3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
BERBOHONG TANPA BERKEDIP


__ADS_3

Sebuah berita yang menggemparkan mencuat keesokan harinya.


Akademi Zhilli dan Kediaman Zhilli Shin tak luput dari mendengar berita itu.


Hanya 3Ry, Chi-chi, dan Ruobin yang tidak terlalu menanggapi berita tersebut. Wajarlah... Mereka adalah pelaku dari kejadian yang menggemparkan itu. Jadi, untuk apa merasa terkejut.


Tapi, lain halnya dengan Duan Xi. Pria tua pendek berjanggut putih itu jelas sangat terkejut. Apalagi sampai ikut datang ke lokasi kejadian setelah mendengar kabar itu. Disana ia melihat sendiri kekacauan yang ada tersebut. Tak tahu harus berkata apa. Merasa agak menyayangkan kalau ternyata area yang terbilang memiliki penjagaan yang baik juga bisa kelalaian hingga membuat pelaku pembunuhan dapat menyusup masuk.


Tidak tahu saja dia. Kalau penyusupnya seperti Ryura, siapa yang bisa mencegahnya?!


Sama seperti Furby yang ditempatkan di istal yang ada di Akademi Zhilli. Dia yang beberapa waktu ini memilih memanjakan diri di sana daripada mengekori Ryura yang kini sering ditempeli oleh pria tampan berambut putih keperakan itu. Jadilah, disini dia berada.


Menurutnya, perawatan di istal ini sangat memuaskannya. Karena itu, dia cukup tenang meski berjauhan dengan Ryura. Baginya, selama masih bisa di jangkau dalam radius beberapa meter saja. Furby tak mempermasalahkannya.


Tapi, hari ini tiba-tiba dia tak sengaja mendengar kabar menghebohkan yang dengan sangat cepat menyebar hingga keseluruh seluk-beluk tempat ini. Akademi Zhilli dan Kediaman Zhilli Shin.


Dia sempat tercengang mengetahui kabar itu. Merasa agak aneh juga bila sesuatu yang buruk terjadi di lokasi yang terbilang dekat dengan istal yang ada di Akademi Zhilli.


Mengapa? Karena, Furby yang memiliki kemampuan yang dapat merasakan sesuatu yang buruk disekitarnya justru tidak merasakan apapun tadi malam. Hal ini seketika mengingatkan dirinya akan Ryura.


"Benarkah Ryura yang melakukannya?! Tapi, kalau bukan dia. Jelas tidak akan ada yang bisa melakukannya dalam semalam. Hmm... Hanya saja, apa yang membuatnya melakukan yang itu di tempat yang baru pertama di datangi ini?!" Furby bertanya-tanya pada keadaan yang jelas tidak akan memberinya jawaban.


Tuan Besar Shin, Tuan Muda Shin Mo Lan, Kaisar Agung Bai, Ye Zi Xian, Dong Jia Zi, Min Hwan, dan beberapa orang lainnya juga sudah melihat sendiri kekacauan di lokasi kejadian. Mereka jelas mempertanyakan perkara apa yang menyebabkan paviliun tempat tinggal Nona Muda Jiang menjadi sasaran pembunuhan. Apalagi, setelah di periksa langsung oleh sang Guru besar selaku ayahnya.


Dinyatakan bahwa Jiang Yu Na sempat mengalami guncangan mental akibat kejadian semalam. Dia bahkan terlihat selalu berusaha untuk menyampaikan sesuatu, tetapi karena syok. Suaranya masih enggan untuk keluar.


Jiang Yu Na sendiri nyaris gila, karena tak bisa langsung mengadukan kemalangannya kepada sang ayah lantaran kondisinya saat ini.


Saat ini dia sedang di ungsikan ke paviliun lain yang lebih biasa dari paviliunnya yang luar biasa.


Kala dia ditinggalkan sendirian guna memberikan ketenangan untuknya. Jiang Yu Na justru malah memikirkan cara untuk membalas ketiga gadis itu. Tak ada yang akan ia prioritaskan diantara ketiganya. Karena, tiga gadis itu sudah membuatnya benar-benar marah dan benci.


Dia benci Rayan karena menjadi saingan cintanya. Dia benci Reychu karena mulutnya yang tidak dapat dijaga tutur katanya. Juga, dia benci Ryura karena kebrutalannya yang merusak tempat tinggal dirinya.


Meski disudut hatinya ada keraguan untuk mengusik tiga gadis itu lagi, mengingat salah satunya bisa menjadi begitu mengerikan kala marah. Lantas, bagaimana dengan yang lain?


