
Dua hari berlalu begitu saja dan perjamuan pesta yang disebut akhirnya tiba. Itupun diadakan di kediaman utama Chen.
Kediaman utama Chen adalah apa yang sering orang-orang sebutkan tentang alamat mansion besar tersebut. Dimana hanya Tuan Besar dan penerus sejati yang tinggal disana sebagai majikan. Sisanya sudah pasti pengurus rumah tangga dan penjaga. Tapi, tentunya mereka tidak masuk dalam hitungan.
Waktu berputar hingga angka jarum jam menunjuk pada angka 10.
Benar! Tepat pukul 10 'teng!', satu demi satu tamu undangan hadir ke acara perjamuan pesta ulang tahun Tuan Besar Chen yang ke 95 tahun.
Ya, acara tersebut adalah acara perjamuan pesta ulang tahun Tuan Besar Chen dan diadakan siang hari. Bagaimanapun dia sudah sangat tua untuk menghabiskan malam hingga larut. Itulah sebabnya, jadwal siang ditetapkan. Meski itu adalah jamnya orang-orang disibukkan dengan kegiatan bekerja mereka, hal itu tidak menampik bila pesta perjamuan tersebut akan menarik banyak orang-orang dari kalangan atas.
Ada yang ingin mencari koneksi, ada yang ingin mencari kesempatan untuk berhubungan, ada juga yang mencoba peruntungan untuk bisa menarik minat pengusaha-pengusaha muda nan tampan yang turut hadir di acara tersebut, dan masih banyak lagi.
Di acara-acara seperti inilah mereka memiliki kesempatan untuk berkumpul, baik kenal atau tidak.
Tua-muda, veteran bisnis, rombongan keluarga, semuanya hadir sesuai undangan. Bahkan kedatangan 'Three Royal Nobles' pun membawa serta keluarganya, meski diundang secara terpisah.
Kehadiran tiga pria tampan dengan penampilan unik mereka selalu menjadi pusat perhatian hingga pihak keluarga hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya melihat betapa salah satu anggota keluarga mereka begitu lebih populer daripada keluarganya sendiri.
Tapi, mereka tidak berbuat apa-apa selain menyaksikan.
Saat 'Three Royal Nobles' datang, mereka membawa mobil masing-masing dengan dikemudikan oleh orang kepercayaan mereka sendiri.
Mobil merah milik Bai Gikwang alias Bai Liam, mobil putih milik Ye Zi Xian alias Ye Huan, dan terakhir mobil hitam milik Shin Mo Lan.
(sumber dari Google)
Dengan kata lain, mereka memenuhi undangan bukan ditemani oleh seorang perempuan melainkan bawahan mereka sendiri.
Selain sebagai teman pesta, bawahan mereka juga di datangkan guna membantu mereka menghalau perempuan-perempuan menjijikkan yang hanya tahu bagaimana menggoda begitu melihat mereka.
Tak tahu saja mereka, tiga pria tampan itu hanya mau digoda oleh 3Ry.
Saat ini ketiganya baru saja keluar dari mobil mewah mereka masing-masing. Baru saja mobil mereka tiba, para undangan yang hadir lebih awal dari mereka tak bisa mengalihkan pandangannya dari kendaraan beroda empat itu. Apalagi setelah pemiliknya keluar.
"Aaaaahhhh... Itu 'Three Royal Nobles'!!! Mereka juga datang!!!"
"Lihat! Penampilan unik mereka! Betapa menawannya....!"
"Rambut Tuan Muda Bai dan Tuan Muda Ye semakin panjang saja! Mereka benar-benar terlihat seperti bangsawan zaman dulu!"
"Wah... Tuan Muda Shin semakin mempesona saja! Siapa kira-kira yang dapat menaklukkan hatinya!"
"Tuan Muda Bai!"
"Aaahhh... Aku ingin menjadi kacamatanya!!!"
"Sulit untuk menemukan pria sempurna seperti mereka! Aku sungguh ingin menjadi pasangannya!"
"Mereka begitu tinggi hingga sulit diraih! Kalau begitu, bawahannya juga tidak apa-apa!"
"Eh'! Sekretaris Chang juga tidak kalah tampan! Tidak dapat tuannya, bawahannya pun jadi!"
