3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
FLASHBACK 4


__ADS_3

Flashback on: ASMARA TERLARANG


Sejak menyandang status sebagai istri kesayangan. Selir Agung Gong Dahye mulai semakin tidak sabar untuk bisa menjadi lebih dari itu. Misalnya, menduduki posisi Permaisuri.


Awalnya, ia berpikir akan sulit untuk mendapatkan hati pria dingin itu mengingat Permaisurinya saja tidak bisa meluluhkan-nya. Tapi, siapa yang menyangka akan semudah itu. Semuanya berjalan dengan begitu mulus bahkan sampai diluar ekspektasinya.


Itu juga yang membuatnya merasa harus segera menyingkirkan apa yang disebut penghalang. Siapa lagi kalau bukan Permaisuri Ahn Reychu. Tapi, siapa yang menduga kalau kedudukan Permaisuri tidak bisa di ganti atau digeser bahkan dengan kekuasaan Kaisar Li sekalipun. Itulah yang menjadi alasan mengapa ia begitu bernafsu untuk menyingkirkan Permaisuri Ahn Reychu. Tidak peduli bagaimanapun caranya.


Ditengah-tengah niatnya untuk menyingkirkan Permaisuri, ia juga berniat untuk segera mengandung anak dari Kaisar Li secepatnya. Karena, itu adalah jalan satu-satunya yang memperkuat posisinya meski masih seorang Selir. Kemudian, merencanakan untuk melenyapkan Permaisuri Ahn tanpa diketahui dan menduduki singgasana Permaisuri sebagai akhir ceritanya.


Karena itu, ia selalu bersikap lemah lembut bak marshmellow yang di panaskan, bila dihadapan oleh orang luar atau orang yang bukan orangnya. Setidaknya itu cara dia mengelabui dan membuat orang lain tidak curiga bahwasanya ia adalah wanita licik dan bermuka dua juga keji.


Melewati malam demi malam yang panjang bersama Kaisar Li untuk waktu yang lama membuat harapannya semakin besar. Namun, entah mengapa semakin waktu berlalu dari hari ke hari dan bulan ke bulan, begitu seterusnya. Ia tak kunjung mendapatkan hasil yang diinginkan.


Sehingga, hari dimana ia ingin memastikannya datang.


Saat itu, ia pergi bersama sang kakak menuju ke tempat tabib pribadi Keluarga Gong yang paling dipercaya.


Sesampainya disana, ia tak ingin menunda terlalu lama dengan berbasa-basi. Alhasil, Selir Agung Gong Dahye pun segera di periksa dan hasil yang di katakan membuat dugaannya yang selama ini berpikir bahwa mungkin ia yang memiliki masalah pun akhirnya sirna.


"Semua baik-baik saja, Yang Mulia Selir Agung. Tak ada yang salah dengan rahim anda. Justru anda sangat subur." jelas Tabib itu dengan tenang.


"Kau dengar itu, adikku! Kau tidak bermasalah sama sekali. Kau dalam keadaan sehat." sela Gong Dahee yang dari awal memang sudah yakin kalau adiknya tidak akan mengalami masalah apapun. Seperti ia sangat meyakini kalau Keluarga Gong tidak akan ada yang mengalami masalah reproduksi.


"Lalu, mengapa sampai sekarang aku belum juga hamil, kakak? Aku harus segera hamil!" tanya dan tekan Selir Agung Gong Dahye pada akhir kalimatnya. Ia benar-benar tidak sabar.


"Mungkin Kaisar Li yang memiliki masalah?" celetuk Gong Dahee menduga-duga.


"Benarkah begitu?" ragu Selir Agung Gong Dahye untuk percaya.


"Aku akan mencari tahunya." kata sang kakak.


Dari sanalah, kedua kakak beradik itu melakukan tugasnya. Sang kakak mencaritahu kebenaran tentang kondisi Kaisar Li, sedang sang adik berpikir apa yang seharusnya ia lakukan.


Sampai kabar mengenai sang Kaisar yang juga baik-baik saja dari sang kakak membuat Selir Agung Gong Dahye kebingungan dan mulai berpikir untuk mencari jalan lain.


Takdir menuntunnya bertemu dengan adik iparnya. Pangeran Kedua Li Fang Ye.

__ADS_1


Pada awalnya, Pangeran Kedua Li Fang Ye tidak sedikitpun melirik Selir Agung Gong Dahye dengan hatinya. Karena bagaimanapun, meski selir wanita itu adalah istri kakak kesayangannya. Istri kesayangan sang kakak. Dia tidak cukup gila untuk jatuh cinta pada istri sang kakak.


