3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KEHEBOHAN THREE ROYAL NOBLES


__ADS_3

disini ada bom yaaa... Thor harap benar2 meledak buat para pembaca!😎



Usai reunian, Shin Mo Lan dengan berat hati harus bergerak untuk memeriksa 3Ry guna memastikan kalau mereka sudah benar-benar sembuh total. Setelah diyakinkan bahwa tidak ada lagi masalah pada tubuh 3Ry, ketiga pria itu pun kembali memonopoli pasangan mereka dan memisahkan diri satu sama lain.


Tidak ada kata tersinggung dalam hal itu, karena semua memiliki keinginan yang sama. Yaitu, menempel pada pasangan masing-masing tanpa ada gangguan dari pihak manapun.


Seperti saat ini, Shin Mo Lan segera mengajak Rayan ke ruang kerjanya.


Disepanjang jalan, tak ada sepasang mata pun yang terlewatkan dari memandangi keduanya yang berjalan beriringan dalam suasana romantis, dimana Shin Mo Lan yang mereka kenal sebagai Shin Da Ming menunjukkan perhatian penuh pada Rayan yang sukses membuat gadis itu tersipu-sipu.


Tak peduli bila saat ini dia masih berpakaian baju pasien, karena Shin Mo Lan sendiri tampak tidak peduli. Dia hanya ingin segera sampai diruang kerjanya agar lebih leluasa bersama sang istri.


"Itu Master Shin 'kan?"


"Siapa perempuan itu? Bagaimana dia bisa bersama Master Shin?"


"Lihat bagaimana Master Shin memperlakukannya!"


"Keduanya entah bagaimana terlihat serasi. Apa aku yang salah lihat?!"


"Astaga!!! Ini akan mengguncang dunia begitu terekspos!"


"Foto, foto, foto! Jangan lewatkan berita terbaru! Ini akan jadi panas!"


"Aaaaa!!! Aku tidak menyangka kalau Master Shin benar-benar bisa romantis! Selama ini aku hanya menghayalkannya saja. Tidak menduga kalau melihat langsung akan jauh lebih romantis."


Banyak hati perempuan baik muda dan tua meleleh dan kacau dibuatnya kala melihat bagaimana Shin Mo Lan merangkul Rayan seolah membantunya berjalan. Padahal sebelumnya sudah diperiksa kalau tidak ada masalah lagi.


"Tidak bisakah kau melepaskan tangan mu ini?" tanya Rayan yang melihat dan mendengar bagaimana respon orang-orang pada mereka.


"Kenapa? Kau tidak suka aku melakukan ini? Ini saatnya menunjukkan pada dunia kalau Tuan Muda Shin yang mereka incar sudah ada yang punya, sayang...!" Shin Mo Lan sedikit tersinggung saat melihat Rayan memintanya melepaskan rangkulannya.


Rayan sendiri berusaha menahan senyum melihat suaminya merajut dalam wajah yang berbeda.


Merasa tak tega, Rayan pun menjelaskan. "Bukan begitu... Siapa juga yang tidak mau menunjukkannya pada dunia kalau kau milikku? Masalahnya, aku baru sembuh. Tidak bisakah kau menggendong ku... Kakiku pegal..." di kalimat terakhirnya, Rayan mengeluarkan gaya khasnya dalam bergenit manja yang selalu sukses membuat Shin Mo Lan merekah dalam dan luar dirinya.


"Ouh. Katakan saja langsung. Kenapa repot-repot." usai mengatakan itu, tanpa penundaan lagi Shin Mo Lan segera menggendongnya ala bridal style dengan percaya dirinya dan Rayan pun tak kalah bangga.


Dia tanpa malu mengaitkan kedua tangannya di leher Shin Mo Lan lalu menyandarkan kepalanya di pundak suaminya itu.


Ini cara Rayan mengumumkan kepada dunia kalau Shin Mo Lan alias Shin Da Ming adalah miliknya.


