3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
AKSI DI PINGGIRAN KOTA 2


__ADS_3

Fyuuuhhh...


Angin berhembus menerbangkan butiran-butiran pasir halus dari tanah yang membuat adegan di tanah lapang itu kian menegangkan. Dimana kedua kubu berdiri saling berhadapan dengan kesiapan masing-masing.


Atau lebih tepatnya, kubu 3Ry -terkhusus Reychu- dengan seringai gilanya dan kubu Bo Kang dengan kecemasan yang berusaha ditutup-tutupi.


Bo Kang cemas lantaran melihat betapa siapnya 3Ry dalam menghadapi dia dan anak buahnya. Sama sekali tidak terlihat seperti wanita biasa yang hanya bisa berlindung di belakang suami hebat mereka. Hal ini membuat Bo Kang merutuki kebodohannya yang tidak mencari lebih dalam data diri targetnya. Dia hanya mencari bagian kecil dari targetnya seperti foto dan nama. Latar belakang? Nihil.


Hanya karena Ryura bukan perempuan yang terkenal, Bo Kang langsung berasumsi bahwa dia hanyalah perempuan biasa. Tapi, bila melihat situasi saat ini. Dia tidak bisa dikatakan bos lagi bila tidak menyadari ada yang aneh.


Jangankan Bo Kang dan anak buahnya, para bodyguard saja juga ikut tercengang. Sebab, sebelum keluar dari mobil tadi. Rayan sudah memberitahu mereka kalau tugas mereka hanya diam menonton saja dan dilarang ikut campur apalagi mengganggu.


Hal ini membuat keringat dingin membasahi pakaian mereka saking ketar-ketirnya para bodyguard memikirkan kesejahteraan mereka sendiri bila gagal melindungi Nyonya majikannya.


Tapi, apalah daya bila disisi lain mereka juga tak bisa membantah perintah Nyonya majikan.


Huuuhhh... Tugas yang berat. Begitulah isi hati para bodyguard.


Setelah hening beberapa saat, Reychu maju lebih dulu dan berkata dengan suara lantang. "KALIAN, PARA PENGUNTIT! TIDAK PUNYA PEKERJAAN LAIN SELAIN MENGUNTIT ORANG, YA!"


Kening Bo Kang berkerut tajam, dia merasa tersinggung meski semua itu benar adanya.


"Aku tahu, kalian pasti iri kan dengan status baru kami. Tapi, sepertinya kalian harus lebih sadar diri. Kalian ini kan pria, bagaimana mungkin kalian berpikir untuk menjadi 'Three Noble Consorts' sampai mencoba melakukan hal buruk pada kami yang lemah ini. Kalian harus malu dengan ulat bulu kalian. Ulat bulu kok makan Ulat bulu!"


Semua laki-laki yang ada disana terhenyak mendengarnya. Mulut tajam Reychu mulai bergerak.


"OMONG KOSONG APA YANG KAU KATAKAN!" pekik Bo Kang usai sadar dari syoknya saat menerima kalimat mematikan itu.


"Kalau bukan itu, lalu apa? Kalian mengikuti kami sampai disini dan masih berani menampakkan diri meski sudah ketahuan. Bukankah itu karena kalian tidak bisa menahan rasa iri hati dan cemburu kalian?! Hei, sadarlah kalian ini laki-laki!" apa saja keluar dari mulut Reychu tanpa dipikir. Membuat yang mendengar paham-paham tidak.


"Tutup mulut bau mu itu, si*lan! Kami disini bukan untuk mu!" sergah Bo Kang makin marah mendengar semua omong kosong yang Reychu yang membuat harga dirinya jatuh sebagai pria tulen.


Reychu juga, meski dia sudah diberitahu Ryura kalau tujuan orang-orang ini adalah Ryura. Mulutnya yang gatal bila tidak membuat marah orang itu tetap tidak bisa diam.


"Ooohh... Bukan kami ternyata! Lalu, siapa?" Bo Kang tidak menjawab pertanyaan Reychu meski ekor matanya mengarah ke target yang sebenarnya.


"Bukan urusanmu!"


"Kalau begitu, kau hanya bisa menghadapi ku dulu. Mari bermain sedikit. Tidak baik kalau datang pada kami tanpa buah tangan. Tapi, melihat kalian tidak bawa buah tangan, diganti dengan tubuh kalian juga tidak apa-apa. Hehehe..." lagi, mulut Reychu mengeluarkan segala kosakata mematikan.


Jika, para pria disana tidak melihat dimana mereka saat ini, sudah pasti akan salah paham .


