"Tidak perlu mencari lagi. Ini sudah benar. Kau hanya perlu memeriksa lebih rinci tentang gadis ini. Pastikan tak ada yang terlewatkan. Aku menginginkan segala sesuatunya tentang dia, semakin cepat semakin baik." katanya penuh arti yang sukses membuat Chang Bin menelan salivanya sendiri saking pekanya dia sekarang.


Dia tahu kearah mana pembicaraan bosnya setelah ini yang dimatanya jelas sekali keliarannya.


Menopang dagunya diatas tautan kesepuluh jarinya yang sikunya menyangga pada permukaan meja, sorot matanya dalam dan tidak main-main.


Lalu, berkata. "Kau tahu bukan aku sudah berusia 30 tahun. Sudah waktunya aku menikah dan memiliki banyak anak. Tapi, sayangnya aku hanya menginginkan gadis ini sebagai istriku. Kau mengerti maksudku bukan?" tanda tanya diakhir menegaskan kalau dia tak membutuhkan komentar apapun dari orang lain mengenai pilihannya, yang dia inginkan adalah membawa secepatnya gadis yang mereka cari segera kedalam hidupnya.


Chang Bin hanya bisa diam dan menurut walau dalam hati tak bisa menampik rasa kalau Tuan-nya saat ini terlihat seperti mafia yang suka menculik gadis-gadis cantik.


Tentu saja, pemikiran itu tidak akan dia ekspos. Bisa tamat riwayatnya bila ketahuan. Alhasil, dia hanya bisa menahan diri atas tekanan yang diberikan.

__ADS_1


Meski sudah biasa ditekan oleh aura luar biasa bosnya, tapi masih juga sering gugup dan takut. Mungkin inilah yang disebut aura, dimana seseorang tidak bisa berbuat banyak apalagi membantah meski sudah terbiasa.


Jadi, Chang Bin mengangguk patuh. "Baik, Tuan. Segera saya kerjakan!" setelahnya Chang Bin langsung pamit undur diri.


Sepeninggalan sekretarisnya, Bai Gikwang tidak bisa menahan senyum bahagianya saat menatap wajah cantik Reychu yang asli.


"Jadi, seperti ini rupa mu, sayang? Kau cantik sekali... Aku jadi tidak sabar untuk segera menjemput mu pulang." nadanya lembut dan syahdu, benar-benar mengandung cinta yang besar didalamnya.


Sembari membelai gambar wajah Reychu yang asli, senyum Bai Gikwang tak surut jua. "Kau harus tahu, sayang. Aku sudah menyiapkan segalanya untuk memanjakan mu saat kau kembali ke pelukan ku. Pinta ku hanya satu. Lahirkan banyak anak untuk ku, ya?! Aku ingin menyebarkannya ke seluruh belahan dunia sebagai bukti kalau Bai Gikwang memiliki banyak keturunan dengan istrinya, Reychu Velicia. Dengan kau kembali juga, kau jadi tidak perlu lagi menyusahkan dirimu dengan menjadi pembunuh bayaran. Aku akan membuatmu mandi uang kalau perlu. Haha..."


Bai Gikwang seperti orang gila dengan terus berbicara seorang diri.


Tapi, begitulah isi hatinya yang merindukan sang pemilik hati. Kabar tentang ditemukannya Reychu sudah membuatnya merasa kehidupan keduanya ini tidaklah sia-sia dan memang diperuntukkan guna menghabiskan sisa waktu bersama takdirnya.


Dengan ini, Bai Gikwang benar-benar tidak sabar lagi.



Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk!" suara ketukan pintu oleh Lai Zouji disambut pemilik ruangan.


Tanpa penundaan lagi, diapun masuk untuk segera menghadap sang bos. Ruangan dengan model klasik modern segera terlihat, tapi ruangan kerja di kantor sang bos tidak terlalu kentara gaya tradisionalnya bila dibandingkan dengan kediaman bosnya yang seratus persen klasik.


