
Kedatangan ketiga perempuan berpakaian nyentrik di salah satu konter HP ternama di mall tersebut sukses membuat tempat itu sunyi mendadak. Baik pegawai maupun pelanggan, semuanya menyempatkan waktu untuk menatap ketiganya dengan tatapan tak bisa di jelaskan atau tepatnya dengan tatapan berbagai macam jenis.
Ada yang heran, ada juga yang geli, jijik, merendahkan, takjub karena kepercayaan diri ketiga perempuan itu dengan penampilannya, ada pula yang sampai tidak bisa berkata-kata saking tertegunnya.
Sayangnya, yang di perhatikan acuh saja. Sama sekali tidak peduli di tatap sedemikian rupa. Lagipula, tidak merugikan orang lain juga, begitu pikir mereka.
Di bawah pandangan banyak orang di sana, ketiga perempuan yang tak lain adalah 3Ry langsung berjalan menuju etalase kaca yang mana terdapat banyak macam, jenis, dan tipe smartphone canggih plus mahal tertata di dalamnya.
Mulai dari model simpel sampai mewah ada semua. Tentunya dengan harga yang tidak kecil.
Salah satu pegawai disana segera bergegas untuk melayani. Meskipun penampilan 3Ry terbilang berani dan mengerikan di mata pegawai tersebut, namun sebagai pramuniaga dia tidak perlu peduli seperti apa pelanggannya yang penting mereka datang untuk membeli.
Jadilah, senyum profesional terbentuk dibibir bergincu merah pegawai tersebut. "Selamat datang, Nona-nona... Ada yang bisa saya bantu?"
Rayan tersenyum ramah membalas sambutan profesional pegawai wanita itu yang cukup membuatnya senang karena tidak bertingkah laku yang tidak semestinya kala mendapati pelanggan yang penampilannya seperti dia dan dua sahabatnya saat ini.
"Tentu. Kami ingin membeli smartphone. Tapi, kami harus melihatnya dulu."
"Baik. Silakan, Nona-nona. Pilihlah yang anda sekalian suka." balasnya sambil mengamati sosok ketiga perempuan didepannya saat ini.
Dari pengamatannya, ketiganya haruslah orang kaya. Sebab, meskipun nyentrik dan berani semua yang menempel di badan 3Ry bukan main harganya. Bahkan pita yang melekat pada kepangan Rayan saja bisa sampai jutaan. Penemuan ini membuat pegawai tersebut tidak berani melayani dengan sembarangan.
Biarlah mereka aneh dalam penampilannya, yang penting benar-benar berduit.
Meski begitu, tidak menampik bahwa pegawai tersebut merasa formasi ketiganya sangat unik. Dimana, perempuan berpenampilan serba cerah ini benar-benar secerah orangnya yang murah senyum. Mana menggemaskan lagi!
Satunya lagi, bisa dibilang cukup mencengangkan dengan warna serba merahnya, terutama rambutnya yang kribo itu. Menjelaskan sekali sosok liarnya. Buat bergidik saja.
Sedang yang terakhir, pegawai tersebut bisa mengatakan kalau yang ini seram bukan main. Meskipun jelas kalau perempuan itu benar-benar manusia yang hidup, akan tetapi entah bagaimana dia merasa perempuan berpenampilan hitam putih didepannya ini sangat mengerikan hingga bulu kuduknya tak bisa tidak berdiri.
Tapi, apalah daya bila sebagai karyawan konter HP ternama dia dituntut untuk profesional dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi segala bentuk pelanggannya.
Alhasil, walaupun ngeri. Dia hanya bisa bertahan. Hitung-hitung melatih mental agar lebih tangguh lagi dalam menghadapi pelanggan dalam karakter apapun.
"Kalian pilih yang mana?" tanya Rayan sambil melihat-lihat ke dalam etalase kaca. Dia tengah mencari ponsel warna merah muda seperti warna ponselnya yang dulu.
"Aku mau cari warna merah. Biar serasi dengan rambut pacarku." jawab Reychu bersemangat. Dia juga tengah melihat-lihat.