Perlakuan tak terduga itu berhasil membuat yang menonton menjerit histeris dalam arti yang beragam. Hal itu juga yang membuat banyak orang tak melewatkan untuk mengambil gambar guna di sebarkan.


Mereka tidak takut karena tahu kalau 'Three Royal Nobles' itu tidak pernah low profil soal kehidupan pribadinya.


Jadi, berita ini segera menduduki rating pertama dalam pencarian panas.


Jutaan orang yang memainkan ponsel pintar mereka diwaktu bersamaan segera merespon berita itu begitu berita itu dirilis.


Kehebohan pun tak terelakkan.


Bahkan, sampai juga ke telinga Keluarga Besar Shin.


Meskipun begitu, mereka tak punya suara untuk mengomentari hal itu. Sebab, Tuan Muda Shin Da Ming sudah mengatakannya sejak beberapa tahun yang lalu kalau dia sudah memiliki tambatan hati yang tak akan mengecewakan keluarganya.


Alhasil, begitu berita itu sampai mereka hanya bisa bersabar menunggu Shin Da Ming membawa pulang Rayan untuk diperkenalkan pada keluarganya.


Sesampainya dia ruang kerja Master Shin, Rayan segera diturunkan langsung di atas sofa di ruang tersebut dengan Shin Mo Lan yang mengungkungnya tanpa niat untuk beranjak.


Melihat itu Rayan tak menolaknya, dia justru tersenyum amat manis sampai Shin Mo Lan mengambil beberapa kecupan saking gemasnya.


"Apa yang kau tunggu?! Tidakkah kau meminta seseorang untuk memberikan ku baju ganti? Aku sudah bukan pasien lagi, suamiku sayang..." suara merdu dan manis Rayan meski berbeda tapi rasanya tak berubah. Selalu mampu menggetarkan hati seorang Shin Mo Lan.


"Tidak perlu terburu-buru. Aku sudah menyiapkan banyak di kamar yang ada di ruangan ini."


"Baju siapa itu?" sengit Rayan saat pikiran negatif masuk kedalam otaknya.


Melihat ekspresi cemburu Rayan yang menggemaskan sukses membuat Shin Mo Lan tertawa bahagia. Tapi, tidak terus menggodanya.


"Jangan khawatir. Baju itu ku siapkan untukmu sejak aku membawamu kesini untuk dirawat. Aku sudah berjaga-jaga, kalau-kalau kau sadar tak perlu membeli lagi. Disini sudah aku sediakan semua kebutuhan mu. Ini juga caraku untuk bisa membawamu kemana pun aku mau."


"Kau ingin aku mengekori mu selalu?"


"Tentu. Kenapa tidak! Bukankah semakin menempel kita, semakin cepat memiliki anak?"


Bugh!


Rayan refleks memukul dada Shin Mo Lan ringan saking kagetnya dengan apa yang dikatakan suaminya dari zaman lalu itu. Tak pernah menduga pria yang lebih tenang dari dua sahabatnya ternyata memiliki sisi seperti ini.


"Apa yang kau bicarakan? Kita bahkan belum menikah lagi. Ini bukan era dulu. Kita butuh akta nikah." wajah Rayan tak terhindarkan memerah membuat Shin Mo Lan semakin sumringah.


Sambil tersenyum Shin Mo Lan berujar. "Aku tahu. Karena itu, aku sudah menyiapkannya."


"Apa keluarga mu juga tahu? Maksudku keluarga pemilik tubuh mu ini? Aku tidak mau sampai ada masalah seperti tidak direstui. Itu melelahkan tahu!" jujur Rayan atas apa yang dirasakannya tentang hal ini.


"Tidak usah khawatir. Aku sudah mewanti-wanti kan hal itu sejak lama. Paling-paling mereka saat ini sedang menunggu aku membawa mu pulang untuk diperkenalkan pada mereka. Jadi, bersiaplah. Kita akan melakukan tugas terakhir sebelum yang menghalangi hubungan kita ini semakin menunda kita."


