
Setibanya di lorong masuk menuju ruang kerja Shin Da Ming, secara kebetulan muncul Yi Feng dari arah berlawanan. Seketika matanya menangkap sosok mengerikan berlari aneh dari arah depan.
Dalam sekejap dia sempat berpikir itu zombi.
Sesaat itu dia terkejut sebelum matanya menyipit untuk memindai siapa gerangan perempuan kacau yang dengan beraninya menginjakkan kaki dilantai ini. Tepatnya, lantai yang hanya dikhususkan bagi ruang kerja Master Shin.
Detik berikutnya, konfirmasi muncul dibenaknya tentang perempuan mengerikan itu. Ternyata, dia adalah Jiang Wanwan. Perempuan yang tempo hari adu mulut dengannya.
"Mau apa penyihir itu kemari?!" gumam Yi Feng tidak senang, belum lagi saat melihat dibelakang Jiang Wanwan ada penjaga atau sekuriti rumah sakit berlari mengejarnya dan dia pun menangkap beberapa kalimat yang diucapkan.
Segera, secara sepintas di tahu apa yang sedang terjadi.
"NONA, BERHENTI! ANDA DILARANG MASUK! JANGAN MEMBUAT MARAH MASTER SHIN! NONA!"
Itu adalah teriakan sang penjaga yang geram mendapati orang tidak waras itu sulit di urus.
"NONA BERHENTI DISANA!" lanjutnya dengan nafas tersengal.
Tak satu suara pun yang digubris oleh perempuan kacau itu.
Melihatnya -Jiang Wanwan- hampir mencapai pintu ruang Bos-nya, Yi Feng tentu juga tak akan tinggal diam bila kedatangan perempuan itu hanya untuk mencari masalah dengan Bos-nya yang sedang berbahagia sudah berkumpul kembali bersama pujaan hatinya.
"Berhenti!" seru Yi Feng sambil menghalangi jalan Jiang Wanwan seraya merentangkan kedua tangannya tanda tak mengizinkan untuk lewat.
Kemunculan mendadak Jiang Wanwan yang sedari tadi ternyata tidak diperhatikannya, cukup mengejutkan Jiang Wanwan sendiri hingga dia menghentikan langkahnya secepat mungkin.
Jika dia sedikit saja tergelincir, sudah dipastikan tubuhnya akan menubruk tubuh tinggi Yi Feng.
Dia tentu tak mau itu sampai terjadi.
"Yi! Feng! Kau ini! Minggir! Jangan halangi aku untuk memberi pelajaran kepada ja*ang itu! Beraninya dia menggoda calon suami ku!" amuk Jiang Wanwan yang tak sadar kalau kata-katanya langsung membuat jijik orang yang mendengarnya.
Beruntung dilorong saat ini hanya ada mereka bertiga, bila ada lebih banyak orang lagi dipastikan kalau Jiang Wanwan akan lebih dari kehilangan muka.
"Dia benar-benar sudah gila!" tanpa diketahui kalau batin Yi Feng dan penjaga bergumam dengan kalimat yang sama.
"Hei! Sadarlah! Sudah berapa kali aku bilang! Tuan Muda Shin sudah membuang masa lalunya dan tak berniat untuk menariknya kembali. Jadi, berhentilah menjadi tidak tahu malu dengan beranggapan bahwa kau masih kekasih Bos ku! Kekasih Bos ku yang sesungguhnya sudah kembali!" pekik Yi Feng disetiap kata yang diucapkannya dalam balutan kekesalan saking tak tertahankannya.
Ini pertama kalinya, Yi Feng mengakui kalau ternyata mengurus perempuan yang cemburu buta dan tidak tahu malu lebih merepotkan daripada mengurus klien yang banyak maunya.
Seperti saat ini, kalau dia tidak ingat ada hukum di negeri ini. Dia sangat ingin mengarungi perempuan didepannya ini menggunakan plastik sampah dan membuangnya ke laut lepas lalu membiarkan dia menjadi makanan hiu.
"Berhenti membuat masalah! Enyah kau dari sini! Mengganggu saja!" umpat Yi Feng tanpa ampun dengan wajahnya yang merah padam saking emosinya dia.
__ADS_1
"Tidak mau! Minta Da Ming keluar dan menjelaskan padaku kalau perempuan itu bukan siapa-siapanya! Dan perempuan itu juga harus keluar! Aku menginginkan mereka keluar!" sekali lagi Jiang Wanwan mengamuk tak terkendali.
Tampaknya, Jiang Wanwan sudah lupa diri.
