3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KEMBALI


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Sejak 3Ry memilih pergi untuk memperkuat diri mereka dengan berguru kepada Duan Xi yang sampai saat ini masih tidak di ketahui asal usul dan latar belakangnya, selain kegigihannya yang menginginkan Ryura menjadi muridnya. Sejak saat itu pula, ibukota negara api di sibukkan dengan pencarian dua orang gadis yang sebelumnya tidak pernah di perlakukan dengan baik. Tidak ada yang tidak tahu perihal kabar tersebut.


Dua keluarga yang tersohor di ibukota tak lagi bisa menyembunyikan isu yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan. Isu yang nyata adanya. Yang mana kabar mengenai masing-masing anak mereka yang diketahui banyak orang tidak pernah di akui kini menghilang entah kemana. Bahkan keluarga kerajaan pun turut mengetahuinya.


Kedua keluarga tak bisa berbuat apa-apa selain mengabaikan ribuan mulut yang pastinya asik menggunjingkan tentang mereka. Karena saat ini yang terpenting adalah gadis yang mereka anggap sebagai biang masalahnya harus di temukan lebih dulu. Tak ayal kaisar pun ikut menawarkan bantuan.



Sebulan lebih telah berlalu sejak hari keberangkatan 3 sahabat itu dengan Ruobin yang dimintai tolong oleh Rayan agar mengawasi keadaan selama mereka pergi. Tentu saja, siluman rubah yang tampan itu menyetujuinya sebab Rayan yang memintanya. Alhasil di sinilah dia sekarang berada. Di sebuah rumah hiburan tepatnya di salah satu kamar mewah yang disediakan oleh rumah hiburan tersebut.


Meskipun tempat seperti itu sudah sering dia datangi.


Mungkin hal tersebut membuatnya terlihat bermalas-malasan tapi nyatanya seperti kebanyakan orang berkata, kalau rumah hiburan cenderung tempat yang mampu mengorek informasi dan itulah yang kini tengah ia lakukan.


Berhubung dia bukanlah manusia melainkan siluman. Barang tentu, ia memiliki kemampuan yang tak akan pernah dimiliki manusia biasa yakni pendengaran super tajam.


Hanya dengan duduk santai menikmati pelayanan extra sempurna dari rumah hiburan itu ia tetap bisa memantau situasi yang ada. Seperti sekarang ini, baru saja ia berhasil menguping pembicaraan beberapa laki-laki yang entah siapa tengah membahas kekacauan di dua kediaman sebab anak yang selama ini di abaikan tak kunjung di temukan. Ditambah dengan sibuknya para bawahan kedua keluarga itu yang di kerahkan guna untuk mencari keberadaan anak yang mereka anggap pembawa masalah.


Ibukota benar-benar dibuat sibuk.


Sebenarnya, bisa saja mereka -dua keluarga- memilih diam dan mengabaikan keduanya. Tapi, kedua keluarga itu tak ingin merusak nama baik mereka lebih dari sebelumnya.


Keluarga Yu, terus memborbardir para bawahannya untuk tidak berhenti mencari sampai Yu Rayan di temukan. Itu mereka lakukan dengan alasan, bahwa gadis imut itu tidak memiliki hak untuk bisa keluar dari kediaman Yu karena statusnya yang seorang anak haram. Darah keluarga Yu mengalir dalam tubuhnya adalah faktornya, membuat Rayan tak bisa bebas. Bagi mereka akan buruk bila Rayan berkeliaran di luar pengawasan mereka, sebab Rayan itu aib bagi mereka.


Sementara keluarga Han, dibawah perintah Tuan kedua yakni ayah dari Han Ryura, Han Wen Luo. Mereka mengejar untuk mencari keberadaan Nona Muda Keenam. Tanpa ada yang mengetahui kalau itu di lakukan atas dasar kegelisahan yang dirasakan ayah dan anak pertamanya itu. Berawal dari mimpi yang sama dari orang yang berbeda juga firasat yang tak kunjung tenang sekalipun sudah memastikan kalau tak ada yang salah dari segala hal yang ada di sekitar mereka.


