3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KELUARGA KERAJAAN DARI UTARA


__ADS_3

Rombongan dari Utara itu akhirnya tiba juga di Ibukota Lan-gang. Tepat saat mereka memasuki gerbang Ibukota, seperti sudah cukup mengenali dan sudah terbiasa, dengan sendirinya masyarakat Ibukota Lan-gang menepi dan memberi hormat pada rombongan dari Utara tersebut seraya memberi mereka jalan sebagaimana yang selalu mereka lakukan tiap sekali dalam setahun.


Hanya tepat saat festival perang di adakan.


Rombongan terus melaju. Tak ada yang bisa terlihat dari dalam. Tirai kereta selalu tertutup rapat yang membuat orang bertanya-tanya siapa saja yang berada didalamnya. Tapi, masyarakat Ibukota Lan-gang selama beberapa tahun terakhir sudah tidak terlalu merasa penasaran dengan orang yang berada didalamnya. Karena, akhirnya mereka juga dapat melihat siapapun dari rombongan tersebut saat festival nanti.


Reychu, Rayan, dan yang lainnya kecuali Duan Xi ternyata ada disana menyaksikan rombongan dari Utara itu melintas.


"Ya ampun, itu kereta kuda? Besar dan mewah sekali... Sangat indah!" terpukau Rayan melihatnya.


Sebagai manusia dari masa depan, meskipun sudah sering melihat yang lebih mewah, modern, dan canggih. Tetap saja, apalagi bila itu menyangkut dengan sejarah. Kereta kuda di depan matanya ini bisa tak terhitung harganya bila di jual di masa depan.


"Ckckck! Apa mereka tidak takut di rampok? Itu terlihat mahal." timpal Reychu ikut terpukau, tapi tidak terlalu peduli. Ia bahkan bisa melihatnya sambil bersedekap dada, berbeda dengan Rayan dan lainnya yang segera bergerak menunduk hormat sebagai bentuk salam mereka.


"Cih! Rey! Menunduk!" desak Rayan bukan karena takut, melainkan hanya mengikuti budaya jaman dulu. Tidak buruk menurut Rayan. Bagaimanapun tidak sopan menurutnya kalau bersikap lancang seperti halnya Reychu dan Ryura, mengingat ini bukan di jaman modern. Walaupun Rayan tahu kedua sahabatnya punya cara pandang masing-masing.


Seperti Reychu, yang tak mau repot-repot menunduk untuk orang tak dikenal. Maka, Ryura lebih kepada tak peduli dan acuh tak acuh.


"Tidak. Memangnya siapa dia, sampai aku harus menunduk. Huh!" nyinyir Reychu, segera setelahnya ia memalingkan wajahnya tanda menolak.


Tak ada yang menyadari bahwa disaat bersamaan tirai penutup jendela kereta kuda dari rombongan bangsawan Utara itu terbuka lantaran tertiup angin. Saat itu juga, salah satu pria didalamnya menjatuhkan tatapannya ke sosok Reychu yang memalingkan wajahnya dengan ekspresi tak peduli.


Wajah pria itu datar, namun tatapan matanya sulit diartikan. Terlalu dalam dan kelam.



Setelah menempuh perjalanan jauh nan panjang, rombongan dari utara pun akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Yaitu, Istana Kerajaan Langit tempat dimana penguasa tertinggi dari Kekaisaran Tenggara berada.


Sambutan pun tak kalah meriah daripada sebelumnya saat melewati jalanan ibukota. Bedanya, kali ini para bangsawan dan petinggi kerajaan yang menyambut kedatangan mereka.


Satu persatu para rombongan turun.


Dimulai dari para prajurit yang mengawal junjungan mereka depan dan belakang, lalu bergerak bersiap untuk membantu tuannya turun dari kereta.


Penumpang di dua gerbong kereta dari tiga yang berukuran sedang perlahan turun secara bergiliran, begitu juga dengan penumpang dari gerbong utama.


Dua gerbong berukuran sedang berisikan para perempuan masing-masing 4 orang. Dua diantaranya berambut merah. Mereka memakai hanfu mewah menunjukkan posisinya di Kekaisaran Utara.