Maksud dari perkataan Shin Mo Lan adalah sehubungan dengan dia yang memakai tubuh Shin Da Ming, Shin Mo Lan tentu tak bisa serta-merta lepas tangan dari keberadaan keluarga pemilik tubuh. Meskipun dia tak benar-benar mengakui mereka, sejauh mereka tidak melewati batas toleransinya. Maka, dia akan mengambil peran putra mereka sampai seterusnya.



Beralih ke Bai Gikwang dan Reychu.


Pria itu membawa Reychu pergi usai berganti pakaian yang sengaja ia sediakan sejak awal menempati kamar inap tersebut.


Kini Reychu mengenakan pakaian yang belum pernah ia pakai. Yaitu, dress panjang sebetis berwarna maroon yang polos namun tetap elegan saat dikenakan pada tubuh yang tepat. Seperti Reychu saat ini.


Tak perlu banyak riasan ataupun hiasan, dress maroon melekat pas ditubuhnya saja sudah lebih dari cukup.


"Kau suka dengan penampilan ku ini?" tanya Reychu setelah dia keluar dari kamar mandi dan menghadap Bai Gikwang yang kini melongo terpesona melihat kekasihnya.


"Suka! Sangat suka! Kau luar biasa, sayang!" puji Bai Gikwang tulus dan penuh cinta.


Jujur saja, Reychu tidak nyaman dan tidak terbiasa memakai pakaian model feminim seperti ini. Tapi, melihat Bai Gikwang yang senang memandangnya dalam balutan gaun seperti itu membuat Reychu tak sanggup menghancurkan kebahagiaan kecil tersebut. Alhasil, biarlah dia sedikit mengalah demi menyenangkan calon suaminya itu.

__ADS_1


Rambut Reychu yang sudah sedikit lebih panjang dari sebelumnya dibiarkan tergerai polos oleh Bai Gikwang. Karena, bagi pria itu penampilan Reychu saat ini memberikannya perasaan elegan dan liar disaat bersamaan. Wajahnya pun hanya diberikan sedikit bedak dan lipstik.


Yang pasti semua atas keinginan Bai Gikwang. Reychu menurut saja, lagipula saat dia mengingat bagaimana berpengaruhnya Bai Gikwang didunia ini sekarang membuat Reychu untuk pertama kalinya memikirkan wajah kekasihnya.


Dia masih belum tahu kalau Bai Gikwang pada dasarnya tak peduli dengan bagaimana Reychu ingin menampilkan dirinya selama Reychu tetap menjadi Reychu yang dia cintai. Sisanya terserah Reychu.


Hanya saja, diam-diam Bai Gikwang memiliki setitik keinginan sejak dia tiba di dunia modern ini. Dimana saat matanya melihat bagaimana para perempuan berpenampilan yang disebut feminim versi zaman now membuat Bai Gikwang jadi ingin melihat penampilan Reychu dalam balutan feminim.


Dan akhirnya itu terwujud juga. Ternyata, Reychu tetap cantik terutama dimatanya.


Gadisnya tidak ada duanya.


"Kalau begitu... Ayo, kita berangkat!" ujar Bai Gikwang sambil menggenggam tangan Reychu untuk digandengnya.


Keduanya pun berjalan meninggalkan rumah sakit dibawah sorotan banyak pasang mata sebagaimana pasangan sebelumnya.


Namun, keduanya acuh saja dan terus berjalan menuju mobil sambil bergandengan tangan dengan mesranya.


"Akan kemana kita?" tanya Reychu saat melihat Bai Gikwang membukakan pintu mobil untuknya.


"Ke perusahaan ku. Aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan. Tidak apa 'kan kalau kau menemaniku sampai selesai? Lagipula, aku juga berniat membawamu pulang kerumah kita." ucap Bai Gikwang yang sebenarnya.


Reychu tercengang sejenak. "Rumah kita? Sejak kapan?"