Sedang Ryura bukannya menjawab pertanyaan umum Rayan, dia malah langsung ke pegawai tokonya. "Berikan aku yang berwarna putih atau silver dan yang paling bagus."
Singkat, padat, dan jelas membuat pegawai tadi yang ditunjuk segera mengambil yang diinginkan pelanggannya walau jujur saja, dia lumayan terkejut saat Ryura tiba-tiba berkata.
Reychu yang turut mendengarnya pun mulai ikut-ikutan. "Aku juga! Bawakan yang warna merah dan paling bagus!"
"Baik." pegawai toko hanya bisa menurut.
Rayan tidak ikut karena merasa telah menemukan yang dicarinya. Tapi, siapa sangka saat melihat ponsel pintar yang dibawa pegawai toko, dia mengurungkan niatnya untuk mengambil ponsel yang diliriknya sebelumnya.
"Ini, Nona-nona. Silakan dilihat lagi. Apakah sudah sesuai dengan keinginan anda?!" pegawai itu bertanya dengan nada profesionalnya.
Ryura dan Reychu mulai melihat-lihat beberapa ponsel pintar yang dibawa kehadapan keduanya. Beberapa warna merah dan beberapa warna putih dengan berbagai tipe.
Reychu dan Ryura memeriksa seberapapun bagusnya calon ponsel mereka, keduanya tetap memilih yang mengena di hati.
__ADS_1
"Wah. Ini bagus-bagus sekali!" pekik Reychu heboh sendiri seperti orang udik desa.
Ryura diam saja sambil mengamati mana ponsel yang diinginkannya.
"Kau memilih warna itu, Ryu? Bukankah sebelumnya warna ponselmu selalu warna hitam?!" tanya Rayan penasaran dengan pergantian mendadak warna yang sudah sejak kecil melekat pada Ryura.
"Warna ini mirip dengan suami ku." jawaban Ryura membuat Rayan membisu kikuk, dia tahu apanya yang mirip. Akan tetapi, Rayan sama sekali tidak menduga akan ada saat dimana Ryura menjadi semanis ini, terlepas dari parasnya yang memang manis.
"Ryu..." dengan mata melebar seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Kau sudah semakin membaik. Seperti ini lebih tampak hidup. Aku ikut bahagia melihatnya." terharunya Rayan seperti seorang ibu yang bangga pada anaknya.
Ryura melirik tanpa emosi pada ekspresi Rayan yang senang dengan kemajuan kehidupannya yang lebih berwarna. Bukan tidak berterimakasih pada ketulusan sahabatnya, tapi memang Ryura yang belum sepenuhnya hidup (berekspresi) sehingga dia tidak memiliki perubahan apapun pada perasaannya setelah mendengar kalimat haru sahabatnya.
"..." Ryura kembali melihat-lihat dan Rayan tak peduli dengan keacuhan Ryura dan ikut kembali fokus pada tujuannya ke toko tersebut.
Melihat Reychu dan Ryura memilih warna yang menyiratkan akan sosok pujaan hati mereka, Rayan jadi berpikir itu juga pilihan yang bagus. Alhasil, dia pun ikut memilihnya.
"Tolong perlihatkan padaku perpaduan dua warna antara merah muda dan hitam. Yang paling bagus tentunya." pintanya. Nyatanya meskipun dia ingin ikut-ikutan, warna favoritnya tetap tak boleh ketinggalan.
Pegawai toko tak berlama-lama segera menyiapkan yang di minta. Dia paham keinginan pelanggan berpenampilan lollipop ini dengan sekali dengar.
Mengangguk menyanggupi. "Baik, sebentar, Nona." kemudian pergi mengambil apa yang di pinta.
Kini dihadapan 3Ry masing-masing sudah ada beberapa ponsel berbagai macam jenis dan tipe, semuanya tentu memiliki kualitas paling top dengan warna yang mereka mau.
Mereka bertiga sibuk dengan kegiatan memilih mereka hingga tidak menyadari kalau masalah akan datang menghampiri.