"Mulut wanita ini, benar-benar...!" dalam hati Bo Kang dan acak buahnya sampai tak bisa berkata-kata saking baru kali ini bertemu perempuan yang mulutnya tajam sekali.


Lalu, Reychu mengangkat dua jarinya dan digerakkan dengan gerakan mengundang lawan untuk maju menghadapi dirinya.


"Majulah lebih dulu. Aku akan melayani dengan baik. Hehehe..." tawa diantara seringainya berhasil membuat merinding yang mendengarnya.

__ADS_1


Bo Kang diam seraya memindai 3Ry dan menimbang-nimbang apakah akan maju atau tidak. Tapi, jika dia tidak maju itu sama saja menjatuhkan harga dirinya sebagai ketua Gangster. Lagipula, bisa jadi kemampuan 3Ry tidak sehebat itu sehingga dia tidak perlu merasa cemas berlebihan.


Setelah memikirkannya, kepercayaan diri Bo Kang kembali bercampur marah karena masih tak terima dengan semua ucapan Reychu pada mereka. Dengan suara rendah yang hanya didengar oleh anak buahnya, dia berkata.


"Jangan takut. Salah satu dari kalian hubungi yang lain. Sisanya ikut aku untuk melawan mereka. Melihat dari sikap para bodyguard itu..." menatap sekilas para bodyguard 3Ry yang hanya bisa diam ditempat. "Seharusnya mereka tidak diizinkan untuk membantu. Ini kesempatan kita. Tidak perlu takut. Kita ini lelaki dan lebih besar dari 3 wanita itu yang fisiknya mungil-mungil semua." lanjutnya.


"Baik, Bos!" ketiga anak buahnya serempak menjawab.


Ini yang disebut murni meremehkan. Hanya karena fisik lebih kecil menandakan kekuatannya lebih lemah. Huh! Sangat meremehkan!


Jika, Reychu mendengarnya, dia sudah pasti akan tertawa terbahak-bahak sampai sulit berhenti saking merasa betapa lucunya perkataan lawannya itu.


Bo Kang dan dua anak buahnya melangkah maju dengan percaya diri. Bila dilihat dari ukuran tubuh kubu Bo Kang dan kubu 3Ry, sudah pasti 3Ry kalah. Tapi, terlepas dari itu. Pengalaman hidup akan membuktikan siapa yang akan menang.


Saat Bo Kang dan dua anak buahnya mendekat suara Ryura menyela.


"Kau berhadapan dengan ku." tandasnya dengan mata menatap datar Bo Kang. Membuat yang ditatap segera menatap balik seraya mengangkat alisnya.


Sedikit tidak menyangka kalau dia dipilih langsung oleh targetnya.


Menatap bola mata kosong itu justru malah membuat Bo Kang merasakan sebuah peringatan dari dalam dirinya untuknya. Itu seperti mengatakan bahwa wanita berambut panjang lurus yang polos tanpa hiasan itu mengetahui siapa dirinya. Tapi, Bo Kang menepis pemikiran itu. Karena, jelas itu tidak mungkin. Dari awal sampai saat ini tidak ada tercetus dari mulutnya siapa yang memerintahkan dirinya dan pada siapa perintah itu dituju. Jadi, bagaimana mungkin targetnya tahu siapa dia.


"Apa? Yaaaahhh... Ryuu... Jangan kurangi jatahku..." rengek Reychu tak terima saat lawannya berkurang satu. Rayan yang mendengarnya memutar bola matanya jengah seraya mendengus malas. Lalu, kakinya bergerak menendang krikil yang ada dibawah sepatunya kearah Reychu yang meluncur dengan tepat sasaran.


Yaitu, di bokong Reychu.


Puk!


Menerima timpukan tersebut membuat Reychu refleks menyentuh bokongnya dan menoleh kearah Rayan dengan mata menyipit sarat akan tuduhan.


"Aku! Kenapa?" aku Rayan dengan menantang seperti musuh yang ingin mengibarkan bendera perangnya.


"Iri?! Bilang, Bos!" celetuk Reychu yang sukses membuat Rayan siap untuk mengubur sahabatnya itu tepat dibawah kakinya.


"Si*lan kau!" umpat Rayan.


Kedua sahabat itu selalu seperti kucing dan tikus.


"Kau akan mendapatkannya lagi nanti." perkataan Ryura yang tatapannya tak lepas dari Bo Kang membuat Reychu bahagia seketika mendengarnya, sedang Bo Kang sendiri merasa kian aneh luar biasa.


Perkataan Ryura barusan, mengapa kesannya seperti dia tahu apa yang ingin dilakukannya? Ini membuat Bo Kang sedikit bergidik ngeri.