Melihat kekasihnya termangu begitu, Bai Gikwang segera mendorong masuk Reychu sambil menjawab. "Sejak aku sudah bisa berdiri diatas kakiku sendiri dengan kemampuan ku, hal pertama yang aku pikirkan adalah persiapan untuk masa depan kita." terangnya seraya membalas tatapan tak percaya Reychu padanya.


"Benarkah?"


Bai Gikwang mengangguk membenarkan.


"Wah. Hebat. Apa sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Bai sungguhan?" kata-katanya merujuk pada masa lalu yang statusnya dihina.


Dia ingat ketika dia di perlakukan buruk hanya karena menjadi seorang janda dan itu sebenarnya sungguh menjengkelkan. Maka dari itu, di kehidupan ini, dia tak mau hal itu terjadi lagi atau dia akan melakukan hal gila untuk membuat orang-orang tutup mulut dalam mengganggunya.


Bai Gikwang menangkap maksudnya dengan mudah. Lalu, ia menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Reychu sambil menatap penuh cinta kepada kekasihnya itu.


"Reychu sayang... Posisi itu tak akan pernah digantikan oleh siapapun. Kau diciptakan dari tulang rusuk ku, maka kau sudah pasti adalah wanita ku, pasangan hidupku, dan akan terus seperti itu. Pendapat mereka pada dasarnya tidak penting. Karena, bagaimanapun aku ini seorang Kaisar Agung dari Kerajaan Es, Kekaisaran Utara dimasa lalu. Jika, bukan karena tubuh anak mereka yang kupakai hingga saat ini. Keberadaan mereka untuk berbicara dengan ku saja sama sekali tidak layak. Apalagi sampai mengatur ku." tutur Bai Gikwang seperti apa yang lubuk hatinya ingin ungkapkan.


Senyum Reychu kian merekah hingga dengan berani mengecup bibir seksi Bai Gikwang dengan berani sebagai ucapan terimakasihnya karena sudah setia hingga saat ini.


Mendapat kejutan kecil itu, meski sempat terhenyak, senyum bahagia tetap terukir pada akhirnya. Setelahnya, dia menarik diri menjauh agar dapat menutup pintu mobil segera dan berjalan memutar guna masuk ke pintu disisi lain mobil.


Menyalakan dan melaju...


Bruumm...


Mobil dikemudikan oleh Bai Gikwang menuju ke perusahaannya langsung dengan membawa Reychu. Sudah dipastikan begitu mereka tiba, kegemparan terjadi. Sebab, ini adalah pertama kalinya Tuan Muda Bai mereka, bos mereka, pria yang hanya bisa mereka puja dari jauh membawa seorang wanita ke perusahaan dengan digandeng pula.


Kurang apa hebohnya itu. Akan tetapi, yang bersangkutan sama sekali tidak kekurangan sikap santainya meski dalam keadaan demikian.


Sekali lagi, pencarian panas membludak di dunia maya.



Terakhir, ada Ye Zi Xian dan Ryura.


Yang ini lebih ekstrim dan tak terduga.


Sambil menyerahkan paper bag kecil kepada Ryura. "Gantilah dengan ini. Kita akan keluar setelahnya."


Ryura masih tidak banyak bicara, namun tetap menerima paper bag tersebut dan lantas berbalik kearah kamar mandi, lalu berjalan masuk untuk berganti.


Sebuah kaos putih polos dipadu dengan celana kulot hitam gantung adalah apa yang disediakan oleh Ye Zi Xian untuk Ryura. Jangan memandang kesederhanaan dari pakaian tersebut, sebab bila mengintip label brand-nya siapapun akan kehabisan kata-kata untuk sekedar meremehkan apa yang disebut sederhana.


Ye Zi Xian tahu seperti apa istrinya itu, dimana dia lebih nyaman menggunakan pakaian dengan bawahan celana meskipun dimasa lalu Ryura pun tidak terlihat kesulitan atau tidak nyaman dan sebagainya saat memakai hanfu panjang yang lebar itu. Akan tetapi, sebagai suami yang mengutamakan kenyamanan istrinya, yang dilakukan Ye Zi Xian kali ini adalah buktinya.


