3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
LAGI


__ADS_3

Mentari pagi menyambut hari baru untuk pengantin baru.


Dalam sebuah kamar yang masih tertutup rapat. Dibalik kelambu tipis peraduan yang tergerai menutup sekelilingnya, didalamnya terdapat dua insan yang masih saling bergelung dibawah selimut sambil berpelukan erat seolah tak bisa dilepaskan.


Bahu mulus milik seorang wanita yang tidur menyamping menghadap ke dada bidang pria yang tidur terlentang dengan tangan sang wanita melingkari pinggang sixpack prianya dan lengan kekar sang pria yang dijadikan bantal kepala bagi sang wanita.


Aroma cinta masih terasa menyelubungi seluruh ruangan.


Diantara keduanya, sang pria yang tidak lain adalah suami si wanita pun terbangun lebih dulu. Begitu kelopak matanya terbuka, hal pertama yang dilihatnya adalah puncak kepala wanitanya. Benar, gadisnya kini sudah berganti menjadi wanitanya sejak semalam.


Ia tersenyum ketika memori ingatannya kembali ke hari kemarin dan tadi malam. Kebahagiaan kembali membuncah di dalam hatinya. Karenanya, di peluknya erat tubuh polos istrinya dengan penuh cinta seraya melayangkan kecupan-kecupan sayang dipuncak kepala istrinya.


Cup.


Cup.


Cup.


Kegiatan itu sukses membuat sang wanita terbangun.


"Oh, kau sudah bangun?!" serunya saat melihat kepala sang istri mendongak guna membalas tatapannya.


Wajah polos nan manis khas bangun tidur milik istrinya ini sontak membangunkan sesuatu yang meski sudah terbangun karena memang bawaan tubuh setiap pagi, kini dipercik dengan sesuatu yang membuatnya semakin menegang.


Dengan suara berat pria itu -Ye Zi Xian- berbicara. "Sayang, kau membangunkannya."


Mendengar itu, sudut mulut Ryura tertarik keatas sedikit, tapi masih terlihat sehingga Ye Zi Xian -suaminya- bisa melihatnya. Maka, lantaran senang hatinya, semakin kencang pula miliknya.


"Sayang..." Ye Zi Xian merengek meminta.


Wow! Baru pertama kali mendengar Ye Zi Xian merengek selama pria itu hidup hingga sekarang!


!!!


Tiba-tiba tubuh Ye Zi Xian tersentak kaget seraya menatap wajah santai Ryura yang tak terlihat bersalah dengan mata terbuka lebar beserta sorot mata tak percaya.


"Sayang, kau nakal rupanya." itu diucapkan sebab Ryura begitu berani menyentuh miliknya yang sudah menegang secara tiba-tiba, yang mana hal itu sangat berhasil membuatnya terkejut.


Tapi, mau bagaimana lagi kalau detik berikutnya Ye Zi Xian langsung ambil perannya untuk melakukan kembali kegiatan semalam. Tubuh gagahnya segera menindih tubuh lembut Ryura dalam keadaan masih sama-sama polos.


Maklum, semalam mereka sudah melakukannya dan belum sempat membersihkan diri. Sekarang, melakukannya lagi...


"Aku ingin..." belum usai kalimatnya terucap Ryura sudah lebih dulu membungkam bibir Ye Zi Xian dengan bibirnya, tak lupa dilingkarkan kedua tangannya ke leher Ye Zi Xian agar ciuman mereka semakin dalam dan intens.

__ADS_1


Meski sempat terkejut, tapi Ye Zi Xian langsung dapat mengimbanginya. Inilah yang paling ia suka. Ryura pandai mengejutkannya dengan kejutan yang tak akan pernah bisa ia tolak.


Ryura-nya boleh sangat pendiam, tapi dibalik itu... Dia ternyata sangat agresif.


"Aku suka Ryura ku seperti ini!" ungkapnya dalam hati.


Dan yang terjadi semalam pun terulang kembali.



Matahari hampir menyentuh puncaknya saat sepasang pengantin baru itu sedang berendam bersama dalam kolam yang terdapat di kamar mandi milik Ye Zi Xian. Kolam yang sudah diisi air hangat bertabur kelopak bunga mawar yang nyaris menutupi seluruh permukaan air di kolam itu.


Keduanya saling memandikan sembari menikmati waktu berdua dengan lebih intim dan intens. Benar-benar merasa dunia milik berdua.


Ryura duduk membelakangi Ye Zi Xian sambil menyandarkan punggungnya ke dada bidang suaminya, membiarkan lengan kekar sang suami memeluk erat tubuhnya atau kadang bermain-main ditubuhnya. Dia tak keberatan sama sekali, karena Ryura pun menikmatinya.


"Aku sangat bahagia. Bisa memilikimu seutuhnya." jedanya. "Sayang, kalau suatu hari nanti kau kembali ke dunia mu, lantas bagaimana dengan ku?" tanya Ye Zi Xian.


Berhubung sedang berduaan, mereka bisa membicarakan banyak hal penting demi kelangsungan hidup rumah tangga keduanya atau tepatnya, Ye Zi Xian tidak akan sanggup bila harus berpisah dengan Ryura, istri tercintanya.