Di luar toko, seorang perempuan dewasa meski lebih muda dari 3Ry tengah berjalan memasuki toko yang sama dengan yang dimasuki oleh 3Ry. Dia berpakaian resmi dan rapi, benar-benar menampilkan sosok wanita karir. Jika dibandingkan dengan penampilan nyeleneh 3Ry yang overdosis di hari biasa ini.
Begitu masuk, para pegawai yang melihatnya segera menampilkan ekspresi senyum menyanjung di wajah mereka. Terlihat sekali niat dibalik senyum itu dan terlihat jelas perbedaan saat 3Ry muncul.
Ternyata itu adalah Jiang Wanxi adik Jiang Wanwan.
Mereka tahu siapa dia, karena termasuk kedalam daftar putri-putri keluarga terpandang yang terkenal.
Dikarenakan suara para pegawai yang kompak, sapaan itu terdengar keras hingga mencapai telinga 3Ry. Ketiganya tersentak atau tepatnya hanya Reychu dan Rayan yang merasa begitu, sebab Ryura hanya menghentikan gerakan tangannya yang tengah meneliti ponsel barunya sebelum kembali meneruskan kegiatannya.
Mendengar nama yang di jamin sebagai marga dari saingan cinta Rayan, Reychu lantas menyemburkan kekehannya seraya menoleh dengan tatapan seolah berkata, 'Silakan, musuh mu sudah datang! Khekhekhe...' membuat Rayan mendengus jengkel ingin sekali menggeplak kepala Reychu saat ini juga.
Kemudian, Rayan berpikir kalau baru saja yang didengarnya bukan Jiang Wanwan melainkan Jiang Wanxi. Menilik dari informasi yang didapat sebelumnya, nama ini harus menjadi putri keluarga Jiang yang lain selain Jiang Wanwan.
Setelah mengetahui hal itu, Rayan memilih acuh namun tetap mengawasi perempuan itu menggunakan inderanya yang lain. Kali ini, Rayan tak akan menyisakan satu pun keluarga Jiang karena sudah sangat muak mendengar marga itu yang dari masa lalu hingga masa kini telah menjadi teror yang menjengkelkan baginya.
Akan tetapi, dia tidak akan maju lebih dulu melainkan menunggu lawan maju membuat masalah dengannya baru kemudian dia dapat membalasnya dengan khidmat.
Tak... Tak... Tak...
Suara sepatu hak tinggi milik pendatang tersebut terdengar mendekat dari belakang 3Ry.
Saat ini, Jiang Wanxi menatap pemandangan yang menyakiti matanya saat ini. Alisnya segera berkerut geli dan jijik melihat masih ada sekelompok orang ber-cosplay tanpa malu. Menurutnya, itu hobi yang membuang-buang waktu dan uang. Alhasil, dengan angkuh dia melengos tak mau peduli namun terpaksa harus mendekat sebab tujuannya sama.
"Tolong, berikan padaku smartphone yang bagus untuk bermain game." tandasnya pada pegawai lain rekan kerja pegawai yang melayani 3Ry, nadanya terdengar sopan tapi masih memiliki kesombongan didalamnya walau samar.
Dia datang untuk membeli barang yang sama sebagai hadiah untuk saudaranya yang akan berulang tahun dalam waktu dekat. Jiang Wanxi tahu saudaranya yang masih remaja itu menyukai game online, jadilah dia membelinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Ryura lah lebih dulu menemukan barang yang diinginkannya.
"Aku menemukannya." datarnya tanpa menoleh dan langsung berjalan menuju sofa tunggu yang disediakan sambil lekas menggunakan ponsel pintar tersebut tanpa melakukan pembayaran lebih dulu.
Pegawai yang bertugas tertegun melihat kelakuan wanita itu yang dianggapnya lancang. Saat akan menegur, suara lain muncul.
"Aku juga. Lihat bagus kan?! Sudah, cepat temukan milik mu, lalu bayar. Aku akan tunggu bersama Ryu." tanpa menunggu jawaban Rayan, Reychu langsung memutar badannya dan berjalan mendekati Ryura, duduk disebelahnya dan ikut menggunakan ponsel tersebut langsung tanpa menyerahkannya dulu pada si pegawai untuk di selesaikan segala sesuatunya.