Sembari menunggu Ryura keluar dari kamar mandi, Ye Zi Xian tak lupa mengeluarkan sebuah paper bag besar berwarna hitam polos dengan tali putihnya sebagai pegangan dari lemari yang sama untuk ikut ia bawa bersamanya saat keluar dengan Ryura sebentar lagi.


Setelahnya, diapun tak lupa menghubungi Lai Zouji.


Tuut...


Sambungan terhubung detik berikutnya.


"Tuanku!" sapa Lai Zouji penuh hormat.


"Ambilkan aku amplop putih di brangkas dan bawa ke kantor catatan sipil sekarang juga." tiit...


Dalam keterkejutan, Lai Zouji terdiam sampai tak menyadari kalau sambungan teleponnya sudah diputus sepihak oleh tuannya.


Dia mulai mencerna lebih dalam lagi, meyakinkan dirinya kalau dia tidak salah dengar kalimat apa yang diucapkan oleh tuannya untuk diperintahkan.


Tuannya bilang amplop putih dan kantor catatan sipil, bukan?


Astaga!


Ini tidak seperti yang dia pikirkan, bukan?


Meskipun Lai Zouji masih dilanda kebingungan dan ketidakpahaman dengan apa yang di mau Tuan-nya. Akan tetapi, perintah tetaplah perintah dan dia masih harus mematuhinya. Lagipula, sebentar lagi ia juga akan tahu apa yang ingin Tuan-nya lakukan dengan amplop putih tersebut.


Alhasil, usai mengambil amplop yang diinginkan Tuan-nya, Lai Zouji segera melesat menuju kantor catatan sipil dikota itu.


Secara garis besar dia tahu apa tujuan amplop itu dikirim kesana.


Saat Ye Zi Xian dan Ryura baru saja melakukan perjalanan ke kantor catatan sipil, Lai Zouji sudah lebih dulu sampai dan melakukan tugasnya.


Kemunculannya yang tiba-tiba mengejutkan pekerja dan pengunjung disana.


Mereka yang terkejut jelas mengetahui siapa Lai Zouji, karena wajahnya pun turut berseliweran di media bersama Bos-nya.


Semuanya mulai bertanya-tanya maksud dan tujuan Lai Zouji datang kesana. Namun, hampir semuanya memiliki tebakan liar dibenak mereka.


"Sekretaris Lai?! Uh. Se..selamat siang, Sekretaris Lai! Ada yang bisa kami bantu?" tanya petugas disana yang gugup kala dikejutkan dengan kedatangan bawahan terpercaya dari pemilik RYUXIAN KINGDOM.


Dengan tampang datar yang tidak sombong ataupun merendah, Lai Zouji menyerahkan amplop putih yang dibawanya kepada petugas itu.


Dengan bingung sang petugas menerima amplop putih tersebut. Ditatapnya wajah tampan Lai Zouji dengan bingung hingga jelas terlihat kalau ekspresinya berbicara 'ini apa?'.

__ADS_1


"Urus apa yang ada didalamnya secepatnya. Sebentar lagi mereka akan tiba." hanya itu yang dikatakan Lai Zouji dan petugas tersebut meski masih penasaran sampai ingin bertanya lagi, dia sudah dibungkam lebih dulu dengan sorot tajam Lai Zouji yang seolah mengatakan 'jangan banyak tanya!'.


Alhasil, dia hanya bisa menurut.


Setelah dipikir-pikir, dia juga akan tahu apa isinya begitu dibuka. Bukankah Sekretaris Lai ingin dia mengurusnya?


Jadi, dia segera membuka amplop putih tersebut dan mengeluarkan isinya. Hal tak terduga membuat jantungnya ingin rontok.