Didalam ruangan yang Lai Zouji masuki, sudah terdapat seorang pria berpakaian rapi dalam balutan jas hitamnya yang kontras dengan warna rambutnya yang putih nan panjang hingga menyentuh panggul, namun saat ini rambutnya tengah diikat rendah dibelakang lehernya memberikan rasa bersahaja dan anggun penuh wibawa.


Saat ini pun pria yang tak lain adalah Ye Zi Xian alias Ye Huan tengah disibukkan dengan pekerjaannya bahkan saat Lai Zouji masuk dia tak berhenti.


Melihat itu, membuat Lai Zouji bertaruh dalam hati kalau tuannya akan segera berhenti begitu dia memberitahukan hasil pencariannya.


"Ehem! Tuan Muda Ye, saya datang membawa kabar yang anda minta." tidak sampai sepersekian detik Lai Zouji usai melapor, suara Ye Zi Xian sudah menyela.


"Mana?!" nadanya biasa tapi penuh tuntutan, membuat Lai Zouji terhenyak.


"Ini dia, Tuan. Tapi, saya tidak yakin apakah dia adalah orang yang anda cari... Sebab, wajahnya tidak mirip sama sekali dengan yang ada dalam lukisan milik anda, Tuan Muda Ye." terangnya dengan nada agak menyesal dan bersalah, takut tuannya tidak puas dengan hasilnya.


Sayang sekali, dia harus menelan kekecewaan karena Ye Zi Xian justru tersenyum sumringah begitu melihat foto wajah Ryura yang cantik meski dalam rupa yang berbeda.


"Tidak perlu. Ini sudah benar. Tapi, tampaknya belum terlalu rinci. Lanjutkan pencarian lagi. Pastikan benar-benar tuntas. Aku menginginkan semuanya!" lugas dan cepatnya Ye Zi Xian berujar sampai nyaris tidak ditangkap oleh Lai Zouji yang tercengang di tempatnya berdiri.


Matanya mengerjap lucu sambil menatap wajah bahagia Tuan-nya yang hampir tak pernah dilihatnya selama dia bekerja bersama si Bos. Wajahnya biasanya datar dan dingin tak tersentuh, kini penuh senyum bahagia yang sukses membuat Lai Zouji yang terbiasa disuguhkan wajah datar terpaku ketakutan.


Kalau dia masih belum sadar juga apa artinya ekspresi itu, maka harus siap untuk mengundurkan diri. Benar-benar tidak pantas untuk terus berada di sisi Tuan-nya bila belum mengerti juga.


Jadi, segera. "Siap, Tuan Muda Ye. Akan saya selesaikan sesegera mungkin."


Ye Zi Xian mengangguk puas. "Kalau begitu, kau sudah bisa pergi. Jangan lupa, siapkan ruang rapat dalam 2 jam. Seperti biasa, toleransi ku tidak bagus." titahnya penuh peringatan seperti sudah sering ia lakukan.


Dan Lai Zouji hanya bisa patuh. Tentu, tak ada kesempatan baginya untuk tidak patuh.


Setelahnya, sang sekretaris pun pergi meninggalkan Ye Zi Xian seorang diri dengan file tentang Ryura-nya, istrinya.


Bicara soal istri, tiba-tiba otaknya menjadi mesum. Memorinya mengingatkan dirinya tentang malam pertamanya dengan Ryura di kehidupan sebelumnya. Masih teringat jelas kalau waktu itu adalah pengalaman pertama bagi Ryura.


Jadi, bila kehidupan Ryura seperti yang tertulis diberkas ini, yang mana dia tak pernah dekat dengan namanya kaum laki-laki itu berarti dia masih murni. Bibir Ye Zi Xian tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Otaknya membayangkan jika benar demikian, maka suatu hari nanti akan kembali menjadi pengalaman pertama mereka berdua dalam tubuh yang berbeda.


Ini membuat Ye Zi Xian tak sabar untuk kembali mengikat Ryura disisinya.