Kedelapan perempuan yang turun, semuanya berparas cantik dan muda. Tapi, memiliki aura yang berbeda.


Kelima pemuda yang juga turun dari kereta memiliki auranya masing-masing. Saat ini mereka bahkan tampak berbeda jauh dari kehangatan ketika berada dalam kereta sebelumnya.


Tiga pemuda diantaranya juga berambut merah dan dua sisanya berambut hitam dan putih keperakan yang langka.


Mari kita kenalan dengan mereka satu persatu secara singkat...


Dimulai dari perempuan berambut hitam disanggul indah dengan hiasan kepala megah, dia membawa kipas ditangannya. Senyumnya indah, namun terlihat angkuh.


Dia adalah Wen Shiming. Putri Jenderal besar Wen Jiming sekaligus istri sah Pangeran ketiga.


Selanjutnya, perempuan berambut cokelat kehitaman yang juga disanggul indah namun tidak memakai hiasan terlalu megah selain hanfunya yang lumayan mencolok seperti Istri sah Pangeran ketiga. Dia memiliki senyum tipis yang manis karena lesung pipinya, namun kedalaman matanya misterius. Cenderung sulit ditebak dan terkesan licik, tapi juga lemah lembut.


Dia adalah Lim Qian Fei. Putri Penasihat kepercayaan Kaisar, Lim Qian Ju sekaligus tunangan Pangeran Kedua.


Lalu, ada perempuan berambut putih keperakan yang di sanggul indah nan elegan dan tidak berlebihan sama sekali. Dia pendiam, namun tajam. Tidak mudah dekat dengan sembarang orang, termasuk dengan kerabatnya.

__ADS_1


Dia adalah Ye Xiao Nan. Sepupu Pangeran Keempat dari pihak ibu.


Ada juga perempuan berambut hitam yang umum. Di sanggul sebagaimana biasanya gadis-gadis jaman dulu berdandan. Riasan wajahnya sedikit lebih tebal dari yang lain. Sikapnya lemah lembut manja yang terkesan rapuh membuat siapapun seperti memiliki keinginan untuk melindunginya.


Dia bernama Wei Yan Jia. Putri Perdana Menteri Kerajaan Es dari Kekaisaran Utara.


Kemudian lagi, ada perempuan yang memiliki daya tarik tersendiri. Sedikit aneh karena suka hanyut dalam dunianya sendiri dan suka melakukan hal-hal sesuka hatinya. Setidaknya, gadis itu cukup tahu diri untuk tidak membuat malu orang-orang terdekatnya saat dia ada diantara mereka.


Dia bernama Shin Mo Yue. Putri Master Alchemist Shin dari Akademi Zhilli Kekaisaran Utara.


Dan lagi, ada perempuan berambut hitam lainnya yang ramah dan elegan dengan aura kebangsawanannya yang kental. Memiliki suara yang lembut hingga dapat menarik perhatian kaum Adam. Akan tetapi, dia terkenal ambisius dan egois.


Dia adalah Lu Xiu Chi. Keponakan Kaisar Agung Bai dari pihak ibu.


Kemudian, ada perempuan berambut merah yang bagian atasnya di sanggul sebagian dan sisanya di biarkan tergerai. Tidak terlalu mencolok namun hiasan yang dipakai cukup bernilai tinggi harganya. Dia masih terlihat kekanak-kanakan dan sembrono. Terlihat sekali kalau dia selalu di manja.


Dia adalah Bai Ning Wei. Putri bungsu Kaisar Agung Bai dari Kerajaan Es, Kekaisaran Utara.


Ada juga, satu lagi perempuan yang memiliki rambut merah. Rambutnya diikat sederhana namun elegan. Gadis itu memiliki pembawaan yang anggun dan terjaga. Tampak sekali kalau ia sangat menjunjung tinggi tata Krama dan perilaku yang ia pelajari hingga membuatnya seperti itu.


Dia bernama Bai Ning Xia. Putri keenam Kaisar Agung Bai Kerajaan Es, Kekaisaran Utara.


Kedelapan perempuan itu memiliki ikatan pertemanan yang tidak kuat, tapi tidak juga longgar. Cukup baik sekiranya.