"Sekretaris Lai tampan, tapi ekspresinya sedatar ekspresi tuannya. Benar-benar cocok menjadi bos dan bawahan!"
"Lihat, Sekretaris Yi! Dia seramah biasanya! Sayang sekali, Tuannya tidak seperti dia!"
"Tuan Muda...!!! Aku padamu!!!"
__ADS_1
"Tuan Muda Shin!"
"Tuan Muda Ye!"
"Sulit sekali menjadi pria seperti kita... Wanita sekarang ekspektasinya menjadi sangat tinggi semenjak mereka muncul mengejutkan dunia. Sayang sekali..."
"Aku marah melihat ini! Tapi, tak bisa berbuat apa-apa selain menerima takdir."
"Syukurlah istriku hanya kagum tidak lebih dari itu. Aku tidak bisa membayangkan bila wajah tampan mereka juga mampu mengubah rasa cinta pasangan orang lain dan berbalik kepada mereka. Ini benar-benar patut disyukuri... Ya 'kan, sayang?!"
"Cobalah untuk mendekati salah satu dari mereka putriku. Siapa tahu ada keberuntungan disana hingga kau bisa menjadi pasangannya!"
Semua orang tanpa terkecuali mengutarakan pikiran mereka walau tidak dengan mengeraskan suaranya. Bagaimanapun, sebagai orang berkedudukan tinggi, mereka tidak bisa merusak harga diri mereka dengan ikut berteriak histeris sebagaimana penggemar fanatik para artis di luaran sana.
Tidak pria, wanita, remaja, tua, muda, apapun itu yang menghadiri acara. Pastinya pandangan mereka hanya tertuju pada tiga pria tampan itu.
Bagaimana tidak, ditengah ada Bai Gikwang atau Bai Liam yang saat ini mengenakan jas merah yang elegan dengan kemeja hitam didalamnya tanpa rompi dan dasi, senada dengan celana bahannya. Jangan lupa rambut panjangnya yang merah menyala di ikat tinggi bak ekor kuda.
Dari sana, aura liarnya terlihat jelas. Penampilannya pantas untuk disebut mirip dengan para mafia atau gangster.
Disisi kanannya, ada Ye Zi Xian atau Ye Huan. Dia jauh lebih bersahaja dan pendiam. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, penampilannya hanya bisa dikatakan dalam satu kata, yaitu 'Putih'.
Setelan jas putih yang membalut kemeja putih dan rompi putihnya, sepatu pun tak melewatkan menggunakan waran senada dengan warna rambut putihnya yang panjang.
Di mata orang-orang, dia seperti terobsesi pada warna putih. Pada dasarnya, tidak juga. Terkadang dia memakai warna lain. Hanya saja, kebetulan untuk perjamuan kali ini dia memilih menggunakan warna putih.
Yang pasti saat ini dia mencerminkan sosok seperti guru spiritual yang menyendiri.
Lalu, disisi kiri Bai Gikwang ada Shin Mo Lan atau Shin Da Ming. Penampilannya jauh lebih normal dari dua lainnya.
Rambut hitamnya dipotong dalam model yang umum diterapkan pada banyak rambut pria di luaran sana. Hanya setelan jas hitam yang dipadu dengan kemeja putih didalamnya tanpa rompi. Jangan lupa, dia menggunakan kacamata yang tak pernah absen dari bertengger di batang hidungnya.
Penampilan keseluruhannya baik-baik saja.
Di belakang mereka sudah bersiap tiga ajudan yang selalu dibawa kemanapun dia pergi. Faktanya, sebelum 3Ry kembali ke pelukan mereka. Buntut mereka akan selalu tiga pria itu sampai 3Ry kembali.
Ketiganya mendengar dengan baik dan jelas pada setiap kata yang diucapkan dalam suara rendah oleh sekumpulan orang yang saat ini memusatkan seluruh pandangan mereka padanya. Tapi, mereka tidak peduli. Tujuan mereka datang adalah guna mengucapkan selamat ulang tahun pada Tuan Besar Chen dan tidak ada yang lain setelahnya.
Menganggap itu sebagai bentuk hubungan baik.
Secara bersamaan...
"Bin...!" hanya memanggil namanya saja, Chang Bin tahu apa yang diinginkan oleh Tuan-nya.