Rayan berdecak seraya menggelengkan kepalanya jengah, tapi memilih untuk diam saja dan fokus mencari lagi sampai dia menemukannya.
Melihat itu, pegawai tersebut bingung apakah masih perlu menegur atau tidak.
Jiang Wanxi yang berada tepat di sebelah Rayan dalam jarak 1 meter tertarik untuk melihat perbuatan ketiga perempuan aneh itu yang sama sekali tidak elit, tidak sedikitpun menunjukkan sikap seorang dari keluarga terpandang. Dari sini, Jiang Wanxi menyimpulkan bahwa 3Ry tak lebih dari rakyat jelata yang bergaya sok kaya.
Dia pun mendengus dengan sudut bibir terangkat sarat akan ejekan. Lalu, melanjutkan urusannya.
Ternyata Rayan mendengarnya, bukannya tersinggung dia malah menyunggingkan senyum yang amat tipis hingga tak terlihat. Dia merasa sedikit lagi orang disebelahnya akan terpancing untuk berbuat masalah dengan dirinya. Rayan menantikan itu.
"Aku menginginkan yang ini." mengangkat ponsel yang dipilihnya sebagai maksud menunjukkan. "Akan langsung aku pakai. Tolong, totalkan semuanya termasuk milik mereka dan bayar dengan ini." ujar Rayan membuatnya terdengar sangat percaya diri yang terlihat menjengkelkan, kemudian menunjuk Reychu dan Ryura menggunakan ibu jari tangan lainnya yang mengarah kebelakang. Lalu, tak lupa menyodorkan kartu kreditnya.
Pegawai itu pun tak bisa berkata apapun lagi dan memilih langsung melakukan pembayaran milik pelanggan nyentrik ini.
"Totalnya 106 juta. Mohon tunggu sebentar."
Namun, hal yang tak terduga terjadi.
Seperti memiliki pikiran yang sama, tiba-tiba...
Pegawai kembali sambil menyodorkan kartu milik Rayan dengan ekspresi tidak mengenakkan. Rayan yang bingung seketika merasakan firasat buruk.
"Maaf, Nona. Kartu anda tidak bisa di gunakan."
Rayan terdiam merasa konyol, malu, dan marah. Jiang Wanxi di sebelahnya nyaris menyemburkan tawa kala dia merasa tebakan sebelumnya benar tentang 3Ry.
Dengan perasaan jengkel bukan main, Rayan menoleh kearah belakang dan menatap tepat di wajah Reychu yang membalas tatapannya dengan senyum sumringah.
Bodoh kalau Rayan tidak tahu siapa dalang dari diblokirnya kartu kredit yang akan dia gunakan untuk membayar. Sudah pasti ulah Reychu.
Dalam keluarga 3 sahabat itu, yang memegang keuangan memang Rayan. Semua kartu kredit, kartu debit, kartu ATM dari berbagai bank berada di tangan Rayan sebagai pengelolanya. Akan tetapi, karena uang yang dimasukkan milik ketiganya, semuanya pun memiliki hak untuk mengaksesnya. Jadilah, dengan jailnya Reychu memblokir beberapa kartu yang paling sering Rayan gunakan.
Niatnya selain menjahili Rayan juga memudahkan Rayan berkonflik dengan Jiang Wanxi yang kini memiliki ekspresi mengejek dan menghina yang luar biasa puas. Rayan pun memahami maksud sahabatnya, hanya saja bukan ini tujuannya.
Sambil menyipitkan matanya kearah Reychu yang bahagia, Rayan berbicara melalui tatapannya.
'Kau merusak rencana ku, Reychu gila!'.
Dan Reychu membalas dengan cara yang sama seolah saling memahami arti sorot mata masing-masing.
'Lebih cepat lebih baik, Rayan imut.'
Ryura disebelah Reychu tanpa mengangkat pandangannya dia menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan atas kelakuan kurang kerjaan dua sahabatnya.
__ADS_1
selamat membaca sayang2kuuuuu πππππ