3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
AKHIR MENG RUONA


__ADS_3

Suara-suara erotis dan mer*ngsang terdengar dengan begitu mengg*irahkan dari sebuah ruang tua terbengkalai yang sudah pasti akan tidak memiliki kedap suara yang bagus. Alhasil, orang-orang diluar ruangan tersebut harus merelakan telinga mereka untuk mendengarkan melodi penuh h*srat itu tanpa bisa menghindar.


Terkhusus para pria yang tersisa diluar dan beberapa anak buah Bo Kang yang masih berada di tempatnya dekat lokasi kejadian dalam bangunan terbengkalai itu. Mereka menjadi gelisah. Berbeda jauh dengan 3Ry yang seperti tak merasakan apapun.


Wajar saja, suara seperti itu bukan hal baru bagi mereka untuk didengar meskipun akhirnya mereka pun tahu seperti apa rasanya menjadi orang yang mengeluarkan suara-suara tersebut.


Ketahanan mereka benar-benar patut diacungi jempol.


"Oke, oke. Kalian akan tunggu gilirannya. Setelah dia, kalian yang berikutnya. Tapi, ingat... Lakukanlah bersama-sama! Wkwkwkwk!" celetuk Reychu pada para pria yang tersisa dengan tetap memasukkan bumbu jailnya tentang menikmati sosok Meng Ruona yang saat ini tengah bermadu kasih dengan Bo Kang.


Pasalnya, Reychu tahu seberapa tegangnya mereka di tempatkan dalam posisi saat ini. Hanya bisa mendengar tapi belum bisa merasakan.


Meski sejujurnya, Reychu tetap merasa tidak puas. Pasalnya, adegan pertama tak bisa direkamnya hanya agar Bo Kang nyaman melakukannya sesuai yang 3Ry inginkan. Mengecewakan memang, tapi setidaknya di sesi berikutnya dia bisa komando kan para pria yang sudah disediakan agar dapat melakukannya sebagai penebus kekecewaannya.


Ada-ada saja memang ulah gadis dewasa satu ini.


Rayan hanya menggelengkan kepalanya seperti biasa bila melihat kelakuan Reychu jika sudah masuk dalam mode kambuh.


"Kita akan menunggunya sampai kapan? Aku sudah merindukan suamiku..." Keluh Rayan dengan misuh-misuh manja yang membuat kadar keimutannya meningkatkan terlebih saat tubuh wanita yang sudah menikah itu menjadi kian subur.


Bukan menggemuk, yaaa... Haha...


Sambil mengerutkan kening Reychu membalas. "Sabar. Baru juga setengah jam. Ini masih awal untuk seorang pria pro dalam hal **** yang di suguhkan peraw*n. Tidak mungkin hanya bermain sekali. Rasanya masih menggigit tahu?! Kau kan sudah merasakannya. Bagaimana bisa aku yang belum pernah bisa lebih memahaminya." dengan gamblangnya Reychu berucap tanpa memikirkan para pria yang tersipu mendengar hal yang sudah menjadi fakta bagi kaum mereka dalam kasus yang satu ini.


Masalahnya, yang mengatakannya adalah seorang gadis dewasa. Meskipun benar akan hal itu. Tetap saja rasanya agak bagaimana gitu bila mendengar langsung dari mulut seorang perempuan saat dia berkomentar tentang yang satu ini.


"Rey, mulut mu itu kalau bicara bisa di saring tidak?! Apa yang kau ucapkan di tengah-tengah kumpulan pria seperti ini?! Mana rasa malu mu?! Oh, aku lupa. Kau kan tidak punya malu!" sungut Rayan dengan nada sarkas di bagian akhir saking gregetnya dia pada sahabatnya itu.


Yang di sarkas malah terbahak-bahak.


Abaikan Ryura, sebab dia masih asik dengan ponselnya. Entah selengang apa pekerjaan Ye Zi Xian hingga memiliki waktu sebanyak itu untuk berkirim pesan dengan Ryura.

__ADS_1


"Memang mereka bisa apa? Mana berani mereka macam-macam padaku? Tidak perlu melihat siapa dibelakang ku, cukup datangi aku saja. Habis mereka. BWAHAHAHAHA!!!" Sambil berkacak pinggang Reychu kembali terbahak seolah apa yang dikatakannya itu lucu sekali.


Tidak sadarkah Reychu kalau perkataannya sukses membuat para pria disana kehilangan rangs*ngan terhadap suara er*tis dari dalam ruangan disana. Sebab mereka terlalu bergidik ngeri duluan mendengar ucapan Reychu.


Lebih dari 1 jam akhirnya Bo Kang keluar dari ruangan dalam keadaan berantakan.


Ciuuuuit...!!!


Siulan Reychu yang jail menyusul begitu melihat Bo Kang muncul.


Rambut berantakan, pakaian juga berantakan, Bahkan celananya belum sempat di kancing meskipun sudah di sleting, jangan lupakan keringat yang masih terlihat jelas bulirannya di setiap pori-pori kulitnya. Belum lagi saat napasnya bahkan belum benar-benar netral.