"Siap, Tuan!"
"Zouji, jangan ragu melakukannya seperti biasa!" kata-kata yang selalu keluar dari mulut Ye Zi Xian tiap kali menghadiri tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan.
Dengan patuh bawahannya menerima perintah. "Baik, Tuan!"
"Feng, aku tau aku tidak perlu mengatakannya lagi, bukan?" Shin Mo Lan hanya sedikit melirik saat mengatakannya.
Menegakkan punggungnya, Yi Feng menjawab. "Ya, Tuan! Saya lakukan!"
Ketiganya lantas masuk kedalam aula mansion dibawah tatapan beragam dari banyak pasang mata yang menatap mereka. Tapi, 'Three Royal Nobles' acuh tak acuh saja kala melewati sekumpulan orang itu.
Setelah mereka masuk, tamu yang datang belakangan pun akhirnya berdatangan.
Sampailah di puncak acara, dimana Tuan Besar Chen keluar untuk menyambut pada tamu yang datang.
Satu persatu mereka mendatangi Tuan Besar Chen dengan kado ditangan mereka, bergiliran.
Sebagai tuan rumah yang baik, tentu dia akan menerimanya dengan tangan terbuka.
__ADS_1
Wajah tua itu masih tampak baik dan tegas. Hingga sulit bagi orang lain untuk mencoba bermain didepannya. Sorot mata Tuan Besar Chen seperti mampu menembus pikiran seseorang yang mencoba menjilatinya.
Itulah sebabnya, saat tiga pria tampan itu akhirnya mendapat giliran untuk menyerahkan hadiah mata tua Tuan Besar Chen berbinar.
Dia tampaknya sangat senang atas kedatangan mereka bertiga. Alasannya, karena dari pandangannya ketiga pria itu memiliki kepribadian dan cara berpikir yang dia sukai. Lugas, tegas, tidak menjilat, dan mampu berdiri diatas orang lain tanpa bermain kotor.
Sebagai seseorang yang sudah hidup selama 95 tahun, dia memiliki cukup banyak pengalaman hingga banyak hal tidak bisa luput dari matanya.
"Wah, saya senang saat tahu kalian datang..." Antusiasmenya pada mereka terlihat jelas.
"Tentu, hubungan kita baik satu sama lain. Rasanya tidak pantas bila kami acuh pada hal ini." kata Bai Gikwang sebagaimana tata kramanya dulu saat menjadi Kaisar Agung.
"Ini hadiah kecil dari kami. Saya harap anda menyukainya, Tuan Besar Chen." kini Ye Zi Xian menimpali sebelum memberikan isyarat pada tiga pria dibelakangnya untuk menyerahkan hadiah yang mereka bawa.
Tiga buah bungkusan kain berbeda warna yang didalamnya terdapat kotak kayu berukuran sedang segera diserahkan kepada yang berulang tahun. Mereka yang melihatnya tak bisa tidak penasaran dengan isinya, sebab ini adalah ciri khas tiga pria itu dalam membungkus sesuatu yang ingin di berikan pada orang lain.
Persis seperti orang-orang di kerajaan melakukannya. Tapi, tak ada yang berpikir bila mereka memang berasal dari sana.
"Hahaha... Bagaimana aku tidak suka. Bahkan bila itu tidak orang tua ini suka, yang memberikannya sudah cukup untuk membuat saya menyukainya. Hahaha..." penuturan Tuan Besar Chen menerbitkan senyum kecil diwajah mereka karena merasa terhibur.
Sejauh yang mereka tahu tentang Tuan Besar Chen. Dia memang terlihat mudah didekati, tapi disaat bersamaan juga sulit. Artinya, bila bisa memasuki pandangan pria tua itu berarti seseorang itu baik dan begitu pula sebaliknya.
"Baiklah, kalau begitu. Apakah anda tidak keberatan membiarkan saya memeriksa denyut nadi Anda, Tuan Besar Chen? Tapi, jangan khawatir. Ini hanya sebagai hadiah tambahan dari saya atas hubungan baik kita. Itupun kalau Tuan Besar Chen tidak keberatan." kali ini Shin Mo Lan yang berbicara.