Itu disebabkan oleh beberapa lembar kertas yang ada didalam amplop putih ditangannya saat ini. Matanya sampai mau keluar dari rongganya.


Dalam beberapa lembar kertas itu, terdapat dua identitas berlainan jenis, dimana yang satunya terlihat jelas milik siapa.


Ye Zi Xian, itulah identitas si pria yang jelas. Sedang untuk wanitanya, jujur petugas tidak mengetahuinya siapa itu. Bukan gadis dari kalangan artis atau orang terkenal. Tapi, sampai disini dia tahu hal ini akan menggemparkan dunia.


Tak berani berlama-lama, segera dengan tangan bergetar petugas tersebut mengurus apa yang Lai Zouji ingin dia urus.


Sepanjang proses pengurusan itu, beberapa rekan kerjanya yang ikut bekerja juga diguncang dengan keterkejutan.


"Ini nyata?" tanya salah satunya tak percaya.


"Jangan tanya aku! Lakukan saja! Sekretaris Lai berkata kalau mereka akan tiba sebentar lagi. Jadi, jangan menunda!" serbu petugas yang membawa berkas itu.


Seketika, bagian dalam kantor catatan sipil sibuk bergerak cepat seperti dikejar hantu. Mereka berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukan kesalahan.


Ditengah kesibukan mereka yang penuh kepanikan, yang terlibat akhirnya datang. Sambil menggandeng Ryura, keduanya masuk ke kantor catatan sipil.


Orang-orang yang sebelumnya sudah dikejutkan dengan kemunculan Lai Zouji, kini harus dikejutkan lagi dengan kedatangan Ye Zi Xian bersama seorang gadis.


Mulut mereka segera menganga lebar saking tercengangnya.


"Itu Tuan Muda Ye, 'kan?"


"Dia membawa seorang gadis!"


"Oh my God! Jangan bilang dia mau menikah!"


"Aaaaaahhhh... Idolaku mau menikah? Sungguh!"


"Siapa gadis itu hingga mampu menaklukkan salah satu dari 'Three Royal Nobles' kita?!"


Tak kalah dengan dua sahabatnya yang lain, sepak terjang Ye Zi Xian juga menghebohkan dunia.


Segera, mereka mengaktifkan media sosial dan mulai mengisinya dengan informasi yang baru saja mereka lihat. Kehebohan kembali terjadi.


"Tuan!" sapa Lai Zouji sambil menundukkan kepalanya.


"Hm. Kau tahu dia siapa bukan? Aku tidak perlu mengatakan apa yang harus kau lakukan mulai sekarang, 'kan?" Ye Zi Xian mengajukan pertanyaan yang sebenarnya menuntut.


"Nyonya Ye!" sebagai orang yang paham betul seperti apa Tuan-nya itu, Lai Zouji tak perlu pemberitahuan kedua untuk tahu apa yang harus ia lakukan.


"Bagus! Aku akan memberikan mu bonus nanti!" angguk Ye Zi Xian puas dengan pemahaman Lai Zouji hingga pundak Sekretaris Lai ditepuk-tepuk dengan kebanggaan yang tersirat.


"Terimakasih, Tuan-Nyonya!"


Setelahnya, Ye Zi Xian kembali menuntun Ryura menuju tempat lain usai menanyakan kepada seorang petugas disana letak ruang kosong yang diperlukan oleh Ye Zi Xian.


"Dia terlihat seperti Dong Jia Zi." ucap Ryura begitu saja.


Ye Zi Xian sampai melirik sekilas sebelum ikut menimpali. "Benar. Selain nama. Semuanya persis sama dengan yang dulu."


"Kau juga cukup terkenal." tutur Ryura lagi saat Ye Zi Xian terus berjalan membawanya ke sebuah ruang kosong yang baru saja diminta olehnya dari petugas disana.