Bai Ning Xia berteman baik dengan Ye Xiao Nan sebagai sepupu dari kakak Pangeran Keempat-nya. Jadi, dia mengajaknya untuk membawanya keluar dari lingkungan Sekte tempat dimana Keluarga Ye tinggal agar dapat melihat dunia luar.


Dia juga membawa Shin Mo Yue bersama mereka. Tapi, sebelumnya saat Bai Ning Xia terlambat memberitahu Shin Mo Yue atas undangannya, gadis itu sudah lebih dulu menyerbunya agar ikut di ajak.


Wen Shiming jelas akan ikut kemanapun suaminya pergi. Dia sangat paham akan karakter sang suami yang suka tebar pesona membuatnya waspada.


Maka, kehadiran Lu Xiu Chi dan Wei Yan Jia adalah karena ajakan Bai Ning Wei.


Disisi para lelaki, ada bocah laki-laki yang seumuran dengan Putri bungsu Bai. Hanya saja mereka terlahir dari ibu yang berbeda. Tapi, karena bocah 10 tahun itu terlahir sebagai laki-laki maka posisinya berada diatas sang kakak bungsu. Bocah itu energik dan penuh semangat, dia memiliki kebebasan dalam bertingkah laku. Karena, tak hanya orang tua, seluruh kakaknya pun membiarkannya berbuat semaunya.


Tapi, meskipun begitu. Sejauh ini dia tak pernah mengecewakan. Bocah berambut hitam itu bernama Bai Yi Wang.


Dilanjutkan dengan pemuda berambut putih keperakan dengan hanfu putih bersihnya. Dia hangat kala bersama keluarganya, namun memancarkan kedinginan bila berada di luar. Suka kebersihan berlebih atau bahasa modernnya, dia itu memiliki OCD akut. Terutama kepada perempuan, bahkan ibu dan adik perempuannya saja dilarang menyentuhnya. Karena, kalau dia sudah mengamuk aura kebangsawanannya hilang.


Dia bernama Bai Lin Wang. Putra keempat Kaisar Agung Bai.


Selanjutnya, ada pemuda berambut merah. Secara keseluruhan penampilannya tidak jauh berbeda dengan saudaranya yang lain, hanya warna hanfunya yang berbeda. Ia memakai warna abu-abu gelap terang dengan bordiran indah nan rumit serta halus di bagian bawahnya yang lebar. Dia memiliki kipas ditangannya yang bukan sembarang kipas. Sangat murah senyum hingga terkesan tebar pesona, juga lebih ramah dari yang lain.


Namanya Bai Minwang. Putra ketiga Kaisar Agung Bai sekaligus suami Wen Shiming.


Setelahnya ada juga pemuda berambut merah lain yang berkepribadian dingin dan tak tersentuh. Namun, hangat saat bersama keluarganya. Dia pernah ingin dijodohkan, tapi menolak karena ingin menemukan pasangannya sendiri.


Dia bernama Bai Fuwang. Putra kedua Kaisar Agung Bai.


Dan yang terakhir sebagai penutupnya adalah seorang pemuda yang lebih tua dari lainnya. Dia juga lebih dingin dari adiknya, berpendirian teguh dan selalu punya jalan pikirannya sendiri. Ia juga berkepribadian liar dan sulit dikendalikan. Bahkan orang tuanya tak jarang menyerah dengan kelakuan putra pertama mereka. Dia juga gagah dan tampan luar biasa, tapi ekspresinya cenderung malas. Meski begitu ia tetap mempesona.


Tak ada perempuan yang tidak berkhayal untuk bisa terpilih menjadi Permaisuri sang Putra Mahkota yang kini menjadi Kaisar Agung Bai generasi berikutnya setelah beberapa bulan lalu ia naik tahta.


Yang kurang darinya hanya pendamping hidup.


Dia bernama Bai Gikwang. Sang anak pertama, kakak laki-laki dari keenam adiknya yang terlahir dari ibu yang berbeda.

__ADS_1


Bai Gikwang dan Bai Fuwang adalah saudara sekandung dari Permaisuri.


Bai Minwang adalah anak tunggal dari Selir Agung.


Bai Lin Wang, Bai Yi Wang, dan Bai Ning Xia adalah saudara sekandung dari Selir Kehormatan.