"Ckckck. Suka sekali mereka menyusahkan diri sendiri." batin Ruobin mengejek bersamaan dengan ia meneguk arak yang baru saja di tuangkan oleh penghibur cantik di sampingnya saat ini. Siluman itu tak akan menutup diri saat ia telah membenci sesuatu.


Sejak mengenal Rayan, Ruobin seperti memiliki apa yang bisa ia anggap penting dan berharga sehingga ia jadi seperti sekarang ini.


Merasakan seperti apa itu mengejek orang lain hanya karena orang yang kita suka tidak menyukainya, bahkan kalau bisa ia ingin juga menertawakannya atau tepatnya kedua keluarga itu. Tapi, setelah dipikir-pikir akan lebih baik kalau menertawakannya nanti saat Rayan-nya mengajaknya balas dendam kepada keluarga Yu. Setelah berhasil barulah ia akan tertawa keras bersama gadis imutnya.


Membayangkan hal itu membuat suasana hatinya meningkat jauh lebih baik.



Waktu kembali berlalu dengan cepat sampai tidak terasa kalau 2 bulan telah terlewati.


Kedua keluarga masih belum menghentikan pencarian namun juga tak meninggalkan apa yang menjadi tugas penting bagi mereka. Salah satunya yaitu, terlaksananya pernikahan.


Disaat isu hangat mengenai dua gadis yang tertindas menjadi bahan pembicaraan. Kabar lain datang menimpali. Berlangsungnya sebuah acara pesta pernikahan antara keluarga Yu dan keluarga kerajaan.


Tepatnya, Yu Chan Yi dan pangeran kedua yang bernama Li Fang Ye.


Pernikahan mereka terjadi atas perintah kaisar. Walaupun begitu, kaisar tidak memaksa keduanya untuk setuju namun tampaknya baik putri pertama dari Tuan kedua Keluarga Yu maupun pangeran kedua Li Fang Ye sama-sama tidak keberatan.


Dan kini keduanya telah resmi menjadi sepasang suami-istri.


Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan pernikahan pangeran kedua dan putri keluarga Yu. Di keluarga Han pun tengah melakukan persiapan untuk acara pertunangan antara salah seorang putri keluarga Han dan jenderal muda kerajaan. Yakni, putri Han Shang Nian dan jenderal muda Long Wan Shie.


Pertunangan itu pun tak lepas dari perintah kaisar, dengan alasan agar jenderal nya memiliki seseorang yang bisa mengurusnya. Walaupun sebenarnya itu tidak dibutuhkan oleh jenderal Long. Tapi, ia bisa apa saat titah kaisar telah di turunkan.


Mungkin banyak yang bertanya disini... Mengapa kaisar mau repot-repot melakukan hal semacam itu? Jawabannya adalah karena dia meski terlihat dingin namun hangat pada orang yang di anggap berarti untuknya. Yang artinya, pangeran kedua Li Fang Ye dan jenderal Long Wan Shie tergolong orang-orang yang berarti untuk sang kaisar.

__ADS_1



Kabar tersebut tak hanya memenuhi seluruh ibukota melainkan keseluruhan negara api mendengar kabar itu. Karena bagaimanapun yang di nikahkan dan ditunangkan adalah bagian dari keluarga kerajaan.


Jika begitu, itu mengartikan bahwa ketiga sahabat yang menawan tersebut pun mengetahuinya. Namun, bagaikan angin lalu. Kabar tersebut benar-benar tak terlihat cukup penting untuk di hebohkan. Justru sebaliknya, Rayan dan Reychu berharap berkat ikatan yang di buat oleh kaisar, mereka dapat menyaksikan drama menarik nantinya. Kalaupun tidak ada, mereka berdua berencana untuk membuatnya. Sedang, Ryura hanya fokus pada latihannya yang mana membuat Duan Xi merasa tak salah pilih murid untuk di tunjukkan pada seseorang yang selalu tak ingin kalah darinya.


Ketiga gadis itu sama-sama melewati pelatihan yang tidak gampang selama 2 bulan yang nyaris habis itu. Meskipun Duan Xi tidak menginginkan dua gadis lainnya menjadi muridnya, tapi karena Ryura yang tanpa berkata dan lebih banyak bertindak itu menunjukkan tanda-tanda tidak akan ikut latihan bila dua sahabatnya tidak diikutsertakan akhirnya Duan Xi tak punya pilihan lain selain membiarkan dua gadis lainnya ikut serta.