Tapi, yang tidak ia duga adalah... Saat sang kakak Kaisar melakukan perjalanan untuk mengunjungi wilayah kekuasaannya yang sedang mengalami masalah bersama Permaisurinya, saat itulah Selir Agung Gong Dahye mulai melancarkan aksinya.


Hal ini tidak ada yang mengetahui selain kakak beradik itu. Yang mana, dengan memakai topeng perempuan manis yang lembut dan baik hati. Selir Agung Gong Dahye mulai tebar pesona dihadapan adik Kaisar tanpa sepengetahuan targetnya.


Dengan bantuan para bawahannya yang dibawa masuk kedalam istana, Selir Agung Gong Dahye selalu tahu dimana keberadaan Pangeran Kedua Li Fang Ye. Dari sanalah, keduanya mulai sering bercengkrama yang dari hari ke hari kian dekat dan perlahan menjadi intim.


Menggunakan keyakinannya memenangkan hati Kaisar Li, Selir Agung Gong Dahye juga melakukannya pada Pangeran Kedua Li Fang Ye. Dan betapa senangnya ia saat tahu kalau ternyata yang ia lakukan sama berhasilnya dengan cara sebelumnya.


Jika bertanya mengapa ia nekad melakukan itu, karena pertama... Ia sangat ingin mengikat posisinya atau bahkan bisa meningkat lebih dari itu. Kedua, ia memilih Pangeran Kedua Li Fang Ye setidaknya karena Kaisar memiliki darah yang sama dengan Pangeran kedua Li Fang Ye. Tanpa dia ketahui kalau sebenarnya, meski kedua pria itu memiliki darah yang sama, mereka tetap berbeda terlebih dengan adanya kutukan itu.


Sedang, Pangeran Kedua Li Fang Ye pada awalnya dilanda kegelisahan saat tahu kalau hatinya sudah berlabuh pada orang yang salah. Ia tahu itu tidak benar, sehingga saat merasa belum terlambat ia memilih menjaga jarak. Ia tentu tidak ingin sampai hubungan terlarang itu berlanjut lebih jauh.


Selir Agung Gong Dahye yang mengetahui hal itu pun tak tinggal diam. Dengan tipu muslihatnya saat Kaisar Li sedang tidak ada ditempatnya, ia berakting dihadapan Pangeran Kedua Li Fang Ye.


"Yang Mulia Pangeran Kedua, tolong beritahu Selir ini... Apa yang membuat Yang Mulia menjauhi saya?" matanya berlinangan air mata, wajahnya kuyuh seolah sangat tersiksa hatinya.


Ditatapnya mata tajam pria dihadapannya yang lebih muda setahun dari Kaisar Li itu. "Tahukah, Yang Mulia... Kalau saya... Saya..." bicaranya terbata-bata seperti tak kuasa untuk mengatakannya, tapi masih tetap dilanjutkan. "Saya menyukai Yang Mulia Pangeran Kedua. Saya menyukai anda..." akunya layaknya gadis yang tak ingin ditinggalkan oleh pujaan hatinya dengan harapan kalau ia mengungkapkan perasaannya sang pujaan hati akan tetap tinggal.


Jelas saja, Pangeran Kedua Li Fang Ye dibuat kaget oleh kata-kata tersebut. Bagaimanapun jika mengikuti hati, ia akan sangat bahagia karena perasaannya berbalas. Akan tetapi...


"Yang Mulia..." lirih Selir Agung Gong Dahye bersikap seolah amat menderita mendengar penolakan Pangeran Kedua mengenai ungkapan hatinya. "Hiks... Lalu, bagaimana ini... Sa..saya... Sudah terlanjur menyukai anda. Sangat suka! Hiks... Huhuhu..." tangisnya pecah sesuai skema yang dibuat.


Karena hati sudah jatuh, maka Pangeran Kedua Li Fang Ye jelas menjadi tak suka dan tidak tega melihat wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu menangis. Terlebih karena dirinya.


"Jangan menangis." melangkah menghampiri untuk menenangkan Selir Agung Gong Dahye dari tangisnya.


Selanjutnya, dengan ragu-ragu Pangeran Kedua Li Fang Ye membuat keputusan. Keputusan yang pada akhirnya menjadi malapetaka untuknya.


"Baiklah. Kita lakukan yang kau inginkan. Karena, aku juga menyukai mu." tandas Pangeran Kedua kalah dari kewarasannya dan memilih hatinya yang tak seharusnya ada.


Usai mengatakan itu, malamnya keduanya pun menghabiskan malam bersama sebagai bentuk perayaan atas bersatunya dua hati. Tanpa salah satunya tahu, kalau dia hanya dijadikan bahan untuk memuluskan rencana yang telah dibuat.