Jiang Yu Na masih ingat wajah datar Ryura dengan matanya yang tak tampak hidup itu, dia benar-benar seperti hantu. Apalagi dengan mata telanjangnya dia menyaksikan sendiri bagaimana Ryura menyikat habis semua pelayannya tanpa memberikan ruang untuk mereka menyerang balik. Ini saja sudah mampu menciutkan nyalinya.


Dia memang bisa bela diri, tapi jelas tak seahli Ryura. Dia mempelajarinya hanya untuk perlindungan diri kala penjaga yang menjaganya tak bisa lagi melindunginya. Terlebih, dia condong memfokuskan dirinya di bidang alkimia seperti ayahnya. Jelas saja kalau dia sama sekali bukan tandingan Ryura maupun Reychu yang belum ia lihat kemampuan bertarungnya.


Dia malah tak memasukkan nama Rayan sebagai yang juga perlu di waspadai. Nyatanya, Rayan mampu di keduanya. Meski lebih menonjol di bidang alkimia juga.


"Apapun yang terjadi, aku akan membuat kalian membayar atas apa yang sudah kalian lakukan padaku!" sumpahnya dalam hati.



Ruang pertemuan di Akademi Zhilli kini dipenuhi oleh para petinggi di tempat itu.


Ada Yang Mulia Kaisar Agung Bai Gikwang, Tuan Ye Zi Xian, Tuan Muda Shin Mo Lan, Tuan Besar Shin Ming Shang, juga kedua orang kepercayaan Tuan Muda Shin dan Tuan Ye. Ditambah lagi dengan para guru Akademi Zhilli juga tetua di Zhilli Shin.


Semuanya sedang membahas mengenai kejadian mengerikan yang saat ini gempar.


"Mohon keadilannya bagi Putri saya Yang Mulia...!" mohon Tuan Jiang, ayah Jiang Yu Na yang saat ini ditemani oleh kedua anak laki-lakinya, yang juga kakak dari Jiang Yu Na sendiri.


Kaisar Agung Bai memandangi sesaat sebelum membalas. "Kaisar Agung ini mengerti. Dan tentu akan memberikan keadilan itu. Tetapi, saya tidak bisa asal memberikan keadilan bila akar masalahnya belum ditemukan. Tidak peduli kalau Nona Jiang pada akhirnya tidak bersalah. Kasus ini perlu untuk di usut tuntas." jedanya.

__ADS_1


"Tidak akan ada asap kalau tidak ada api! Bila pelaku itu hanya seorang pencuri. Dia tidak akan hanya memasuki paviliun Nona Jiang. Apalagi mengingat lokasinya berada di tengah kediaman Jiang. Sudah seharusnya dia mengincar bagian depan kediaman tersebut terlebih dahulu. Kalau dia benar seorang pembunuh pun. Bila membunuh Nona Jiang, seharusnya Nona Jiang sudah tiada saat ini. Melihat lokasi kejadian, yang mana semua pelayan yang ditugaskan disana mati, tak mungkin kalau dia tidak bisa melakukannya juga pada Nona Jiang. Ini jelas menandakan bahwa, harus ada sesuatu yang terjadi antara pembunuh itu dan Nona Jiang sehingga dia menargetkan Nona Jiang untuk dibunuh olehnya. Dan... Harus juga ada alasan mengapa dia tidak jadi membunuh Nona Jiang disaat kesempatan ada didepannya!" finalnya berpanjang lebar.


Bisik-bisik segera terdengar. Sebagian besar dari mereka mengatakan itu sangat masuk akal. Tanpa perlu di perjelas lagi pun, mereka tahu masalah ini harus ada kaitannya dengan Jiang Yu Na sendiri.


Pada akhirnya, yang menjadi pertanyaan besar mereka adalah...


Masalah seperti apa yang membuat Jiang Yu Na harus dibunuh?



Di kamar Rayan, kelima orang disana malah asik menikmati santapan pagi tanpa terusik sedikitpun dengan kabar buruk yang menyebar.


Mereka bahkan masih bisa bergurau disana.


Rayan yang makanannya selalu dicomot Reychu. Ryura yang diam saja kala Reychu mengambil makanannya begitu saja tanpa permisi. Reychu yang dengan tidak merasa bersalah juga menyasar ke makanan Chi-chi dan Ruobin, membuat kedua siluman itu hanya bisa menghela nafas pasrah.


Suasana makan mereka begitu khidmat.