Semua mata tertuju padanya, termasuk tiga perempuan disana.


"Uuuhh... So sexy!" Puji Rayan yang tabiatnya memang menyukai pria tampan, meskipun itu tidak bisa dibandingkan dengan suaminya. Jadi, pujian tersebut hanya murni pujian semata karena begitulah faktanya.


Bo Kang memang jadi berkali-kali lipat mempesonanya saat dalam kondisi segar usai pelepasan.


"Aku sudah selesai." lugasnya yang disambut dengan kekehan Rayan dan Reychu yang dapat melihat gelagat salah tingkahnya.


Cukup menghibur.


"Oke, baiklah. Lalu, apa wanita itu masih sadar?" Tanya Reychu lagi, sebab dia sudah tak sabar untuk menjelma menjadi seorang kameraman.


Ekspresi bingung tampak di wajah Bo Kang. "Soal itu... Dia masih sadar, tapi... Apa dia tak apa-apa?"


Bo Kang bertanya begitu bukan karena masih suka, melainkan karena tadi didalam ruangan dia masih melihat Meng Ruona yang gelisah akan tubuhnya seperti ingin di belai kembali. Padahal bersamanya, keduanya bermain dengan penuh semangat.


Bo Kang jadi teringat akan cairan yang Rayan berikan. Tampaknya, itu bukan sembarang cairan.


Benar saja, usai pertanyaan sarat akan kebingungan Bo Kang lontarkan, Rayan tertawa renyah merasa pertanyaan pria itu lucu sekali.

__ADS_1


"Hahaha... Oh, Tuan muda Bo. Kau terlalu meragukan ku. Hihihi... Ku beritahu padamu, ya... Aku ahlinya racik meracik ramuan. Hanya untuk membuat seorang wanita calon pelakor merasakan menjadi pelakor sesungguhnya lebih cepat dari keinginannya sangat mudah bagiku. Tidak akan terjadi apa-apa padanya, dia hanya akan terus berga*rah selama 10 jam. Sebelum 10 jam, dia tidak akan berhenti. Maka dari itu, berpuas-puaslah kalian menikmatinya." Senyum lebar yang Rayan ukir di bibirnya bagai senyuman devil yang membuat siapapun harus selalu menyadarkan diri agar tidak menyinggung tiga wanita didepan mereka saat ini, yang bila dilihat dari wujudnya sama sekali tidak mengancam. Tapi, dibalik itu...


BWAHAHAHAHA...


Prok... Prok... Prok...


Reychu bertepuk tangan guna menarik perhatian semua orang yang ada disana. "Baiklah! Tunggu apa lagi! Kini saatnya giliran kita! Wooohoooo...!!" Histeria Reychu sama sekali tidak tahu tempat.


Kemudian, bergerak penuh semangat menggiring para pria untuk memasuki ruangan tempat Meng Ruona masih menggeliat gelisah minta di puaskan.


"Ayo, Ayo, Ayo... Masuk! Giliran kalian. Aku sudah menyiapkan kamera untuk merekam semua adegan panas nanti. Jangan khawatir, rekaman ini hanya berfokus pada betapa liarnya seorang Meng Ruona, kalian akan tetap aman. Hahahaha...!!!"


Sekali lagi, para pria menjadi bergidik mendengar kalimat gila Reychu yang benar-benar tak mencerminkan seorang perempuan sejati.


Tapi, mereka bisa apa bila sudah terjebak dalam sarang yang 3Ry buat.


Akhirnya, mereka pun harus melakukannya terpaksa maupun tidak.


Hanya saja, yang namanya naluri kelaki-lakian tak bisa berbohong. Nyatanya, begitu di sugesti dengan kata-kata tanpa hipnotis dari Reychu, adegan panas yang Reychu inginkan langsung terlaksana.


Dia dengan gila dan bahagia merekam semua itu. Rayan hanya menggelengkan kepalanya sudah biasa, sedang Ryura hanya melirik sekilas pintu ruangan yang menjadi saksi kegilaan Reychu yang bahagia merekam adegan panas orang lain lalu lanjut kembali ke ponselnya. Sementara Bo Kang serta beberapa orangnya terpaku mendengar tawa bahagia Reychu, kekasih dari salah satu pria paling berpengaruh di negeri ini.


Tak habis pikir kalau ternyata ada tipe perempuan seperti Reychu yang gilanya kelewatan.


Tapi, dari pengalaman itu juga akhirnya mereka tahu bahwa percuma melawan 3Ry, baru mencoba saja sudah dihempaskan.


"Haih. Bakal tambah lama ini. Aku kangen suami ku..." Keluh Rayan pada Ryura yang tidak lepas dari ponselnya.


Merasa di abaikan, Rayan pun menoleh untuk melihat sahabatnya sedang apa. Tenyata...


Rayan mendengus sambil bergumam. "Huh. masih berlanjut rupanya. Kenapa aku tidak melakukan hal yang sama juga! Ck." Akhirnya, Rayan pun ikut mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari kontak Shin Mo Lan. Dia akan mengikuti jejak Ryura dan mengabaikan Reychu yang gila.

__ADS_1



__ADS_2