Pemikiran itu bukan tanpa alasan, sejak memasuki tubuh barunya ini baik dia maupun dua sahabatnya yang lain harus menghadapi fakta kalau zaman sekarang ini bukan hal baru untuk kehilangan kehormatan perempuan sebelum menikah. Saat pertama kali mengetahui hal itu, mereka tak bisa menahan jijik pada kau wanita karena terlalu tidak tahu malu. Hal ini juga yang membuat mereka menjadi was-was tentang pujaan hati mereka.


Bertanya-tanya, apakah mereka juga begitu?


Jujur saja, mereka pasti tidak bisa menahan kecewa meski cinta masih lebih besar dari rasa kecewanya. Bagaimanapun, biasanya pria yang mencintai seorang wanita pasti memiliki harapan untuk menjadi yang pertama.


Itulah yang mereka rasakan saat memikirkan hal itu.


Tapi, kini Ye Zi Xian dapat lega mengetahui fakta yang seperti dia inginkan.

__ADS_1


Hal itu membuat bibirnya tak berhenti tersenyum.


"Sebentar lagi, sayang! Sebentar lagi! Aku akan membawa mu kembali ke sisi ku dan benar-benar tak akan aku lepaskan lagi! Cukup di masa lalu aku membiarkan takdir memisahkan kita, tidak lagi untuk kali ini!" janjinya.



Seorang pria tampan baru saja terlihat sedang membuka masker dan sarung tangan medisnya begitu melangkah keluar dari ruang operasi dengan diikuti beberapa dokter lainnya dari belakang.


Ternyata dia adalah Shin Mo Lan atau Shin Da Ming di mata orang lain.


Dia baru saja selesai melakukan tugas mengoperasi pasiennya dan segera menyerahkan sisanya kepada dokter yang lain sebab dia sudah menunggu waktu ini tiba.


Apa lagi kalau bukan kabar dari Yi Feng mengenai pencariannya atas sang istri, Rayan Mo.


"Terimakasih atas kerja samanya semua. Tolong tangani sisanya, karena aku masih memiliki urusan lain yang tak bisa di tunda." katanya ramah namun terkesan jauh dan berjarak membuat orang memiliki perasaan segan dan hormat padanya.


"Terimakasih kembali atas kerja samanya, Tuan Muda Shin. Anda bisa menyerahkan sisanya kepada kami. Tidak perlu khawatir." Shin Mo Lan menjawab dengan anggukan sebelum meninggalkan para dokter dan perawat disana, lalu melangkah menuju Yi Feng yang sudah menunggunya.


Beberapa langkah lebih dekat dengannya, Yi Feng segera menegakkan punggungnya dan menyapa sang bos. "Tuan Muda Shin!"


"Hm." dia berlalu tanpa mengurangi kecepatan langkah kakinya melewati Yi Feng yang segera mengikutinya begitu dia selangkah didepan.


"Kau mengabari ku soal hasil pencarian mu semalam. Bagaimana, sudah ada hasilnya?" tanya Shin Mo Lan sambil berjalan menuju ruang kerjanya di sisi lain gedung rumah sakit dan Yi Feng setia mengikuti dari belakang.


Yi Feng mengangguk meski tak terlihat oleh Shin Mo Lan. "Seperti yang anda inginkan, Tuan Muda Shin. Saya dan yang lain sudah menemukannya. Hanya saja, saya tidak tahu apakah itu adalah orang yang anda cari atau bukan. Pasalnya, wajahnya tidak mirip sama sekali dengan yang ada di lukisan milik anda." tuturnya yang sukses menghasilkan lirikan sekilas dari Shin Mo Lan walau tidak tepat sasaran.


"Begitu kah?"


"Benar, Tuan Muda Shin. Setibanya di ruangan anda, saya akan langsung memperlihatkannya pada anda."


Tak lama setelah itu, mereka pun tiba di kantor Shin Mo Lan yang nuansa klasiknya sama dengan nuansa rumah sakit di sepanjang jalan.


Menadahkan tangan kanannya seraya berkata. "Berikan padaku!"