"Kabar ini menyebar seperti petir yang menyambar! Boom! Cepat sekali gemparnya!" celetuk Reychu disela-sela kegiatan makannya tanpa melirik yang lain.


Melakukan hal yang sama, Rayan menimpali. "Hm. Kejadian ini pasti melibatkan banyak orang." mengangkat kepalanya guna menatap orang-orang yang ada didepannya. "Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini? Kudengar segera setelah mereka menyaksikan sendiri kekacauan yang ditinggalkan Ryura. Mereka segera melakukan rapat."


Reychu tertawa mendengarnya. "Hahaha... Mereka akan sibuk setelah ini. Siapa yang peduli?! Aku akan menonton dari belakang. Ini akan menjadi seru!"


"Lalu, apa yang akan kalian lakukan kalau suatu hari kebenaran terungkap?" tanya Ruobin setelah lama diam dan menyimak percakapan gadis-gadis didepannya.


"Hei, Rubah. Kau ini habis darimana... Apa kau lupa siapa dia?" Reychu berkata seperti itu seraya menunjuk Ryura yang sedang makan dengan sumpitnya.


Ruobin hanya melirik, namun tidak mengatakan apa-apa.


"Dia Ryura. Selama dia tidak mengaku. Tidak akan ada yang tahu."


Rayan meleleh seketika. "'Aaaaa... Bin-bin, kau manis sekali. Tapi, kau tak perlu khawatir. Hal-hal yang ditangani Ryura tak akan meninggalkan jejak meski ada kami berdua yang membantunya. Ibarat kata, menyembunyikan ayam beserta telurnya. Artinya, kemampuannya yang misterius itu mengenai kami juga saat kami bergabung dalam melakukan sesuatu." terang Rayan lalu menyodorkan daging yang dia jepit di sumpitnya kearah Ruobin.


Siluman rubah perak itu hanya menurut saja dengan membuka mulutnya dan menerima suapan daging dari sahabat manusianya.



Kabar mengenai akan adanya penyelidikan menyeluruh kembali menjadi buah bibir.


Kabar itu juga memasuki telinga Jiang Yu Na yang saat ini sedang bersama satu-satunya pelayan yang tersisa disisinya.


Dia adalah pelayan yang sebelumnya ia perintahkan untuk mengawasi situasi. Dia selamat dari tragedi malam itu karena melaksanakan perintah tuannya.


Malam tadi dia kembali sangat terlambat hingga malam sudah larut. Tapi, sebisa mungkin ia tidak melanggar perintah junjungannya. Karena itu, iapun memilih kembali.


Namun, siapa yang menduga kalau hal pertama yang dilihatnya adalah kengerian. Mulai dari pintu masuk paviliun, halaman samping kamar yang pintunya masih terbuka lebar dan ada sosok yang amat dikenalnya sedang terduduk dilantai dengan sangat menyedihkan, semua yang dilihatnya membuat ia terkejut bukan main.


Tubuhnya gemetar dan hampir jatuh pingsan kalau saja dia tidak menguatkan diri.


Dari dialah semuanya menjadi gempar.


"Kau harus menjadi saksi untuk ku! Aku tidak akan membiarkan mereka lepas dari masalah ini. Mereka harus membayar atas kerugian yang aku terima. Yang pasti, aku akan merasa puas kalau mereka menerima hukuman mati." dengan dingin dan penuh dendam Jiang Yu Na menurunkan perintah pada pelayannya yang tersisa itu.


Dia sudah jauh lebih baik dari sebelumnya setelah sang ayah memberikannya pil obat.

__ADS_1


Dengan perasaan takut, si pelayan hanya bisa menuruti perintah tuannya. Dia tidak memiliki nyali untuk menolak. Apalagi, nyatanya dia tak tahu siapa 'mereka' yang dimaksud junjungannya.


Sejak tadi, Nonanya seolah enggan menyebut nama orang yang disebut 'mereka' itu saat sedang mengomel dan memaki bahkan menyumpah-serapahi tanpa henti beberapa waktu lalu.


"Ba..baik No..nona...!" patuhnya seraya mengangguk sambil menunduk.



Penyelidikan berlangsung selama dua hari dua malam, dan yang mereka dapatkan hanya kegagalan.


Orang-orang yang memiliki kemampuan khusus dan menjadi yang paling diandalkan oleh tuan mereka pun gagal menyelidikinya.


Hingga mereka kembali melakukan pertemuan.