Dan itu ia lakukan hanya demi murid tersayangnya, Ryura.


Bila bertanya dimana Furby?! Kuda itu tak pernah pergi jauh dari Ryura. Kuda bulan itu akan selalu berada pada jarak pandang penunggangnya, atau lebih tepatnya Ryura yang tidak boleh lepas dari jangkauan kuda itu, sehingga saat tidur pun Furby menempel pada gadis tak berekspresi itu. Untungnya, Ryura diam saja.



Tak terasa beberapa hari lagi masa 3 bulan akan berakhir.


Saat dimana kabar tentang mereka mulai dianggap tidak penting lagi, begitu pula dengan pernikahannya putri keluarga Yu dengan pangeran kedua dan juga pertunangannya putri keluarga Han dan jenderal muda Long.


Semua tampak kembali seperti sedia kala. Meskipun pencarian dua gadis tak di anggap tetap berjalan sebagaimana perintah sebelumnya.


Tanpa ada yang menyadari kalau setibanya 3Ry kembali ke ibukota adalah saat dimana pertunjukan drama nyata akan di berlangsungkan dengan Ryura yang kembali ke keluarga Han, Rayan yang kembali ke keluarga Yu, dan Reychu yang kembali ke istana.


Bahkan kini, ketiganya beserta kuda bulan dan pria tua pendek sedang melakukan perjalanan untuk kembali ke ibukota negara api setelah sebelumnya mereka mengasingkan diri ke lereng gunung berapi milik negara api yang terkenal besar dan berlava terbanyak apabila masa meletusnya tiba.


Mereka kesana karena yakin kalau para suruhan itu tak akan berpikir para gadis lemah tak berdaya pergi ke lereng gunung tersebut yang terbilang amat rawan untuk terjadinya bencana gunung meletus.


Contohnya saat ini. 3Ry tengah tertawa riang dalam perjalanan mereka dengan segala obrolan yang bisa mereka jadikan pelepas kesunyian. Walaupun wajah Ryura tak juga mengalami perubahan, ia tetap datar dan tenang. Lain halnya si orang tua pendek yakni gurunya Ryura, dimana sikapnya pada dua sahabat muridnya sudah tampak lebih baik dari sebelumnya. Ia juga ikut tertawa dan bercanda dengan dua gadis itu. Tanpa perlu memasang wajah antinya.


Tak hanya ikatan di antara mereka saja yang terlihat membaik. Penampilan mereka pun turut mengalami perubahan drastis. Mereka kini menjadi gadis-gadis cantik yang penuh pesona.


Begitu juga dengan Reychu, yang mana sebelumnya tak ubahnya gadis lemah lembut namun bijaksana kini menjelma menjadi gadis berkarisma dengan kelemah-lembutan yang hanya tersisa setitik saja. Karena selebihnya ia telah kembali menjadi seperti Reychu Velicia, si gadis dengan kegilaannya. Reychu pun belum ingin melepas cadarnya sebelum masa hukuman yang diberikan oleh kaisar selesai.


Tak jauh berbeda dengan Ryura. Gadis satu ini tak memiliki perubahan yang signifikan selain paras datarnya yang manis bertambah bersinar dengan aura misterius-nya yang kental dari sebelumnya. Rambut lurus yang dibiarkan tergerai mungkin akan menjadi ciri khasnya. Ia pun tetap menjadi Ryura si manekin hidup, si mayat hidup, dan julukan lainnya. Walaupun sebelum jiwa Ryura Jenna menetap di tubuh Han Ryura, gadis itu adalah gadis keterbelakangan mental nan bodoh yang sama-sama minim bicara.



Bila Reychu sang permaisuri yang kini sibuk dengan kesenangannya sendiri, maka lain halnya dengan kaisar yang tiba-tiba saja jantung berdebar kencang saat Kasim setianya memberitahukan kalau hukuman sang istri akan segera berakhir.


Tak tahu bagaimana harus menjelaskan, ia gelisah namun tak tahu karena apa. Sejak pulang dari desa Danpyo dengan membawa para pengacau disana yang ternyata jumlahnya tidak sedikit, ia jadi sering berperang dengan pikirannya sendiri. Antara ingin segera melepaskan permaisuri nya dari masa hukuman atau menunggu hingga selesai.