Segera, tanpa penundaan Yi Feng menyerahkan iPad yang dibawanya kepada sang Bos sebelum kembali ke posisi berdiri tegaknya. Seperti biasa, bosnya selalu tahu apa yang dia ingin tahu, termasuk mengetahui kalau hasil pencariannya ada di iPad yang ia pegang.


Menerima iPad tersebut, Shin Mo Lan segera tenggelam dalam fokusnya meneliti hasil pencarian bawahannya. Sesekali dia mengangguk sebagai tanggapan dan di akhiri dengan senyuman manis yang belum pernah dilihat oleh Yi Feng hingga pria itu mengerjapkan matanya berulang kali guna memastikan kalau dia tidak salah melihat.


"Tadi itu... Tuan Muda Shin, tersenyum...?!" batinnya tak percaya.


"Bagus. Ini sudah benar meski belum terlalu rinci. Tapi, aku sudah cukup puas." jujurnya Shin Mo Lan alias Shin Da Ming.


"Tuan Muda... Anda yakin tidak salah?" pada akhirnya Yi Feng tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, walau setelahnya dia menyesali keberaniannya yang ceroboh.


Tapi, Shin Mo Lan tidak marah. Cukup paham mengapa bawahannya ragu, ini pasti mengarah pada salah satu lukisan di ruangan ini yang menampilkan sesosok gadis muda yang cantik dengan senyuman manja di bibirnya. Dia meliriknya sesaat sebelum kembali ke sosok wajah asli istrinya yang tertera dalam layar iPad.


"Kau tak perlu tahu ini salah atau tidak. Lakukan saja perintah ku. Kau mengerti?!" tekannya memutuskan keingintahuan Yi Feng dalam sekejap.


Meski masih bingung, Yi Feng tidak membantah lagi.


"Mengerti, Tuan Muda Shin. Maaf atas kelancangan saya." Yi Feng membungkuk menyesal.


Shin Mo Lan mengangguk santai, sama sekali tidak memasukkannya kedalam hati. "Bukan apa-apa. Aku hanya tidak senang memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan ini." katanya menyiratkan sesuatu yang pada awalnya tidak dipahami oleh Yi Feng.


Tapi, kemudian dia mengerti begitu membaca ekspresi wajah Tuan-nya yang seolah tertulis disana 'Ini wanitaku, aku tidak suka wanita ku jadi bahan perbincangan!'. Segera, tenggorokannya serasa dililit sesuatu. Alhasil...


"Maaf sekali lagi, Tuan Muda Shin. Kalau begitu saya undur diri dulu. Panggil saya bila anda membutuhkan sesuatu." pamitnya yang di angguki oleh Shin Mo Lan yang artinya dia tak akan menahan bawahannya untuk keluar dan memberinya waktu bersantai sambil menikmati hasil pencarian ditangannya saat ini.


Klek!


Kini ruangan itu hanya ada Shin Mo Lan seorang.


Mengusap bagian pipi pada gambar wajah Rayan-nya sambil menatap dengan penuh cinta. "Sebentar lagi kita akan berkumpul bersama. Kali ini kita akan benar-benar menjadi sebuah keluarga. Kau, aku, dan calon anak-anak kita kelak. Jadi, tunggulah aku menjemputmu, sayang." tuturnya manis semanis madu.


Bila kata-kata itu didengar oleh kaum hawa, seketika mereka akan menjadi lebih agresif. Bagaimana tidak, menemukan pria yang suka memanjakan wanitanya adalah hal yang langka. Semua wanita tentu menginginkan pria seperti itu didalam hidupnya.


Dan bila Rayan ada disana, dia pasti akan menyeret Shin Mo Lan pulang kemudian menguncinya bersamanya dan tak membiarkannya keluar sejengkal pun.


Dan dia tak akan membiarkan prianya diambil orang!


__ADS_1


sabar ya say. Thor usahakan biar trus up sebelum lanjut ke novel yang lain. mohon dukungannya cintaku semua...😘😘😘


__ADS_2