"Itu harus kulakukan, agar bisa membawamu ke posisi sebelumnya. Aku seorang pemimpin sekte dimasa lalu yang dikenal hampir seluruh daratan dari 3 kekaisaran. Jadi, di dunia mu ini aku pun ingin memberimu kedudukan yang sama seperti sebelumnya." jujur Ye Zi Xian mengungkapkan tujuannya menjadi hebat seperti sekarang ini.


Ryura yang mendengarnya mampu membangkitkan senyum yang sulit muncul diwajahnya.


Saat orang-orang diluar sana sibuk dengan berbagi berita, kejutan kembali diterima setelah beberapa saat melihat Ye Zi Xian dan Ryura masuk kesebuah ruangan, kini keduanya keluar dalam tampilan berbeda.


Ye Zi Xian dan Ryura mengenakan hanfu pernikahan berwarna merah cerah.


Itulah yang Ye Zi Xian bawa dalam paper bag besarnya. Sepasang gaun pengantin tradisional yang sedikit dimodifikasi dalam versi modern. Dia menyiapkannya tepat setelah membawa 3Ry ke rumah sakit.


Didalam ruangan kosong tadi juga, Ye Zi Xian sendiri yang mendandani Ryura. Membantunya mengenakan pakaiannya, membantunya merias wajah, membantunya memberikan hiasan kepala walau sedikit. Semua Ye Zi Xian lakukan sendiri. Sebab, sebelumnya dia sudah belajar hanya untuk Ryura.


Dia benar-benar laki-laki yang memiliki banyak waktu luang untuk membuat pendampingnya menganggur.


Sementara Ryura hanya diam menerima semua perlakuan memanjakan tersebut.


Selesainya mereka berhias diri, selesai pula berkas di urus. Kini Ye Zi Xian tanpa ditunda segera membawa Ryura ke bagian foto untuk akta nikah mereka.


Semua berjalan lancar dibawah tatapan terbelalak banyak orang yang mulutnya pun ikut menganga.


Hanya Lai Zouji yang justru menghembuskan nafas tak berdayanya. Ternyata, apa yang dia tebak sedari tadi benar adanya.


Bos-nya mau menikah langsung ke kantor catatan sipil tanpa ada persiapan pesta pernikahan atau apapun. Ini membuat Lai Zouji yang sudah bertahun-tahun bekerja bersamanya, untuk pertama kalinya tidak tahu apa yang dipikirkan Tuan-nya. Bisa-bisanya si Bos menyeret seorang gadis begitu saja untuk diajak menikah, padahal dia tahu kalau keduanya tidak saling kenal dan bahkan baru saja bertemu saat kecelakaan itu terjadi.


Ini tidak masuk akal baginya!


Bos! Apa yang kau pikirkan sebenarnya!


Bagaimana kalau Ryura bukan gadis yang baik dan bla bla bla, masih banyak lagi.


Tapi, apalah daya dia yang seorang bawahan.


Saat Lai Zouji tidak tahu harus berbuat apa, Ye Zi Xian dan Ryura malah asik dengan dunianya sendiri. Orang-orang yang menonton di samping sudah gencar mengangkat berita itu ke media.


Berbagai foto Ye Zi Xian dan Ryura yang mengenakan gaun pengantin tradisional bertebaran dimana-mana dengan berbagai komentar. Hal itu tak jauh berbeda dengan dua lainnya. Hanya saja, yang ini sedikit lebih menghebohkan.


Ketika 'Three Royal Nobles' menemukan 'Three Noble Consorts', ketiga Pasangan tersebut tidak mempedulikan apa yang dunia luar lakukan. Mereka hanya asik menikmati romansa cinta mereka, mengabaikan kekacauan yang terjadi di dunia maya akibat kejutan dari ketiganya.



Alhamdulillah up lagi gaessss


kalian senang? senang? senang lah ya!!!


mana banyak lagi kata-katanya. 3000 lebih. kalo gak puas aku cubit **ya**.

__ADS_1


hahaha


ok tunggu kelanjutannya. jangan lupa dukungan sayang...😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2