Diskusi yang dilakukan hanya berakhir pada satu solusi. Yaitu, menanyakan langsung pada Jiang Yu Na mengenai kronologis kejadian. Meskipun kenyataannya, Kaisar Agung Bai agak tidak setuju lantaran pribahasa 'lidah tak bertulang'. Dia memiliki firasat kalau kesalahan ada pada Jiang Yu Na sendiri, karena itu dia jadi meragukan apa yang mungkin akan dikatakan gadis itu demi menyelamatkan dirinya.


Namun, tentunya dia tak akan menuduh begitu saja tanpa adanya bukti.


Kini setelah beberapa saat lalu pengumuman kepada seluruh penghuni Akademi Zhilli dan Kediaman Zhilli Shin untuk segera berkumpul di ruang pertemuan disebarkan.


Ruang pertemuan itu pun langsung penuh sesak. Termasuk 3Ry juga ada diantara mereka, bahkan Jiang Yu Na pun ada ditempatnya karena posisinya saat ini adalah sebagai korban dan saksinya.


Kaisar Agung Bai Gikwang duduk di singgasana yang selalu terdapat di rumah bangsawan.


Segera, iapun memulai lebih dulu. "Nona Jiang. Perkumpulan ini dilakukan atas kesepakatan bersama untuk menanyakan langsung kepada anda perihal kejadian malam itu. Karena itu, bekerja samalah!" lugasnya tanpa merubah raut wajahnya yang datar sejak awal.


Tapi, sepertinya kebencian Jiang Yu Na yang luar biasa itu sukses membuat dia kehilangan akal sehatnya. Dengan sigap dan berani, tanpa ragu dia segera memutar tubuhnya untuk mencari keberadaan sosok-sosok yang menjadi incarannya.


Setelah ketemu langsung saja, ditunjukkannya jari telunjuk miliknya kearah 3Ry dengan penuh amarah.


"MEREKA! MEREKA PELAKUNYA! MEREKA YANG MELAKUKANNYA. MEREKA INGIN MEMBUNUHKU. MEREKA INGIN MELUKAIKU..." beralih ke wajah Shin Mo Lan yang terdiam menyimak keadaan.


"Tuan Muda Shin, percayalah pada saya. Saya sungguh mengatakan yang sebenarnya. Mereka... mereka datang ketempat saya lalu membunuh semua pelayan saya. Mohon Tuan Muda Shin, percayalah padaku. Aku mengatakan yang sebenarnya." kembali menunjuk kearah 3Ry.


"Mereka bertiga adalah penipu. Mereka datang hanya untuk mencari mangsa agar bisa dibunuh. Betapa kejinya mereka! Sungguh tuan-tuan sekalian, merekalah yang mencoba melukai saya. Tolong saya! Berikan saya keadilan! Huhuhu... Hiks...!" Histeris Jiang Yu Na lalu menangis kemudian.


Tapi, 3Ry tahu kalau perempuan itu sedang melakukan balas dendam.


Rayan, Reychu, dan Ryura tak bergeming ditempat mereka berdiri meski saat ini semua mata mengarah padanya.


"Kenapa melihat kami seperti itu?!" celetuk Reychu dengan santainya seolah dia tidak sedang dalam suasana menegangkan. "Jangan bilang kalau kalian mempercayai dia! Sungguh, pernyataannya sangat tidak bisa dipercaya! Hanya mengatakan kalimat seperti itu, kami juga bisa melakukannya. Tetapi, percaya tidak percaya, aku dan dua sahabat ku tidak merasa telah melakukan hal kejam seperti itu. Itu sangat tidak dibenarkan! Apa kami terlihat seperti mampu ?!" sambung Reychu dengan entengnya. Dia bahkan mengatakannya tanpa mengedipkan mata, seolah semua yang dikatakannya adalah kebenarannya.


Padahal, siapa yang mudah ditipu disini?!


Bila yang lainnya terpengaruh oleh kata-katanya. Maka, lain halnya dengan ketiga pria tampan yang juga ada disana.


Sambil mengerutkan kening dan menyipitkan mata, mereka merasa ada yang janggal dari perkataan Reychu.


Tiba-tiba, mereka memiliki firasat kalau benar adanya bahwa merekalah si pelaku itu. Tapi, yang mereka tidak memahaminya adalah penyebab mereka menargetkan Jiang Yu Na.


Sampai beberapa saat kemudian, sesuatu menyadarkan mereka...



maaf kalo lama man-teman. yg atunya review nya lama bingit.

__ADS_1


Thor bikin ini sampe merem melek karena ngatuk. jadi kalo ad kesalahan ato alur yang aneh. mohon di maklumi ya. hehehehe


🥱😴😪


__ADS_2