Amarah Yi Feng tersulut naik ke ubun-ubun. Baru saja akan membalas perkataan Jiang Wanwan, suara lain menginstruksi dari belakangnya. Dia pun lantas menoleh, bersamaan dengan Jiang Wanwan yang langsung menjatuhkan pandangannya kearah sosok gadis dewasa yang mungil hingga tingginya hanya sampai telinga Jiang Wanwan. Akan tetapi, wajahnya jelas memiliki paras lebih baik dari Jiang Wanwan sendiri.
Dari sini saja kebenciannya meningkat, belum lagi kalau dia menotalkan semua keluhannya. Dia lebih daripada benci kepada orang baru yang masuk dalam hidup prianya.
"Ada apa ribut-ribut disini? Apakah MOZHILLI tidak memiliki tempat lapang untuk membuat keributan? Lantai ini tidak untuk pengacau! Sekretaris Yi...!" ujar Rayan sebelum memanggil Yi Feng diakhir.
Kedua orang itu sudah sempat dikenalkan oleh Shin Mo Lan sebelumnya. Karena itu, sudah tidak lagi canggung.
"Saya, Nona!"
"Lakukan apapun untuk membawa Nona ini pergi dari sini. Bos mu dari tadi mengeluh, karena ketenangannya terganggu. Aku masih harus membujuknya agar suasana hatinya yang mendadak buruk, membaik kembali." terangnya santai sekali, seolah tak memandang perempuan yang termangu ditempatnya sambil menatapnya.
Kemudian, Rayan beralih ke Jiang Wanwan. Matanya menyipit jengkel.
Dipikirkannya...
Kenapa 'Jiang' lagi?!
Beberapa saat setibanya didalam ruangan, Suaminya sudah memberitahunya kalau ada seorang perempuan yang suka mengusik dan mendekatinya. Dia disebut sebagai mantan kekasih pemilik tubuh suaminya. Saat mendengar itu, Rayan tidak merasa bermasalah karena dia yang pernah menempati tubuh orang lain tahu resiko apa yang akan dimiliki saat suaminya harus mengalami hal yang sama.
Jiang Wanwan!
Marganya persis sama dengan dimasa lalu. Bahkan rupanya pun memiliki kemiripan begitu dia melihatnya. Jika di cerna lebih dalam. Jiang yang ini dan yang dulu harus menjadi sosok yang sama. Perbedaannya hanya yang sekarang sudah menginjak akhir 20an, sedang yang dulu masih sangat muda.
Tidak heran parasnya lebih dewasa.
Rayan segera merasa petualangannya untuk mulai bersantai dan hanya memikirkan akan memiliki anak setelah ini, ternyata belum berakhir. Masih ada halangan yang mengganggu didepannya dan minta untuk dibereskan segera.
Kalau sudah begini, kenapa tidak! Dia pasti juga tidak akan tinggal diam.
Mari selesaikan semuanya hingga ke akar-akarnya agar dia bisa bersantai dan hidup bahagia bersama suami dan anak-anaknya.
"Jadi, kau orangnya. Dasar tidak tahu malu! Bisa-bisanya kau mencoba merebut calon suamiku!" lagi, Jiang Wanwan mengamuk dengan gilanya.
Kerutan diantara alis Rayan semakin kuat, dia tak menyangka dua orang yang memiliki marga dan paras yang sama ternyata masih memiliki perbedaan selain cintanya yang sama juga...
Yaitu karena, yang ini lebih menjengkelkan.
Rayan mengibaskan rambutnya dengan gerakan centil namun tidak terkesan menggoda. Sebab, saat ini ia sedang serius. Ada sedikit keangkuhan dalam sikapnya
__ADS_1
Yi Feng di samping melihat itu dibuat mengedipkan matanya agak kaget. Dia tak berpikir kalau kekasih Tuannya ternyata tangguh juga meski memiliki sosok yang terlihat lembut dan lemah.
Yi Feng sampai membatin kagum. "Penampilannya benar-benar menipu! Tidak heran sampai saat ini Bos tidak keluar juga. Sepertinya, Bos tahu kalau Nona Rayan mampu mengalahkan rivalnya. Hmm. Kenapa rasanya ada yang salah, ya?! Ini seperti, seorang pria yang mencari perlindungan dari wanitanya? Ini agak..." dia tak sanggup melanjutkan pemikirannya.
"Jadi, kau yang bernama Jiang Wanwan?" menatap Jiang Wanwan dari atas ke bawah seolah sedang mengamati lawan.