Bai Ning Wei adalah putri tunggal dari Selir Tingkat Tinggi.


Meskipun mereka tidak lahir dari rahim yang sama, ketujuh bersaudara itu sangat akur satu sama lain.


Semua yang datang dari Kekaisaran Utara adalah perwakilan untuk memenuhi undangan yang di berikan oleh Kaisar Agung Kerajaan Langit.



"SALAM YANG MULIA KAISAR AGUNG BAI! SELAMAT DATANG DI KERAJAAN LANGIT, KEKAISARAN TENGGARA!"


Sambut seluruh yang hadir dari Kerajaan Langit untuk menyambut tamu mereka, termasuk Kaisar Agung Kekaisaran Tenggara yang ada di sana.


"Salam dan terima kasih atas undangannya! Kami datang untuk memenuhi undangan Yang Mulia Kaisar Agung Qin dari Kerajaan Langit di Kekaisaran Tenggara!" balas Kaisar Agung Bai Gikwang untuk menerima sambutan mereka tak lupa dengan auranya yang dingin dan malas.


Beruntungnya, itu bukan lagi rahasia umum sehingga Kaisar Agung Qin Shu Wan tidak sampai tersinggung oleh perilaku pemuda didepannya ini.


"Tidak perlu terlalu formal. Anda sudah pernah kesini di festival sebelumnya. Meski belum menduduki tahta." katanya santai dan mencoba mendekatkan diri dengan pemuda tampan itu. Karena, siapapun jelas tentang itu yang mana Kaisar Agung Bai sebelumnya lebih mudah di dekati daripada putranya ini.


"Oh ya. Maaf atas keterlambatan ini. Saya ingin mengucapkan selamat atas kenaikan anda menjadi penerus tahta selanjutnya." lanjutnya.


"Hm. Terimakasih. Itu bukan apa-apa." balas Bai Gikwang tak tertarik.


Meski diam, sebenarnya dia sedang mencari sesuatu yang dapat menarik minatnya. Pasalnya, selama beberapa hari perjalanan menuju Kerajaan Langit dia tak banyak melakukan apapun dan itu membuatnya bosan. Terlebih dengan lancarnya perjalanan tanpa ada pengganggu membuat jiwa liarnya meronta-ronta.


Kini mereka semua di antar menuju tempat yang sudah disediakan oleh pihak istana untuk menjadi tempat mereka beristirahat.


Di tengah-tengah perjalanan, Bai Gikwang berseru ringan dengan nada rendahnya. "Zi Xian belum tiba?" tanyanya pada salah satu pengawal yang ternyata adalah orang kepercayaannya.


Dia menyelip ditengah-tengah prajurit yang mengawal.


"Menjawab Yang Mulia. Beliau berkata sebelumnya bahwa akan datang di hari festival perang dimulai. Tepat saat kompetisi hidup dan mati di selenggarakan." jawabnya.


Mendengar itu Bai Gikwang hanya berdeham, kemudian tak lagi berbicara dan hanya membiarkan orang kepercayaannya mengikuti dari belakang.


Begitu mereka tiba, kata istirahat adalah kegiatan selanjutnya. Bagaimanapun perjalanan jauh juga cukup melelahkan. Meski bagi kultivator tingkat tinggi itu tidak berguna, mereka memilih tetap beristirahat karena tak memiliki kegiatan lain di negeri orang ini. Apalagi, tidak semuanya adalah kultivator hebat.



gimna2. Thor dh up nih.


doakan ya, Thor bisa crazy up selama puasa.πŸ™πŸ™πŸ™


juga. Thor ingin mengucapkan permintaan maaf kalo2 ada kesalahan yang Thor lakuin yang buat para pembaca tidak senang. Dan Thor juga mo ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1442 bagi pembaca muslim/muslimah.


semoga puasa kita bersama dapat kita lalui dengan lancar dan baik. tak hanya sekedar puasa tapi semoga kita bisa memperbaiki diri dan memperbanyak pahala di bulan Ramadhan ini.


semoga juga, setiap langkah yang kita lalui di bulan ini selalu di ridhoi dan di rahmati oleh Allah SWT.


Aamiiiinn...

__ADS_1


pay-pay πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2