Targetnya ini benar-benar penuh misteri.


"Baik! Tunggu apa lagi!" setelah berkata begitu, Reychu tanpa aba-aba langsung berlari kearah dua anak buah Bo Kang yang masih diam dan justru terkejut dengan gerakan cepat Reychu yang menyerang mereka tanpa peringatan.


Bahkan Bo Kang sendiri terkejut dibuatnya hingga dia terlambat bergerak dan malah melihat dua anak buahnya di tendang jatuh terjengkang dengan tidak elitnya.

__ADS_1


Wush!


Bugh! Bugh!


Brugh! Brugh!


Mata Bo Kang melotot melihat kekuatan Reychu yang sekali tendang langsung berhasil menjatuhkan anak buahnya yang lebih besar dari Reychu.


"Bagaimana mungkin?!" batinnya tak percaya dengan yang dilihatnya.


Jangankan dia, para bodyguard saja kembali tercengang untuk kesekian kalinya. Sekaligus takjub dengan kemampuan bertarung Nyonya majikannya. Sedikit banyaknya mereka tahu, apa yang membuat Tuan mereka memilih 3Ry menjadi pasangan mereka. Pasti karena 3Ry bukan sembarang perempuan.


"Hei! Begitu saja?! Astaga! Aku bahkan belum benar-benar menendang kalian. Sepertinya itu karena aku belum benar-benar pulih setelah koma. Huh! Begini saja sudah pegal-pegal. Cih! Apa-apaan?!" dan Reychu masih sempat menggerutu tentang kondisi tubuhnya yang dirasa kurang tangguh sambil melakukan gerakan-gerakan peregangan.


Seketika amarah dihati Bo Kang mencuat. Dia tidak terima, ini sama saja menjatuhkan harga dirinya sebagai ketua Gangster. Bo Kang tidak senang pastinya. Maka dari itu, dia segera berteriak pada anak buahnya untuk segera bangkit dan jangan mau kalah dengan Reychu.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! SERANG BALIK!"


Tidak ingin Bos mereka menjadi lebih marah, keduanya pun segera bangkit dan langsung menyerang Reychu. Tentu saja, Reychu yang mendapatkan serangan menjadi bersemangat 45. Dia tidak akan menolak tawaran bermain dari lawannya.


Segera, perkelahian pun terjadi.


2 vs 1.


Orang pertama ingin melayangkan pukulan ke wajah Reychu dan orang kedua ingin menendang perutnya seperti yang dilakukan Reychu tadi pada keduanya tadi dan Reychu menerimanya.


Bugh! Bugh!


Dua bogem mentah didapatkan Reychu secara suka rela hingga bibirnya berdarah dan perutnya sedikit nyeri. Tapi, jangan pikir karena Reychu tidak bisa menghindar. Itu dikarenakan Reychu menginginkan permainan yang seru. Jika, hanya dia yang jago rasanya kasihan lawannya tidak sempat berbangga diri.


Benar saja, ada kepuasan di wajah lawannya saat berhasil melukai balik tubuh Reychu tanpa tahu kalau itu adalah kepuasan yang sia-sia. Sebab Reychu hanya sedang bermain.


Itu sudah menjadi ulah konyol Reychu yang di sambut dengan dengusan oleh Rayan yang menontonnya.


"Cari masalah saja. Dia pikir siapa yang kena imbasnya nanti?! Gila!" gerutu Rayan, sebab dia sempat melihat wajah syok dua bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga Reychu saat melihat Reychu mengorbankan dirinya untuk disakiti.


Bodyguard itu terlihat ingin maju, tapi tahu bahwa mereka sudah diperintah untuk tidak boleh ikut campur. Maka, jadilah ketar-ketir hati dia bodyguard itu.


Dia menduga para bodyguard pasti berpikir kalau mereka gagal menjaga majikannya, padahal majikannya sendiri yang kelewat gila.


Reychu yang bertindak sesuka hatinya malah sedang menjilati darah disudut bibirnya dengan seringai yang jelas. Matanya menyorot dengan penuh kegilaan yang haus darah.


"Ini lezat! Ayo, kita lakukan yang lebih seru lagi! HAHAHAHA!"


Tawa menggelegar Reychu benar-benar menakutkan bagi mereka yang belum pernah mendengarnya. Kegilaan yang mengkhawatirkan dalam suara tawanya terdengar jelas. Membuat lawan merasa terancam tanpa tanda.


Tapi, mereka hanya bisa melawan saat Reychu bergerak maju tanpa ragu.

__ADS_1



__ADS_2