Hati Rayan mendengus jengkel. "Betapa miripnya!"
Lanjutnya. "Bagus. Tidak heran Shin Mo... Ehm?! Shin Da Ming menganggap mu pengganggu. Kau memang sangat mengganggu." hampir saja Rayan salah menyebutkan nama Shin Mo Lan yang selama di kehidupan keduanya ini sudah memegang nama Shin Da Ming. Tapi, untungnya dia cepat mengoreksinya atau perempuan didepannya ini akan mengambil celah untuk melawannya.
"Apa!! ..." kata yang keluar dari mulut Jiang Wanwan karena marah dikatai oleh Rayan tanpa merasa bersalah disela habis-habisan.
"Tolong, bermartabat lah sedikit. Sebagai seorang perempuan dari keluarga terpandang, tidak baik mengemis cinta dari pria yang sudah jelas tidak akan membalas cintamu itu. Kau sadar tidak seperti apa keadaan mu saat ini..." nadanya penuh penghinaan. "Menyedihkan, menggelikan, memalukan, dan menjijikkan!"
Mata Jiang Wanwan mau keluar rasanya begitu mendengar kata demi kata penghinaan dari Rayan. Bahkan dua pria yang menonton juga dibuat tertegun kaget dengan keberanian Rayan.
Dia ingin kembali memaki, tapi Rayan masih lebih dulu menyela seraya mengangkat salah satu tangannya sebagai isyarat agar lawannya jangan menyelanya dan tetap mendengarkan saat tahu kalau lawannya hendak angkat suara.
"Kau itu sakit! Kau tahu?! Pergilah untuk memeriksanya agar kau tahu apa yang salah dengan otakmu hingga kau tidak sadar kalau semua kelakuan tak tahu malumu itu sudah menjadi bulan-bulanan masyarakat negeri ini. Tidak ada yang tidak tahu siapa kau dulu bagi Da Ming dan tidak ada yang tidak tahu siapa kau sekarang baginya! Tentu, aku tidak perlu menjelaskan lebih jauh apa yang mereka ketahui 'kan?" jelas Rayan tanpa menahan diri.
Jiang Wanwan bak jatuh tertimpa tangga, belum lagi disambar petir di siang bolong. Rasanya tak terjabarkan lagi, ini terlalu mengena jiwanya.
Baru kemudian Jiang Wanwan terdiam dalam keadaan syok dengan pikiran berputar seputar fakta tersebut. Itu karena dia jelas tahu, namun selama ini memilih abai. Belum lagi tidak ada yang mengungkitnya sehingga dia benar-benar menganggap dirinya benar. Sekarang, setelah Rayan menghantamnya tanpa ampun dia langsung jadi linglung.
Yi Feng sampai menggelengkan kepalanya kasihan tapi juga tidak kasihan. Melihat Jiang Wanwan membatu ditempat membuat Yi Feng ingin memberikan apresiasinya kepada kekasih Bos-nya ini. Tidak terpikirkan olehnya kalau cara ini bisa membungkam perempuan yang terobsesi pada Bos-nya itu dalam sekali serang.
Sekali lagi dia membatin. "Kalau mencari perlindungan dari perempuan seperti ini... Kurasa tidak ada salahnya." pendapatnya segera berubah haluan.
Pembalikan ini tak berlangsung lama, begitu Rayan selesai dengan serangannya dia langsung memberikan Jiang Wanwan tatapan muak dan jijik sebelum berbalik pergi untuk kembali masuk kedalam ruang kerja suaminya.
Tak lupa dia sempat memerintahkan Yi Feng untuk mengurus sisanya.
"Beraninya kau menginginkan suamiku. Kau pikir aku sudah mati apa! Lagipula, matipun aku tak akan membiarkan suamiku dimiliki oleh perempuan seperti mu. Cih!" gumam Rayan pada dirinya sendiri sambil berjalan masuk.
Sisanya, Yi Feng ambil alih.
Entah bagaimana cara pria itu mengeluarkan Jiang Wanwan. Yang pasti, ketika Jiang Wanwan sadar kembali dia sudah berada di halaman luar rumah sakit.
Mengetahui itu, dia berteriak kesal sekencangnya sampai mengejutkan orang-orang yang lalu-lalang dan bahkan burung-burung pun ikut tersentak kaget sampai ada yang hampir jatuh.
selamat pagi... selamat menjalankan ibadah puasa di hari ke 9 ini. semoga puasa kita berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT. aamiin.
__ADS_1