"Hahaha... Itu bagus. Kenapa aku harus menolak. Tuan Muda Shin adalah dokter yang paling diakui kehebatannya dalam pengobatan tradisional. Saking hebat dan terkenalnya anda, sulit sekali untuk mendapatkan pemeriksaan dari anda. Apalagi secara gratis. Orang tua ini tak akan melewatkannya." kata Tuan Besar Chen menimpali dengan penuh semangat.
Shin Mo Lan tersenyum ringan menanggapinya. Kemudian, Tuan Besar Chen dengan senang hati segera mengulurkan pergelangan tangannya kepada Shin Mo Lan.
Dengan demikian, Shin Mo Lan dapat memeriksanya untuk tahu apakah pria tua ini baik-baik saja atau ada masalah lain ditubuhnya.
Meski sebenarnya, dalam sekali pandang pun Shin Mo Lan sudah dapat melihatnya. Namun, untuk lebih memuaskannya pemeriksaan perlu dilakukan. Shin Mo Lan menghargai perlakuan baik orang lain. Maka dari itu, hal kecil ini ringan untuk ia lakukan.
Setelah beberapa saat, pemeriksaan selesai. Sambil tersenyum kecil Shin Mo Lan berkata. "Anda sungguh hebat. Setua ini masih cukup sehat. Pertahankan itu." katanya langsung yang disambut senang oleh Tuan Besar Chen.
Kemudian mereka berbincang sedikit sebelum Tuan Besar Chen membiarkan mereka menikmati perjamuan pesta ini dengan memakan dan meminum jamuan yang disediakan.
Meninggalkan Tuan Besar Chen yang lanjut menerima tamu, 6 pria itu segera mencari tempat mereka duduk. Dengan sigap tiga bawahan mereka bergerak untuk mengambil makanan dan minuman untuk Tuan mereka.
Setelah kepergian ketiganya, tiba-tiba Seorang pria yang seumuran dengan 'Three Royal Nobles' datang dengan seorang perempuan cantik bergaun coklat tua yang agak terbuka di lengannya.
Melihat itu, yang terlintas dibenak mereka adalah, 3Ry yang mengapit tangan mereka saat menemani mereka menghadiri perjamuan-perjamuan yang berdatangan ingin mereka hadiri.
Haah... Betapa indahnya itu...!
"Senang melihat anda sekalian ada disini. Saya pikir, saya akan melewatkan kesempatan untuk bertemu." kata pria yang tak lain adalah Chen Ki Jun kepada tiga pria didepannya yang duduk dengan santai kursi yang sudah disediakan.
"Senang juga melihat anda disini, Tuan Muda Chen. Silakan duduk." sopan Shin Mo Lan sambil menunjuk kursi kosong didepan dia dan sahabatnya.
"Terimakasih!"
Setelahnya, hal pertama yang dilakukan oleh Chen Ki Jun adalah membantu perempuan yang dibawanya untuk duduk lebih dulu.
Tak tahu saja dia, diam-diam perempuan itu melirik tiga pria tampan yang katanya sulit diraih itu. Baru saja duduk didekat mereka, perempuan itu sudah merasa bangga dan berpikir berlebihan tentang salah satunya akan meliriknya.
Kepercayaan dirinya yang tinggi itu membuat dia buta betapa acuhnya tiga sahabat itu dan bahkan tidak sedikitpun melihatnya kecuali dari jarak jauh tadi sewaktu Chen Ki Jun tengah berjalan mendatangi mereka.
Akan tetapi, ini saja sudah cukup untuk membuat orang lain iri pada perempuan itu karena dapat duduk dekat dengan 'Three Royal Nobles' yang mereka kagumi.
Sementara itu, perempuan yang datang bersama Chen Ki Jun sedang berusaha keras agar tetap tenang seolah-olah dia tidak tertarik. Sebab, sedikit banyaknya dia sudah membaca artikel bahwa tiga pria tampan itu tidak suka keagresifan perempuan disekitarnya. Jadi, dia berusaha menahan postur tenang dan berbudi luhur untuk menarik perhatian mereka.
Sayang sekali, harus berapa kali (author Le) bilang, agresif atau tidak, Bai-Shin-Ye hanya menyukai 3Ry. Titik!
__ADS_1
maaf lama say...