Asmara terlarang itu berlanjut secara sembunyi-sembunyi sampai Selir Agung Gong Dahye dinyatakan hamil.


Kaisar Li yang tak tahu apa-apa justru yang paling merasa bahagia.

__ADS_1


Pangeran Kedua Li Fang Ye meski bahagia tapi tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya tetap percaya saja pada Selir Agung Gong Dahye yang mengatakan bahwa biarkan Kaisar Li yang menjadi ayah untuk anaknya dan dia akan menjadi ayah yang merangkap sebagai paman.


Bodohnya Pangeran Kedua Li Fang Ye mengiyakan saja hal itu.


Sampai pada suatu hari, ia secara tak sengaja mendengar percakapan kakak beradik Gong yang membahas mengenai rencana selanjutnya. Dimana disela-sela percakapan itu namanya disebut.


"Kau akan jadi ibu sebentar lagi." cetus sang kakak.


Dengan binar bahagia, Selir Agung Gong Dahye menjawab. "Tentu! Posisi ku juga akan semakin kuat setelah ini." bangganya.


"Lalu, bagaimana dengan Pangeran Kedua Li Fang Ye?" tahu maksud Gong Dahee, Selir Agung Gong Dahye dengan mudahnya berkata.


"Tidak ada apa-apa dengan dia. Memangnya harus apa?! Pangeran Kedua mencintai ku, aku hanya perlu memintanya untuk diam. Maka, dia akan diam. Kakak tidak perlu khawatir. Dia bukan masalah yang berarti." dengan sombongnya Selir Agung Gong Dahye berujar.


"Aku tetap harus mengawasinya. Bagaimanapun, jangan sampai dia melakukan sesuatu yang akan membahayakan rencana kita." tukas Gong Dahee teguh.


Mengangguk saja. "Kalau begitu aku akan merepotkan kakak untuk mengawasi Pangeran Kedua Li Fang Ye." ujarnya santai.


Memandangi sebentar wajah sang adik sebelum ia dengan ragu bertanya. "Dahye, sebenarnya aku ingin bertanya ini sejak lama. Tapi, belum sempat kulakukan."


"Apa yang mau kakak tanyakan? Tanyakan saja."


"Kau tidak menaruh rasa pada Pangeran Kedua? Kau tahu maksudku... Kau juga menghabiskan waktu bersama dia. Paling tidak, dia juga tidak jelek. Keturunan Keluarga Kerajaan Huoli tergolong memiliki gen yang bagus. Juga dia baik. Termasuk pria idaman wanita. Jadi..." sengaja tidak dilanjut. Karena, yakin adiknya paham maksud perkataannya.


"Hahaha." tawa Selir Agung Gong Dahye pecah dengan renyahnya. "Menyukainya?" tanyanya mengulang dengan sedikit bumbu cibiran. "Kakak yang benar saja. Dia tetap masih kalah tampan dari Kaisar Li. Kalau bukan karena dia memiliki darah yang sama dengan Kaisar Li. Apa menurut kakak aku mau melakukannya dengan dia?! Aku harus selalu mandi bunga beraneka ragam untuk membersihkan tubuhku setiap kali habis di sentuh olehnya. Cih! Dia tak lebih dari jembatan penghubung untuk menyukseskan rencana kita. Jadi, jangan berlebihan. Aku masih tahu siapa yang lebih menguntungkan untuk dijadikan sandaran." tajamnya ia berkata tanpa tahu kalau dibalik pintu kamarnya ada Pangeran Kedua Li Fang Ye yang tadinya ia berencana untuk mendatangi Selir Agung Gong Dahye guna menanyakan kabar wanita itu dan kandungannya.


Siapa yang menduga kalau ia akan mendengar sesuatu yang mengejutkan.


Saat itu juga ia langsung tersadar dari kebodohannya. Ia marah, jijik, benci, pada dirinya sendiri atas kebodohan yang tak bisa dihitung sebesar apa kebodohannya itu.


Itu juga menjadi alasan mengapa ia menerima perjodohan yang ditawarkan oleh Kaisar Li padanya. Hingga sampai pada akhirnya iapun melabuhkan cintanya pada sang istri atas segala ketabahannya menghadapi dirinya dan menerimanya yang pada awal pernikahan mereka masihlah seorang pria yang acuh, apalagi setelah apa yang dilakukan Selir Agung Gong Dahye padanya, tanpa bisa ia ketahui kalau saja takdir tidak membongkarnya.




Li Fang Ye x Yu Chan Yi

__ADS_1


(pinterest)


__ADS_2