Sebenarnya ia tak tahu mengapa berpikir demikian, tapi demi ketenangan hatinya ia hanya berpikir bahwa dia sedang membutuhkan solusi dari sang istri yang biasanya selalu bisa mengatasi masalah yang ada di negaranya. Ia selalu menampik perasaan tersembunyi yang ada di dalam lubuk hatinya sekuat tenaga. Masih belum ingin mengakui ada rasa asing namun menghangatkan yang di peruntukan bagi permaisurinya.


Dia berperang dengan suatu perasaan yang akan ia sesali di kemudian hari.


Tak jauh berbeda dengan kaisar Li Hanzue. Selir tercintanya pun kini tengah bersiap-siap untuk menghadapi permaisuri yang selalu dianggap sebagai penghalang baginya untuk menduduki singgasana permaisuri negara api. Ia sangat tidak sabar untuk bisa menjadi ratu di kerajaan Huoli ini.


Segala macam rencana busuk ia persiapkan hanya untuk melengserkan permaisuri dari tahtanya. Tanpa berpikir kalau segalanya tak akan lagi sama. Gadis yang sebelumnya ia anggap mudah untuk di singkirkan. Kini jangankan disingkirkan, untuk sekadar di geser sedikit saja ia tak akan lagi bisa melakukannya. Karena kini permaisuri Ahn Reychu bukanlah si gadis lemah lembut yang selalu mengalah.



Tuk...


Tuk...

__ADS_1


Tuk...


Seseorang tengah bersandar di sebuah pohon kayu yang besar dan rindang seraya bersedekap dada sambil mengetukkan kipasnya yang tertutup ke lengan tangan lainnya.


Wajahnya masih setia ditutupi dengan topeng rubahnya. Setelah kurang dari 3 bulan ia dan gadis imutnya tak bertemu ternyata iapun turut mengalami perubahan. Semakin tampak perkasa dan kuat.


Bila bicara tentang hubungan keduanya, siapapun tak akan lagi asing dengan namanya. Ya, siapa lagi kalau bukan Ruobin teman baik Rayan di dunia kuno ini.


Sesuai info yang di kirimkan Furby melalui telepati nya, kalau mereka akan kembali hari ini. Kabar itu membuat Ruobin bergegas menunggu di gerbang ibukota. Ia sudah sangat rindu dan ingin bertemu dengan gadis imut itu, meskipun sebenarnya ia bisa saja mengunjungi mereka ke lereng gunung berapi. Namun, larangan dari Rayan membuatnya hanya bisa diam menahan segala rasa yang ada.


Tapi, kini segalanya akan berubah dengan janji Ruobin untuk selalu mendampingi gadisnya kemanapun dan kapanpun, bersaksikan hari ini yang mana disaat bersamaan matanya menangkap rombongan gadisnya mulai terlihat dari jarak jauh meski mata silumannya langsung terkunci di sosok gadisnya.


Ia tersenyum dari balik topengnya.


Tak berselang lama pun Rayan yang dari jauh juga telah menangkap sosok yang tak asing lagi baginya, seketika itu juga mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dengan antusiasnya, lalu melambaikannya guna menyapa sekaligus memberitahukan kalau dia telah kembali. Ruobin yang melihat itupun segera membalas dengan tak kalah antusias.


Reychu dan Duan Xi yang melihatnya hanya terkekeh seraya menggelengkan kepala merasa geli sendiri. Sedang Furby hanya mendengus geli kala melihatnya, lain halnya Ryura yang tak memberi tanggapan apapun. Lagipula tak akan ada yang tersinggung, semuanya telah terbiasa akan sikap Ryura terutama Furby dan Duan Xi. Keduanya kini semakin mengerti dan memahami karakteristik gadis datar itu dan tidak menjadikannya suatu masalah yang berarti, justru keduanya semakin lengket saja dengan Ryura.


Sampai akhirnya, tibalah mereka di gerbang ibukota dengan Rayan yang langsung berlari menghamburkan diri ke pelukan pria tampan bertopeng itu. Meskipun sampai sekarang ia dan Reychu belum mengetahui kalau Ruobin adalah seorang siluman rubah perak.