Ryura tak langsung menjawab pertanyaan suaminya, dia justru mengelus lengan sang suami lebih dulu seolah memberitahunya agar tidak perlu khawatir.


"Kau bisa menyusul." jawabnya kemudian.


Ye Zi Xian teramat sangat mencintai Ryura. Pria itu tak bisa hidup tanpa istrinya dan Ryura dapat merasakan hal itu.


"Kau akan menyusul saat waktunya tiba. Jadi, tak perlu khawatir." itulah jawaban pasti Ryura.


"Apa yang lain juga begitu?" Ye Zi Xian menanyakan soal dua sahabatnya yang lain.


"Hm..." Ryura mengangguk membenarkan. "Bukankah aku pernah bilang. Kalau kedatangan kami kemari, adalah untuk menjemput kalian."


Ingatan Ye Zi Xian langsung memutar ke masa lalu saat Ryura mengatakan hal yang sama.


"Kau benar! Haah... Aku lega mengetahuinya. Lalu, bagaimana cara kami kesana?" itulah yang dibingungkan oleh ketiga pria tampan, kekasihnya 3Ry.


Sayangnya, pertanyaan ini dijawab gelengan kepala oleh Ryura. Pertanda, kalau Ryura pun tak tahu.


"Baiklah, tak apa. Selama kita tetap bersama, bagaimanapun caranya itu bukan masalah." dieratkan pelukannya.


"Jadi, kau ingin memiliki berapa anak?" Ye Zi Xian mengganti topik pembicaraan dengan cepat, jelas sekali kalau Ye Zi Xian tak mau membuat momen romantis dia dan Ryura rusak karena ketidaknyamanan dari apa yang mereka bicarakan.


Mata Ryura langsung melirik suaminya dari samping saat mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


"Tidak tahu."


"Tidak tahu? Kalau begitu, jika aku menginginkan banyak, apa kau mau?" tanya Ye Zi Xian meminta pendapat sang istri.


"Kenapa kau menginginkan banyak anak?" Ryura bertanya balik.


"Karena, aku ingin sebarkan keturunan ku denganmu keseluruh dunia. Sebab, saat mereka besar dan sudah tahu ingin menjadi apa. Mereka bisa pergi untuk meraihnya dan kita disini hanya akan melihat mereka meraih keinginan mereka sebagai anak-anak kita. Bukankah itu membanggakan." Ye Zi Xian sangat antusias kala membicarakan soal anaknya dengan Ryura.


Belum lagi ketika dia membayangkan rupa-rupa anak-anaknya yang bisa jadi mirip dengannya atau mirip dengan Ryura, bisa jadi perpaduan keduanya atau lebih di dominasi salah satunya. Yang pasti, bagaimanapun rupanya selama anak-anak itu berasal dari benihnya yang tumbuh di rahim Ryura apapun boleh.


Dia tak akan menolaknya.


Ryura dibuat mendengus geli mendengar alasan suaminya. Tapi tak ayal dia mengiyakan saja keinginan suaminya.


"Terserah padamu. Selama kau bisa menjamin akan tetap mencintai ku, kau bisa memiliki berapapun anak denganku."


Kepala Ye Zi Xian yang asik bersandar di bahu istri seketika menjauh. "Pernyataan macam apa itu?!" sangat tak terima mendengarnya, kembali dipeluknya erat-erat tubuh Ryura seraya menempelkan wajahnya ke wajah Ryura.


Lanjutnya. "Dengar sayang! Tidak akan ada cinta lain lagi selain cintaku padamu! Kalaupun ada, kau bisa langsung membunuh ku saat itu juga! Tapi, sayangnya... Akan aku pastikan, kalau hanya kau yang menjadi pemilik seluruh cinta yang ku punya. Sampai kau merasa ingin muntah karena tidak sanggup menampung semua cinta yang kuberikan padamu!" tegasnya pasti penuh keyakinan yang mutlak.


Ryura terkekeh mendengarnya. Tapi, dia percaya.


Cup!


Dikecupnya pipi sang suami dengan mesra.


"Aku percaya." balasnya dengan suara rendah yang malah terdengar seksi dan sensual ditelinga Ye Zi Xian.


"Sial!" umpat pria itu dalam hati saat sesuatu di bawah sana kembali berulah.


"Sayang...." rengeknya seraya menyusupkan wajahnya ke ceruk leher sang istri.


Dan untuk pertama kalinya Ryura tertawa renyah yang manis di pendengaran sampai matanya menyipit sempurna kala merasakan sesuatu telah mengeras di belakang tubuhnya.


Cukup tahu apa yang mengeras itu.


Karena, Ryura sayang dan cinta suaminya. Dia tak akan menolak keinginan sang suami. Jadi, hal sebelumnya pun terulang lagi. Kali ini mereka nikmati di kamar mandi sambil berendam dalam kolam penuh kelopak mawar yang menemani.


Gerakan mereka menciptakan riak dan gelombang kecil dipermukaan air tersebut.



Senang bisa up lagi. kalian harus juga senang ya....😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2