Selama ini walaupun Ruobin telah menunjukkan kebolehannya dalam berteleportasi, tetap saja itu tak membuat keduanya berpikir demikian. Malahan, dua gadis itu menganggap karena ini masa kuno dengan segala hal mistis nya membuat jaman itu dipenuhi dengan segala macam hal yang diluar logika.


Ryura maupun Duan Xi sama sekali tak berniat memberitahukan mereka. Menurut Ryura, biar menjadi urusan si siluman rubah perak tersebut.


"Akhirnya, kau kembali..." seru Ruobin lembut seraya membalas terjangan pelukan Rayan dnegan erat seolah ingin melepaskan rindunya selama kurang lebih 3 bulan ini.


Rayan terkekeh lucu mendengarnya. "Tentu! Masih ada yang harus aku dan sahabatku lakukan di negara ini sebelum kami memutuskan untuk pergi." tuturnya seraya menepuk-nepuk punggung gagah Ruobin yang cukup keras membuat Rayan geram karenanya.


Pelukan pun dilepaskan. Mendongak dengan senyum manisnya menatap Ruobin. "Mulai sekarang, kau bertugas menemaniku membereskan mereka. Kau maukan?" tanyanya penuh harap.


"Hahaha... Tanpa diminta! Aku akan melakukannya!" lugas Ruobin tanpa ragu sambil membalas tatapan Rayan padanya dengan lembut.


"EHEM... EHEM... UHUK... UHUK..." dehem Reychu beserta batuk yang dibuat-buatnya saat matanya disuguhkan pemandangan romantis yang aneh menurutnya. "Astaga... Sejak kapan si centil Rayan memiliki kekasih. Bukankah dia akan terus sendiri sampai pangerannya datang mengetuk hatinya?! Apa pintu hatinya itu sudah ada yang membukanya?!" ganggu Reychu seraya melirik menggoda pada sahabatnya.


Rayan memutar bola matanya malas. "Reychu, mulutmu benar-benar minta di jahit, ya." gemas Rayan akan sikap sahabatnya itu.


Ruobin tertawa renyah mendengar ucapan Reychu sahabat gadis imutnya. "Jangan khawatir, Rey! Aku tidak akan jatuh cinta pada anak kecil ini. Dia terlalu bocah untuk kujadikan istri... Hahaha..." candanya menimpali kalimat Reychu. Mereka sudah menjadi akrab sejak 3 bulan terakhir.


Rayan membelalakkan matanya kaget sedang Reychu malah semakin tertawa mendengar perkataan Ruobin.


"Hei! Kau pikir aku akan jatuh cinta padamu?! Kau masih belum cukup tampan buatku... Menyebalkan! Dan sejak kapan kau jadi komplotannya Reychu gila itu?" sengit Rayan tanpa tersinggung. Ia tahu ini semua hanya gurauan semata.


"Sejak tadi!" jawab Ruobin dan Reychu bersamaan kemudian keduanya tertawa bersama lagi. Rayan sampai dongkol sendiri.


Masuk dalam mode merajuk, Rayan berlari kearah Ryura lalu bergelayut di lengan gadis datar itu.


"Ryura... Lihat mereka... Aku ditindas... Hmm..." meweknya yang hanya di balas dengan tepukan menenangkan ala Ryura di punggung tangan Rayan yang melingkar di lengannya tanpa mau membuka suara. Hal itu malah membuat Rayan semakin dongkol dan yang lainnya tertawa senang.


"Ya, ampun. Kalian benar-benar menyebalkan!" ketus Rayan jengkel pada akhirnya.


"Sudah-sudah. Di lanjut nanti saja. Aku sudah lapar. Ayo, kita pulang..." berjalan lebih dulu memasuki gerbang ibukota, lalu berbalik lagi kala sesuatu melintas di benaknya. "Eh iya. Aku merindukan bebek bakar paman Gu." berbalik kembali menghadap kedepan gerbang.


"PAMAN GU...... AKU MERINDUKANMUUU....! BEBEK BAKAAAAR... AKU DATAAANG...!!!" teriaknya dengan begitu bersemangat.

__ADS_1


Yang lainnya mengikuti dari belakang seraya tersenyum bahagia.



__ADS_2